"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "

"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "
Menonton ke Bioskop


__ADS_3

Setelah selesai memberikan kado pada semua orang di rumah itu, Elang tiba-tiba mengajak Nada nonton ke studio 21. Nada merasa heran, kenapa tiba-tiba Elang mengajaknya nonton.


"Papa akan ajak kalian nonton di bioskop sore ini, ayo siap-siap!" serunya mengajak siap-siap pada Nada dan Sya. Sya yang mendengar ajakan Elang langsung antusias. Namun, Nada biasa saja. Dia memang kurang suka nonton ke bioskop.


"Asikkk, Papa ngajak nonton. Kita nonton film Wakanda ya, Pah," seru Sya senang. Nada tidak menimpali karena ia memang tidak paham dengan film yang sekarang ramai diputar di studio.


Perjalanan menuju studio tidak butuh waktu lama, hanya 30 menit dari rumah Elang. Elang segera turun dari mobilnya dan membukakan pintu mobil untuk Sya dan Nada. Sebelum mendapatkan tiket nonton, Elang membeli minuman serta camilan, tidak lupa popcorn makanan ringan yang sudah biasa jadi menu di setiap bioskop.


Tiket nonton sudah dipesan, waktu pemutaran hanya tinggal 15 menit lagi. Mereka menunggu di ruang tunggu yang ada di dalam bioskop. Sya nampak tidak sabar lagi menunggu film yang sedang dinantikannya.

__ADS_1


Nada penasaran seperti apa sih film yang ditunggu Sya. Akhirnya tiba saatnya pemutaran film yang ditunggu Sya. Elang memilih kursi penonton paling depan dan berada di tengah-tengah. Posisi Sya diapit oleh keduanya, kiri dan kanan antara Elang dan Nada.


"Bunda pasti akan suka setelah melihatnya," ucap Sya yakin. Nada hanya tersenyum, karena ia kurang menyukai menonton di bioskop, jadi tanggapannya biasa saja.


Penonton mulai berdatangan, dan bioskop semakin banyak orang. Sehingga tidak terasa kini tiba saatnya film di putar. Lampu bioskop mulai dimatikan dan suasana menjadi temaran.


Dan filmpun dimulai. Layar menjadi hitam, saat proyektor mengarah pada layar, muncullah sebuah judul film 'Black Panther : Wakanda Forever'. Sya langsung sorak lalu serius menatap layar. Nada memang tidak suka nonton, yang ada dirinya malah mengantuk. Demi membunuh rasa kantuk, Nada sibuk memakan cemilan yang tadi dibeli Elang.


Film dimulai dengan suara deburan sound efek yang menggema di seluruh ruangan. Suara riuh penonton mulai bergemuruh

__ADS_1


menyambut kehadiran sang pemeran utama. Nada bener-benar tidak menikmati. Keadaan seperti ini malah membuat Nada pusing kepala dan sedikit mual. Lantas dia menyandarkan kepalanya di bahu Elang.


Tidak terasa film bergenre sentuhan komedi itu berakhir. Elang membangunkan Nada yang tertidur dengan posisi yang menyender di bahunya. "Sayang, bangun!" ucapnya sambil mengusap bahu Nada.


Sya, yang ternyata tidur juga di pangkuan Elang dibangunkan. Dia mengucek matanya pelan.


"Ayo, kita pergi dari sisi!" ajak Elang seraya memapah Sya dan menggiring Nada.


Saat sudah keluar bioskop, tanpa diduga mereka melihat sebuah penampakan. Penampakan yang membuat mata terbelalak. Sonia bergandengan mesra dengan seorang lelaki tua, hendak masuk ke dalam bioskop.

__ADS_1


Elang dan Nada yang melihat itu sontak menatap sesaat ke arah mereka tanpa berniat menyapa. Baru saja kemarin Nada dikata-katai seorang wanita ranjang, namun di sini Nada melihat pemandangan yang berbeda dari Sonia yang katanya berattude.


Saat melihat papan jadwal pemutaran film, rupanya film yang saat ini akan diputar merupakan film luar bergenre adegan dewasa. Bikin hot....


__ADS_2