"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "

"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "
Kepulangan Baby Elana ke Rumah


__ADS_3

Nada masih lemah di atas bed pasien, dengan cairan impus yang mengaliri tubuhnya. Kini Nada tertidur, mungkin karena kelelahan saat berjuang tadi melahirkan. Elang masih setia di sampingnya, mengusap keringat di dahi Nada, tidak lupa di dalam hatinya selalu terucap syukur panjang dan rasa terimakasih untuk Nada istrinya.



Pak Zakaria dan Bi Narti kini bisa masuk ke dalam ruang perawatan. Melihat Nada yang masih tertidur. Saat bersamaan seorang Office Girl mengantarkan sarapan pagi untuk pasien.


"Sarapan paginya untuk pasien Nada, nanti setelah sarapan diberi obat ini ya, Bu! " seru sang Office Girl pada Bi Narti. Bi Narti manggut.


Elang kini sedang menatap lekat baby Elana, rasa haru menghiasi wajahnya. "Terimakasih, Sayang sudah hadir dalam kehidupan Papa. Kamu cantik banget mirip Bunda kamu." Ingin rasanya Elang mengusap wajah polos baby Elana, namun ia takut tangannya tidak steril.



Setengah jam kemudian, Nada bangun. Tubuhnya mulai ada pergerakan. Elang langsung menghampiri.


" Sayang, kamu sudah bangun? Ayo cepat sarapan, biar kamu cepat pulih dan pulang ke rumah." Elang antusias, sehingga dia dengan sigap mengambilkan cawan sarapan pagi yang menunya sudah disesuaikan oleh Dokter.


Nada perlahan bangkit dan duduk di atas bed, lalu menatap Elang dengan intens ketika Elang dengan sigap dan telaten menyiapkan sarapannya dan siap menyuapkan sarapan.



"Mas, terimakasih banyak sudah sempat memberikan support buat Nada," ucapnya membuat Elang terkejut.


"Kenapa, Sayang? Jangan sambil sedih begitu dong bicaranya, mas jadi merasa bersalah karena hampir saja telat menemanimu didetik-detik kamu melahirkan." Elang berbicara dengan penuh nada penyesalan.


"Hanya saja saat itu Nada butuh dukungan dari Mas Elang. Nada takut hari itu hari terakhir Nada bisa membersamai Mas Elang di dunia ini," ucap Nada sedih, matanya mulai berembun.


.


"Sayang, sudah dong! Jangan sedih lagi. Mas minta maaf atas keterlambatan Mas menemanimu. Saat itu Mas tidak bisa apa-apa, karena pesawat yang Mas tumpangi delay sampai berjam-jam." Elang memberikan alasan. Untuk meredam kesedihan Nada supaya tidak berlanjut, Elang menyiapkan sarapan yang tadi sudah akan dia berikan.


"Sarapanlah dulu, setelah ini minum obat. Kemungkinan siang ini kita sudah bisa pulang," ujarnya gembira. Mendengar itu Nada sangat bahagia dan semakin bersemangat u segera pulang dan memeluk baby girlnya.



"Mas, nama bayi kita siapa?" tanyanya sambil mengunyah.

__ADS_1


"Seperti yang pernah katakan tempo hari, namanya Elana Syafa Perkasa, dia sangat cantik mirip kita berdua." Elang sangat bangga menceritakan keadaan putri kecilnya. Nada tersenyum bahagia.


Tidak berapa lama setelah Nada sarapan dan minum obat, Suster datang untuk memberikan imunisasi pertama pada baby Elana.


"Ayo, Bu Nada, bayinya diinisiasi dini dulu," ujar Suster seraya meletakkan baby Elana di dada Nada untuk inisiasi dini, yang mana sang bayi akan mencari ****** susu sendiri untuk mencari ASI pertamanya. Dan 10 menit mencari akhirnya ****** susu Nada bisa ditemukan oleh baby Elana.


*


*


Siangnya Nada dan baby Elana sudah bisa pulang, kondisi Nada sudah bagus pasca melahirkan. Baby Elana juga kondisinya sehat.



Tiba di rumah, semua sudah menyambut kedatangan baby Elana dengan riang gembira. Bu Sri yang kemarin sempat ke RS juga menyambut penuh suka cita. Di wajahnya nampak binar bahagia.



Seminggu kemudian acara aqiqahan baby Elana digelar. Semua tamu undangan hadir, tetangga dekat, Marisa, termasuk Bintang Negara sang Sahabat, hadir juga menyaksikan acara aqiqahan baby Elana. Acara pun berlangsung dengan lancar dan penuh sukacita.




Pasca melahirkan, Nada juga rajin meminum racikan rempah-rempah yang bertujuan untuk mengembalikan stamina tubuh pasca melahirkan, mengencangkan otot, dan mengembalikan ukuran rahim, serta mempercepat luka jahitan di mulut rahim. Semua itu bertujuan baik untuk keduanya. Buat baby Elana juga manfaat racikan rempah-rempah itu bisa meningkatkan ASI yang berlimpah, sehingga baby Elana tidak kekurangan ASI.



"Nad, jangan lupa dipompa ASInya, disimpan di boks penyimpanan ASI seperti yang pernah aku bilang dulu waktu itu," Marisa mencoba mengingatkan.


"Iya, Mbak."


"Ini juga buat kebaikan kita lho, Nad. Supaya sj Sasa dan Sisi tidak mudah kendor," bisik Marisa di telinga Nada dibarengi tawa jahil.


Bu Sri, sejak kelahiran baby Elana, kini seminggu sekali mendatangi rumah Elang, tujuannya tidak lain ya baby Elana. Sya juga tidak kalah antusias, dia selalu menjaga baby Elana kalau pulang sekolah.

__ADS_1



"Bunda, nanti malam Sya tidur lagi dengan baby Elana lagi, ya?" serunya seraya mencium pipi baby Elana yang sedang dalam pangkuan Nada.


"Boleh, Sayang." Suasanapun semakin ramai, sejak kelahiran baby Elana.


"Benar kata Marisa, baby Elana lebih cantik dari istrimu, El. Elana mirip kalian berdua tapi lebih mirip kamu," cetus Bu Sri disela-sela kunjungannya. "Cucu Nenek benar-benar cantik, Nenek sayang cucu cantik Nenek, muahhhh," ujarnya sambil mencium. Bu Sri nampak mengayangi benar baby Elana. Nada yang mendengar celotehan Bu Sri tidak bermaksud mengganggunya, Nada kembali ke dapur untuk mengambil minum.



"Sayang, fungsinya racikan rempah-rempah ini apakah tidak akan mengganggu kesehatan baby Elana?" Elang menatap was-was sebab Nada sejak melahirkan selalu mengkonsumsi jamu rempah-rempah itu.



"Tidak dong Mas, justru ini baik untuk Nada dan bayi, selain melancarkan ASI rempah-rempah ini juga berkhasiat mempercepat luka bekas jahitan dan mengencangkan otot, terutama otot .... " Elang memotong ucapan Nada dengan membungkam bibir Nada dengan bibirnya.



"Untuk mengencangkan otot kewanitaan, kan? Kebetulan aku sudah kangen, Sayang. Sudah ingin buka puasa, kamu sudah habis nifaskan? Ini sudah lewat dari sebulan lho," sambung Elang seraya memeluk erat pinggang Nada dari belakang.



"Mas, lepaskan dulu. Sabar dulu dong, nanti dilihat Bi Narti atau Bi Ijah b kan malu," cegah Nada risau. Elang tidak menggubris dia malah semakin nyosor mencium Nada.



"Sabar dong Mas, Nada harus minum jamu ini dulu, jamu ini khasiatnya bagus lho. Mas mau tahu khasiatnya, ini berkhasiat untuk merapatkan kembali lho," ujar Nada membuat Elang terbelalak lalu akhirnya tersenyum paham.



"Asikkk, nanti malam Mas udah buka puasa dong. Ya sudah deh, Sayang lanjutkan minumnya. Mas sudah tidak sabar menunggu!" ujarnya mirip anak kecil yang mengharapkan sesuatu.



"Ohhh Sayang, cantik sekali baby Elana. Terimakasih telah memberikan keindahan dan kebahagiaan bagi hidup Mas. Mas janji akan selalu menjadi kepala keluarga yang baik serta menyayangi kalian sebagai belahan jiwaku." Elang berkata sungguh-sungguh sambil memeluk erat Nada.

__ADS_1


Bersambung Guys masih satu bab lagi, sebagai bonus tambahan. Mampir selalu ya?


__ADS_2