
Malam semakin larut, baby Elana sudah tertidur nyenyak. Elang yang sejak tadi mondar-mandir keluar balkon sudah tidak sabar menantikan di mana momen indah bersama Nada akan terulang kembali. Rutinitas sehari-hari yang selalu membuatnya ketagihan. Sebab Nada selalu memberikan kebahagiaan setelahnya.
Nada sepertinya menyambut keinginan suaminya yang sejak siang sudah merengek meminta jatahnya. Nada ke kamar mandi membersihkan diri dan sikat gigi, malam ini Nada benar-benar ingin membahagiakan Elang. Terlebih Nada juga sama sangat merindukan sentuhan Elang sebagai lelakinya. Nada segera keluar dengan lingeri warna hijau toska yang pernah Elang berikan tempo hari, seksi dan menggairahkan.
Nada kini tengah duduk di depan meja rias, mencuci muka dengan susu pembersih dan toner, memberi wewangian yang beraroma lembut ke sekujur tubuhnya. "Segarrrr," gumannya. Malam ini Nada terlihat begitu menggoda, dan memang berniat menggoda Elang. Hasratnya setelah melahirkan bertambah satu oktaf kalau diibaratkan suara.
Elang muncul dengan wajah suntuk, menutup pintu balkon dengan perlahan. Wangi rokok tercium langsung menyengat hidung. Nada menutup hidungnya seketika. Namun rasa manis yang pernah dikecapnya di bibir Elang karena rokok, membuat Nada merindukannya.
"Sayang, sudah siap rupanya!" Elang berubah ceria, muka suntuk tadi hilang seketika. Kenikmatan tiada tara itu kini semakin terbayang-bayang di pelupuk mata. Tentang kemolekan tubuh Nada, dan kehebatan Nada melayaninya di atas ranjang.
"Ohhh, Sayang!" Tanpa basa-basi Elang mencengkram Nada merengkuh bibir ranumnya dan dikecapnya. Kali ini Nada menikmati dan merasakan rasa manis dari rokok. Entah rokok apa yang diisap Elang, mungkinkah semua rokok batang yang diisapnya mengandung rasa manis, entahlah. Nada seakan merasakan gairah tidak tertahan setelah mengecap rasa manis itu. Elang melepaskan pagutan bibirnya seraya menyusut bibir basah sang wanita pujaannya yang kini berdiri menantang. Matanya sayu meminta segera mengarungi lautan kenikmatan.
__ADS_1
"Aku ke kamar mandi, persiapkan dirimu. Malam ini akan kuhabisi kamu, Sayang. Jangan merasa sombong sudah berani menantang suamimu ini," ujar Elang menyeringai sembari ke kamar mandi. Persis yang Nada lakukan, Elang membersihkan diri serta gosok gigi.
Elang keluar dengan celana kolor pendeknya. Dadanya yang bidang sedikit berbulu, dan perut yang sixpack sangat menggairahkan Nada yang melihatnya. Bagi Nada suaminya ini tipe yang bersih dan sangat merawat tubuhnya. Tubuh kekar itulah yang membuat Nada terbakar gairah yang tidak tertahan, Elang selalu mencari titik nikmat di dalam dirinya. (Wkwkwk seperti apa itu? Author juga cuma ngarang).
Elang melangkah menuju saklar lampu. "Trek," lampu mati berganti lampu meja. Temaram, semakin menimbulkan gairah antara keduanya yang tidak terbendung.
Elang memeluk Nada dari belakang, menempatkan kepalanya di leher jenjang Nada sembari mengecup meninggalkan kesan geli bagi si empunya leher. Kemudian ciuman itu merajalela ke segala tempat.
Elang membalikkan tubuh Nada, sehingga keduanya berhadapan, lalu Elang mengangkat sebelah kaki Nada untuk dihimpitnya saling menjepit. Walaupun hasrat Elang sudah berada di ubun-ubun, namun dia masih ingin pemanasan lebih lama supaya kenikmatannya itu bisa dirasakan lama.
Nada kini sudah didudukkan di meja rias dengan kedua kaki menjepit pinggang Elang, keduanya saling berciuman lama di sana.
__ADS_1
"Sayang, kamu begitu liar malam ini, sangat menantang," ucap Elang serak. Tidak butuh lama, Elang memangku tubuh Nada ke atas ranjang. Nada sangat pasrah, diapa-apakan oleh Elang. Lelaki perkasa di hadapannya kini selalu berhasrat dan selalu membuat Nada berhasrat dalam memadu cinta.
Kini Nada dan Elang sudah saling melucuti perisai yang menghalangi tubuh keduanya. Tidak pernah salah bagi Elang, kemolekan tubuh Nada tidak berubah. Seminggu setelah melahirkan perut buncitnya sudah hilang.
"Ohhhh, Sayang, mas sudah tidak kuat."
"Nada juga, Mas. Ayo kita lakukan mungpung baby Elana sedang nyenyak," ajak Nada serak dan tidak sabar. Dan perang Baratayuda pun dimulai tanpa mengeluarkan suara-suara keras yang aneh, sebab si pelaku perang tahu betul ada makhluk kecil yang terbaring nyenyak di boks bayi sebelahnya.
"Sayang, kok beda. Semakin kesat dan terasa seperti perawan," aku Elang jujur. Dia benar-benar merasakan Nada mirip perawan kesat dan wangi. Sungguh Elang tidak pernah dikecewakan Nada dalam urusan ranjang, justru selama ini dia selalu bahagia dan melayang-layang dibuatnya. Dan kecupan rasa terimakasih itu dia hujamkan di kening Nada bertubi-tubi.
Nada yang berada di bawah kungkungan Elang, tadi merasakan bagian vitalnya sedikit sakit tapi tidak lama. Alangkah benar-benar terbukti khasiat jamu rapet wangi dan racikan rempah-rempah yang selalu dia konsumsi selama habis melahirkan ini. "*Terimakasih Mbak Marisa, iparku* *yang sangat baik*." Rupanya Marisa yang mengajari Nada minum jamu-jamuan, rahasia memanjakan suami.
"Terimakasih, Sayang, sudah memberikan kebahagiaan malam hari ini untuk Mas. Kita istirahat dulu. Kamu cape kayaknya. Besok Subuh kita lanjutkan ronde kedua kalau baby Elana tidur nyenyak kembali," ujarnya seraya mengecup bibir Nada lama, dan akhirnya Elang sangat ngantuk lalu tertidur pulas. Nada menyeringai puas. Dia mengecup pipi Elang sebelum dia ikut tertidur di sampingnya.
__ADS_1
T A M A T