"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "

"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "
Hamil dan Keguguran


__ADS_3

"Nada pulang Mas....!" seraya mencoba memeluk kedua punggung lelaki kesayangannya itu. Tangan Nada tiba-tiba bergetar dan sakit kepala yang dia rasakan sejak di pesawat tadi, kini semakin sakit.



"Bunda....!" Sya berteriak dan membalikan tubuhnya. Elang pun demikian. Dia sangat terkejut dan penasaran saat mendengar suara orang yang selama ini dia rindukan. Saat berbalik, Elang melihat muka pias dan bercucuran air mata berusaha memegang bahu Sya dan Elang, namun dengan tanpa diduga tubuh Nada merosot dan hampir saja menghantam lantai jika Elang tidak cepat menangkap tubuh Nada.



"Sayang....!? pekik Elang terkejut.


" Bundaaaa....!" Elang tambah panik mendengar Sya menjerit memanggil Nada.


"Bi... Bi Narti... tolong....!" Elang memanggil Bi Narti. Bi Narti yang sedang akan memasak untuk makan siang, berlari menuju Elang dan Sya. Elang semakin panik setelah melihat ada darah keluar dari ************ Nada.


"Non Nada....!" Bi Narti terkejut melihat Nada sudah terbaring dikerubungi Sya dan Elang.


"Bi... tolong buntel tubuh istri saya dari pinggang ke bawah, dia kayaknya sedang datang bulan dan banjir," duga Elang.


Bi Narti segera mencari kain sarung untuk membuntel tubuh Nada. Dengan cepat Bi Narti sudah menemukan kain sarung yang dimaksud. Lalu segera dibuntelkan ke pinggang Nada.



"Bi, titip dulu Sya. Saya mau bawa istri saya ke RS. Saya takut ada apa-apa dengan istri saya." Elang berpesan dahulu pada Bi Narti, Bi Narti paham dan mengangguk. Kemudian Elang bergegas dengan tangan membopong tubuh Nada menuju mobil.



"Den Elang, kenapa dengan Non Nada....?" Pak Nandang bertanya dengan raut panik.


"Istri saya pingsan, dan saya mau bawa dia ke RS. Tolong buka gerbangnya!" titah Elang. Pak Nandang patuh dan segera membukakan gerbang buat Elang, majikannya. Elang segera menjalankan Pajiranya keluar gerbang dan membelah jalanan kota itu menuju RS terdekat.

__ADS_1


Tiba di RS, Elang segera berteriak memanggil Perawat yang berada di ruang IGD untuk membawa istrinya dari mobil dan membawanya ke ruangan IGD. Beberapa orang Perawat berhasil mengeluarkan tubuh Nada dari mobil dan membaringkannya di brangkar, lalu brangkar itu memasuki ruangan IGD. Elang ditahan Perawat saat tubuhnya akan ikut masuk ke ruang IGD.



"Bapak tunggu sebentar, ya!" tahan salah satu Perawat menghentikan langkah Elang. Terpaksa Elang mundur dan mondar-mandir panik di depan ruang IGD. "Ya Allah... ada apa lagi dengan Nada, baru saja bertemu tapi harus dengan keadaan begini?" Elang terlihat sangat resah dan takut. Pada saat tadi dia melihat darah dari \*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\*\* Nada, dia langsung panik dan menduga bahwa Nada sedang datang bulan dan banyak.



"Ya Allah selamatkan istriku!" Dalam panik, Elang t1etap berdoa pada Yang Maha Kuasa dan berharap Dokter dapat menyelamatkan nyawa istrinya.



Elang masih gelisah menunggu Dokter atau Perawat keluar dari ruang IGD. Namun tidak lama dari itu Dokter keluar dan memanggil Elang.



"Saya suaminya, Dok."


"Ibu Nada mengalami keguguran, diusia kandungan yang baru menginjak 3 minggu. Ibu Nada akan kami pindahkan ke ruang operasi untuk melakukan proses kuret. Silakan tanda tangani untuk menyetujui proses kuret," terang Dokter membuat Elang benar-benar kaget dan tidak percaya.


"Maksud Dokter istri saya hamil?"


"Iya, istri Anda sedang dalam keadaan hamil, dan kini kehamilannya tidak bisa diselamatkan. Bisa jadi karena guncangan atau terlalu banyak bergerak yang memicu kelelahan. Sebab di usia, kehamilan yang masih muda, guncangan dan kelelahan bisa jadi pemicu keguguran." Dokter menjelaskan lagi. Sementara Perawat mulai membawa tubuh Nada dengan brangkar menuju ruang operasi untuk proses kuret.


"Hamil... guncangan... Nada hamil? Berarti selama dia pergi Nada sedang hamil?" Elang seketika berdiri terbengong setelah mendapatkan berita buruk dari Dokter tentang Nada istrinya.



"Apakah selama ini Nada tidak tahu dia hamil? Ohh Ya Tuhan... cobaan apalagi ini buat kami?" Elang berkata-kata di dalam hatinya dengan deraian air mata.

__ADS_1



"Pak Elang, Anda bisa menunggu di ruang operasi. Mari ikuti saya....!" Ajak Perawat seraya mendahului langkah Elang. Elang mengikuti kemana Perawat itu pergi. Tiba di depan ruang operasi, Elang lagi-lagi tak hentinya gelisah.



Kurang lebih lima belas menit, pintu ruang operasi akhirnya dibuka. Dokter dan Perawat keluar dan memberitahukan bahwa proses kuret telah selesai. Dan kini Nada dibawa kembali ke ruang perawatan.



Elang masih tidak percaya bahwa Nada hamil lalu dengan secepat kilat kehamilannya harus diangkat. Sungguh berita baik yang sekaligus menyedihkan dan begitu tragis bagi siapa saja yang mengalaminya.



Dokter dan Perawat berhasil memindahkan tubuh Nada yang kaku ke bed pasien. Setelah itu Dokter berbincang sejenak dengan Elang, memberikan sedikit penjelasan.



"Istri Anda untuk beberapa jam kemudian akan mengalami tidak sadarkan diri karena pengaruh bius. Itu jangan khawatir. Terus mengenai kehamilannya, karena masih muda dan sangat rentan, jadi ketika mengalami guncangan maka janinnya akan terlepas dari rahim dan terjadilah keguguran. Kalau boleh tahu, istri Anda apakah di rumah terlalu banyak melakukan pekerjaan berat?"



"Tidak, Dok. Justru saya tidak tahu kalau istri saya sedang hamil. Dan kebetulan siang tadi istri saya telah melakukan perjalanan udara. Saya pikir kemungkinan istri saya mengalami keguguran karena guncangan pesawat."



"Baiklah kalau begitu, saya permisi dulu untuk memeriksa pasien yang lain." Dokter berpamitan dan beranjak dari ruang perawatan Nada.


Sepeninggal Dokter. Elang benar-benar dilanda. sedih, dia menghampiri Nada dan meremas jemari Nada penuh rasa sayang sekaligus penyesalan.

__ADS_1


__ADS_2