
Dua orang lelaki yang berhasil menghentikan aksi Mayang itu menghampiri keduanya. Wajah Mayang pias seketika. Merasa perbuatannya kepergok, Mayang buru-buru melepaskan jenggutan tangannya di rambut Nada. Nada nampak meringis dan memegangi kepala yang tadi dijenggut Mayang.
"Jadi ini janjimu, Zulfikarrrr?" Elang memekik berteriak menyebut nama Tuan Zulfikar. Raut wajah Elang merah memanas, dia kecewa masih mendapati Mayang di kota ini dan masih belum kapok mengganggu kehidupan rumah tangga Elang.
Sejenak Elang mencoba menenangkan Nada yang masih kesakitan di kepalanya. "Sayang, masih sakit? Ada hal lain yang dilakukan perempuan itu terhadapmu, tidak?" Elang bertanya khawatir. Nada menggeleng dengan cepat. Elang sedikit lega.
Elang kembali mengarahkan tatapan matanya ke arah Mayang dan Tuan Zulfikar. Kali ini Elang sangat kecewa dengan Tuan Zulfikar yang tidak segera pergi menjauh membawa Mayang sesuai janjinya tempo hari.
"Zulfikar yang tidak suka bernegosiasi dalam kebohongan dan tidak suka siasat licik, tapi faktanya pandai mengingkari janji. Aku menagih janjimu. Lihat saja apa yang akan aku lakukan sekarang, aku bawa media untuk mempermalukan kalian terutama kamu, Zulfikar," tunjuk Elang ke muka Tuan Zulfikar langsung. Julukan Tuan Lalim kini seakan tidak ada lagi, setelah berhadapan dengan Elang.
"Dan kamu wanita brengsek, jangan pernah coba-coba lagi mengganggu keluargaku. Aku sudah tidak sudi bayang-bayangmu hadir dalam hidupku. Pergilah ke neraka sekalian!" tandasnya keras membuat Mayang ciut ketakutan. Laki-laki yang masih Mayang cintai itu, kini membuat dirinya takut. Elang bukan Elang yang lemah kayak dulu lagi, yang bisa dengan mudah disetirnya. Bahkan untuk kembali ke pelukannya saja sudah tidak bisa.
Mayang yang mengelu-elukan harta, pada awalnya sangat bahagia dinikahi duda kaya raya Pengusaha retail terbesar di Indonesia ini. Segala macam kebutuhannya selalu dipenuhi dan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang bisa diistilahkan 'siap saji', dimana Mayang meminta di situ akan dengan cepat dipenuhi tanpa menunggu waktu lama.
Kebahagiaan karena harta, rupanya tidak selamanya membuat hati Mayang puas. Mayang mulai merasa kesepian dan hampa. Ketika dia ingat akan hadirnya seorang anak, sementara seperti yang dia ketahui bahwasanya Zulfikar sudah tidak bisa memberikan keturunan, akibat dahulu Zulfikar sering mengkonsumsi obat berlebihan, yang membuat keadaan dirinya tidak bisa menghasilkan anak.
Mayang mulai berulah dan tidak betah di rumah. Zulfikar memberikan kebebasan kepada Mayang untuk melakukan aktivitas di luar dengan syarat dikawal dua orang bodyguard. Zulfikar tahu diri, bahwasanya dirinya tidak bisa memberikan keturunan untuk Mayang, oleh karena itu Zulfikar selalu menuruti keinginan Mayang termasuk dibebaskan berkeliaran asal Mayang tidak meninggalkannya.
__ADS_1
Dan akhirnya beginilah efek kebebasan yang diberikan Zulfikar terhadap Mayang. Mayang melakukan ulah di luar sana dengan selalu mengganggu kehidupan mantan suaminya yaitu Elang.
Tuan Zul menghampiri Elang dan menatapnya lekat seraya berkata, "akan kupastikan Mayang tidak akan lagi mengganggu kehidupan keluargamu lagi, aku janji. Dan ini terakhir kali kalian bisa melihatnya di sini di negara ini," janji Tuan Zulfikar sungguh-sungguh. Kemudian Tuan Zulfikar menarik lengan Mayang dengan muka yang bengis. Mayang menahan tarikan tangan Zul, sudah dipastikan kemarahan Zul kali ini terhadap Mayang tidak terbendung.
Tuan Zulfikar menyeret tubuh Mayang ke dalam sebuah mobil mewah yang terparkir gagah di parkiran VVIP. Didorongnya ke dalam dan dimasukkannya paksa. Kemudian Tuan Zulfikar masuk dan menghidupkan mesin mobil mewahnya keluar dari kawasan Mall Pioneer dan melaju membelah jalanan Ibu Kota yang padat. Di belakangnya para Pengawalnya mengikuti dengan setia, mengiringi kemanapun Tuannya pergi.
Tiba di Mension yang merupakan kediaman Tuan Zulfikar, mobil mewah iti memasuki gerbang. Dengan cepat Tuan Zul turun. Tuan Zul memberi kode kepada Bodyguardnya untuk membawa Mayang ke ruangannya, kini kemarahannya sedang berada di puncak setelah sekian lama memendamnya di balik sikap manutnya terhadap semua keinginan Mayang.
Tuan Zulfikar tiba di ruangannya yang megah, setelah itu Mayang yang diseret oleh para Bodyguardnya menyusul. Para Bodyguard keluar setelah tugas mereka selesai. Kini Mayang tersungkur di hadapan Tuan Zulfikar, Mayang menyadari kali ini suaminya sedang murka.
"Maka dari itu, mulai dari sekarang aku cabut *previlege* untukmu, semuanya dan aku tidak akan membiarkanmu berkeliaran sama sekali. Atau pilihan yang lebih parah dari ini, aku menceraikanmu dan membuatmu miskin supaya jadi gelandangan di jalanan Ibu Kota ini. Itu yang kamu inginkan Mayang?" teriak Tuan Zul murka. Mayang sontak membelalakkan matanya tidak terima.
"Tidak, jangan Mas, jangan ceraikan aku. Aku tidak mau jadi gelandangan di Ibu Kota ini. Aku tidak mau hidup miskin yang penuh cacian orang. Aku mohon jangan ceraikan aku!" ucap Mayang memohon sembari meneteskan air mata.
Mayang jelas tidak mau diceraikan, itu adalah pilihan yang terburuk. Jika dia diceraikan maka otomatis dia menjadi miskin dan akan jadi bahan hinaan orang-orang sekitar terutama yang mengenalinya. Sungguh itu bayangan terburuk dalam hidupnya. Lebih baik dia dihapuskan semua *previlege* oleh suaminya yang terkenal julukan lalim oleh orang-orang diluaran sana, daripada dia ditendang dan menjadi miskin.
__ADS_1
"Aku mohon, Sayang, untuk kali ini mohon maafkan kesalahanku, aku rela kamu cabut hak istimewa untukku asal kamu tidak menceraikanku dan menendangku dari kehidupanmu." Mayang memohon dengan isak tangis yang memilukan.
Tuan Zul menyeringai puas melihat Mayang bersujud dan bersimpuh di hadapannya. Selama ini dia yang selalu memuja dan memanjakannya sehingga lupa sikap. Mayang diluaran sana terlampau arogan.
Melihat Mayang bersimpuh seperti ini, tidak tega rasanya Zulfikar membuangnya, dia akan memberikan satu kesempatan terakhir dengan tetap menjadikannya istri namun dicabutnya semua *previlege* yang selama ini selalu dia berikan untuk Mayang.
"Ok, kali ini kau aku ampuni, dengan syarat semua *previlege* aku cabut. Kamu harus berjanji akan patuh semua perintahku. Dan mulai malam nanti kita pindah dari negara ini, dan kamu tidak akan bisa apa-apa di sana kecuali manut akan perintahku," tegas Tuan Zulfikar mengultimatum yang sebenarnya membuat Mayang ternganga.
Batin Mayang berkata, "*ini lebih baik daripada* *aku diceraikan dan dimiskinkan tanpa membawa* *apa-apa, lalu dibuang di Ibu Kota ini dan* *dipermalukan oleh teman-temanku, tidak itu tidak* *boleh terjadi*." Mayang mendongak menatap. sayu penuh permohonan di hadapan Tuan Zulfikar.
"Bersiaplah malam ini kita akan pergi ke Madagaskar," perintahnya tegas. Zulfikar kini berubah menjadi Tuan Lalim bagi Mayang.
Walaupun kepergiannya kali ini dengan rasa hati yang tidak nyaman namun Mayang tetap berpenampilan cantik dan mempesona di hadapan Tuan Zulfikar. Sejenak Tuan Zulfikar menatap takjub wajah Mayang. Sayangnya kali ini Mayang sama sekali tidak akan mendapatkan hak istimewa apapun kecuali menjadi istrinya yang harus selalu manut akan perintahnya.
Keberangkatan dengan Helikopter ke Madagaskar malam ini akhirnya berjalan sesuai rencana Tuan Zulfikar. Tuan Zulfikar menatap tanah kelahirannya dari atas Helikopter yang membawanya meleset ke negara Madagaskar.
"Aku tepati janjiku padamu Elang, mulai saat ini kalian tidak akan pernah diganggu lagi Mayang. Aku membawanya jauh karena aku sangat mencintinya," bisik hati Zulfikar penuh keyakinan.
__ADS_1
Bersambung...
Bab ini menceritakan sekelumit kisah Mayang dan Tuan Zul. Bagaimana tanggapan kalian? Silahkan di komen.