"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "

"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "
Liburannya Diluar Kota


__ADS_3

Liburan sekolah telah tiba, Sya yang telah mendapatkan raport di semester pertama ternyata mendapatkan juara satu di kelasnya. Ini jelas kebanggaan untuk Nada, terutama Elang, sebagai Papanya. Memang Elang tidak salah mendidik Sya, ditengah kemelut rumah tangga yang pernah dilaluinya bersama Mayang, akan tetapi masih bisa mendidik anak dengan sangat baik, padahal bisa dikatakan Sya adalah korban broken home.



"Sya, hebat ya, bisa juara kelas. Terimakasih kasih anak Papa, karena Sya membuat Papa bangga sama Sya," puji Elang seraya mencium kepala Sya begitu sayang. Nada melihatnya terharu. Elang begitu sayang dengan Sya.


"Apakah nanti anak yang aku kandung juga akan di sayang? Tiba-tiba aku memikirkan pertanyaan konyol yang muncul dalam otakku.


"Sebagai juara kelas, Sya mau meminta hadiah apa dari Papa?" tanya Elang. Sya diam seakan berpikir.


"Sya, ingin liburan, Pah," jawab Sya.


"Liburan, ya?" Elang seakan sedang berpikir liburan ke mana. Sebetulnya Elang bisa saja membawa anak dan istrinya liburan ke Bali. Namun karena satu dan lain hal, Elang akhirnya hanya bisa membawa Sya liburan di kota sebelah.



Walaupun demikian, Sya sangat antusias dan tidak merengek untuk ke tempat lain. Liburan kali ini, Elang membawa hampir seluruh anggota keluarga, termasuk Bu Sri. Sedangkan Usep dan Mang Nanang tidak. Mereka tetap aplusan jaga rumah.



"Kami pamit dulu ya, Pak Nanang. Nanti katakan sama Usep juga," ucap Elang sebelum melajukan mobilnya memasuki jalanan kota itu.


__ADS_1


Mobil tiba di PerkaSya Restoran tepat jam 9 pagi. Beriringan dengan mobil yang disupiri Pak Udin. Elang dengan sigap menurunkan Bu Sri dibantu Pak Udin. Perawat Vera, Bi Narti dan Bi Ijah menyusul kemudian.



Saat turun, Sya sangat senang. Walaupun bukan dibawa ke taman hiburan, tapi suka citanya nampak terasa. Elang mengarahkan semua orang ke samping PerkaSya Restoran, untuk masuk ke villa di belakang gazebo.



Di villa, mereka disambut Bi Neri dan beberapa orang lainnya yang bekerja kebetulan bekerja di villa itu


Elang meminta Bi Neri dan Bi Narti mempersiapkan kamar untuk Bu Sri dan juga untuk dirinya beristirahat.




Sya yang senang diajak liburan, kali ini benar-benar menikmati liburannya di PerkaSya Restoran. Ia langsung memburu kolam renang yang berada di samping Villa. Sya berenang di sana ditemani Bi Ijah.



"Sya hati-hati ya!" peringat Nada sambil mengikuti Elang ke kamar tempat mereka berstiirahat. Tiba dikamar, Elang langsung mengunci pintu kamar dua kali dari dalam. Tanpa menunggu protes atau aba-aba dari Nada, Elang tiba-tiba memeluk pinggang Nada seraya melayangkan ciuman di sekujur wajah Nada.


__ADS_1


"Mas Elang, tahan Mas!" Tahan Nada sembari mengangkat tangan ke udara, namun tidak diindahkn Elang.


"Mas, hati-hati jangan terlalu bersemangat. Di dalam ini ada anak kita," peringat Nada.


"Ayolah, mungpung Sya lagi asik dengan Bi Ijah berenang, sebentar saja, Sayang," rayu Elang membuat Nada pasrah tidak bisa menolak.



"Mas, tapi hati-hati ya!"


Akhirnya di pagi menjelang siang ini Elang dan Nada menumpahkan rasa kerinduannya walaupun dengan suasana yang tergesa-gesa, karena takut Sya segera kembali.


"Mas, memangnya ada acara apa nanti malam di sini?" tanya Nada penasaran. Elang tidak menjawab, baginya ini merupakan bagian kejutannya.



"Lihat saja nanti malam, Sayang," jawab Elang sembari mendaratkan ciuman lembut di bibir Nada.



Malam tiba, Nada dan Sya sudah bersiap dengan pakaian terbaiknya. Nada sudah sangat cantik dengan rambut yang tergerai indah.


__ADS_1


Sebentar lagi acaranya dimulai, jadi untuk surprise mata kamu harus ditutup," ucap Elang seraya menutup mata Nadaw dengan sebut kain.


__ADS_2