"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "

"Aku Lelah, Aku Ingin Menyerah "
Pulang


__ADS_3

Masih POV Author


Nada mematung diri setelah mendapat kabar dari Marisa. Dia merasa bersalah atas keteguhannya mempertahankan untuk tidak pulang. Terlebih rasa bersalah ini ditujukan pada Elang, suaminya. Nada menarik nafasnya dalam, ******* resah kini dia rasakan. Dia harus pulang hari ini, namun bingung apakah dia harus memberitahu Elang untuk dijemput atau tidak? Sementara seperti yang dia tahu, Elang kini sedang fokus pada Bu Sri yang sedang sakit, masa iya Nada harus meminta Elang menjemputnya.


Nada uring-uringan di dalam kamar. Saat ini Nada seakan-akan terngiang-ngiang kembali pepatah bapaknya. "Anggap ibu mertuamu seperti ibu kandungmu sendiri, jika dia merecokimu dengan kata-kata yang menyakitkan, maka diamkan, dia akan diam sendiri jika didiamkan," pepatah pak Zakaria malam itu.



Mungkin ini saatnya untuk Nada berbakti versi yang pak Zakaria maksud, mendiamkan jika ibu mertuanya mengata-ngatainya atau menghinanya lagi. Nada bertekad akan menebalkan telinga dan hati untuk tidak sakit hati atas hinaan, jika suatu saat ibu mertuanya berkata yang menyakitkan hatinya lagi. Namun dalam keadaan hamil begini, apakah Nada sanggup menebalkan telinga dan hati?



Tidak terasa waktu semakin sore, Nada sudah mendengar motor Nadly, adiknya, berhenti di depan rumah. Nadly baru pulang sekolah. "Rupanya sudah sore. Bagaimana ini, apakah aku harus pulang sekarang atau besok?" Nada bermonolog.



"Assalamualaikum ....!" salam Nadly yang langsung dijawab Nada dari dalam.


"Wa'alaiukumsalam ....!"

__ADS_1


"Kak Nada ....!"


"Nad, kayanya Kakak harus pulang hari ini," berita Nada risau.


"Lho, kenapa, Kak? Bukankah Kak Nada mau lebih lama lagi di sini?" tanya Nadly heran.


"Ibu mertua Kakak pingsan dan masuk rumah sakit, Kak Elang sudah mengantarnya ke rumah sakit, Kakak tahu berita ini dari Mbak Marisa sepupunya Kak Elang. Jadi, kalau Kakak tidak pulang setelah tahu berita ini, rasanya tidak enak Nad," terang Nada berkaca-kaca.


"Nanti saja Kak setelah bapak pulang dari bengkel, bagaimana baiknya. Sebentar lagi juga bapak datang," ujar Nadly. Nada mengangguk sambil mengutak-atik HPnya. Inginnya menghubungi Elang, namun ada rasa gengsi yang menyelimuti.




"Bapak ....!" Nada menyambut senang kedatangan Pak Zakaria. Namun dia membiarkan Pak Zakaria mengistirahatkan dulu lelahnya. Tidak lama dari itu, Pak Zakaria bergegas ke kamar mandi untuk membersihkan diri.



Beberapa menit kemudian pak Zakaria muncul dengan tubuh yang sudah nampak segar.

__ADS_1


"Pak ....Nada rupanya harus pulang hari ini. Ibunya Mas Elang pingsan, dia masuk rumah sakit dan sekarang sudah dibawa oleh Mas Elang," berita Nada dengan wajah yang cemas. Pak Zakaria menatap Nada terkejut.


"Apa ... ibu mertuamu masuk rumah sakit lagi?" kejut Pak Zakaria tidak percaya.


"Iya, Pak. Itu makanya Nada harus pulang. Nada harus ada di samping Mas Elang disaat Mas Elang sedang sedih." Mendengar penuturan Nada, Pak Zakaria tersenyum penuh makna.


"Baiklah, jika itu keinginanmu, Nak, bapak ijinkan kamu pulang. Tapi, harus diantar Nadly," putus Pak Zakaria akhirnya.


"Tidak perlu, Pak! Nada naik grab saja dari sini. Kasihan Nadly kalau harus ngantar Nada, lagipula besok Nadly sekolah," tolak Nada seraya berdiri.


"Tidak, kalau kamu pulang sendiri, bapak khawatir terjadi sesuatu. Biarlah Nadly besok pagi pulang dari sana subuh, biar bisa mengejar waktu sekolah," bujuk Pak Zakaria lagi keukeuh. Akhirnya Nada setuju diantar Nadly sampai rumah, Nadly juga merasa senang bisa mengantar pulang Kakaknya.


"Kami pamit, ya, Pak!" pamit Nada sambil menyalami tangan Pak Zakaria, begitupun dengan Nadly, setelah grab tiba di depan rumah Pak Zakaria. Pak Zakaria mengangguk seraya tersenyum mengantar kepergian anak-anaknya. Grab pun menjauh dari halaman rumah Pak Zakaria.


"Selamat jalan, Nak. Semoga kamu mampu menjalankan baktimu pada mertua dan suamimu!" Doa Pak Zakaria mengiringi kepergian grab yang membawa kedua anaknya pergi.


Bersambung.....


Author minta maaf hari kemarin tidak up date dan sekarang up datenya sedikit, karena anak Author mengalami sakig cacar air sudah dua hari ini. Minta doa dari teman-teman pembaca semua untuk kesembuhan anak Author. Buat kalian, tetap jaga kesehatan.... dan membaca karya Author adalah jangan jadi prioritas. Utamakan kesehatan dan jaga pola makan.... love you all... keep Health....

__ADS_1


__ADS_2