AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Safira menghilang


__ADS_3

Dan kini di tempat yang sudah di janjikan.


Kini Arnam dan Rena sedang berada di ruang persidangan.Dengan raut wajah Rena yang terlihat kalut,seolah merasa sangat enggan untuk berpisah dari Arnam.


“Saya menolak untuk bercerai dengan Arnam”ucap Rena yang langsung membuat ayahnya yang juga hadir merasa marah,sedangkan Rima yang juga ikut hadir merasa senang akan hal itu.Tapi keputusan tidak bisa ada di tangan Rena sepenuhnya,karena harus mengajukan banding.


Dan akhirnya persidangan berakhir setelah beberapa jam,dengan bukti-bukti yang memberatkan Rena tentu Arnam akan sangat di untungkan.


Mungkin jika orang lain akan memakan waktu hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu dalam perceraian.Tapi ini Arnam!!,jadi dengan uang dan kekuasaannya tentu bisa dengan lebih cepat hal itu selesai,selagi tidak melanggar hukum Arnam akan melakukan itu.


“Kamu sudah sadar kan apa yang di inginkan Arnam.Jadi tidak ada gunanya kamu mempertahankan ini,langsung saja katakan apa yang sudah ayah bilang pada kamu saat itu”desak Handoko yang berada di belakang Rena.


Mendengar itu,awalnya Rena hanya diam,tapi karena selalu di desak oleh ayahnya,akhirnya ia pun angkat suara.


“Kalau memang pernikahan ini tidak bisa di pertahankan,saya ingin meminta harta dari suami saya,setidaknya setengah dari hartanya”ucap Rena yang akhirnya kembali berbicara saat suasana sempat hening.


Arnam yang mendengar itu langsung tersenyum dingin,ia menatap ibu nya seolah mengatakan'Ini menantu yang anda pertahankan?'dengan pandangan yang terlihat meledek bagi Rima,tapi meski begitu wajah Arnam tetap datar.


Mungkin jika hanya 5%-10% itu masih wajar,tapi setengahnya itu sudah termasuk serakah bagi Arnam.Bayangkan saja jika hanya sedikit harta dari Arnam sudah terhitung banyak,apalagi setengah dari harta itu.Lagipula Arnam tidak akan membiarkan itu,ia juga tidak akan memberikan sepeserpun harta untuk Rena.


Mereka tidak pantas untuk itu!!!


“Saya tidak akan berikan dia sepeser pun harta milik saya”jawab Arnam datar.


Handoko yang mendengar itu langsung marah dan menatap ke arah Arnam tajam.


“Jangan hanya ingin enaknya saja,kamu pernah menikah dengan Rena,dan dia pernah jadi istri kamu,jadi sudah sepantasnya jika dia ingin harta kamu”ucap Handoko yang langsung buka suara.


“Itu harta saya,saya berhak memberikan harta itu pada siapa saja yang saya inginkan.Tapi tidak dengan kalian!”jawab Arnam datar dan dingin.


Mendengar itu,awalnya Handoko hendak buka suara, tapi terhenti saat terdengar suara palu.


“Berhenti!,harap tidak ada keributan”sang hakim mulai angkat suara.


Dan karena suara hakim itu,suasana ruangan pun menjadi hening.Tiba-tiba Toni maju dan menyerahkan sebuah dokumen kepada sang hakim,melihat itu sang hakim membacanya.

__ADS_1


“Nona Rena tidak bisa memiliki harta sepeserpun dari tuan Arnam,sesuai dengan keinginan tuan Arnam”ucap suara hakim tiba-tiba di tengah keheningan.


Mendengar itu suasana yang awalnya hening menjadi riuh.


“Ini tidak adil!,kenapa bisa keputusannya seperti ini!!”Teriak Handoko tidak terima.


“Harap tenang!.Saya mengatakan ini karena surat pernikahan milik nona Rena dan tuan Arnam itu palsu”ucap sang hakim sambil memperlihatkan bukti-bukti.


Melihat hal itu semua yang ada di sana menjadi hening.


Sedangkan Arnam yang juga hanya diam,ia pun terlihat membayangkan sesuatu.


Flashback.


Saat itu Arnam terlihat seolah sedang berfikir,ia sedang berusaha mencari cara agar tujuan yang diinginkan Handoko tidak tercapai.


Tiba-tiba Toni yang berada di sampingnya berjalan ke depan,ia berdiri di hadapan Arnam dengan hormat.


“Tuan,ada yang ingin saya katakan”ucap Toni yang langsung mendapatkan tatapan penasaran dari Arnam.


“Maafkan saya,karena kelancangan saya.Tanpa memberitahukan dulu kepada anda jika sebenarnya surat pernikahan anda dengan nona Rena itu palsu”ucap Toni sedikit merasa bersalah.Ia Sebenarnya melakukan itu karena tahu jika Arnam tidak ingin menikah dengan Rena,maka itu tanpa sepengetahuan Arnam ia memalsukan surat pernikahan.Dan tempat memalsukan surat pernikahan itu juga bukan tempat sembarangan,tapi tempat yang memang sudah beroperasi sangat lama.


Dan tentunya ilegal,jika di ketahui siapa pemilik tempat itu,pasti sang pemilik akan di penjara dalam jangka panjang.


“Saya tahu itu”ucap Arnam yang justru membuat Toni kaget sekaligus tak percaya.


Tuannya tahu?,sejak kapan.Padahal ia melakukan itu tanpa sepengetahuan Arnam.


“Kamu pikir bagaimana bisa saya membangun perusahaan sebesar ini?,jika masalah seperti itu saja tidak saya tahu”jawab Arnam datar seakan menjawab pertanyaan Toni.


“Bukankah Handoko pemilik tempat itu”ucap Arnam tanpa menatap Toni.Ia sudah menebak itu,hingga Toni yang mendengar itu tidak kaget lagi akan tebakan sang tuan.


“Iya tuan.Salah satu anak buahnya yang menjalankan bisnis itu,dan ia pemilik sebenarnya dalam bisnis tersebut”Jawab Toni.


Rupanya Tuan nya sudah mengetahui rencananya dari awal,rencana di mana ia ingin menjebak Handoko dan memanfaatkan hal itu agar semakin mudah mencari bukti kejahatan dari seorang Handoko

__ADS_1


“Kamu tahu apa yang harus kamu lakukan selanjutnya?”tanya Arnam yang langsung di jawab anggukan mengerti dari Toni.


Flashback end.


...******...


Semenjak kejadian di pengadilan.


Handoko di tangkap,ia di hukum mati karena kejahatannya yang sangat banyak.Sedangkan istrinya yang juga membantu nya itu di penjara seumur hidup.


Dan untuk Rena,ia kabur sebelum sempat di tangkap polisi.Statusnya sekarang menjadi seorang buronan yang sangat di cari di negara itu.


Dan kini Arnam yang berada di tempat kerjanya itu,ia terlihat sibuk mengerjakan dokumen yang sangat menumpuk.


“Tuan,ibu anda sedang menunggu”ucap Toni menyampaikan dengan hormat pada Arnam.


“Biarkan saja,katakan padanya saya sibuk dan tidak ingin bertemu”Arnam berkata datar saat mengatakan itu.


Sudah beberapa minggu Arnam selalu sibuk dengan pekerjaannya,ia bahkan sering mengabaikan ibu nya yang ingin bertemu dengan nya.


“Bagaimana?,apakah kamu sudah mendapatkan kabar tentang Safira?”tanya Arnam pada Toni.


“Belum ada kabar sama sekali,nyonya seolah hilang tertelan bumi”Toni menjawab,ia dapat mendengar Arnam menghela nafas panjang.


Sudah beberapa Minggu semenjak kasus pengadilan itu.Arnam yang tiba-tiba kehilangan jejak Safira,ia seolah seperti orang yang kehilangan arah.


Arnam terus mencari-cari Safira ke mana-mana,bahkan di segala tempat yang ada di negara itu sudah Arnam datangi hanya demi mencari keberadaan Safira.


Tapi nyatanya,Safira tak kunjung di temukan.Ia bahkan sudah menanyai sahabat Safira,teman sekolah dari TK hingga SMA dan tempat kerja Safira.Bahkan orang yang sekilas pernah bertemu dengan Safira pun ia tanyai,tapi jawaban mereka hampir sama,'yaitu tidak tahu'!.


Kini karena kegilaannya itu,Arnam sampai lembur tiap hari.Ia ingin memajukan perusahaannya menjadi lebih besar lagi,bahkan bila perlu hingga masuk perusahaan terbesar dunia.Itu semua Arnam lakukan hanya demi Safira.Arnam melakukan itu semua karena ia ingin bisa segera menemukan keberadaan Safira.


“Kamu dimana?”tanya Arnam terdengar frustasi,karena Safira yang tidak kunjung ketemu.


Arnam yang di tinggal tanpa tahu alasannya,ia seolah merasa bingung dan kecewa,tapi meski begitu Arnam tidak bisa melepaskan Safira,meskipun ia kecewa karena tidak tahu alasan mengapa Safira pergi.

__ADS_1


*****


__ADS_2