AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Meminta penjelasan


__ADS_3

Keesokan harinya.


Safira melakukan rutinitas nya seperti biasa,seperti tidur,makan,dan mandi,itu semua sudah menjadi rutinitas nya.


Safira memang di perlakukan layaknya putri dalam negeri dongeng,yang diperlakukan dengan hormat dan dilayani dengan baik.Tapi nyatanya Safira tidak merasa seperti itu,ia malah berfikir jika kini dirinya tak lebih dari seorang pengangguran yang tidak punya kerjaan.Meski di beri makan dan mendapatkan tidur yang layak secara gratis,ia yang telah terbiasa bekerja mulai merasa jenuh dengan hari-hari nya yang santai ini.


“Huh,bosan”Keluh Safira sambil mengaduk-aduk makanan yang masih banyak,ia hanya memakan sedikit karena tidak berselera makan.


Melihat itu,Amel pun hanya bisa menghela nafas pasrah.


“Tolong di makan nyonya,itu demi kebaikan nyonya dan anak dalam kandungan nyonya”ucap Amel mengingatkan dengan nada seorang dokter profesional.


“Iya,tapi aku tidak berselera makan”jawab Safira sedikit merajuk layaknya anak kecil.


“Apakah nyonya ingin tuan marah?.Tolonglah nyonya,ini demi kebaikan kalian berdua”ucap Amel yang langsung membuat Safira teringat akan kejadian kemarin.


Kemarin Arnam benar-benar marah saat tahu istrinya pergi tanpa izin,padahal ia seolah mengurung Safira karena itu demi kebaikan Safira sendiri.


Musuh Arnam banyak,dan mungkin musuh- musuhnya akan mengincar kelemahannya,yang tak lain adalah istri dan anaknya.


Saat Safira mengingat hukuman yang diberikan Arnam untuknya,ia tiba-tiba bergidik ngeri saat membayangkan itu.Hukuman yang Arnam berikan padanya memang tidak menyakiti Safira ataupun melakukan hal kasar pada Safira.Tapi meskipun begitu,Arnam seolah tahu apa yang Safira takutkan hingga menggunakan cara yang menakutkan bagi Safira.


“Tidak tidak,jangan katakan apapun pada Arnam,aku akan memakan semua hidangan ini”ucap Safira yang mulai memakan makanannya dengan patuh.


Amel yang melihat itu pun menghela nafas lega,biasanya Amel akan selalu mendengar bantahan dari Safira,padahal apa yang ia lakukan adalah atas perintah Arnam,dan itu demi kebaikan Safira sendiri.Tapi nyatanya sifat keras kepala Safira itu lah yang membuatnya sulit untuk patuh,tapi entah hukuman apa yang Arnam berikan hingga membuat Safira kini terlihat patuh padanya.


Tiba-tiba di tengah aktifitas nya itu,Safira mendapat telepon dari nomor baru yang tak lain adalah sahabat nya Salma.


“Iya sal,kenapa?”tanya Safira begitu mengangkat sambungan telepon.Ia meletakan sendok dan garpu yang ia pegang,dan fokus pada apa yang akan Salma katakan.

__ADS_1


“Kamu dimana Fi?,katanya kita akan ketemuan,tapi kok kamu nggak ada kabar sama sekali.Atau jangan-jangan kamu kabur lagi?”tanya Salma terdengar dari suara handphone yang di speaker,hingga Amel yang berada di sampingnya dapan mendengar itu dengan jelas.


“Nggak mungkin,aku mana bisa kabur lagi sih”jawab Safira hanya bisa menghembuskan nafas panjangnya saat mendengar ketakutan sahabatnya itu.


“Terus kamu di mana Fi?,kita kan sudah sepakat untuk mendengarkan alasan kamu pergi.Lagipula aku sudah menghubungi Reno dan roni,tapi ternyata Roni sudah tahu lebih dulu”ucap Salma lagi terdengar kesal saat menyebut nam Roni.


“Iya maaf,itu salah ku karena melarangnya untuk memberitahu keberadaan ku pada kalian”jelas Safira.


“Tapi Fi,kita jadikan ketemu?,Reno bahkan sudah memesan tiket pesawat demi bisa bertemu denganmu”


“Iya...,aku sih ingin bisa bertemu kalian,tapi kayaknya nggak bisa untuk saat ini”ucap Safira yang seolah takut jika Arnam akan menghukumnya kembali.


“Kenapa?,please Fi! Jangan buat kesalahpahaman diantara kita terus berlanjut,tolong untuk ketemu kami sebentar saja,kita butuh penjelasan kamu,dan mungkin jika kita tahu masalah kamu kita bisa bantu kamu Fi”Terdengar jelas jika Salma sudah penasaran akan alasan Safira pergi,ia juga lelah dengan pikirannya yang kadang seakan menyalahkan dan berfikir Safira egois hingga membuatnya kecewa.


“Jika nyonya tidak diizinkan keluar,setidaknya tuan pasti akan mengizinkan sahabat anda untuk datang kemari,saya yakin tuan pasti akan mengizinkan itu”ucap Amel memberi usul.


“Kalau begitu aku akan beritahu Arnam tentang hal ini,tolong kamu minta koki untuk menyiapkan makan siang,sepertinya Salma dan yang lain akan makan siang di sini”ucap Safira yang di jawab anggukan oleh Amel.


******


Siang harinya...


Sama seperti yang Safira katakan jika Salma dan yang lainnya akan datang tepat makan siang,kebetulan di waktu itu juga mereka tidak memiliki kesibukan karena waktunya istirahat.


“Fi,ini mansion milik Arnam?”tanya Salma kagum begitu melihat mansion yang layaknya istana itu.


“Aku merasa jika aku tak ada bedanya dengan burung di dalam sangkar,beda nya ini sangkar emas”jawab Safira santai tapi terdengar mengeluh layaknya anak kecil.Hingga membuat Salma terkekeh karena lucu akan sikap Safira itu.


“Sejak kapan Safira yang ku kenal jadi gampang mengeluh dan merajuk seperti ini?,bukankah biasanya kamu lebih suka marah dibandingkan merajuk”ucap Salma sedangkan yang lain hanya bengong karena sikap Safira itu.

__ADS_1


“Tidak tahu”jawab Safira lalu mengelus perutnya.


“Mungkin karena hormon ibu hamil”jawabnya santai lalu melenggang masuk sambil mengajak Salma masuk.


Sedangkan ketiga lelaki yang tadi hanya bengong semakin dibuat melongo akan ucapan Safira.


‘Safira hamil lagi?’pikir mereka bertiga yang hanya mematung saat melihat Safira dan Salma telah masuk ke dalam mansion tanpa mengajak ketiga lelaki itu.


‘Sepertinya banyak hal yang kami tidak ketahui,ku harap kami akan mendengar semuanya hari ini’batin mereka bertiga hampir sama.


Rey,Reno,serta Roni pun langsung tersadar begitu Salma berteriak menyuruh mereka masuk.


Mereka pun langsung melangkah masuk begitu tersadar.


Di saat mereka semua telah duduk di tempatnya masing-masing.Tiba-tiba mereka yang ada di ruang makan itu,melihat kedatangan orang yang tak terduga.


Arnam,ya lelaki itu datang dengan santai nya.Ia melangkah menuju Safira dengan setelah jas kantor yang membuatnya semakin rupawan.


Begitu telah duduk tepat di samping Safira,Arnam hanya diam dengan raut wajahnya yang datar.


“Makan!”Arnam mendorong salad sayuran ke arah Safira.Seolah tidak berniat menyapa,Arnam hanya memperhatikan Safira yang terlihat terkejut.


Sedangkan,keempat orang yang ada di sana hanya bisa bungkam dengan sikap acuh Arnam.Memang semenjak kepergian Safira 5 tahun lalu,hubungan diantara Salma,Rey,Roni apalagi Reno mengalami kerenggangan yang jelas.Mereka semua seolah menyalahkan dan membenci Arnam atas kepergian Safira.Meski begitu,Arnam tidak menganggap masalah itu secara serius,karena yang terpenting baginya adalah bagaimana menemukan Safira.


“Kenapa kamu ada di sini?”tanya Safira mengungkapkan kebingungan nya itu.


“Sama seperti mereka,aku penasaran dengan kepergiaan kamu secara tiba-tiba”jawab Arnam santai.


Arnam sebenarnya masih menyimpan kekecewaan yang besar pada Safira,ia kecewa karena kepergiaan Safira secara tiba-tiba darinya,di tambah lagi jika kepergian Safira itu membuatnya sempat dekat dengan Farrel,walau tidak ada hubungan apa-apa.Tapi karena rasa kecewanya tidak sebesar rasa cinta dan sayangnya itu,sehingga membuat Arnam tetap mencari keberadaan Safira

__ADS_1


__ADS_2