
Keesokan harinya.
Seperti yang telah di janjikan oleh Reno dan yang lainnya,ia kini sedang menyetir mobilnya menuju sebuah restoran tempat di mana mereka akan bertemu.
Reno yang telah memarkirkan mobilnya itu,ia langsung turun dan mulai melangkah memasuki mansion.
“Reno”ucap Rey sambil memeluk hangat Reno dengan pelukan layaknya laki-laki sejati,seolah itu sebuah bentuk sapaan antara sahabat.
Roni yang di samping Rey,ia pun ikut melakukan hal yang sama seperti apa yang di lakukan oleh Rey,tak lupa menepuk punggung sebagai bentuk sapaan.Sementara Salma,ia hanya melakukan salam sahabat seperti biasa,yaitu menempel kan tangan mereka yang saling mengepal,seolah itu adalah sebuah tinju yang saling beradu.
Setelah itu mereka pun duduk di tempat mereka masing-masing.“Kita pesan makanan dan minuman dulu saja sembari menemani kita dalam mengobrol”ucap Rey memberi usul.
Salma yang tahu keinginan Rey itu,ia hanya memutar malas karena tak ingin berdebat,ia dan yang lainnya pun langsung setuju akan usulan itu.
Selesai memesan,Roni yang tak sabar ingin menceritakan pengalamannya kemarin itu,ia pun langsung angkat suara.
“Kalian tahu?,kemarin itu aku mengalami nasib yang sial banget.Karena sehabis aku pulang dari rumah Safira,aku langsung bertemu dengan ayahku yang marah-marah tak jelas padaku”ucap Roni memulai menceritakan kisahnya.
“Memangnya kenapa bisa kamu di marahin ayah kamu.Bukannya selama ini kamu tidak pernah di marahin ayah kamu sama sekali,kamu itu kan anak yang patuh pada orang tua”ucap Rey dengan nada heran.Dan saat mereka sedang mengobrol,tak lama makan yang mereka pesan itu pun sampai,mereka pun langsung memakan makan itu sambil melanjutkan obrolan di sela makan.
“Nggak jelas ayah ku bilang apa,tapi dia selalu menekan kata-kata 'jangan ikut campur masalah orang lain',itu yang dia ucapkan hampir di setiap kalimat yang ia bahas”ucap Roni lagi dengan nada menjelaskan.
__ADS_1
Reno dan yang lainnya yang mendengar itu,mereka pun hanya menjawab dengan anggukan tanda mengerti.
“Berarti cerita kamu hampir sama dengan aku,karena saat aku pulang dari rumah Safira,ayah aku juga langsung memarahi ku habis-habisan,dan apa yang ia katakan itu hampir sama seperti yang kamu katakan tadi,karena ancamannya berisi kata-kata seperti itu”ucap Rey ikut menceritakan apa yang di alaminya.
Lalu setelah itu Rey pun menoleh dan menatap ke arah Salma dan Reno secara bergantian.“Kalau kalian berdua,kenapa bisa buru-buru pulang kemarin?”tanya Rey dengan nada terdengar penasaran.
Salma yang mendengar itu,ia pun langsung menghentikan aktivitas makannya dan menatap ke arah Rey.
“Aku juga sama kayak kamu”ucap Salma dengan santai,ia berkata seperti itu karena masalah yang sempat menimpanya itu telah selesai.
“Masalah apa?,apa kamu terkena masalah sama seperti kami?”tanya Rey langsung dengan nada penasaran miliknya.
“Beda,karena masalah yang aku hadapi itu berhubungan dengan suplayer langganan aku.Entah kenapa mereka tiba-tiba tidak bisa di hubungi,
Rey dan yang lainnya hanya diam saat mendengar cerita itu,ia tiba-tiba memandang iba pada Salma.
Salma yang di pandang seperti itu,ia langsung mendengus kesal.“Jangan pandang aku kayak gitu,jijik lihat pandangan kalian itu”ucap Salma dengan nada mencebik tak suka,karena ia merasa tatapan iba itu membuatnya kesal.
Rey dan yang lainnya yang mendengar itu,mereka tidak merasa tersinggung akan ucapan Salma tadi,karena mereka sudah terbiasa dengan ucapan pedas dari Salma.
“Lalu masalah apa yang menimpa kamu Reno?”kini Rey menanyai Reno secara langsung sambil menatapnya.
__ADS_1
“Masalahku?,kamu tanya masalahku apa?”ucap Reno dengan nada bertanya yang langsung di tanggapi dengan anggukan cepat dari Rey.
“Kalau masalah yang aku hadapi lumayan besar,karena saham perusahaan ku terus menurun dengan cepat,bisa-bisa dalam semalam harga saham perusahaan turun hingga setengahnya jika kami tidak melakukan apa-apa.Dan untunglah entah bantuan dari mana,tiba-tiba saham perusahaan perlahan-
lahan naik dan kembali normal”ucap Reno menjelaskan dengan panjang lebar.
Roni dan yang lainnya hanya mengangguk saat mendengar itu.Sekarang mereka yakin,jika masing-masing dari mereka itu terkena masalah,tapi dalam bentuk yang berbeda-beda.Dan siapa orang yang sebenarnya telah mereka singgung?
...*****...
Sementara itu di tempat Arnam.
Arnam yang kini sedang duduk di kursi kebesarannya itu,ia terlihat tenang saat mendengar laporan dari Toni.
Ya!Arnam lah orang yang telah membuat masalah untuk para sahabat Safira,ia melakukan itu hanya sebagai peringatan saja.Karena setelah Arnam membuat masalah,ia berencana untuk mengganti kerugian yang di alami sahabat-sahabat Safira sekaligus sahabatnya,sebesar tiga kali lipat lebih besar dari kerugian yang mereka alami.
“Kerja bagus”ucap Arnam puas dengan laporan yang ia terima.
Toni pun mengangguk hormat seolah senang akan pujian Arnam.“Tuan,apakah anda benar-benar yakin akan menunjukkan diri anda di ulang tahun perusahaan nanti?”tanya Toni Tiba-tiba,karena dalam seminggu ke depan Arnam akan mengadakan ulang tahun perusahaan nya,sekaligus menunjukkan pada dunia kalau perusahaan yang selama ini di eluh-eluhkan sebagai perusahaan yang sangat berpengaruh dan di hormati banyak orang itu adalah miliknya.
Tentu tujuan Arnam menunjukkan jati dirinya bukan karena hal itu,karena sebenarnya ia hanya ingin mengambil alih perusahaan miliknya,dan memperkuat pengaruhnya di negara ini.
__ADS_1
Mulai sekarang Arnam akan melakukan sesuatu hal berdasarkan keinginannya,dan mulai melepaskan pengaruh ibunya dari hidupnya yang selalu mengekangnya.