
Saat ini Arnam yang sedang berada di perusahaan
nya itu.Ia terlihat tenang duduk di kursi kebanggaan miliknya,sambil mendengar apa yang bawahannya katakan.
“Itu yang saya dapatkan.Satu langkah lagi kita bisa mendapatkan bukti itu secara jelas”ucap sang bawahan terdengar menjelaskan.
“Bagus”hanya itu yang Arnam katakan,tapi meski begitu sang bawahan tahu jika tuanya sedang memuji dirinya.
“Terima kasih tuan,kalau begitu saya permisi”sang bawahan yang merasa puas dengan pujian dari tuan nya itu.Ia pamit karena keperluannya telah selesai.
Setelah kepergian orang itu,Toni datang menghampiri Arnam.
“Saya sudah melakukan apa yang anda minta waktu itu”ucap Toni yang telah menyelesaikan perintah Arnam.Dan Arnam yang mendengar itu hanya mengangguk.
...*****...
Sementara itu di tempat Rena.
“Bu,Ibu!”terdengar Rena berteriak nyaring ke arah Ibunya.
Susan yang sedang menatap ke arah majalah,ia langsung menoleh ke arah anaknya.“Ada apa?”tanya Susan saat melihat wajah Rena yang terlihat bahagia.
“Ibu lihat ini Bu!”Rena menyerahkan sebuah koran berisi berita pada ibunya.
“Ibu sudah tahu ini”jawab Susan acuh.
“Ibu sudah tahu?”tanya Rena tak percaya.
“Ya,ibu sudah tahu.Bukankah kamu akan mengabari ibu tentang gaun yang sedang terkenal akhir-akhir ini.Tanpa kamu bicara ibu juga tahu karena saat ini ibu sedang membaca majalah tentang gaun dan baju yang sedang tren akhir-akhir ini”jawab Susan santai sambil membalikkan lembaran demi lembaran buku majalah itu.
“Bukan itu Bu,ini berita tentang Safira!”jelas Rena yang terdengar semangat.
“Maksud kamu?”Susan terlihat tidak mengerti karena akhir-akhir ini ia jarang lihat berita dan hanya sibuk dengan gaun incarannya.
“Lihat ini?”Rena kembali mengambil koran yang sempat di letakan oleh ibunya itu.
__ADS_1
“Status Safira sudah terungkap Bu,banyak foto tentang dirinya di mana-mana.Orang-orang bahkan menghujat dia,tidak sedikit juga yang mengutuk dia!!”jelas Rena yang terdengar semakin semangat,raut wajahnya terlihat senang saat mengatakan itu.
Susan yang mendengar itu langsung menatap ke arah koran dan membacanya.
...Terungkap Sebuah Sosok Wanita yang di duga Sebagai Selingkuhan dari seorang pengusaha Ternama Tuan Arnam Wirawan...
...Entah cara apa yang telah di gunakan oleh Wanita Licik itu hingga berhasil menjadi Istri Kedua dari Tuan Arnam Wirawan ...
Dari judul dan baris pertama pada berita itu sudah pasti mengundang pikiran negatif publik.Apalagi Arnam yang kini sedang sangat terkenal setelah mengungkapkan identitas nya itu,semakin membuat publik penasaran dengan dirinya.
“Akhirnya”Susan berkata dengan senang dan di akhiri sebuah tawa puas.Rena yang mendengar itu tentu ikut tertawa.Dan berita itu tentu menjadi lebih buruk karena ada campur tangan Rena dan Rima di sana.
“Bukan hanya itu saja Bu,karena banyak media online maupun televisi yang memberitakan hal itu.Sudah banyak juga yang berkomentar,tentu isinya hujatan untuk Safira”jelas Rena.Ia membayangkan wajah Safira yang berteriak menangis frustasi karena berita itu.Membayangkan nya saja sudah membuatnya senang,apalagi jika melihatnya secara langsung.
“Bagus sekali,sepertinya keberuntungan sedang memihak kita.Akhirnya awal puncak kejayaan kita di mulai”Susan terus saja tertawa,bahkan tawanya semakin keras.Mungkin jika orang lain mendengar tawanya akan merasa bergidik ngeri,karena tawa itu tidak berbeda jauh dengan seseorang yang telah kehilangan akalnya.
Belum sampai lima menit mereka tertawa,tiba-tiba Rena melihat sebuah berita tak terduga.
Di dalam berita itu berisikan video pendek yang hanya berdurasikan kurang lebih 30 detik.Wajah Arnam terpampang jelas di sana dengan raut wajah yang datar dan terlihat dingin berwibawa.
[ Istri saya tidak bersalah,saya yang telah menipu dirinya hingga dia menikah dengan saya.Jadi jangan menarik kesimpulan seenaknya,karena saya akan menuntut itu].Video itu terlihat jelas tentang ancaman yang Arnam tunjukkan.Mungkin karena memang tidak suka berbicara banyak,ia hanya mengatakan itu secara singkat,seolah langsung mengungkapkan niatnya.
Walau berita itu akan menyebabkan penurunan saham,tapi meski begitu masih bisa di atasi oleh Arnam.
Dan orang-orang yang sudah mengenal Arnam dan tahu bagaimana kekuasan Arnam saat ini,tentu banyak yang tidak berani komentar.
Belum Selesai dengan keterkejutannya itu,Rena di buat semakin tidak percaya saat dalam sekejap berita tentang Safira itu menghilang entah kemana seolah di telah angin.
‘Itu pasti perbuatan Arnam!,iya itu pasti!!!,dengan koneksinya itu,dia pasti bisa melakukan itu’pikir Rena yang langsung mengepalkan tangan karena marah.
Tentu Rena tahu jika dengan hal itu akan menjadi senjata bagi musuh-musuh Arnam untuk menjatuh
kan perusahaannya.
Rena tidak menyangka jika Arnam rela melakukan itu demi Safira.Tanpa peduli dengan resikonya nanti!!!.
__ADS_1
“Sialan!!!”Rena langsung membanting ponselnya hingga rusak.
“Dasar brengsek kamu Arnam!!!”teriak Rena dengan amarah menggebu-gebu.
Melihat Rena berteriak-teriak sambil berdiri,ia pun langsung menghampiri anaknya.
“Tenangkan diri kamu!”ucap Susan berusaha menenangkan anaknya itu,meski ia juga merasa kesal,tapi ia tidak bisa membiarkan amarahnya untuk menguasai dirinya.
“Tapi Bu!,rencana kita gagal total”ucap Rena frustasi dan marah.
“Pasti ada cara lain,ibu akan cari rencana lain”Susan masih berusaha menenangkan anaknya.
“Sekarang kamu sebaiknya temui ibu mertuamu,dia pasti sedang marah dan kesal pada Arnam.Untuk rencana lain akan ibu pikirkan nanti”jelas Susan yang pada akhirnya di angguki setuju oleh Rena.
...*****...
Saat ini Rima yang sedang berada berdiri di ruang tamu,ia terlihat mondar-mandir dengan gelisah.
Dan pada saat melihat Rena sedang berjalan masuk dengan wajah lesu,ia dengan segera menghampiri Rena.
“Sayang”panggil Rima lembut.
Rena yang berada dalam suasana hati yang buruk,rasanya ia ingin memukul dan menjambak orang.Tapi karena yang ada di hadapannya adalah Rima,ia hanya bisa berusaha untuk meredakan amarahnya itu.
“Jangan khawatir,ibu akan bantu kamu.Ibu akan buat Arnam peduli pada kamu dan melupakan perempuan sialan itu.Tidak peduli apapun yang akan terjadi,ibu pasti akan dukung kamu”ucap Rima yang langsung memeluk Rena yang hanya diam.
“Kamu tenang saja ya”ucap Rima sambil mengusap punggung Rena dengan lembut.
Rena hanya menjawab dengan anggukan lemah,
rasanya suaranya telah habis karena teriakan tadi.
“Aku ke kamar dulu bu”ucap Rena pelan dan langsung di jawab anggukan oleh Rima.
“Aku harus melakukan sesuatu”ucap Rima saat melihat punggung Rena yang berjalan masuk,ia terlihat berfikir.
__ADS_1