AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Alasan Toni dan Masa lalu Toni


__ADS_3

Arnam yang mendengar penjelasan dari Toni,ia pun langsung mengepalkan tangannya hingga kepalan tangannya itu memutih karena menahan amarah yang terasa membuncak.


Entah kenapa Arnam merasa bersalah sekaligus marah,ia sebenarnya berniat untuk mengatakan kebenaran akan dirinya itu secara pelan-pelan agar Safira dapat mengerti.Tapi Rena yang menjadi penyebab masalah ini malah membuat rumit hubungan Arnam dengan Safira.


“Apa jet yang sudah aku suruh sudah siap?”tanya Arnam yang ingin langsung pulang dan melihat keadaan Safira saat ini.


“Sudah tuan”jawab Ton langsung.


Tanpa menunggu lama Arnam pun langsung bangkit dari duduknya“Ayo kita langsung pulang!”ucap Arnam dengan nada perintah,ia berjalan keluar dari ruangan mendahului Toni.


...*****...


Saat Arnam telah berada di jet pribadi miliknya,ia terlihat hanya diam dengan tangan terkepal erat.Tidak ada yang tahu bagaimana pikiran Arnam saat ini,walau Arnam terlihat hanya diam dengan wajah yang tenang.Tapi ketahuilah bahwa Arnam sangat khawatir dengan keadaan Safira.


“Kenapa bisa kamu sebodoh ini dan langsung mematuhi perintah ibu saya”ungkap Arnam tanpa menatap ke arah Toni yang berdiri di sampingnya.


“Maaf tuan,itu semua kecerobohan saya.Saya benar-benar tidak bisa menolak perintah ibu anda”ungkap Toni dengan wajah tenang.


“Katakan alasannya!”


“Nyonya mengancam akan memecat saya,dan tidak mengizinkan saya bekerja di samping anda”jawab Toni menjelaskan.


Arnam yang mendengar itu,ia hanya diam dan memejamkan matanya.


“Bodoh!,meskipun saya mengizinkannya ibu saya untuk memecat karyawan sesuai keinginan nya,tapi mana mungkin saya biarkan kamu untuk di pecat oleh ibu saya”ucap Arnam datar tapi dengan suara yang lumayan pelan.


Dan di sini Arnam tahu jika ia tidak bisa menyalakan Toni sepenuhnya.Memang benar selama ini Arnam hanya diam dan memantau perusahaan dari di balik layar,karena kebanyakan orang hanya mengetahui jika perusahaan miliknya itu adalah milik ibunya.


Selama ini,ibu nya sering bekerja sesuka hati,ia akan memecat para karyawan yang tidak ia sukai,meskipun karyawan itu sangat berbakat.Tentu saja Arnam akan menyetujui itu,karena meskipun Arnam memecat seorang karyawan berbakat,masih ada seratus karyawan berbakat lainnya yang ingin bekerja di perusahaan miliknya.


Singkatnya meski ibu nya membuat masalah,maka Arnam yang akan membereskan masalah itu!!


Dan meski begitu,tanpa sepengetahuan Rima,Arnam telah mengatur pekerjaan untuk orang yang di pecat oleh ibunya agar bekerja di salah satunya perusahaan cabang miliknya.


“Sudahlah kamu bisa pergi”ucap Arnam yang ingin agar Toni menjauh darinya.


Toni yang mendengar itu terpaksa berjalan menjauh dari Arnam,ia hanya diam sambil menatap ke arah Arnam dengan tatapan rumit.Sebenarnya bukan hanya itu alasan Toni,karena Toni juga menuruti perintah Rima agar Arnam bisa fokus pada perusahaannya untuk sejenak.Apalagi saat ini Toni dan Arnam telah merencanakan tentang kemunculan Arnam di perusahaan induk miliknya.


Waktu terus berlalu begitu cepat,jet yang mereka gunakan masih belum sampai pada tujuan karena memerlukan cukup banyak waktu.


Toni yang sedang duduk dengan jarak yang cukup jauh dari Arnam,ia hanya diam sambil membayangkan akan masa lalunya hingga mempertemukan ia dengan Arnam.


Flashback.


Pada saat itu Toni masih menjadi sosok laki-laki yang ceria,ia adalah orang yang ramah pada siapapun yang ia kenal.Dan Toni yang pada saat itu berumur sekitar dua puluh tahun,ia masih terlihat labil akan cinta.Selama 20 tahun ini lah pertama kalinya ia berpacaran


Toni memiliki seorang kekasih bernama Clara,padahal mereka baru berpacaran beberapa bulan,tapi Toni yang merasa sangat mencintai kekasihnya itu,ia telah merencanakan untuk menikah muda.Meski itu tak ada dalam tujuan nya selama ini


“Semoga Clara menyukai makanan ini”ucap Toni yang kala itu baru pulang dari tempatnya bekerja di salah satu restoran elite.Walaupun Toni hanya bekerja sebagai pelayan,tapi gajinya itu cukup besar,hingga dapat memenuhi kebutuhan sehari-hari dan juga bisa untuk memenuhi kebutuhan kuliahnya.


Toni saat ini tak ada bedanya dengan sosok laki-laki yang terlalu di mabuk cinta,ia yang belum mengenal Clara secara pasti dan jelas seolah tak mempedulikan itu,yang ia inginkan saat ini adalah menikahi Clara agar bisa memiliki seutuhnya.


Tak lama Toni pun sampai,ia langsung mengetuk salah satu rumah kos yang di tinggali kekasihnya.


Saking cinta nya ia dengan sang kekasih,ia bahkan rela bekerja lebih demi membayar biaya kos sang kekasih,Toni juga memberi uang untuk sang kekasih layaknya seorang suami.Gajinya selama ini bahkan ia berikan lebih banyak untuk sang kekasih dibandingkan untuk kebutuhannya sendiri,ia rela makan biasa-biasa saja agar sang kekasih bisa makan dengan enak.


Merasa tak ada jawaban dari dalam,Toni pun berniat menunggu,tapi karena pintu rumah kos itu sedikit terbuka,maka Toni pun memilih untuk masuk.


Niatnya ia ingin membuat sang kekasih terkejut dengan kedatangan nya saat ini.

__ADS_1


Tapi begitu Toni telah masuk,justru ia lah yang merasa syok dan kaget,dengan tatapan tak percaya ia melihat sepasang laki-laki dan wanita yang tengah beradu di balik selimut.


Suara tertahan panjang dari laki-laki dan perempuan yang tak lain adalah kekasih nya itu,seakan berhasil menyadarkan lamunannya itu.


“Aku pulang dulu ya,aku takut jika kekasih kamu tahu aku di sini”ucap si laki-laki yang langsung bangkit dari kasur,dan mulai mengenakan pakaian nya itu.


“Jangan!,Disini saja,aku masih kangen”ucap Clara dengan nada manja.Ia menatap lelaki yang baru bergumul dengannya dengan tatapan tak rela.


“Aku takut jika nanti kekasih kamu akan tahu tentang hubungan kita”ucap lelaki itu lagi,ia selama ini tahu jika Clara telah memiliki sang kekasih,walau ia dijadikan selingkuhan ia pun rela karena setidaknya ia lah yang mengambil pengalaman pertama wanita itu.Dan mungkin hanya dirinya yang pernah menyentuh wanita itu?


“Biarkan saja,aku tak perduli!,yang jelas aku sudah cukup memanfaatkannya”ucap Clara dengan manja dan masih terus bergelayut manja di samping lelaki itu.


“Clara!!!”teriak Toni dengan nada murkanya,ia tidak sadar jika ia hanya menjadi penonton di antara sepasang lelaki dan wanita hina itu!!


Selama ini Toni tak pernah menyentuh Clara karena ia sangat mencintai dan menghormati kekasihnya itu,tapi apa yang ia dapat kini?,pengkhianat!!.Dan apa tadi kekasihnya bilang?,dirinya hanya dimanfaatkan??,Toni merasa tak menyangka akan hal itu.


Clara yang mendengar itu langsung menoleh ke arah sumber suara.Ia merasa terkejut dan tak percaya,tapi tak lama ia menampilkan wajah datar di sertai senyum sinisnya.


“Kenapa kamu bisa melakukan ini pada saya?!!”tanya Toni yang terlihat sangat syok dan tak percaya,


nadanya kini terdengar marah dan putus asa,rasa cinta dan kepercayaan nya yang tulus itu di khianati!!.


“Kenapa?,Heh!,akhirnya kamu tahu juga kebenaran ini.Sebenarnya aku selama ini hanya manfaatin kamu doang,meski uang kamu tak seberapa,tapi aku puas karena telah membuat kamu rela melakukan apapun demi aku”ucap Clara yang berjalan dengan selimut menutupi tubuhnya,ia berjalan semakin dekat pada Toni.


“Apa alasannya Clara?,katakan!”tanya Toni mencengkeram pundak Clara dan menatapnya dengan pandangan putus asa nya,ia menggerakkan kedua tangannya kuat hingga tubuh Clara tergoyang karena cengkaraman itu.


“Karena aku benci kamu,sangat membenci kamu!,kamu tahu apa yang sudah dilakukan ibu kamu pada keluargaku?”ucap Clara sinis dan menjeda ucapannya itu.


“Ibu kamu itu telah menjadi penghancurkan pernikahan kedua orang tuaku,pernikahan yang awalnya itu sangat harmonis dan berubah menjadi hambar karena adanya ibu kamu!”Teriak Clara mengungkapkan emosinya,matanya menatap benci penuh permusuhan pada Toni.


Toni yang mendengar itu,ia pun hanya diam.Toni tahu jika memang ibunya itu bukan wanita baik-baik,ia sempat meminta ibunya untuk tidak melakukan hal kotor itu,tapi ibunya malah menolaknya dengan tegas.Maka dari itu ia lebih memilih pergi meninggalkan ibunya dan bekerja keras untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.


Apakah pantas kesalahan ibu nya ia yang tanggung??


Kenapa harus dirinya yang menanggung ini semua??


Cinta nya dan kasih sayangnya itu benar-benar tulus!!


Tapi kenapa harus hancur karena kesalahan sang ibu?,kenapa?! kenapa?! kenapa?!.Toni rasanya hanya bisa mengungkapkan pertanyaan itu di hatinya yang kini terasa hancur lebur.


“Ya karena kamu itu anaknya!,dasar bodoh!!. Awalnya aku ingin membuat kamu jatuh cinta padaku,hingga ke dasar yang terdalam.Dan sekarang aku berhasil kan?!,aku sangat puas akan pencapaian ku itu.Mulai sekarang aku ingin kita mengakhiri hubungan ini!!”tanpa melihat dan mempedulikan Toni Clara seenaknya mengambil keputusan dan memutuskan hubungannya itu.


Toni yang mendengar itu hanya bisa diam,dan tak tahu harus berkata dan merespon seperti apa.


Akhirnya ia tahu tujuan Clara mendekatinya bukan karena cinta,tapi karena ingin membuatnya sakit hati.


“Tapi kita sebentar lagi akan menikah,dan rencana pernikahan kita juga sudah mulai dekat”ucap Toni mengingatkan.Ia berkata seolah tak peduli dengan apa yang telah di lakukan oleh Clara di depannya,


seakan kata-kata dan niat buruk Clara pun tak ia pedulikan.


“Hah?,menikah?,kamu yakin?!”ucap Clara yang langsung mengelus perutnya.


Toni yang melihat itu langsung menatap ke arah perut Clara dengan tatapan berfikir nya.


“Ya tebakan kamu benar,aku hamil,dan kamu pasti tahu siapa ayah dari anak ini tanpa harus aku beritahu!”ucap Clara dengan nada yang terdengar bangga tanpa rasa bersalah.Clara tak peduli meskipun Toni selalu menjaganya seperti Toni menjaga dirinya sendiri,yang paling ia pedulikan saat ini adalah kepuasan karena berhasil menyakiti Toni,tapi apakah benar jika ia merasa puas saat ini??


“Clara...”Toni yang tak tahu harus mengatakan apa lagi hanya menunduk dengan tatapan putus asa nya.


“Jika kamu berfikir aku kejam maka aku tak peduli,bukankah ibu kamu juga kejam?,dia kan yang telah menghancurkan pernikahan orang lain?,bukan begitu Toni?!”ucap Clara semakin sinis.

__ADS_1


Mendengar itu,Toni hanya pergi dan berjalan menjauh dari rumah kos Clara dengan keadaan kacau,tangannya terlihat terkepal karena marah,tapi tatapan matanya itu kosong karena rasa putus asa.


...*****...


Di sini Toni sekarang,ia berada di atas gedung tertinggi.Toni terlihat hanya diam dengan tatapan mata sayunya menatap ke arah bawah.


Rasanya hidup nya hancur...


Hidupnya tak ada artinya....


Dia telah berakhir....


“Jika aku mati mungkin rasa sakit yang aku terima akan hilang”pikir Toni dengan tatapan kosong seolah emosi telah menguasai dirinya.


Di detik berikutnya saat Toni telah melompat.


Tiba-tiba Toni merasa menyesal telah melakukan hal bodoh itu.Seharusnya ia berusaha untuk hidup lebih baik dan membuktikan pada Clara jika ia bisa hidup dengan baik tanpa Clara sekalipun.


Dan Toni berfikir jika penyesalan nya itu tak berarti karena dia akan mati.Tapi hingga beberapa menit kemudian ia tak juga merasa jatuh atau merasa sakit di tubuhnya,justru tubuhnya seolah sedang diangkat oleh seseorang.


“Apa aku sudah mati?”gumam Toni yang kala itu sedang menutup matanya.


“Kenapa aku tidak merasa sakit?,atau aku sudah berada di surga?”gumam Toni yang tidak berani membuka matanya.


“Surga?,heh?!.Mana ada surga menerima orang yang mati bunuh diri,jangan bodoh!,bahkan neraka saja enggan untuk menerima orang yang mati bunuh diri”ucap sebuah suara yang terdengar sinis.


Toni yang mendengar itu,ia langsung membuka matanya.Dan saat itu ia melihat jika tubuhnya sedang diangkat oleh laki-laki dengan badan yang cukup kekar,ia merasa terpanah melihat itu.Lelaki yang saat ini ada di hadapannya itu terlihat berwibawa,ia seperti malaikat penyelamat baginya.


Toni juga dapat melihat jika Lelaki penyelamat nya itu,telah memakai pengaman di tubuhnya dan juga tali yang mengikat tubuhnya hingga mengarah ke dalam sebuah helikopter,dengan baling-baling yang sedang berputar-putar,seolah suara di sekitar itu menjadi senyap dan hanya terdengar suara baling-baling saja.


“Angkat!”ucap sebuah suara yang ternyata suara orang di hadapannya ini


Tak lama setelah itu,tali yang melilit di tubuh lelaki di hadapannya pun mulai di tarik,dan Toni yang berada di genggaman tangannya pun mulai ikut terbawa memasuki helikopter.


* Di dalam helikopter milik Arnam.


Arnam yang kini sedang duduk,ia hanya diam seolah menunggu Toni sadar dari rasa syoknya itu.


“Terima kasih tuan”ucap Toni tiba-tiba dengan rasa senangnya.Toni merasa senang saat tahu jika ia di beri kesempatan hidup,tapi tidak memunculkan perasaan senang nya itu hingga wajah tanpa ekspresi yang ia munculkan.


“Jika ingin mati,usahakan jangan dengan cara pengecut.Setidaknya matilah demi menolong orang yang membutuhkan pertolongan”ucap Arnam sarkas di sertai dengan nada yang terdengar bijak.


“Iya tuan”jawab Toni patuh.


“Di mana rumah kamu?,biar saya antar”


“Saya tidak memiliki rumah tuan.Izinkan saya mengabdikan diri saya pada anda tuan”ucap Toni dengan posisi berlutut.


Toni telah berjanji pada dirinya sendiri,jika ia akan mengabdikan seluruh hidupnya untuk ada di samping Arnam yang merupakan penyelamatan baginya.Ia juga rela mengorbankan nyawanya demi keselamatan Arnam.Mungkin hal itu merupakan salah satu cara Toni mengungkapkan rasa terima kasihnya itu.


Saat itu Arnam berusia 15 tahun dan Toni berumur 20 tahun.Pelatihan bak neraka pun Arnam berikan kepada Toni yang memiliki kekeraskepalaan yang teguh.


Flashback End.


*****


Author akan usahakan setelah bulan Ramadhan untuk up setiap hari.


Mohon dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2