AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Tentang Safira


__ADS_3

Di sebuah restoran.


Salma yang kini sedang duduk sendirian di sebuah restoran,ia terlihat tenang menunggu ketiga sahabatnya datang.


“Hay Salma,kamu sudah menunggu lama?”tanya Rey yang kala itu baru saja datang.


“Barusan”jawab Salma singkat dengan pandangan yang menatap ke arah ponselnya.


“Ada apa sih?,kenapa kamu tiba-tiba memanggil aku untuk datang ke sini?”tanya Rey lagi.Ia merasa penasaran karena Salma memintanya untuk datang.


“Nanti aku jelaskan,sekarang kita tunggu saja yang lainnya dulu”jawab Salma yang masih tetap fokus menatap ke arah ponselnya.


“Dasar! cuek banget!!”keluh Rey dengan menggerutu,


tapi meski begitu Salma tetap mengabaikan ucapan Rey itu.


“Ayolah,cepetan katakan langsung kalau memang kamu ada perlu sama aku”Rey terlihat memaksa saat mengatakan itu.


Sedangkan Salma yang mendengar nada paksaan Rey,ia pun langsung mematikan ponselnya dan menatap Rey tajam.


“Sebentar!,tunggu yang lain.Kamu kayak yang punya kerjaan banyak aja sampai harus buru-buru kayak gitu!!”ucap Salma terdengar sinis.


“Tapi kalau harus nunggu yang lain itu pasti akan lama”keluh Rey lagi,dengan pandangan penasaran di sertai nada paksaan yang kentara.


“Mereka sebentar lagi juga akan sampai ke sini,palingan sekarang mereka sedang memarkirkan mobilnya”jawab Salma menjelaskan.Salma tadi sibuk memainkan ponselnya karena sedang mengirim pesan dengan kedua sahabatnya.


“Ada apa ini?,kenapa kamu sampai memanggil kami untuk ke sini?”tanya Roni yang kala itu baru saja datang.


“Dan kenapa juga kamu harus meminta kami datang dengan terburu-buru”lanjut Reno yang berjalan di belakang Roni.


Mereka pun langsung duduk dengan sedikit berjarak.Roni,Rey dan Reno duduk dengan lumayan berdekatan,tetapi salma duduk sedikit berjauhan dari mereka bertiga.


“Ada hal yang ingin aku katakan pada kalian semua”jawab Salma tenang.


“Walau sebenarnya aku juga nggak tahu apakah Safira mengizinkan aku untuk mengatakan ini atau tidak”lanjut Salma yang langsung membuat ekspresi ketiga sahabatnya berubah.


“Safira?”tanya Rey kaget.


“Apa kah safira baik-baik saja?”tanya Roni ikut menimpali,dan Reno hanya diam dengan ekspresi yang sulit di tebak.


Salma yang mendengar itu langsung bisa paham akan kekhawatiran sahabatnya itu.“Ya,itu Safira.Dan untuk keadaan dia aku nggak tahu pasti,tapi saat aku mencoba menghubungi dia,katanya sih dia baik-baik aja”ungkap Salma menjelaskan.Ia juga tidak bisa mengatakan dengan pasti kalau Safira baik-baik saja, nyatanya ia tidak melihat keadaan Safira secara langsung.


“Kapan kamu bertemu dengan Safira?”kini Reno angkat suara setelah cukup lama hanya diam.


“Aku sih belum ketemu Safira.Tapi minggu lalu Safira sempat menghubungi aku karena ingin mengobrol dengan ku”


“Lalu apa yang kalian bicarakan?”potong Rey langsung.


Awalnya Salma hanya diam dengan tatapan sedikit kesal pada Rey,ia paling tidak suka jika omongannya di potong.Walau sebenernya ia telah mengatakan dua kalimat dengan lengkap,tapi ia belum menyelesaikan ucapannya itu.

__ADS_1


“Maaf”ucap Rey sedikit cengengesan.


Salma yang mendengar permintaan maaf dari Rey hanya bisa menghela nafas,ia pun memilih untuk kembali menjelaskan.


“Aku nggak sempat bertemu langsung dengan Safira,karena ada beberapa kendala jadi aku datang telat.Tapi aku tetap datang kok ke tempat yang di janjikan,hanya saja aku tidak melihat Safira ada di sana”jelas Salma dengan nada menceritakan.


Biasanya jika Salma belum selesai bercerita,mereka bertiga harus diam dan menunggu Salma menyelesaikan ceritanya,kalau tidak Salma akan merasa kesal dan tidak ingin melanjutkan ceritanya.


Oleh karena itu,ketiga lelaki tampan itu hampir sudah paham betul akan keinginan Salma.


“Kalian tahu apa yang aku lihat di sana?”tanya Salma tiba-tiba yang langsung di jawab gelengan kompak oleh ketiganya.


“Aku sempat lihat kalau di tempat itu banyak banget orang,tapi pada saat aku samperin malah udah pada bubar,jadi aku nggak bisa tanya tentang apa yang terjadi”jelas Salma lagi.Hal itu membuatnya cemas karena tidak melihat keberadaan Safira di sana.


“Tapi aku sempat menghubungi Safira,dan kata dia aku harus menunggu kabar selanjutnya dari dia,


karena dia janji akan mengabari aku langsung,tapi aku nggak tahu kapan dan dimana itu.Soalnya akhir-akhir ini telepon Safira selalu sibuk”lanjut Salma menghela nafas panjang.


“Kalau memang keadaan Safira baik-baik saja,itu sudah cukup membuat kita lega,setidaknya kita tidak perlu terlalu khawatir lagi padanya”ungkap Rey yang juga menghela nafas,tapi beda nya kini ia merasa sedikit lega,karena setidaknya Safira baik-baik saja.


“Ya,itu lebih baik dari pada tidak ada kabar sama sekali”timbal Roni setuju dengan ucapan Rey.


“Kira-kira kapan kalian akan bertemu lagi?”tanya Reno yang seolah ingin ikut bertemu Safira secara langsung.


“Entahlah,aku juga belum bisa memastikan itu,tapi jika nanti aku dapat kabar dari Safira dan kami bertemu,kalian tidak boleh tahu Apalagi ikut!!”ungkap Salma membuat mereka yang mendengar itu langsung terkejut sekaligus tidak terima.


“Kan sudah aku bilang,Safira nggak ingin bertemu dengan kalian dulu.Dan seharusnya aku juga tidak mengatakan berita ini dulu,tapi aku tahu kalau kalian juga sahabat Safira dan kalian juga pasti mengkhawatirkan Safira,jadi aku terpaksa mengatakan ini semua tanpa sepengetahuan Safira”jelas Salma terdengar meminta pengertian agar mereka bisa mengerti situasi dirinya.


“Tapi kenapa cuman kamu yang bisa bertemu dengannya?”tanya Rey masih tidak terima,walau sering adu mulut dengan si imut' itu,tapi Rey tetap menyayangi Safira sebagai sahabatnya.


“Pertaman!,karena aku perempuan,dan sesama perempuan jika bercerita atau curhat pasti lebih nyambung,terlebih lagi jika tanpa ada laki-laki di sana,itu pasti akan lebih nyaman.Ingat! Safira butuh waktu untuk bertemu kalian”ungkap Salma dengan menjeda sejenak ucapannya,ia melihat respon para sahabatnya yang hanya diam.


“Kedua,karena kalian itu sedikit emosian,dan emosi kalian itu kadang sulit untuk di tahan,jadi sekarang kalian mengerti kan apa keinginan Safira”jawab Salma yang sebenarnya tidak terlalu tahu pasti alasan Safira tidak ingin menemui yang lainnya,tapi yang ia ucapkan itu merupakan pemikiran yang menurutnya itu masuk akal.


Mendengar hal itu,ketiga sahabatnya itu hanya diam dan menghela nafas pasrah,mereka akhirnya tidak bisa berkomentar banyak.


“Ya sudah kalau memang begitu lebih baik”jawab Roni terdengar pasrah,ia yang lebih dewasa dibandingkan yang lainnya pun langsung paham dan mengerti.


Itu enaknya punya seseorang yang dewasa!!


“Ya,aku setuju.Dan gimana kalau kita langsung pesan makanan aja”usul Rey yang langsung mendapat tatapan tak suka dari Salma.


“Kamu juga pasti lapar,jadi nggak usah berterima kasih”acuh Rey sedikit meledek,ia pun bangkit untuk memesan makanan untuk dirinya dan yang lainnya.


“Seperti biasa kan menu makanan kalian”entah itu pertanyaan atau sebuah ungkapan,tapi yang jelas setelah mengatakan itu Rey langsung berjalan pergi untuk memesan makanan.


“Sial,siapa juga yang lapar.Sok peduli banget sih”kesal Salma dengan sikap Rey.


Tapi tak lama setelah mengatakan itu perut Salma pun berbunyi.

__ADS_1


Kruyukkkkk.


Mendengar suara perutnya yang cukup keras,Salma pun langsung diam sambil menatap ke arah yang lain seolah merasa malu pada Reno dan Roni yang mendengar ucapannya itu.


Sedangkan Roni dan Reno hanya diam karena enggan memperpanjang perdebatan yang menurutnya tidak berarti.


...*****...


Selesai dengan acara makan,Salma yang hendak pulang itu pun langsung bangkit.


“Mau ke mana?”tanya Rey pada Salma.


“Pulang,ada beberapa urusan yang harus aku urus”jawab Salma langsung.Matanya tak henti-hentinya menatap jam tangan di pergelangan tangannya.


“Biar aku antar kamu pulang”ucap Rey yang entah kenapa tiba-tiba perhatian pada Salma,hingga Salma pun langsung menatap heran ke arahnya.


“Tidak usah,aku bawa mobil jadi bisa sendiri”


“Tapi aku khawatir kamu kenapa-napa”jawab Rey lagi.


“Aku bisa jaga diri jadi nggak perlu di antar”Salma yang masih merasa enggan untuk di antar berusaha menolak.


“Tapi tetap aja kamu itu perempuan”kukuh Rey lagi.Ia sepertinya benar-benar khawatir pada keselamatan Salma.


“Tapi...”Salma yang hendak membantah itu,tapi dengan cepat langsung di potong oleh Roni.


“Itu benar Salma,lagipula meskipun Rey itu penakut,dia masih bisa bela diri,walau tak bisa dibandingkan dengan kami”ucap Roni,Salma yang tidak bisa mengelak akhirnya hanya ia jawab dengan anggukan kepala.


“Baiklah kalau kamu memaksa,tapi ingat jangan macam-macam!”ucap Salma dengan nada mengancam.


“Tidak perlu khawatir,aku hanya takut kamu kenapa-napa”jawab Rey yang memang sebenarnya sangat perhatian pada Salma dan Safira,hanya saja mereka bertiga sering berdebat hanya karena masalah sepele.


Lebih tepatnya sama-sama keras kepala dan tidak mau mengalah!!


Salma yang bersikap seperti itu,ia sebenarnya memang ingin menjaga jarak dengan ketiga sahabatnya itu,bukan karena hubungan mereka tidak baik,tapi karena mereka telah sama-sama dewasa dan sudah sepantasnya mereka memiliki batasan sendiri-sendiri.


“Kamu tidak bawa mobil kan?”tanya Rey yang tahu jika Roni datang dengan menaiki mobil Reno.


Melihat Roni langsung mengangguk,Rey pun langsung melempar kunci mobilnya pada Roni.


“Kamu bisa bawa mobil ku dulu,kalau begitu aku pamit”ucap Rey yang langsung menyusul Salma yang telah berjalan sedikit menjauh.Rencana nya Rey akan mengantar Salma menggunakan mobil Salma.


*****


Kalau Rey sama Salma di jodohkan cocok nggak sih?🤔


Btw jangan lupa like dan vote nya 😘


Komen juga boleh banyakin,tapi di mohon yang baik dan sopan ya😉😘

__ADS_1


__ADS_2