AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Bukan kamu yang di salahkan,tapi aku yang akan merasa bersalah


__ADS_3

“Iya aku tahu itu..,tapi aku mohon untuk tenang.Jika ada apa-apa dengan calon bayiku,maka orang pertama yang aku salahkan itu adalah kamu!”ucap Arnam terdengar penuh peringatan.


Tentu saja ucapan Arnam itu tidak benar.Lagipula orang yang pertama yang akan ia salahkan jika terjadi sesuatu pada Safira itu adalah dirinya sendiri,karena ia akan lebih menyalahkan dirinya sendiri lebih besar di banding siapapun.


Tapi ucapan Arnam itu berhasil membuat Safira berhenti meronta,mungkin karena Safira juga sadar jika tubuh dan tenaganya tidak sebanding dengan Arnam.


Melihat Safira yang sudah mulai tenang,Arnam pun langsung menatap ke arah Toni yang ada di belakangnya.


“Kumpulkan semua pecahan gelas tadi tanpa tersisa!.Entah cara apa yang harus kamu lakukan untuk memperbaiki gelas itu,saya tidak peduli!!,yang terpenting gelas itu bisa kembali seperti semula.Ingat seperti semula sebelum Safira memecahkan gelas itu!!”ucap Arnam tegas dengan nada perintahnya.


Entah apa yang Arnam maksud dari perintah nya itu,tapi detik berikutnya Toni dan Safira pun paham akan maksud Arnam.Sepertinya Arnam telah mendengar tentang ucapan Safira setelah ia memecahkan gelas itu,hingga ia bertekad untuk memperbaiki gelas itu bagaimana pun caranya.Tapi apakah gelas yang seakan berhubungan erat dengan hubungan Safira dan Arnam bisa di perbaiki?,seperti semula?.


Toni yang masih terlihat tenang dengan wajah datarnya itu saat mengangguk patuh,hal tersebut membuat Safira yang mengerti keinginan Arnam merasa sedikit kagum pada Toni.Safira berfikir jika Toni yakin bisa melakukan perintah Arnam.


Tapi apa yang di pikirkan Safira itu tidak sepenuhnya benar,karena meski Toni berwajah tenang dan datar,tetapi sebenarnya ia sedikit kebingungan harus melakukan apa.


‘Tuan..,tolonglah beri saya perintah yang normal!.Setidaknya anda harus bisa sedikit berfikir!,bagaiman bisa gelas yang hancur lebur bisa kembali seperti semula?,bahkan untuk mengambil butiran pecahannya saja itu sulit.Tolonglah jangan lihat ekspresi datar saya yang sudah mulai mendarah daging..!,tapi lihatlah hati saya yang sedang menggerutu ini!’pikir Toni seakan ingin berteriak mengungkapkan isi hatinya itu,tapi ia tidak bisa melakukan itu.


“Dan bayar makanan yang Safira makan beserta kerugian nya”lanjut Arnam yang lagi-lagi Toni hanya bisa mengangguk sebagai jawaban.


Safira yang menyadari jika Arnam tidak sedang memeluknya lagi,ia pun berniat untuk berlari,tapi Arnam langsung menahan tangan nya.


“Biar aku antar”ucap Arnam terdengar tegas.


Safira dengan terpaksa pun setuju karena ia kini tiba-tiba kembali merasa malu saat sadar jika dirinya telah menjadi tontonan banyak orang.Amarahnya yang mulai berkurang seakan mengembalikan pikirannya menjadi sedikit lebih jernih.


“Arnam tunggu!”ucap Rena yang tiba-tiba menghentikan langkahnya Arnam,ia dengan gesit berdiri di depan Arnam.


“Minggir!!”ekspresi Arnam sangat dingin saat mengatakan itu,ia merasa enggan untuk meladeni Rena.


“Kamu nggak bisa begitu Arnam.Aku juga istri kamu!,aku butuh perhatian dan kasih sayang dari kamu.Lagipula aku itu istri pertama kamu,jadi aku lebih berhak memiliki kamu di bandingkan dia!,dia itu hanya istri kedua kamu!”Rena yang sengaja berkata dengan nada yang terdengar tinggi,seolah ia memang berniat lebih mempermalukan Safira di depan umum.


“Jadi dia istri keduanya,pantas saja si wanita cantik itu marah!”

__ADS_1


“Apa bagusnya dari istri kedua yang tidak terlihat anggun sama sekali!”


“Memang pantas dia sangat di perhatikan,


ternyata karena istri kedua.dasar nggak punya hati!!”


Begitu banyak bisik-bisik yang terdengar seakan memojokkan Safira,seolah Safira adalah orang yang patut di salahkan atas kejadian itu semua.


Karena merasa sangat kesal dan marah.Safira pun langsung menepis tangan Arnam yang masih menggenggamnya,ia dengan langkah sedikit lebih cepat langsung meninggalkan tempat tersebut.


“Safira”panggil Arnam yang tetap di abaikan dan tidak di pedulikan oleh Safira sama sekali.


“Toni,kamu susul Safira,jangan biarkan terjadi hal buruk padanya”perintah Arnam yang langsung di turuti oleh Toni,karena ia akan meminta anak buahnya untuk membereskan sisanya.


Mungkin ada baiknya juga Safira meninggalkan tempat itu,karena dengan begitu Toni yang di perintahkan untuk mengejar Safira.Ia terlihat merasa lega karena terbebas dari tugas yang tidak normal itu!!.


Entah cara apa yang akan Toni pikiran untuk memperbaiki gelas itu,biarkan itu jadi pikirannya nanti!!.


Selepas kepergian Toni,Arnam pun langsung berbalik dan menatap ke arah Rena dengan tatapan yang tajam yang terlihat jelas jika ia sangat tidak menyukai menyukai Rena.Terlebih dengan perilaku Rena yang seakan terobsesi memiliki dirinya tanpa tahu malu!


“Apa maksud kamu Arnam?,aku hanya berkata sesuai apa yang terjadi,memang benar kan dia istri kedua kamu!”Rena menampilkan ekspresi polos dengan pandangan mata yang seperti merasa tertuduh.


“Tidak perlu mengatakan hal seperti itu.Karena saya tahu jika kamu sadar dengan posisi kamu!”sarkas Arnam,ia seakan menegaskan jika Safira yang menjadi korban tidak sepatutnya di salahkan atas keegoisan mereka berdua.


“Sekali lagi kamu mengganggu Safira,maka akan saya pastikan jika hidup kamu tidak akan berakhir dengan damai!”lanjut Arnam dengan nada mengancam,begitu selesai mengatakan itu ia langsung berjalan ke arah lain dan meninggalkan Rena yang terlihat hanya diam.


‘Sialan!,kenapa perlakuan dia padaku berbeda?.Dan itu terlihat sangat jelas dari raut wajah dan nada bicaranya’pikir Rena yang merasa tidak terima akan hal itu.Bukankah mereka sama-sama istri Arnam?,


lalu mengapa perlakuan nya sangat berbeda?


...*****...


Sementara itu di tempat Safira saat ini.

__ADS_1


Safira terpaksa berhenti saat melihat Toni menghalangi nya untuk pergi,meski Toni tidak melakukan apa-apa karena ia hanya berusaha untuk menghentikan Safira melalui kata-kata.


“Mobil tuan bukan di sana nyonya,tapi di sebelah sini”ucap Toni sambil menunjuk ke arah mobil Arnam.Ia berkata dengan tutur kata dan sikap yang terdengar sopan.


“Aku bisa pulang sendiri!,jadi kamu tidak perlu untuk mengantar aku pulang”acuh Safira tanpa berkata formal,lagipula ia tidak terlalu kenal dengan siapa Toni itu.


“Tolong jangan menyulitkan saya,saya melakukan itu hanya karena itu tugas saya”Toni berkata dengan nada yang masih datar tapi terdengar lebih sopan lagi,dengan wajah tanpa ekspresi nya itu.


“Memang apa urusan aku dengan kehidupan kamu??!”ucap Safira dengan di sertai pertanyaan yang terdengar acuh dan tidak peduli.


Toni hanya diam,tapi tak lama setelah itu Arnam datang dan langsung mendekat ke arah Safira.“Kamu bisa pergi Toni”usir Arnam.


“Kalau begitu saya pamit tuan”pamitnya.


Safira yang melihat kepergian Toni,ia pun hanya diam dengan mata yang menatap ke arah Arnam dengan tatapan yang terlihat sinis.


Arnam yang melihat itu,ia pun hanya bisa menghela nafas panjang.Saat Arnam hendak membuka mulutnya,sebelum sempat mengatakan sesuatu Safira pun langsung pergi ke arah mobil yang di tunjuk Toni tadi.


...*****...


* Di sebuah parkiran.


Melihat mobil yang sering di pakai oleh Arnam saat mengantarnya,ia pun langsung ke sana.


Beberapa saat kemudian...


Mereka kini telah berada di dalam mobil,dengan Safira yang terlihat terpaksa duduk di samping Arnam.Sempat terjadi perdebatan panjang sebelum Safira duduk di samping Arnam.


Awalnya Safira menolak itu,tapi karena Arnam terus mendesak hingga Safira tidak memiliki pilihan lain,akhirnya ia pun duduk di samping Arnam yang terlihat fokus mengemudi.


Arnam sengaja mengemudikan mobilnya secara langsung dan meminta Toni untuk menggunakan kendaraan lain.Karena saat ini ia sedang berusaha untuk membujuk Safira yang kembali marah padanya.


*****

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya ya semua🤗😘


__ADS_2