AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Terpaksa menikahi Rena


__ADS_3

Melihat suasana yang telah berubah menjadi hening itu,Arnam pun akhirnya buka suara kembali.


“Aku tidak akan memaksa kamu untuk percaya padaku”Arnam berkata dengan wajah yang terlihat tenang.


“Tapi kalau memang kalian menikah karena perjodohan,kenapa kamu masih tetap menikahi aku?.Apalagi kamu sampai menyembunyikan status kamu itu”tanya Safira tidak mengerti.


“Perjodohan itu sudah di rencanakan ibu ku,dan aku tidak bisa menolak itu.Tapi yang jelas kamu lebih dulu mengenal aku,bahkan sebelum aku mendengar rencana pernikahan ku dengan Rena,aku telah lebih dulu berniat menikahi kamu”ungkap Arnam menjelaskan,entah bagaimana respon Safira nanti Arnam tidak peduli.


“Dan untuk status,aku sengaja menyembunyikan itu.Karena aku tahu jika ayah kamu tidak akan pernah mengizinkan kita menikah jika sampai mengetahui status ini”jelas Arnam,ia yakin akan hal itu karena ia juga pernah mendengar jika Reno pernah berniat melamar Safira tapi di tolak karena statusnya itu.


“Tapi setidaknya kamu tidak perlu menikah denganku jika memang kamu sudah menikah kan?!”Safira merasa tidak mengerti dengan jalan pikirnya Arnam.


“Tidak bisa!.Bukankah sudah aku katakan jika hanya kamu yang pantas menjadi istri dari seorang Arnam Wirawan,dan aku tidak akan rela jika orang lain yang menikah dengan kamu!”tegas Arnam yang terdengar mutlak.


“Dasar gila!”umpat Safira yang entah kenapa merasa takut jika Arnam akan terobsesi padanya.


“Terima kasih atas pujiannya itu”balas Arnam yang malah tersenyum.


“Itu bukan sebuah pujian,melainkan sebuah makian,apa kamu tidak bisa membedakan antara makian dan pujian!”kesal Safira.


“Meski kamu memaki sekalipun,itu akan tetap terdengar seperti sebuah pujian”ucap Arnam sambil tersenyum.


Melihat senyum Arnam,Safira pun bertambah kesal.Dan tanpa berkata apapun,Safira pun langsung keluar dari dalam mobil.


Brukkk...


Suara pintu yang di banting keras oleh Safira,Arnam yang melihat itu hanya bisa tersenyum kecil.“Aku akan menjemput kamu nanti”ucap Arnam yang langsung membuat langkah Safira terhenti.


“Jadi persiapkan diri kamu baik-baik,karena nanti aku akan membawa kamu kembali ke tempat tinggal kita”lanjut Arnam.


Dan Safira yang mendengar itu hanya diam tanpa menoleh,merasa jika tidak ada sesuatu yang akan Arnam katakan lagi,akhirnya Safira pun kembali melangkah kan kakinya.


“Dasar keras kepala!!”umpat Safira sedikit berteriak hingga Arnam yang mendengar itu langsung terkekeh.


“Bukankah kita sama-sama keras kepala”ucap Arnam pelan seolah menjawab umpatan Safira.


Mungkin Arnam memang benar keras kepala karena ia dengan tegasnya ingin mempertahankan pernikahan itu.Tapi Safira juga bukan orang yang mudah untuk memaafkan dan melupakan suatu kesalahan,apalagi kesalahan itu sangat sulit untuk di maafkan oleh Safira.


Saat melihat Safira tidak terlihat lagi,Arnam pun kembali melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Arnam sedikit teringat akan alasan ia menyetujui pernikahannya dengan Rena.

__ADS_1


Flashback


Pada saat itu,Arnam yang merasa sangat marah karena ibunya memaksa dirinya menikah dengan orang yang jelas-jelas tidak ia kenal.


Keesokan paginya setelah pembicaraan itu,Arnam bangun dari tidurnya,ia dengan segera menelepon Toni untuk menyelediki sesuatu.


“Tolong selidiki orang bernama Rena,jangan lupa tentang ayah dan ibunya,kamu harus menyelidiki mereka semua hingga ke akar-akarnya.Tanpa saya harus berikan informasi tentang mereka kamu pasti sudah tahu,karena mereka merupakan orang-orang berpengaruh di negara ini”ucap Arnam langsung.


“Baik tuan”jawab Toni patuh.


Beberapa hari setelah kejadian itu.


“Tuan,berdasarkan informasi yang saya dapatkan,saya hanya menemukan rumor jika nona Rena bukan wanita yang baik-baik”ucap Toni memberikan informasi pada Arnam yang kini sedang duduk di kursi kerja miliknya.


“Lanjutkan”perintah Arnam yang seakan ingin tahu lebih banyak tentang informasi itu.


“Hanya itu informasi yang saya dapatkan,mungkin itu terdengar sama seperti informasi kemarin,tapi setidaknya ada sedikit kemajuan,dan itu pun saya dapat dengan cukup sulit”ucap Toni yang seakan mengatakan jika bukti tentang kebusukan Rena seolah sedang berusaha untuk di tutupi.


“Apa kah kamu sudah mendapatkan informasi itu secara lengkap?”tanya Arnam langsung,ia ingin memberikan bukti itu agar pernikahan itu tidak terjadi,dan sebelum pernikahan itu di lakukan,selama itu pula Arnam terus memerintahkan Toni untuk mencari informasi Rena dengan lengkap


“Maafkan saya tuan,saya hanya dapat informasi sedikit,dan mungkin butuh waktu sedikit lama agar semua bukti ini bisa terkumpul dengan lengkap”


Arnam yang mendengar itu,ia terlihat mengepalkan tangannya.‘Sepertinya memang tidak bisa menghindar dari pernikahan ini'pikir Arnam.


Arnam bisa saja tidak menikah dengan Rena,tapi tentu hidupnya dan hidup Safira tidak akan tentram,


karena ibunya saat itu masih memiliki kuasa penuh di perusahaannya.


Itu semua terjadi karena Arnam telah menyerahkan kendali penuh pada ibunya atas nama perusahaannya,dan awalnya Arnam melakukan itu karena ia tidak berfikir akan terjadi hal seperti ini.Itu lah salah satu alasan yang kuat kenapa ia harus menikah dengan Rena,karena selain tidak ingin kehilangan ibunya,ia juga masih belum bisa berkuasa penuh pada perusahaannya.Karena yang di kenal orang-orang,pemilik perusahaan itu adalah ibunya.


Dan tentu saja Arnam harus melakukan persiapan untuk membatasi kekuasaan ibunya.Arnam melakukan itu karena dia sangat mencintai kedua wanita yang sangat ia sayangi,yaitu ibunya dan Safira.


“Dan untuk informasi tentang kedua orangtuanya,


apa kamu sudah menemukan itu?”tanya Arnam yang memang merasa curiga.


“Tidak tuan,saya belum menemukan bukti itu sama sekali,tapi ada beberapa petunjuk dan mungkin hanya tinggal menunggu waktu agar bukti itu bisa di temukan”jawab Toni.


Arnam pun hanya diam,seolah ia sedang berfikir dengan seksama.Ia berfikir langkah apa yang harus ia lakukan untuk ke depannya.


“Seperti yang telah saya katakan kemarin,saya hanya menemukan bukti bahwa nona Rena dan orang tuanya memang sengaja untuk mendekati ibu anda.Dan sepertinya memang mereka ada maksud yang tidak baik tuan”lanjut Toni menjelaskan.

__ADS_1


“Terus selidiki sampai lengkap,saya ingin penyelidikan ini tidak berhenti sampai di sini”perintah Arnam mutlak.


“Baik tuan”jawab Toni patuh.


Hari pun terus berlalu,tiba-tiba saat Arnam hendak memasuki rumahnya,ia melihat jika ada Rena beserta kedua orangtuanya tuanya.


Awalnya Arnam ingin langsung ke kamarnya,karena ia merasa capek dan sedikit pusing dengan bukti yang masih belum terkumpul sempurna.


Tapi sayangnya ibunya malah mengajak nya bicara.


Arnam kala itu yang mendengar permohonan dengan nada lemah dari ibunya,ia pun memang merasa sedikit iba.


Tapi yang menjadi masalah adalah,tanpa sepengetahuan Rima jika pembicaraan mereka sedang di awasi.Arnam yang sadar akan hal itu,tanpa sadar langsung setuju.


“Baiklah,itu semua terserah ibu”Entah ucapan Arnam karena rasa iba pada ibunya,atau sebenernya memang ada maksud lain,tapi yang jelas Rima berfikir jika Arnam luluh karena tak tega padanya.


Flashback End


Sementara itu,Safira yang sudah sampai di rumahnya itu,ia dengan santai langsung masuk.


“Kak kemana aja?”tanya Rara yang sebenarnya sudah tahu jawabannya.


“Cari angin,kenapa sih sok peduli banget”gerutu Safira yang terdengar kesal.


Tanpa sadar karena rasa kesalnya itu pada Arnam,Safira sampai tidak menyadari jika ia telah meluapkan amarahnya pada adiknya.


“Dih,di tanya malah sensi,lagipula kenapa sih bumil sensi amat”ungkap Rara dengan nada meledek,ia memang tidak merasa tersinggung dengan ucapan Safira tadi,karena itu sudah biasa baginya.Apalagi Safira kini sedang hamil,jadi Rara harus sedia stok untuk terbiasa dengan mood Safira.


“Nggak usah ngeledek,kakak lagi tidak ingin bercanda”ucap Safira yang mulai serius.


Rara yang mendengar itu,ia pun dengan cepat menghentikan candaannya.“Bukan begitu,tadi dokter pribadi kakak cariin kakak,dia kayaknya khawatir banget sama kakak“Rara memberi tahu dengan raut wajah yang terlihat tidak bercanda lagi.


Mendengar hal itu Safira pun langsung menoleh ke arah Rara,ia berniat untuk mencari tahu apa maksudnya secara jelas.Tapi sayangnya Rara sudah berjalan pergi.


“Dasar!”gerutu Safira yang kesal pada adiknya.


*****


Jadi itu alasan Arnam Arnam tidak bisa menolak perintah ibu nya itu.


Btw Mas Arnam sama dek Safira kan sama-sama keras kepala,jadi benar ternyata kata orang,jodoh itu kadang cerminan diri🤧🤭

__ADS_1


__ADS_2