AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Puncak kemarahan Safira


__ADS_3

Di tempat Safira saat ini.


Safira terlihat sedang memesan makanan di sebuah kedai terdekat.Ia langsung duduk di bangku yang telah tersedia begitu makanan nya telah ia dapat.


“Kenapa Salma lama ya datangnya?"Safira melihat jam melalui ponselnya.Sudah hampir setengah jam ia menunggu,tapi Salma belum datang juga,maka terpaksa ia memilih untuk memesan makanannya lebih dulu.


“Kenapa aku bisa lupa untuk sarapan sebelum ke sini sih”gerutu Safira yang langsung memakan makanannya dengan lahap.


Saat Safira selesai minum,belum selesai ia menghabiskan makanannya,tiba-tiba datang seorang wanita yang menghampiri Safira.


“Hebat ya kamu ini!!,sudah jelas-jelas kamu itu bersalah,tapi masih ada muka untuk makan di luar.Apa kamu tidak punya rasa malu??!”sinis wanita itu yang tak lain adalah Rena di sertai nada ejekan.


Seandainya Safira tahu jika Rena bisa menikah dengan Arnam karena Arnam di paksa menikah oleh ibunya,mungkin ia tidak akan merasa terlalu bersalah,sayangnya ia yang merasa bersalah karena ketidaktahuannya itu hanya bisa diam tanpa berkata-kata.Safira bahkan sempat berfikir jika Rena lebih dulu kenal dengan Arnam,mungkin sedari mereka baru lahir?,jadi bisa saja mereka memang sudah di takdir untuk bersama.


Tapi meski begitu Safira sadar jika ia hanya korban dari kebohongan Arnam,maka dari itu Safira berusaha terlihat tenang dan santai,ia pun memilih melanjutkan acara makanannya itu.


“Sungguh menggelikan!.Memang ya..!!,jika orang tidak tahu malu itu selalu bersikap seakan-akan ia benar”Andai Safira tahu,mungkin ia akan menjawab jika kata-kata itu pantas di tunjukkan pada Rena.


Seperti yang Rena katakan,jika orang tidak tahu malu selalu merasa benar,dan dialah orang yang tidak tahu malu itu,orang yang selalu merasa benar!.


Respon Safira,tentu saja ia berusaha bersikap tenang.Yang dipikirkan Safira saat ini adalah menunjukkan pada Rena apa itu tak tahu malu!,meski sebenarnya hatinya sedang tak karuan karena melihat tatapan para pengunjung yang sinis padanya,tapi di depan Rena ia akan tetap berusaha terlihat santai.


Rena yang melihat hal itu,entah kenapa ia mulai merasa kesal.Bukannya respon bersalah atau marah dari Safira yang ia inginkan,tapi ia malah melihat Safira yang terlihat abai padanya.


Karena kesal,Rena pun mengepalkan tangannya.Ia menatap ke arah Safira dari atas hingga bawah.Rena melihat dan menilai penampilan Safira yang seperti biasa,terlihat sedikit tomboi.


Dengan memakai baju putih yang di lapisi jaket hitam,dan di padukan dengan celana hitam panjang,Safira benar-benar tidak terlihat seperti wanita anggun,tapi karena wajah imutnya yang terlihat cantik itu,ia tetap terlihat cocok memakai itu.


“Tidak terlihat feminim sama sekali!!”


gumam sinis Rena saat memperhatikan penampilan Safira.Ia seolah merendahkan penampilan Safira yang menurutnya jauh dari levelnya.


Belum lagi saat Rena melihat rambut lurus hitam Safira yang tergerai dengan sedikit berantakan.Hal itu memang bagus,tapi sayangnya tidak terawat menurut Rena yang selalu menghiasi rambutnya dengan berbagai perhiasan yang mahal dan cantik.


“Kampungan!”hina Rena pada rambut Safira yang sedikit tertutup topi jaketnya.


Mendengar hal itu,dengan kesabaran yang perlahan mulai terkikis,Safira pun langsung menatap ke arah Rena dengan tajam.

__ADS_1


“Jika anda hanya datang ke sini untuk menghina saya,itu percuma karena hanya buang-buang waktu anda!,jadi lebih baik anda pergi selagi saya masih bersabar!”ucap Safira di sertai nada yang terdengar seperti perintah di telinga Rena.


“Memangnya siapa kamu?!.Tak tahu malu!,berani-


beraninya kamu suruh-suruh saya!”angkuh Rena yang terdengar sinis.


Safira langsung menghembuskan nafas dengan kasar,karena ia mulai merasa kesal pada sikap Rena itu.


“Kalau anda tidak ingin pergi,maka biar saya yang pergi!”putus Safira yang langsung bangkit,ia merasa tidak selera menghabiskan makanannya yang masih tersisa cukup banyak.Padahal awalnya ia merasa sangat lapar,tapi karena acara makan nya yang terganggu itu,ia sudah tak berselera lagi.


Saat Safira hendak melangkah,Rena langsung menghentikan nya dengan kata-kata pedasnya.


“Dasar penakut!,bilang aja kamu nggak berani menghadapi saya secara langsung!”sombong Rena,


hal itu membuat Safira langsung berbalik dan menatap ke arah Rena.


“Jadi apa yang anda inginkan?”tanya Safira pada akhirnya,dengan kesabaran yang sangat tipis,Safira pun berusaha untuk tetap tenang.


“Tinggalkan Arnam!,maka akan saya berikan uang dengan jumlah yang sangat banyak”ucapan Rena itu sontak langsung membuat Safira marah dan tidak terima karena merasa di rendahkan.


Safira bukan tidak ingin melakukan itu,ia hanya sedang terjebak dalam pernikahan ini!!.Ia bisa saja bercerai dengan Arnam begitu saja,tapi sayangnya kini ia tidak bisa karena sekarang ia sedang mengandung.


Dan saat ia mendengar Rena akan memberinya uang jika ia meninggalkan Arnam,ia tentu merasa marah akan hal itu.Tanpa uang dari Rena itu,ia juga akan menceraikan Arnam jika seandainya ia tidak hamil.


Dengan amarah yang sedikit menggebu hingga membuat nafasnya sedikit tidak beraturan.Tanpa berfikir panjang,Safira pun mengambil gelas bekas ia minum dan mengangkatnya ke atas.


Rena yang berfikir jika Safira akan melempar gelas itu padanya,ia pun langsung duduk dan menunduk karena merasa takut.


Pranggg!!


Bukan melempar ke arah Rena,karena Safira melempar itu ke arah lain.Tapi yang jelas jika gelas itu pecah berkeping-keping hingga tak berbentuk.


“Kamu lihat gelas itu!!”teriak Safira menunjuk ke arah pecahan gelas,tatap Safira tak lepas dari Rena yang juga menatap ke arahnya dengan wajah terlihat sedikit ketakutan.


“Cinta saya!,kepercayaan saya!,dan kepedulian saya pada Arnam!.Semuanya hancur seperti gelas itu!,tidak berbentuk dan tidak bisa kembali seperti semula!!”teriak Safira menggebu-gebu.Ia terlihat tidak memperhatikan sekitarnya yang mulai semakin ramai dengan banyaknya pengunjung yang menonton,seolah itu semua hanya sebuah tontonan.


“Ka..kamu...,kamu gila!!”teriak Rena yang merasa ketakutan.

__ADS_1


“Gila kamu bilang?!!”Safira tersenyum sinis yang terlihat seperti orang gila bagi Rena.Safira berjalan mendekat ke arah Rena,hal itu membuat Rena sedikit gemetar karena takut.Tanpa sadar Rena berjalan mundur dengan posisi duduk,selama hidupnya Rena yang selalu di manja,ia tidak pernah menghadapi orang secara langsung,jadi saat ia sekolah ia akan menyuruh teman yang di bayar untuk menganggu anak yang tidak ia sukai,dan ini pertama kalinya ia menghadapi Safira secara langsung,bahkan Rena yang berfikir jika Safira wanita yang lemah,dan ia tidak menyangka akan sebesar dan se-menakutkan ini kemarahan Safira,bahkan tak mempedulikan tatapan orang lain.


“Kamu ingin tahu seperti apa itu gila Sebenarnya??!”


tanya Safira masih dengan senyum semakin dalam.


Belum sempat Safira menjambak Rena,Arnam sudah lebih dulu memeluk Safira dari belakang,seakan ia tengah berusaha menenangkan Safira dengan pelukan nya itu.


“Tenanglah”ucap Arnam pelan dengan nada yang terdengar lembut,ia beberapa kali mengusap punggung Safira.


Bukannya tenang,Safira malah tambah marah serasa ingin menjambak rambut Rena hingga rontok.


“Lepas!”tegas Safira pada Arnam.Tapi Arnam justru semakin memeluk pundak Safira dengan sedikit lebih erat,sedangkan salah satu tangannya yang memeluk perut Safira ia usap perut Safira lembut.


“Lepaskan saya!!”teriak Safira lagi dengan amarah yang tidak bisa di tahan.


Selama ini Safira berusaha untuk diam dan bersabar,semua orang menyalahkan dirinya,ia terima dan abai!!,tapi apa??.Apakah orang-orang yang menyalahkan dirinya pernah memikirkan perasaannya?,perasaan tersakiti yang hanya dengan tatapan mata mereka seakan bisa menusuk jantung dan hatinya yang rapuh,nyatanya mereka tidak tahu apa-apa tentang dirinya dengan jelas.Tapi...tapi kenapa mereka bisa seenaknya menyimpulkan jika dirinya orang yang sangat jahat.


Safira ingat betul tatapan mereka saat menatapnya,


yang seakan ia itu manusia terjahat dan terburuk yang tidak seharusnya hidup di muka bumi!!.Faktanya tuhan maha pemaaf,lalu mengapa mereka yang tidak pernah Safira sakiti begitu membencinya hanya karena sebuah rumor dan fakta yang belum jelas??,apakah mereka juga akan meminta maaf pada dirinya jika mengetahui kebenaran nya??


Menghapus air mata yang tanpa sadar keluar dari pelupuk matanya itu,Safira kembali menatap Rena dan mengabaikan tatapan buruk orang-orang.Jika saja hanya dirinya yang di tatap seperti itu,ia akan terima!!,tapi apakah pantas jika ayah,ibu,dan Rara yang merupakan keluarga nya juga menerima tatapan itu??


“Kamu pikir saya hanya bisa berdiam diri?!.Saya juga punya harga diri!,tidak seharusnya orang yang tidak memiliki status tinggi seperti saya terus di hina! atas kesalahan yang tidak pernah saya lakukan!!.Apakah karena kamu yang terlahir dari keluarga yang berstatus tinggi bisa menghina saya seenaknya??!.


Tidak!!,saya tidak bisa menerima itu!”teriak Safira yang terdengar parau seakan ia mengungkapkan kepiluan-nya itu.Safira sakit hati!,ia marah!,ia tidak terima!.Tetapi yang ia bisa lakukan saat ini hanya berteriak tidak terima.


Arnam yang mendengar itu,ia semakin merasa bersalah.Ia kini merasa sangat sedih dan menderita saat melihat penderitaan Safira,di tambah pengakuan Safira itu membuat sudut hati nya yang terdalam merasa sakit seakan sulit untuk di obati.Tapi meski begitu Arnam tetap tidak melepaskan pelukannya itu,karena yang Arnam pikirkan adalah Safira.Arnam khawatir jika itu akan membahayakan Safira dan kandungan nya,belum lagi reputasi Safira yang cukup buruk,ia khawatir jika reputasi Safira semakin buruk karena hal itu.


Arnam berniat untuk membersihkan nama baik Safira,tapi jika Safira sampai berperilaku kasar pada Rena,justru yang ada reputasi buruk Safira akan bertambah dan Arnam tidak ingin hal itu terjadi!!.


*****


Ikut sedih...


Hiks hiks🤧,jangan lupa like dan vote nya😘

__ADS_1


__ADS_2