AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Mengobrol


__ADS_3

Sore harinya.


Saat ini,sesuai dengan janji Safira,ia akan menghubungi Roni jika memiliki waktu luang.


“Bukankah seharusnya kamu masih berada di kantor?”tanya Roni menatap ke arah Safira yang sedang duduk sambil memangku sabrina.


Mereka berdua kini sedang mengobrol di sebuah restoran dengan ruangan private yang sering Safira sewa.


“Kebetulan karena sedang merayakan keberhasilan sebuah proyek,maka perusahaan memberi karyawan berupa bonus,sekaligus di perbolehkan untuk pulang lebih awal,khusus untuk hari ini”jawab Safira menjelaskan.


Sepertinya karena keberhasilan sebuah proyek besar,hal itu membuat perusahaan untung besar,dan karena sangat senang,maka direktur utama memperbolehkan karyawan untuk bisa pulang lebih awal.Tentu yang menjadi direktur utama adalah Bram,ayah dari farrel.Meski perusahaan hampir di pegang penuh oleh Farrel,tapi Bram tidak melepaskan nya begitu saja,karena ia masih memantau perusahaan itu secara langsung.


Safira terlihat membantu Sabrina untuk meminum jus miliknya.


“Lagi?”tanya Safira sambil menatap anaknya dengan lembut.


Saat melihat Sabrina yang merasa terganggu dengan rambut nya itu,Safira pun membantu merapikan poni anaknya yang mulai panjang hingga menutupi mata anaknya,dan ia kaitkan rambut anaknya itu di atas telinga.


“Nggak”jawab Sabrina menggeleng cepat,ia mendorong mendorong gelas berisi jus jeruk itu agar semakin menjauh dari wajahnya.


“Oh baiklah”jawab Safira sambil tersenyum,ia tidak bisa memaksa anaknya untuk menghabiskan jus yang masih tersisa banyak itu.


Selesai menaruh jus itu,Safira mulai membetulkan posisi duduknya sambil memangku anaknya,berusaha mencari posisi nyaman untuk anaknya dan dirinya.


“Ina ingin makan?”tanya Safira hangat,dengan tatapan yang memang selalu terlihat lembut saat menatap anaknya.Walau mereka sempat makan sebelum ke sini,tapi Safira tetap menawarkan anaknya itu makan karena takut anaknya masih lapar.


“Ina masih kenyang mamah...”jawab Sabrina sedikit tersenyum,ia berkata sambil mengusap perutnya yang sedikit buncit,karena memang ia masih kenyang.


“Sepertinya kamu sangat sayang sama anak kamu”ucap Roni yang lagi-lagi berbicara hal yang tak berbobot menurut Safira,hingga Safira menatap heran pada Roni dengan alis bertaut,seolah menganggap pertanyaan Roni adalah pertanyaan teraneh yang pernah ia dengar.


“Dasar menyebalkan!.Pertanyaan macam apa itu!?,pertanyaan kamu benar-benar nggak masuk akal.Apa karena terlalu lama kita nggak ketemu,sehingga membuat otak kamu menjadi bodoh?!”ucap Safira lagi-lagi dengan kata-kata pedasnya,ia terdengar menggerutu saat mengatakan itu karena kesal,tapi meski begitu ia langsung tersenyum saat tahu Sabrina sedang menatap ke arahnya.


“E...he...he...”jawab Roni yang sadar akan kesalahannya itu.Roni tanpa sadar setuju dengan ucapan Safira.


‘Apa iya karena terlalu lama tidak ketemu Safira?,aku jadi bodoh seperti ini’pikir Roni tak yakin.Padahal jelas-jelas kemampuan medisnya sangat tinggi di bandingkan kemampuan yang lainnya,hingga ia sampai di pekerjakan di sebuah rumah sakit terkenal di luar negeri.Yaitu negara tempat mereka kini tinggal.Negara itu bernama negara A,sedangkan negara yang dulu ia tinggali itu negara Z.


“Maka nya jangan sering-sering ngobrol dengan Rey,jadi gini kan!,ketularan sifat bodohnya!”Safira terlihat memandang Roni sedikit tajam.Roni tanpa sadar meneguk ludahnya karena gugup dengan tatapan tajam Safira.Ia tidak takut,tapi rasa bersalah karena pertanyaan konyolnya tadi seakan membuatnya gugup.


‘Ternyata dulu maupun sekarang,ucapan Safira memang nggak berubah.Tetap aja pedas!’batin Roni.


“Iya iya,sepertinya ini karena aku sering ketemu sama Rey jadi bodoh kayak gini”jawab Roni masih dengan wajah cengengesan,ia berusaha mengabaikan tatapan tajam dari Safira.


Mengabaikan sikap Roni,Safira pun langsung menatap anaknya saat Sabrina berbicara padanya.


‘Setelah lama tidak bertemu,sepertinya Safira semakin galak’pikir Roni yang hanya diam saat melihat interaksi Safira pada anaknya.Safira terlihat benar-benar hangat dan lembut saat memperlakukan anaknya.


“Ina bosan?,kalau memang bosan Ina boleh main sendiri,tapi jangan jauh-jauh ya”Safira dengan lembut mengatakan itu.


Sabrina pun mengangguk cepat karena senang,dengan hati-hati Sabrina turun dari pangkuan ibunya dan berjalan menjauh menuju karpet kecil yang di sampingnya terdapat kotak mainan.


Melihat itu Safira langsung tersenyum sambil geleng-geleng kepala karena gemas dengan tingkah anaknya itu.


“Bagaimana kabar kamu selama ini?”tanya Roni yang langsung membuat Safira mengalihkan pandangannya dari anaknya dan menatap ke arah Roni.


“Seperti yang kamu lihat?,aku sangat baik”jawab Safira santai dan sedikit acuh.

__ADS_1


Safira ingin membuktikan jika ia bisa hidup dengan lebih baik tanpa Arnam.Karena hampir sepuluh tahun ia sering bergantung kepada Arnam,dan Arnam lah yang selalu membantu Safira saat kesulitan,entah itu keluarganya atau Safira yang sedang merasa kesulitan,yang jelas Arnam pasti akan membantu Safira dengan senang hati,bahkan Arnam sering sekali membantu Safira secara diam-diam tanpa diketahui oleh Safira.


“Ternyata kamu nggak berubah ya,masih....”ucap Roni menggantung,ia terdengar sengaja membuat Safira penasaran dengan kalimat berikutnya.


“Terlihat imut!”lanjut Roni yang berbicara dengan nada mengejek.Ia tentu tahu jika Safira paling tidak suka di sebut imut.


Sudah berapa banyak kah orang yang menyebutnya dengan kata imut??',rasanya tidak terhitung jumlahnya.Saking seringnya ia mendengar kata imut', rasanya kalimat itu terdengar menyebalkan baginya,hingga ia merasa sebutan imut' untuknya bukan sebuah pujian,melainkan sebuah ledekan.


“Sialan!”gumam Safira menggeram kesal.Ia berusaha tidak berteriak kesal karena ledekan Roni.Ia sadar betul ada anaknya di sana,jadi ia tidak ingin memberi contoh buruk bagi anaknya.


Melihat itu,Roni hanya tertawa lucu saat melihat wajah garang Safira.Karena memang biasanya Safira dan Salma sangat galak pada sahabat laki-laki nya,terlebih lagi Safira,ia hanya baik dan sedikit lebih ramah pada Reno,karena Reno benar-benar sangat baik pada Safira,dan tentunya Reno tidak pernah membuat Safira marah ataupun bersikap jahil padanya.Tidak seperti Roni dan Rey,jelas perlakuannya sedikit berdeda,karena dua orang itu memang sangat suka membuat Safira marah.


Dan anehnya,meski dulu Safira juga menyukai Arnam,sama seperti Arnam menyukai Safira,tapi justru Arnam harus bekerja lebih keras lagi untuk mendapatkan Safira,karena Safira malah akan lebih galak kepada Arnam melebihi galaknya pada yang lain.


“Nggak lucu!”kesal Safira terdengar menggeram sedikit keras tapi berusaha ia tahan agar anaknya tidak mendengar itu.


Bukan nya takut dengan ekspresi Safira,justru ia malah tertawa semakin terbahak-bahak,


hingga Sabrina sempat menoleh untuk sejenak.


‘Kenapa?’mungkit itu pertanyaan yang ingin Sabrina ucapkan.Dan tanpa berkata pun,jelas pertanyaan itu terlihat melalui ekspresinya.Walau begitu Sabrina memilih fokus kembali pada mainannya itu.


Meski seringkali Roni bersikap lebih dewasa diantara sahabatnya yang lain,tapi Roni juga kadang sering jahil pada Safira.Dan karena sikap galak Safira,yang justru terlihat lucu di wajah imutnya,membuat Roni kadang lebih gencar meledek Safira dibandingkan Rey yang sedikit penakut pada Arnam.


Safira pun berusaha meredakan rasa kesalnya itu,saat ia sadar jika anaknya sempat menatap ke arahnya.


“Stop!”ucap Safira pelan tapi terdengar mengancam dan tajam.


“Sory sorry”ucap Roni yang terus tertawa meski ia meminta maaf.”Sialan”rutuk Safira kesal tanpa suara.Hingga butuh beberapa saat agar tawa itu reda.


Safira melipatkan tangan di dadanya,ia pun menatap Roni dengan pandangan terlihat sedikit tajam juga terlihat sedikit acuh,seolah ia berusaha mengabaikan ledekan Roni tadi.Sikapnya yang sedikit acuh itu terlihat bagai bos yang sombong'.


“Kamu juga nggak berubah ya,semakin...”


ucap safira yang sengaja menjeda ucapannya itu,dengan pandangan menelisik ke arah Roni.Ia melihat Roni yang sudah berhenti tertawa.Dan kini Roni hendak minum karena merasa haus setelah terlalu banyak tertawa.


Sambil menunggu lanjutan dari perkataan Safira,Roni pun hendak menghentikan aktivitasnya itu,tapi tatapan Safira seolah menyiratkan agar Roni melanjutkan aktivitasnya itu.Dan dengan santai Roni pun menegak minuman itu dengan perlahan.


Rasa minuman yang dingin dan manis seakan membuat tenggorokan Roni yang kering menjadi segar.Baru beberapa detik menikmati minumannya itu,ia tiba-tiba langsung tersedak saat mendengar ucapan Safira selanjutnya.


“Tua!!”lanjut Safira yang langsung membuat tenggorokan Roni sakit karena tersedak.


Roni awalnya hanya terbatuk ringan tapi karena ia kembali tersedak ludahnya sendiri saat hendak berbicara,suara batuknya itu pun bertambah keras dan nyaring.


“Ha..ha...”kini giliran Safira yang tertawa hingga cekikikan dengan penderitaan Roni.


Suruh siapa Roni meledek dirinya!,tahukan Roni jika Safira sedikit pendedam?.


Tapi saat melihat air mata Roni hampir menetes karena tenggorokan nya yang sakit karena terus terbatuk,maka dengan sedikit enggan Safira pun menyerahkan segelas air putih pada Roni.


“Maka nya jangan suka ngeledek,jadi kualat kan”ledek Safira pada Roni yang langsung meminum air putih pemberian nya.


Merasa sudah lebih baik,Roni hanya diam sejenak sebelum berbicara.


“Dasar!,ternyata setelah sekian lama kita tidak bertemu,ucapan kamu malah semakin pedas”kesal Roni terdengar menggerutu.Ia akhirnya mengungkapkan kata-kata yang tidak berani ia ungkapkan.

__ADS_1


“Siapa suruh mancing-mancing emosi,harus terima karma nya dong”balas Safira santai.


“Gimana kabar yang lainnya?”tanya Safira berusaha mengalihkan topik,ia benar-benar merasa rindu pada ketiga sahabatnya yang lain.


“Mereka semua baik,bahkan semakin lebih baik karena sikap dewasa mereka.Rey yang seorang pemalas saja sekarang sudah bekerja membantu perusahaan ayahnya”jawab Roni menerangkan.


Mendengar itu Safira menghela nafas lega,rasanya rasa khawatir dan rindunya sedikit terobati saat tahu jika sahabatnya baik-baik saja.


“Kamu kenapa sih pergi nggak bilang-bilang?,tahu nggak kalau kami semua panik dan sedih.Apalagi Salma,dia sampai datang ke perusahaan Arnam dan menyalahkan Arnam atas kejadian ini.Alhasil hubungan pertemanan Salma dan Arnam memburuk,Rey yang ada di pihak Salma juga menjauhi Arnam.Pokoknya pertemanan kita seakan renggang dengan Arnam”ucap Roni menjelaskan.


“Kamu juga tidak memiliki hubungan baik dengan Arnam?”tanya Safira.


“Sedikit,aku hanya bersikap netral tidak terlalu dekat dan tidak terlalu memusuhi.Lagipula ini bukan kesalahan Arnam sepenuhnya,karena Arnam juga nggak tahu kamu ada di mana”jawab Roni jujur.


Safira yang mendengar itu hanya diam sejenak.


“Aku Sebenarnya sengaja gak kasih siapapun tentang kepergian ku,bahkan aku nggak pernah hubungi kalian karena takut jika Arnam akan tahu keberadaanku”Safira kini menjelaskan kepergiannya itu.


“Jadi ini karena Arnam?”tanya Roni memastikan.


Safira hanya diam,ia tidak mengangguk atau menggeleng.


“Seharusnya jika ada masalah kalian bicarakan baik-baik,bukan dengan cara seperti ini.Ini bukan solusi yang tepat Safira!!,kamu tahu siapa yang akan jadi korban dari pertengkaran kalian berdua?.


Bukan kamu!,atau pun Arnam!.Tapi yang jadi korban adalah anak kalian!!.Memangnya kamu tega melihat anak kamu menderita karena sebuah tekanan?.Bisa saja kan orang-orang akan bertanya siapa ayah dari Sabrina?,dan itu akan menjadi tekanan yang besar jika sampai Sabrina tidak tahu harus menjawab seperti apa”ucap Roni yang menasehati Safira dengan sikap dewasanya itu.


Tak terasa air mata Safira menggenang di pelupuk matanya saat ia mendengar ucapan Roni itu,yang seakan membuatnya merasa sangat bersalah pada anaknya.Dan mungkin jika Safira berkedip sekali saja,maka bisa di pastikan jika air mata itu pasti akan meluncur dengan mulus di pipinya.


“Aku...aku...”Safira seakan terbata-bata untuk menjawab.Ia tiba-tiba teringat dengan wajah anaknya,senyum ceria anaknya,sikap polos dan pengertian dari anaknya.


Safira tahu jika anaknya juga merindukan ayahnya.Tapi karena tidak ingin dirinya bersedih maka anaknya berusaha untuk tidak bertanya tentang ayahnya,karena setiap Safira di tanya tentang Arnam,ia pasti akan berkata‘Apakah Ina tidak bahagia bersama dengan mamah?’,atau ia akan berbicara seperti ini‘kenapa Ina selalu menanyakan papa?,tidak bisakah Ina hanya bersama dengan mamah?’.seperti itu lah kata-kata Safira yang membuat Sabrina bungkam


Dan kini Safira sadar,jika ucapan Roni benar.Karena tanpa sadar ia juga telah memberikan sedikit tekanan pada anaknya karena berusaha menjauhkan anaknya dari ayahnya.Walau bagaimana pun Sabrina pasti sangat membutuhkan ayahnya.


Dan detik berikutnya air mata itu benar-benar lolos dari pipinya,ia menangis,air matanya luruh tanpa bisa di hentikan.Ia terisak,dengan perasaan yang tidak bisa di gambarkan.Rasa sedih,marah,


kesal,kecewa itu menjadi satu,ia bukan kesal dan marah atau pun kecewa pada anaknya,melainkan pada Arnam,terlebih lagi terhadap Rima yang seakan memaksanya untuk melakukan ini.


Sehari sebelum Safira melarikan diri ke luar negeri.Ia merasa pergerakan batinnya terus bergejolak,dengan sebuah kenyataan yang benar-benar tidak bisa Safira terima begitu saja,di tambah lagi ia yang sedang hamil,rasanya emosinya benar-benar tidak stabil.


Di bentak sedikit saja ia mudah menangis,apalagi saat menghadapi masalah besar saat itu.Safira seakan berfikir jika takdir mengharuskan ia pergi untuk menjauh sejauh mungkin dari hidup Arnam.


“Aku...nggak punya pilihan”ucap Safira di tengah isakannya itu,rasanya sangat menyakitkan jika anaknya harus menderita karena keegoisan dirinya.


Tapi apa yang bisa Safira lakukan,ia hanyalah seorang pengecut,ia hanya ingin lari dari masalah yang di hadapinya saat itu!!.


Dan alasan terkuat ia melakukan itu semata-mata karena takut orang-orang terdekatnya terancam,


terlebih lagi Safira tidak ingin keluarganya sendirilah yang akan menanggung resiko jika ia tidak menuruti keinginan Rima.Ia juga tidak bisa bertahan karena tidak ingin sttres hingga menyebabkan kandungannya itu keguguran.


Walau terlihat pengecut dan egois,nyatanya ia memiliki banyak alasan untuk melakukan itu.


*****


Hiks jangan lupa like dan vote nya dong🙏😘

__ADS_1


__ADS_2