AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Penjelasan yang membuat Safira malu


__ADS_3

Tiba-tiba saat Safira keluar dari kamar anaknya,ia melihat Arnam yang telah menunggu di ruang tamu.


“Untuk apa kamu ke sini?”tanya Safira sinis,rasa marah dan benci ia tunjukkan pada Arnam.


“Ada apa?”tanya Arnam bingung.


Melihat wajah datar yang seolah tidak merasa bersalah itu,membuat Safira geram.


“Pergi!!!”karena emosi Safira langsung mengusir Arnam.


“Katakan!!”ucap Arnam yang seakan tidak ingin pergi sebelum tahu akan penyebab kemarahan Safira.


“Heh?! Tidak merasa bersalah kah?,atau memang kamu itu tipe orang yang tak tahu diri,jelas-jelas telah di usir tapi masih saja terus datang kemari”ucap Safira masih dengan nada sinis nya.


“Katakan!!,jangan terus menguji kesabaranku Safira”dengan wajah sedikit mengeras karena menahan emosi,Arnam seolah sedang memendam emosi nya itu.


Tanpa berkata Safira langsung menunjukkan ponsel milik Sabrina pada Arnam,di sana seolah menjelaskan alasan kemarahan Safira saat ini.


“Dasar pembawa pengaruh buruk”maki Safira yang seolah tak ada takut-takut nya pada Arnam.


Mendengar itu,Arnam semakin merasa emosinya seolah naik ke ubun-ubun,dengan sedikit kasar Arnam mendorong Safira ke dinding,dengan tubuhnya yang seolah mengungkung Safira.


“Katakan sekali lagi!!”ucap Arnam dengan raut wajah yang terlihat menakutkan bagi Safira.Belum pernah Safira melihat Arnam marah padanya,paling hanya mengancam kata-kata yang membuat Safira takut tapi tidak sampai menyakitinya.


Tapi kini,kemarahan Arnam seolah membuat nya jelas ketakutan,dengan berusaha tetap tenang dan menahan gengsi nya Safira pun menjawab ”Ya!,kamu adalah pengaruh buruk untuk anakku”jawab Safira terkesan menantang.

__ADS_1


Membuat Arnam tersenyum datar dan semakin mendekatkan wajahnya yang terlihat menyeramkan bagi Safira,kemarahan Arnam seolah membuat Safira lemas dan ketakutan hingga tanpa sadar tubuhnya sedikit bergetar.


“Pengaruh buruk ya bagi anak kamu”ucap Arnam terkesan mengejek sekaligus datar.


“Jelas-jelas aku juga ayahnya,dan aku berhak atas dirinya.Kamu harus ingat satu hal Safira,tanpa aku dia tidak akan ada di dunia ini”ucap Arnam datar dengan wajah semakin mengeras karena marah.


Melihat Arnam yang sangat dekat dengannya,Safira seolah tercekat hingga ia kesulitan bernapas,di tambah dengan kemarahan Arnam itu.


“Mama”tiba-tiba perhatian kedua nya teralihkan pada suara menggemaskan seorang anak kecil nan menggemaskan.


“Papa tidak bersalah,Ina yang salah”ucap Sabrina terdengar membela Arnam,dan hal itu sontak membuat Safira semakin marah.


“Masuk Ina!”ucap Safira dengan nada perintahnya.


“Masuk! atau akan mama kunci kamu dari luar”perintah Safira lagi hingga menaikan beberapa oktaf suaranya,dan hal itu membuat Sabrina semakin takut.


“Safira!!”Sudah habis kesabaran nya kini,awalnya Arnam memang selalu mengalah karena ingin menunjukkan betapa sangat Arnam mencintai Safira.Tapi nyatanya,itu seolah angin lalu bagi Safira yang seolah selalu merasa sebagai orang yang terkhianati.


Dan kini Arnam sadar,jika ia memang harus mengambil kendala penuh akan kehidupan keluarga kecilnya.Selain berkuasa penuh dalam dunia bisnis dan politik,nyatanya hal itu tidak mendapat kepuasan dari Arnam,karena yang lebih sulit untuk Arnam taklukkan adalah istrinya yang memiliki ego dan gengsi yang tinggi.


“Kamu ingin tahu kenapa aku mengizinkan anak kita' untuk bermain aplikasi itu?,baiklah akan aku katakan”ucap Arnam datar.


“Coba kamu lihat Foto profil dan biodata di sana”perintah Arnam yang awalnya hendak Safira tolak tapi meski begitu ia tetap melakukan apa yang Arnam perintah kan.


Begitu melihat profil itu,ia sedikit tercengang karena yang terlihat di sana justru foto dirinya,entah sejak kapan foto itu di ambil,seolah ia tak sadar jika sempat di foto secara diam-diam.Di sana juga tertera biodata tentang dirinya yang notabenenya telah menikah dan memiliki anak.Dan hal itu membuat Safira entah mengapa merasa malu dan kemarahan nya seolah terkikis secara perlahan.

__ADS_1


“Papa nggak suka mama saat di goda sama laki-laki yang jelas-jelas tidak setampan papa”ucap Sabrina menjelaskan sedikit berlebihan,faktanya Arnam hanya tidak suka saat istrinya di goda oleh laki-laki,entah sedikit tampan atau memang benar-benar tampan,yang jelas Arnam tidak suka jika Safira sampai di goda dan diberikan gombalan-gombalan yang menurut Arnam terdengar sangat menggelikan hingga membuat emosi nya seolah tak terkendali.


“Maka itu papa buat akun itu bial olang-olang tahu jika mama telah menikah”jelas Sabrina lagi dengan nada cadelnya itu


Membuat amarah safira seketika hilang.


“Karena aku tahu kamu tidak terlalu suka dengan hal seperti itu,maka nya aku menggunakan foto Ina untuk di posting,tapi aku tak menyangka jika anakku akan menjadi sepopuler itu dalam kurang dari satu bulan”ucap Arnam lanjut menjelaskan.Arnam terpaksa harus rela jika wajah istrinya terpampang di dunia Maya,maka nya itu ia hanya mengambil foto Safira secara sembarangan,yang terpenting terlihat jelas agar orang-oranh tahu jika Safira telah menikah.


“Apa kamu tidak sadar jika tidak pernah di dekati oleh laki-laki lagi”jelas Arnam semakin menjelaskan niatnya itu.


Safira yang mendengar itu seketika sadar,dan ucapan Arnam memang benar,hanya ada beberapa yang menggoda nya dibandingkan dengan dulu,entah laki-laki itu adalah lelaki yang tak tahu malu atau memang tak tahu jika ia telah menikah,yang jelas Safira tahu niat Arnam.


“Maaf”ucapan singkat Safira yang mampu membuat Arnam seolah terpukau karena terkejut.


Kemana sifat gengsi yang tak mau kalah itu?,apakah istrinya benar-benar minta maaf,entahlah Arnam tak terlalu peduli,tapi yang jelas jika Safira benar-benar minta maaf dan merasa malu.


Arnam tidak pernah berniat membuat Safira merasa bersalah ataupun malu,karena meski ia benar dan Safira salah Arnam akan selalu menerima jika harus di salahkan,terbukti saat Sabrina yang masih baik-baik saja meski memakan es krim.Dan Arnam tak ingin membahas itu,karena akan membuat Safira malu.


Satu hal yang Arnam tahu,Safira akan sangat peduli dengan pandangan orang-orang terdekatnya,dan ia akan merasa malu dan gengsi pada orang-orang terdekatnya.


Sedangkan untuk pandangan orang luar yang kadang menganggap atau sering menjelek-jelekan dirinya,meskipun itu tidak benar,Safira tetap abai dan seolah tak perlu menjelaskan siapa dirinya.


Baginya kepedulian nya dan segala emosi nya akan muncul pada orang-orang yang berharga.Misal saat ini,ia sangat marah pada anaknya karena kejadian hari ini,dan hal itu karena kesalahpahaman.Rasa marah yang begitu besar seolah menyembunyikan betapa sayang dan cinta nya ia pada anaknya.


“Mah,boleh kah Ina ikut pentas”ucap Sabrina tiba-tiba dengan nada memohon.

__ADS_1


__ADS_2