AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Om mau nggak jadi papah aku?


__ADS_3

Suara yang terdengar akrab dan familiar di telinga Safira itu,ia bahkan bisa menebak dan tahu jika suara itu milik Arnam.


“Apa kamu ingin mendapatkan hadiah itu?!”Arnam berbicara sambil menunduk.Tubuhnya yang tinggi dan kekar itu,terlihat sangat tinggi bagi Sabrina yang hanya setinggi paha nya Arnam.


“Om”Sabrina terlihat terkejut,meski kini Arnam sedang memakai topi serta masker untuk menutupi wajahnya,tetap saja mata elangnya yang terlihat tajam itu akan di kenali oleh Sabrina dengan mudah.


“Om?”beo Safira tak mengerti,kapan Sabrina dan Arnam pernah bertemu?.Meski ia juga tahu jika orang yang ada di hadapannya itu Arnam,tapi ia tak tahu Sabrina kenal Arnam dari mana.


Arnam mengedipkan matanya seolah sebuah kode,dan Sabrina yang memang pada dasarnya pintar dan peka itu,ia hanya mengerjapkan matanya lucu.


“Bukankah ina memang halus memanggil olang om,kalau bukan itu,telus ina panggilannya apa?,ayah gitu”ucapan Sabrina yang berhasil menohok Safira.


“Kamu panggil dia om saja”putus Safira egois,ia tidak ingin Sabrina tahu jika Arnam adalah ayahnya,karena Safira berfikir bisa saja Arnam akan merebut Sabrina darinya.


Mengabaikan ucapan Safira,Arnam hanya menekuk lutut dan menatap ke arah Sabrina.


“Mau papah bantu untuk dapatkan itu”ucap Arnam yang langsung membuat Safira terkesiap,dan Sabrina hanya tertegun,ia menatap ke arah Safira sedikit bingung.


“Siapa anda yang seenaknya menyebut diri anda papah di hadapan anak saya!”kesal Safira terlihat gelisah,takut anaknya nanti akan tahu jika Arnam ayahnya,apalagi Arnam kaya dan berkuasa,lebih lagi akhir-akhir ini Safira hampir sering melihat berita tv nasional yang ada di negara tempatnya kini tinggal.


Arnam seolah-oleh sangat hebat saat sang pembawa acara menceritakan tentang kehebatan Arnam,lebih lagi sekarang Arnam bukan hanya pembisnis biasa,ia juga masuk ke dalam dunia politik.


“Bukankah kamu mengatakan jika anak manis ini tidak bisa memanggilku ayah,lalu kenapa tidak aku coba saja untuk dia memanggilku papah.Bukankah itu sangat serasi dengan panggilan nya ke kamu”.


Arnam berkata dengan suara datar yang terdengar lembut.

__ADS_1


Arnam tidak tahu alasan jelasnya kenapa Safira pergi.Walau baru-baru ini Arnam mencari tahu,dan menurut informasi,sebelum Safira pergi ia bertemu dengan ibu nya.Dan ia tidak tahu secara detailnya,walau begitu Arnam merasa sedikit kecewa.Tapi alasan ia bersikap datar dan sedikit dingin karena hal itu,bisa melindungi Safira dan Sabrina nantinya.Terlalu banyak musuh,hingga Arnam harus sempurna dalam menyembunyikan kelemahannya itu.


Safira yang hanya diam,ia seolah merasa tertohok dengan ucapan Arnam tadi,hingga ja tidak tahu harus berkata apa.


Tiba-tiba Safira melihat Arnam berbisik pada Sabrina.


“Om sedang berusaha mengejal mamah?.Jadi,om mau jadi papah ina gitu?”Sabrina membulatkan matanya yang terlihat lucu di mata Arnam.Hingga tanpa sadar Arnam mencubit hidung mancung Sabrina pelan.


“Iya”Jawab Arnam singkat


Meski Sebenarnya Arnam sangat tidak suka dengan anak-anak,tapi berbeda dengan Sabrina,ia sangat menyukai dan menyayangi Sabrina,hanya saja ia tidak tahu cara mengekspresikan rasa senang dan sayangnya itu.


Di tambah lagi,Sabrina adalah anak kandung nya,yang benar-benar ia inginkan dulu sebelum menikah dengan Safira.


Mendengar jawaban Arnam,tiba-tiba Sabrina terlihat lesu dan sedikit sedih"Ina bukan nggak suka sama om,Ina emang mau dan melasa senang jika om mau jadi papah Ina.Tapi...tapi Ina takut papah kandung Ina bakal sedih,kalau ia tahu jika ibu menikah dengan om,telus dia kecewa kalena Ina sudah punya papah Balu(baru)"ucap Sabrina jujur,ia memang tipe anak yang jujur dan to the point.


“Jadi om nggak ada kesempatan jadi ayah kamu?”tanya Arnam berpura-pura terlihat marah,di tambah wajahnya yang sudah terbiasa datar itu langsung membuat Sabrina panik karena takut Arnam tersinggung.


“Bukan,bukan begitu om,om boleh kok jadi papah Ina,tapi jangan lebut(rebut) mamah dari ayah kandung Ina.Ina janji bakal panggil om papah sesuai pelmintaan om”Wajahnya terlihat menggemaskan.


Mana mungkin Sabrina akan menyia-nyiakan papah gratis di hadapannya,meski masih anak kecil, sebenarnya Sabrina sedikit licik,dan itu menurun dari sifat Arnam.


Sabrina tahu jika Arnam orang penting dan hebat,ia tidak akan menyia-nyiakan hal itu,karena ia akan memanfaatkan Arnam.Lebih tepatnya Sabrina akan menggunakan Arnam untuk melindunginya,dan ibunya dari orang yang menindasnya


“Tapi om sudah bilang,om mau mengejar ibu mu”

__ADS_1


Mendengar itu Sabrina terlihat bingung mau menjawab apa,sedangkan Arnam diam-diam tersenyum.Arnam tidak menyangka jika anaknya sudah sesayang itu padanya,padahal ia tidak tahu wajah ayahnya sama sekali.


“Om sini deh,aku mau kasih tahu rahasia mamah sama om”Sabrina berbisik pelan,berharap ibunya tidak mendengar ucapan nya.


Arnam sedikit melirik ke arah Safira sejenak,dan Safira yang sadar akan hal itu langsung memalingkan wajahnya ke arah lain,dengan raut wajah kesal.


“Mamah itu wanita yang suka tidul,susah banget kalau di bangunkan,kayak kebo,suka ngilel (ngiler) lagi pas tidur,jadi mendingan om cari istli (istri) yang lain aja ya”Safira berbisik semakin pelan,ia tidak memiliki pilihan lain selain menjelekan-jelekan ibunya,walau cadel Sabrina berusaha menekan huruf R agar Arnam mengerti ucapannya.


Arnam yang mendengar itu sebenarnya ingin sekali tertawa,tapi ia tahan saat melihat raut wajah anaknya yang terlihat sangat menggemaskan.Segitu tidak mau nya kah Sabrina jika sampai ibunya menikah dengan orang lain?,seolah Sabrina sedang menjaga ibunya untuk ayahnya saat pulang nanti.


Seandainya nanti Sabrina tahu jika ia ayahnya,tidak bisa Arnam bayangkan gimana reaksi anaknya nanti.


Oke! saat ini Arnam akan menikmati masa-masa dimana ia dianggap sebagai ayah gratis' oleh anaknya.


“Begitu kah?”tanya Arnam berpura-pura tak yakin, dan langsung di jawab anggukan cepat oleh Sabrina.


“Iya om,mamah juga nggak pandai masak,masakan mamah nggak enak.Asin banget,jadi mendingan om cali Olang lain untuk jadi istli om ”Tambah Sabrina lagi.


Hingga,Safira yang hanya diam tiba-tiba merasa kupingnya panas,entah apa yang sedang anaknya katakan pada laki-laki di hadapannya itu,yang jelas Safira tidak tahu karena ia berada cukup jauh dari jarak mereka berada.


*****


Kalau baca Safira dan Sabrina mesti teliti ya,karena namanya emang agak mirip kalau nggak teliti.


__ADS_1


Si gemoyy,lucu bgt nggak sih❤️🙈🙈


__ADS_2