AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Kedatangan Rima


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Sejak kejadian itu hubungan Safira dan Arnam kembali memburuk.Dan kini di saat Safira ingin keluar dari rumah,ia tidak menyangka jika seseorang yang sangat tidak ingin ia temui datang untuk menemuinya.


“Apa kabar?”sapa Rima terdengar sinis.


“Ada apa ya?”tanya Safira berusaha sopan.Ia Sebenarnya ingin pergi tanpa harus bertemu dengan Rima,tapi ia tidak bisa melakukan itu.Seakan langkah kakinya tidak mengizinkan dia untuk menjadi penakut dan pengecut.


“Saya tanya kabar kamu?,tapi kamu malah bertanya balik.Nggak sopan!”terdengar jelas hinaan yang terkandung dalam nada sinis itu.


“Seperti yang anda lihat.Keadaan saya baik”jawab Safira masih dengan nada sopannya.Safira tidak ingin berdebat,jadi ia memilih untuk menjawab seadanya.


“Terlambat,saya nggak butuh jawaban kamu!”jawab Rima terdengar acuh.


Tanpa berkata apapun lagi,Rima langsung masuk ke dalam rumah yang belum sempat di kunci oleh Safira.


Melihat itu,Safira pun mulai mengikuti langkah Rima dari belakang.


Sedangkan Rima yang telah masuki rumah Arnam dan Safira,ia bersikap santai seakan itu rumah nya.


‘Lagipula rumah ini di beli pakai uang Arnam,jadi aku berhak melakukan apa aja di rumah ini’pikir Rima yang langsung duduk di sofa.


Saat bokongnya menyentuh sofa yang berwarna coklat,ia terlihat mengerutkan bibirnya.“Sangat keras!,tidak seperti sofa yang biasa saya duduki”keluh Rima yang langsung di dengar oleh Safira.


Meskipun begitu,Safira hanya diam berusaha untuk bersikap santai.“Tapi menurut saya sofa ini cukup lembut”jawab Safira saat telah duduk di sofa yang berada cukup jauh dari Rima.


“Itu karena selera kamu dan selera saya berbeda”terdengar Rima kembali berkata sinis.

__ADS_1


Safira tetap diam,seolah ia enggan untuk meladeni perdebatan itu.“Ada keperluan apa anda kemari?”tanya Safira langsung tanpa basa-basi.Ia sengaja tidak memanggil Rima dengan sebutan ibu,itu karena keinginan dari Rima sendiri.


Menatap ke arah Safira cukup lama,Rima tersenyum sejenak sebelum berkata.“Hanya ingin melihat rumah yang telah membuat anak saya sangat betah untuk tinggal berlama-lama”ucap Rima masih dengan nada sinisnya.


Sebenarnya tanpa sepengetahuan Rima,selama Safira tinggal bersama kedua orang tuanya.Arnam jarang pulang ke rumah,apalagi ke mansion tempat ibu nya tinggal.Karena Arnam akan lembur di perusahaan dan tidur di kamar yang di sediakan di ruangan Arnam,dekat dengan ruang kerjanya.


“Tapi ternyata rumahnya tidak sebagus yang saya kira”lanjut Rima dengan senyum mengejek.


Awalnya Rima kira Safira akan marah dan terbawa emosi karena ledekan nya itu.Tapi nyatanya Safira masih bersikap tenang.Bahkan dari awal Rima memang sengaja berbicara dengan nada buruk agar Safira tersinggung dan marah,tapi nyatanya itu tidak berhasil.


“Langsung keintinya saja”ucap Safira sambil melihat jam yang ada di ponselnya.


“Kebetulan saya ada janji dengan seseorang”lanjut Safira langsung menatap ke arah Rima.


“Baiklah,saya tidak perlu basa-basi lagi”Rima melipat tangannya di dada,ia menyandarkan kepalanya di sandaran kursi dan menatap ke arah Safira malas.


“Tinggalkan Arnam!”ucap Rima tegas.


“Tanpa anda minta saya sebenarnya akan melakukan itu”jawab Safira datar.


“Kenapa?,apa kamu tidak ingin meninggalkan Arnam karena hartanya?.Sebutkan saja berapa nominal uang yang kamu inginkan?”ucap Rima angkuh.


Sontak Safira yang mendengar itu hanya bisa diam dengan tangan terkepal erat di bawah meja,ia berusaha menenangkan amarahnya itu.Ia tidak terima dengan ucapan Rima yang seolah menghinanya.


“Seberapa pun uang yang saya inginkan,bukankah suami saya mampu memberikan itu pada saya.Lagipula uang anda adalah uang suami saya”ucap Safira dengan nada setenang mungkin,tapi berhasil menohok Rima.


Rima langsung merasa kesal dan marah karena hal itu.Ia langsung menegakkan punggungnya dan menatap Safira dengan tatapan sengit.

__ADS_1


“Uang anak saya adalah milik saya!,lagipula apa jadinya dia tanpa ada saya,ibu nya!!”terdengar Rima mengatakan itu dengan penuh penekanan.


“Anda tenang saja,saya punya rencana sendiri”jawab Safira masih dengan wajah tenangnya.


Sepertinya semenjak kejadian waktu itu,Safira sudah memantapkan diri untuk berusaha tenang jika nanti berhadapan dengan Rima ataupun Arnam.


“Masalahnya adalah,hubungan Rena dan Arnam tidak akan ada kemajuan jika ada kamu di antara mereka”Rima terdengar tidak suka saat mengatakan itu.Kata-katanya seolah mengatakan jika Safira seperti orang ketiga dan penghambat di antara hubungan Arnam dan Rena.


“Sudah saya katakan!.Anda tenang saja,saya sudah ada rencana.Beri saya waktu 3 minggu,maka apa yang anda inginkan akan terjadi”jawab Safira lagi.


“Baik,akan saya pegang kata-kata kamu.Dan kalau dalam waktu tiga minggu kamu tidak melakukan apa yang kamu janjikan,bukan kamu yang akan menanggung akibatnya,tapi keluarga kamu!!”ucap Rima tersenyum licik,dan langsung bangkit dari duduknya.Ia berjalan pergi meninggalkan Safira.


Melihat kepergian Rima,Safira hanya bisa bernafas lega.Tadi Safira berusaha mati-matian untuk tidak terbawa emosi,ia juga bersusah payah bersikap santai dan tenang.Awalnya ia pikir ia tidak akan bisa bersikap seperti tadi,tapi nyatanya ia bisa.


...*****...


Sementara di tempat Arnam saat ini.


Arnam yang kini sedang melihat rekaman pengawas yang ada di mansion ibu nya melalui komputer miliknya.


Arnam memang tidak mendengar apa yang ibunya katakan saat berteriak memanggilnya,tapi ia merasa penasaran dan curiga akan sesuatu.Dan setelah melihat rekaman cctv,Arnam akhirnya paham.


“Apa yang akan anda lakukan tuan?”tanya Toni yang ikut melihat rekaman cctv itu.


“Seperti yang kamu lihat,saya akan melakukan apa yang di katakan oleh Rena,bukankah itu keinginan nya”jawab Arnam sambil tersenyum dingin.


Bukankah Rena mengatakan jika dirinya mengatakan untuk bercerai,padahal nyatanya belum mengatakan itu sama sekali.Dan bagaimana respon Rena nanti jika dirinya menceraikannya???

__ADS_1


Mendengar itu,Toni hanya mengangguk tanda mengerti.Karena tanpa sepengetahuan Rima dan Rena,Arnam telah memasang kamera pengawas hampir di seluruh sudut ruangan yang ada di mansion,itu Arnam lakukan sejak Rima memberikan obat perangsang padanya.


*****


__ADS_2