
Sedangkan di tempat yang sama.
Arnam yang berada sedikit jauh dari tempat Safira berada.Ia yang melihat interaksi antara Sabrina dan temannya itu,ia hanya diam saat melihat pemandangan yang terlihat lucu baginya,tanpa sadar Arnam tersenyum tipis di balik penutup wajahnya.
Arnam tahu,anaknya memang anak yang amat lucu dan menggemaskan,anak kebanggaan juga sumber kebahagiaan nya itu!.
Betapa sangat sayangnya Arnam pada anaknya itu.
Tapi sayangnya Arnam tidak bisa bertemu dan mencurahkan kasih sayangnya untuk Sabrina secara langsung.Meski begitu,ia selalu memantau dan memperhatikan anaknya secara diam-diam,serta melindungi nya tanpa diketahui oleh Safira.
“Tuan”panggilan sopan dari salah seorang laki-laki,yang selama ini memata-matai dan diam-diam melindungi Safira dan Sabrina dari jarak jauh.
Lelaki itu dengan sopan berdiri di samping Arnam.
“Kerja bagus”puji Arnam pada laki-laki itu karena menjalankan tugasnya dengan baik,yaitu mengawasi dan menjaga Safira dari jarak sejauh mungkin,tentu agar Safira tidak sadar akan hal itu.
“Terima kasih tuan,saya akan lebih bekerja keras lagi”ucap laki-laki itu yang bernama Thomas dengan sedikit menunduk hormat.
“Besok perintahkan Dodo untuk kembali bertugas”ucap Arnam yang seakan mengatakan jika ia telah mencabut hukuman Dodo.
Dodo adalah laki-laki yang selama ini bertugas menjaga Sabrina,sama seperti Thomas yang juga bertugas untuk menjaga Safira.Dan karena kejadian beberapa waktu lalu saat Sabrina hampir tertabrak.
Arnam langsung menghukum Dodo karena keteledorannya itu.
Tapi kini Thomas yang mendengar ucapan Arnam tentu tahu maksud dari perkataan Arnam.
“Akan saya sampaikan tuan”jawab Thomas patuh.
Tanpa berbicara lagi,Arnam hanya diam dan kembali memperhatikan interaksi anak dan istrinya.
...*****...
Dan di tempat Safira berada
__ADS_1
Safira yang tidak tahu jika sedang di awasi hanya bersikap seperti biasa.
Selalu ceria dan penuh perhatian dalam menjaga anaknya!.
“Mamah,Ina senang banget bisa ke kebun binatang.Banyak banget satwa yang hanya Ina lihat dari tv,dan kini Ina bisa lihat itu secala langsung”ucap Sabrina dengan mata berbinar-
binar.Ia terlihat sangat antusias saat mendengar seorang pemandu menjelaskan tentang nama-nama satwa dan jenisnya.
“Iya,mamah senang kalau lihat Ina senang”jawab Safira yang langsung tersenyum saat melihat tingkah anaknya itu.
“Kalau begitu kita istirahat di sana”tunjuk Safira pada kursi yang sempat di duduki oleh Salma dan Della tadi.
“Kalian berdua pasti capek,kita istirahat di sana sambil duduk yuk!”ajak Safira yang langsung di angguki oleh Sabrina dan Anne.Kebetulan mereka berdua memang benar-benar capek dan lapar.
Mereka bertiga pun akhirnya duduk.
“Anne,dimana mamah sama papa kamu sayang?,kenapa belum sampai juga?”tanya Safira lembut sambil menatap ke arah Anne.
“Nggak tahu Tante,sepertinya masih di jalan”jawab Anne sambil asyik bercengkraman dengan Sabrina.
“Ina capek sayang?”tanya Safira perhatian dan Sabrina langsung mengangguk dengan cepat.
“Ina capek,tapi Ina juga senang kalena bisa melihat banyak satwa di sini”jawab Sabrina dengan sedikit cengengesan.
Safira yang mendengar itu hanya mengangguk sambil tersenyum lembut.
“Kalian lapar?”tanya Safira lagi ke arah Anne dan anaknya.
“Sedikit Tante/ina lapar”jawab mereka cepat dan kompak.
“Tapi kan kita harus nunggu mamah datang Tante,aku takut nanti mamah kesulitan cari kita”ucap Anne mengungkapkan kebimbangan nya itu.
“Kalau begitu,Tante akan kabarin mamah kamu.Biar nanti mamah sama papa kamu nyusul ke sana”Jelas Safira yang langsung di jawab anggukan tanda setuju dari Anne.
__ADS_1
Mereka bertiga pun bangkit dari duduknya dan berjalan menuju restoran yang berada di sekitar.
Sesampainya di restoran,Safira dan kedua bocah kecil itu pun langsung memesan makanan yang mereka sukai.
“Sudah selesai pesan?”tanya Safira pada kedua anak itu yang langsung menjawab dengan anggukan singkat.
Pelayan yang telah mencatat menu makan,ia dengan segera pamit untuk mengambil menu sesuai dengan pesanan.
“Kamu tahu alasan mamah kamu telat?”tanya Safira pada Anne yang berada di hadapannya.
“Tahu Tante...”anne awalnya hendak menjelaskan,tapi langsung tersela oleh ucapan seseorang.
“Maaf kami telat”ucap wanita cantik yang terlihat dewasa,ia adalah ibu dari Anne.
“Mamah”anne langsung turun dari kursi dengan terburu-buru.Safira yang melihat itu awalnya hendak membantu Anne turun.Tapi,karena Anne sudah lebih dulu berjalan ke arah mamah nya,ia pun akhirnya hanya melihat interaksi antara ibu dan anak itu.
“Maaf mamah telat Anne”ucap wanita itu sambil membelai rambut anaknya.
Anne hanya menjawab dengan senyum cerah sambil mengangguk.Yang terpenting baginya,ibu nya sudah datang.Karena sangat sulit bagi Anne untuk sekedar berlibur bersama,kadang ayahnya yang tidak bisa hadir atau kadang ibunya yang tidak bisa hadir,tapi kini mereka berdua datang bersama-sama,dan malah ada anak kecil yang di bawa.
“Kak Azkar”sapa Anne pada anak laki-laki yang terlihat lucu juga tampan di saat bersamaan.
Anak laki-laki yang di sapa itu hanya menjawab dengan anggukan dan senyum tipis.
Anne yang melihat itu balas tersenyum,ia menoleh sejenak ke arah Sabrina dan mengedipkan sebelah matanya.Seakan mengatakan jika orang yang di rahasiakan akan kedatangannya tadi adalah Azkar.
Tak lupa senyum jenaka yang terlihat meledek ke arah Sabrina.Melihat itu Sabrina hanya menatap Anne sejenak lalu memalingkan wajah.Ia tidak suka di ledek!
“Hmmp”Sabrina memalingkan wajah sambil bersedekap dada,ia merasa malu,tapi bukan karena suka.
Sabrina hanya tidak suka dengan ledekan Anne padanya,ia sering merasa kesal pada Anne yang seolah menjodoh-jodohkan mereka berdua.Padahal Anne tahu Sabrina tidak menyukai Azkar karena sikap Azkar yang pendiam dan kaku.
*****
__ADS_1
Note: Mamah Safira kalau pas dandan,jadi cakep kan,plus kelihatan cute🤭🤭