AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Safira mengunjungi ayahnya


__ADS_3

* Di dalam kamar Hadi.


Safira yang kini sedang duduk tepat di samping Hadi,ia sedang meluapkan kerinduannya melalui pelukannya yang memeluk ayahnya dengan erat.


“Kenapa ayah tidak bilang lebih dulu pada Safira kalau ayah sedang sakit?”tanya Safira dengan nada sedikit kesal.


“Ini bukan masalah serius nak,ayah hanya sakit biasa”Hadi mencoba menenangkan kekhawatiran anaknya.


“Ini masalah tentang kesehatan ayah,jadi bagi Safira ini adalah masalah yang serius”


“Bagaimana keadaan kamu sekarang?,apa kamu baik-baik saja?”tanya Hadi memilih mengalihkan topik.


“Safira selama ini baik-baik saja yah.Tapi sejak mendengar jika ayah sedang sakit,Safira jadi tidak baik-baik saja,karena Safira khawatir pada ayah”ucap Safira terdengar sedikit manja.


Sudah lama sekali Safira ingin bersikap manja seperti ini pada ayahnya,tapi karena ia berfikir jika anak pertama harus kuat dan tidak bisa terlalu bergantung pada orang tuanya,maka ia berusaha untuk tidak manja lagi.Tapi kini ia ingin bersikap manja dan mungkin itu bawaan dari bayi yang sedang di kandungnya.


“Yah..maaf kan ayah”


Hadi merasa senang melihat kelakuan anaknya itu,ia dengan lembut mengusap rambut anaknya dengan sayang.


“Oh iya,kenapa ayah baru kasih tahu Sekarang?,kenapa nggak dari pas waktu pertama ayah sakit saja?”tanya Safira saat melepaskan pelukannya itu.


Hadi diam dan menatap Safira dengan tatapan yang sedikit rumit.


“Apa kamu bahagia dengan pernikahan kamu?”tanya Hadi yang sebenarnya sudah tahu jawabannya.Tapi ia hanya ingin memastikan saja.


Safira hanya diam saat mendengar pertanyaan dari ayahnya itu.


“Kenapa ayah bertanya seperti itu?”tanya Safira yang malah balik bertanya.


Safira tidak tahu harus menjawab seperti apa.Di satu sisi,ia memang masih marah dan merasa tidak akan bisa memaafkan Arnam,tapi di sisi lain jika ia mengatakan kalau ia hidup dengan tidak bahagia,ia khawatir jika kesehatan ayahnya akan menurun,


karena terlalu khawatir padanya.Lagipula Safira juga tahu jika tanpa di beri tahu tentang masalahnya,


ayahnya pasti sudah tahu dan dapat menebak itu.

__ADS_1


“Jika kamu tidak bahagia dengan pernikahan kamu itu,maka jika kamu ingin bercerai dengannya,ayah akan mengizinkan itu”Hadi berbicara dengan nada yang terdengar sangat berat.


“Tidak ayah!.Bukankah ayah pernah mengatakan pada Safira dulu,kalau pernikahan itu bukanlah sesuatu hal yang main-main.Ayah juga sering bilang pada Safira jika Safira menikah,maka Safira harus mempertahankan pernikahan Safira meski sulit.Bukankah ayah juga mengatakan jika pernikahan itu cukup sekali seumur hidup,tanpa ada perceraian”tegas Safira.Ia berusaha berkata dengan tegar agar tidak terlihat lemah di hadapan ayahnya.


“Iya itu dulu,tapi ayah benar-benar tidak sanggup jika hanya diam dan melihat anak ayah menderita” Hadi mengatakan itu dengan nada yang terdengar sangat rendah.


“Ayah masih ingat dulu,saat kamu masih bayi.Saat itu ayah selalu menggenggam tangan mungil kamu dengan hati-hati,ayah berfikir jika ayah memegang tangan kamu dengan sedikit keras,ayah takut tangan kamu akan kesakitan.Dan pada saat itu juga ayah sudah berjanji pada diri ayah sendiri,untuk berusaha membuat kamu bahagia dan selalu tersenyum,tanpa ada yang menyakiti kamu”ucap Hadi lagi yang langsung membuat hati Safira tiba-tiba merasa tersentuh sekaligus terharu.


“Ayah...”Safira tidak tahu harus berkata seperti apa,rasanya suara nya tercekat dengan air mata terharu yang berusaha ia tahan.


“Meski ayah harus merelakan kamu di ajar bela diri oleh kakek kamu,tapi ayah juga merasa sedikit sedih,karena apa yang kakek kamu bilang pada ayah itu ada benarnya.Ayah tidak bisa selalu bersama kamu,dan ayah tidak bisa selalu melindungi kamu.Dan di situlah rasa bersalah dan tidak berdaya ayah muncul,ayah menyadari jika ayah hanya manusia biasa,yang pasti tidak dapat berbuat banyak meski ayah ingin selalu melindungi kamu”lanjut Hadi lagi yang langsung membuat Safira menundukkan kepalanya.


Safira yang tanpa sadar meneteskan air matanya,ia dengan cepat menghapus air matanya itu,ia merasa malu jika ayahnya tahu bahwa anak kuat yang selama ini ayahnya bangga kan itu juga memiliki sifat cengeng.


“Ayah adalah ayah yang terbaik bagi Safira!,jadi stop menyalahkan diri ayah sendiri,karena itu bukan kesalahan ayah,itu murni salah Safira yang terlalu bodoh dan percaya pada laki-laki yang Safira cintai!!”ucap Safira dengan sedikit menekan di setiap kata yang ia ucapkan.


“Kenapa kamu tidak ingin berpisah darinya?”tanya Hadi yang bisa menebak jika ada alasan di balik sikap Safira yang bersikeras ingin mempertahankan rumah tangganya itu.


“Aku sedang hamil ayah,sebenarnya jika tidak ada anak ini mungkin aku gak mampu untuk bertahan dengan pernikahan ini”ucap Safira jujur.


Safira mengelus perutnya yang masih rata dengan sayang.


“Nggak,ayah nggak akan membenci anak itu,karena ayah tahu jika anak itu tidak salah apa-apa”jawab Hadi langsung.


“Terima kasih ayah”


Safira langsung memeluk ayahnya kembali.“Kenapa dia ada di sini?”tanya Hadi tiba-tiba saat ia mulai sadar akan kehadiran Arnam.


“Dia bilang dia khawatir dengan keselamatan anaknya,maka dari itu dia bersikeras untuk ikut”jawab Safira pelan.


Hadi yang mendengar itu hanya diam untuk sejenak.


“Kalau begitu kamu keluar dulu,ayah ingin berbicara berdua dengan suami kamu”putus Hadi terdengar mutlak,hingga Safira pun tidak punya pilihan untuk menolak itu.


...*****...

__ADS_1


Saat ini Arnam dan Hadi sedang duduk dengan saling berhadapan,dengan Hadi yang duduk bersandar di kasur,sedangkan Arnam duduk di kursi yang di sediakan untuknya.


“Jika anda tidak mampu untuk membahagiakan anak saya,lebih baik anda melepaskan dia”Tatapan Hadi terlihat dingin,dengan nada suara yang tak kalah dingin yang terdengar seolah seorang ayah yang sedang melindungi anaknya.


“Bukankah anda telah mendengar jika istri saya sedang hamil?”Arnam seolah mengatakan jika ia dan Safira tidak bisa bercerai dengan kondisi Safira saat ini.


“Anda bisa menceraikan anak saya saat dia telah melahirkan”Entah Hadu dapat keberanian dari mana hingga berani mengatakan itu.


Memang benar Hadi telah tahu tentang status Arnam,tapi yang ia pedulikan hanya kebahagiaan anaknya.


Arnam menatap Hadi dengan senyum dingin miliknya,harus Arnam akui jika ia merasa kagum dan menghargai keberanian Hadi.


“Anda adalah orang kedua yang Saya kagumi”ungkap Arnam yang hanya di tanggapi dengan tatapan tak mengerti dan tidak peduli dari Hadi.


“Sebelum anda meminta saya meninggalkan anak anda,lebih baik anda mendengar kan cerita saya terlebih dahulu”Arnam berbicara formal,karena ia tahu jika ini bukan saatnya ia berbicara seperti biasa,walau memang biasanya ia juga sering berbicara dengan nada datar,tapi jelas ini berbeda karena Arnam berkata dengan sedikit dingin.


“Pertama,saya sengaja menyembunyikan identitas saya karena ada alasannya,salah satunya adalah karena jika anda tahu identitas saya,maka saya tahu jika anda tidak akan merestui hubungan kami ini”jelas Arnam yang bisa menebak itu.


Dan Hadi hanya diam mendengarkan apa yang akan di katakan oleh Arnam selanjutnya.


“Saya tahu apa yang anda khawatir kan.Anda takut jika anak anda akan di rendahkan atau di pandang sebelah mata oleh orang lain,tapi saya akan berusaha untuk menjamin agar anak anda tidak di rendahkan oleh siapapun,termasuk ibu saya”tegas Arnam,tentu ia telah berjanji pada dirinya sendiri untuk melindungi Safira segenap hatinya.


“Lalu,untuk masalah saya telah menikah dengan orang lain,itu ada alasannya,dan saya tidak bisa mengatakan itu sekarang,karena yang hanya perlu anda lihat adalah usaha saya untuk membahagiakan anak anda”ucap Arnam lagi.


...*****...


Sementara itu,Safira dan Rara yang sedang menunggu di luar,mereka terlihat cemas sekaligus penasaran.


“Kak,gimana ini?,aku takut ayah kenapa-napa”dengan cemas Rara bicara.


“Kalau sampai Arnam berani macam-macam pada ayah,biar kakak yang akan balas dia”


“Memangnya apa yang akan aku lakukan pada ayahmu sayang”


Arnam yang tiba-tiba keluar dari kamar Hadi,ia melihat ke arah Safira yang juga langsung menatap ke arahnya.

__ADS_1


__ADS_2