AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Memberi pelajaran pada teman yang suka pamer


__ADS_3

Sabrina terlihat seolah sangat sedih,matanya sedikit berkaca-kaca dan langsung memeluk kaki Arnam.


Melihat hal itu raut wajah Arnam berubah jadi sedikit serius dan datar.


“Apa masalahnya dengan orang cadel,justru itu terdengar lucu dan menggemaskan”ucap Arnam terus mengusap anaknya dengan sayang.


“Tapi aku sedih pah,Icha bilang aku juga bodoh”adu Sabrina semakin memanas-manasin Arnam.


“Kamu!”ucap Arnam dengan raut wajah datar dan nada yang terkesan menyeramkan bagi Icha.


“Dimana ibu kamu”Tanya Arnam seolah ingin berbicara langsung dengan ibu dari Icha agar tidak mengejek anaknya lagi.


Melihat Icha yang sedikit ketakutan dan mata yang sedikit berkaca-kaca,Sabrina diam-diam tersenyum.


Jangan anggap Sabrina jahat,ia hanya ingin mengerjai Icha saja,selama ini tidak ada yang


berani menyinggung Icha karena ayah tirinya kaya raya,belum lagi Icha adalah tipe anak yang suka ngebuli teman-temannya,dan tidak ada yang bisa membuat Icha takut,karena anak-anak itu tidak mengadu pada ibu masing-masing tentang kelakuan Icha,secara TK itu juga milik ayah tiri Icha,,jika pun mengadu maka anak yang di buli akan di keluarkan.


Jika anak sekecil itu saja sudah sekejam itu,tidak bisa dibayangkan bagaimana besarnya nanti.


“Mamah”teriak Icha kemudian sambil menangis.Leli si ibu berbaju hijau yang tadi sempat berbincang,ia yang mendengar anaknya menangis langsung menghampirinya.


“Ada apa sayang”tanya Leli lembut,dan Icha hanya diam.


Melirik ke arah depan Leli kaget dengan apa yang ada di hadapannya.


“Gila cakep bener”ucap Leli tanpa sadar,hingga anaknya kemarin gaunnya hingga Leli yang sempat melamun kembali tersadar.


“Iya ada apa nak?”tanya Leli lagi.

__ADS_1


“Om itu marahin Icha mah”Entah mengapa aura Arnam berhasil membuatnya ketakutan,bahkan selama ini ia sering dimarahin tapi meski begitu ia tidak pernah merasa takut dan jera,dan entah kenapa di hadapan Arnam ia takut bukan main.


“Tunggu kalau nggak salah ibu pernah lihat deh wajah nya”Leli berfikir sejenak dan memperhatikan raut wajah Arnam yang terlihat datar.


“Saya ingin mengatakan agar ibu bisa mendidik anaknya dengan baik,dan jika saya tahu dia menyinggung anak saya,saya tidak akan diam saja”ucap Arnam datar dengan raut wajahnya yang serius.


Leli yang mendengar itu tiba-tiba ingat siapa Arnam,dan ia sedikit mundur ketakutan saat sadar akan hal itu.


“Maaf tuan,akan saya didik anak saya dengan benar”ucap Leli sedikit gemetaran.


Arnam mengabaikan ketakutan Leli itu,ia memilih menggendong anaknya dan mengantarkan Sabrina ke kelas nya berada.


“Belajar dengan benar,nanti akan papah jemput saat pulang”ucap Arnam saat telah berada di kelas Sabrina.


Sabrina pun hanya mengangguk patuh sambil tersenyum,melihat Arnam telah pergi Sabrina masuk ke dalam kelasnya.


“Wah Sabrina siapa itu tadi?”tanya salah satu temannya.


“Wah,apakah papah mu artis,kenapa bisa setampan itu”ucap salah satu anak yang baru masuk,ia sempat memperhatikan wajah Arnam yang sangat tampan.


Teman-teman yang di kelas pun tak kalah penasaran,mereka juga melihat interaksi Arnam dan sabrina,juga wajah Arnam yang benar-benar tampan.


“Bukan dia seolang pembisnis”jawab Sabrina masih dengan cueknya,”Lagipula kenapa perlu bekerja jadi artis jika sudah kaya,yang jelas papahku juga lebih kaya dari si om Arnold itu”ucap Sabrina yang tiba-tiba teringat artis favorit ibunya.


“Wah,kapan-kapan ajak kita ke rumah kamu ya”


“Boleh,asal kalau papah bolehin”ucap Sabrina yang hendak di cerca pertanyaan lagi,tapi sayangnya guru TK sudah datang.


Mereka pun mulai belajar sambil bermain selayaknya anak-anak.

__ADS_1


\*\*\*


Seusai sekolah,Sabrina pun hendak pulang.Ia menelepon ayahnya menggunakan handphone barunya.


“Pah,aku sudah boleh pulang”ucap Sabrina memberitahu.Tapi baru beberapa detik mengatakan itu, tiba-tiba ia melihat sebuah mobil berhenti di hadapannya.Dan ternyata itu mobil ayah gratis' nya,siapa lagi kalau bukan Arnam.


“Masuk sayang”Terdengar kaku juga datar saat mengatakan itu,karena memang Arnam belum terbiasa memanggil sayang selain pada istrinya.Dan karena sifat Arnam yang tidak suka anak-anak itulah yang membuat ia sedikit kaku dan tak terbiasa.Tapi jangan salah jika Arnam sangat menyayangi anaknya itu.


“Iya pah”jawab Sabrina ceria karena tidak terlalu peduli dengan panggilan Arnam.Yang ada di otaknya kini adalah apa yang akan ia minta pada Arnam.Tentu memanfaatkan Arnam kini menjadi hobinya.


“Pah,tadi mamah dari Icha kayak ketakutan banget sama papah,kok bisa sih?”tanya Sabrina sedikit tak mengerti,jangan salah meski Sabrina sering melihat Arnam di televisi yang hampir setiap hari muncul,tapi ia tidak paham tentang apa yang menjadi topik berita.


Seandainya jika Sabrina tahu dan mengerti tentang isi berita itu,ia pasti akan merasa kagum pada Arnam.Karena Arnam yang baru setengah tahun di negara itu sudah sangat terkenal,bahkan hingga ke negara-negara tetangga.


Itu karena Arnam telah berjasa besar di negara itu,membantu urusan negara memberantas penjahat atau buronan yang selama ini berpura-pura baik,juga membantu negara membangun pendidikan gratis,panti asuhan gratis,dan masih banyak lagi.


Sebenarnya bukan hanya di negara itu Saja Arnam banyak berkontribusi,tapi di negaranya dulu juga ia banyak membantu kemajuan negaranya yang bahkan bukan apa-apa hingga kini termasuk negara maju.Tapi yang jelas Arnam selalu berusaha menutupi semua kebaikan nya dengan sikap otoriter dan kejam miliknya.Seolah Arnam tidak ingin terlihat baik di mata orang.


“Yang terpenting dia tidak akan menggangu kamu”ucap Arnam yang sepertinya tidak tahu harus berkata apa.


Arnam sekarang menjelma bak manusia es,datar dan dingin.Mungkin dulu ia masih bisa tersenyum,ramah dan ceria pada Safira.Tapi karena hampir lima tahun ini ia sudah bergelut dalam pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya,belum lagi semakin banyak musuh yang mengincarnya,di tambah masa lalunya yang membuatnya terlibat dengan banyak musuh sehingga ia terlihat datar dan dingin seolah tak tersentuh.


“Pah,ada suatu tempat yang ingin aku kunjungi”ucap Sabrina mengalihkan topik,ia kini fokus memanfaatkan Arnam.Jangan anggap Sabrina jahat,ia baik hanya suka pintar jika memanfaatkan kesempatan.


“Iya katakan”ucap Arnam langsung.


Sabrina diam sejenak,ia tersenyum lebar seolah membayangkan tempat yang akan di kunjungi nya.


“Beli ice cream”ucap Sabrina ceria,seolah-olah itu keinginan yang membahagiakan untuknya.

__ADS_1


Tanpa menjawab Arnam mengangguk tanda mengiyakan.


Bukan tanpa alasan jika Sabrina menginginkan hal sederhana itu,karena selama ini Safira tidak pernah mengizinkan dirinya memakan ice cream,alasannya karena memang Safira khawatir pada kesehatan anaknya.


__ADS_2