AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Berusaha menjelaskan


__ADS_3

Arnam yang terlihat sedang mengendarai mobilnya dengan kecepatan yang sangat pelan,seolah ia khawatir pada Safira dan calon bayinya jika ia mengendarainya terlalu cepat.


Safira yang sedang duduk itu,ia hanya diam dengan pandangan mata yang ia layangkan ke arah lain,Safira enggan menatap Arnam,bahkan duduk di sampingnya saja Safira tidak mau,hanya saja kini ia terpaksa melakukan hal itu.


‘Kalau memang dia sangat khawatir,kenapa harus se-pelan ini sih!.Setidaknya sedikit lebih cepat lagi,karena itu pasti aman kok'pikir Safira yang ingin Arnam mengendarai mobilnya dengan kecepatan rata-rata.Mobil itu berjalan dengan sangat pelan,Safira bahkan berfikir jika ia sedang mengendarai siput karena saking pelan nya itu.


Meski Safira menggerutu dan marah pada Arnam di dalam hatinya,tapi tetap ia tahan karena merasa sangat enggan untuk sekedar berbicara dengan Arnam.Bahkan hanya untuk mengungkapkan kekesalannya itu Safira memilih bungkam.


Sedangkan Arnam yang sesekali melirik ke arah Safira itu,ia sedikit tersenyum saat sadar jika Safira ingin cepat sampai di rumahnya.Mungkin ada baiknya juga dia mengendarai mobil dengan sangat pelan,karena dengan begitu ia bisa memiliki waktu lebih lama berdua dengan Safira.


Safira yang sadar jika Arnam sedang meliriknya ke arah nya,ia pun hanya diam dan berusaha bersikap abai.Tapi karena Arnam terus saja melirik ke arah Safira hingga Safira merasa jengah dan kesal, akhirnya kebungkaman yang ia rencana itu tidak terjadi.


“Bisa tidak sih fokus nyetir?!!”gerutu Safira dengan nada yang tidak bersahabat.


“Hmm?”Arnam hanya berdehem dengan ekspresi tidak mengerti.


“Kamu tidak sadar apa kalau kamu itu terlalu sering melirik ke arah saya.Dan kamu pikir saya tidak merasa risih karena hal itu?!”sinis Safira.


Arnam yang mendengar itu,ia tiba-tiba memberhentikan mobilnya di pinggir jalan.


“Loh kenapa berhenti?”tanya Safira tak mengerti.


“Kamu bilang aku melirik kamu terus?,apa iya?”tanya Arnam dengan nada yang tidak yakin.


“Sudahlah cepat jalankan mobilnya,kenapa harus berhenti sih!”gerutu Safira yang merasa ingin cepat-cepat sampai rumah.Bahkan raut wajahnya terlihat sekali tidak bersahabat saat menatap Arnam.

__ADS_1


“Aku khawatir jika terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan,makan nya aku berhenti terlebih dahulu agar kita bisa berbicara dengan aman”ungkap Arnam bermaksud menjelaskan.


Saat Safira hendak berbicara,tapi tiba-tiba ponsel Safira berdering.Melihat hal itu,akhirnya Safira ingat jika ia telah melupakan janjinya dengan Salma.


“Hallo sal”


“Safira,kamu ada di mana?.Aku sudah ada di tempat yang sering kita kunjungi,tapi kok kamu nggak ada di sini?”tanya Salma dengan nada yang terdengar cemas.


“Maaf sal,aku lupa kabarin kamu kalau aku sudah pulang lebih dulu”ucap Safira sedikit merasa bersalah.


“Aku juga minta maaf karena datang telat,tadi ada urusan dan aku lupa kabarin kamu.Tapi kamu nggak apa-apa kan?,soalnya aku dengar tadi ada keributan,maka nya aku telepon kamu karena aku khawatir jika kamu kenapa-napa”nada suara Salma terdengar benar-benar khawatir saat mengatakan itu.


“Aku tidak kenapa-napa,dan untuk masalah keributan itu biar nanti aku ceritakan sama kamu”ucap Safira yang merasa enggan untuk bercerita melalui telepon.


“Oh ya udah,setidaknya aku bisa tenang jika tahu kamu baik-baik saja”ungkap Salma sambil menghembuskan nafas lega nya.


Panggilan telepon pun berakhir.


Arnam yang dari tadi hanya diam saja,ia terlihat tenang menunggu Safira selesai berbicara.


“Kenapa masih belum di nyalakan mobilnya?, cepetan!! saya mau pulang”kesal Safira tanpa menatap ke arah Arnam.


“Aku ingin mengatakan sesuatu pada kamu”Arnam tiba-tiba berbicara dengan nada terdengar serius.


“Sesuatu apa?.Sesuatu yang berhubungan dengan kebohongan kamu selanjutnya gitu?,kalau memang seperti itu,lebih baik tidak usah kamu katakan!”

__ADS_1


acuh Safira sinis dan terkesan cuek.


Arnam yang mendengar itu,ia pun merasa frustasi hingga menjambak rambutnya sendiri dengan kasar.


“Dengarkan terlebih dahulu,kalau kamu sudah mendengarkan ini,kamu berhak memutuskan untuk percaya atau tidak”pinta Arnam dengan nada yang terdengar sangat pelan dan sedikit memaksa.


“Sudah kubilang tidak perlu!,jadi sudah jelas jika aku tidak ingin mendengar penjelasan kamu!!”tegas Safira keras kepala karena masih merasa marah dan tidak bisa menerima itu semua.


Arnam pun hanya menghela nafas panjang,seolah ia berusaha meredam emosinya itu.“Baiklah”putus Arnam yang pada akhirnya langsung mengemudikan mobilnya.


“Jika kamu memang tidak bisa percaya padaku lagi.Maka aku akan berusaha sekuat tenaga agar kamu bisa percaya lagi padaku”ucap Arnam yakin dan hanya mendapatkan tanggapan tidak peduli dari Safira.


“Terserah”jawab Safira abai.


...*****...


Setelah menempuh waktu yang cukup lama,akhirnya mobil Arnam berhenti di pinggir jalan.


Seperti biasa jika untuk menuju rumahnya,maka Safira harus berjalan kaki,karena jalanan yang memang cukup sempit hingga hanya bisa di lalui kendaraan roda dua.Sayang nya ayahnya tidak mengizinkan Safira untuk menggunakan motor.


“Aku dan Rena menikah karena perjodohan yang terpaksa”ucap Arnam tiba-tiba.


Safira yang hendak turun itu,ia pun langsung terhenti dan menoleh pada Arnam.Mereka pun hanya diam dengan mata yang saling menatap,seolah sedang menyelami pikiran masing-masing.


“Kamu pasti berbohong kan?”tanya Safira tidak percaya.

__ADS_1


“Terserah kamu ingin berfikir seperti apa,tapi yang jelas aku sudah mengatakan apa yang ingin aku katakan”ucap Arnam terdengar pasrah,ia sadar ini kesalahannya.Tapi setidaknya ia akan berusaha untuk membuat Safira percaya padanya lagi,tidak peduli sesulit apapun itu.


Walau Sebenarnya Arnam juga sempat merasa frustasi karena Safira tidak mau percaya lagi padanya.Tapi meski begitu Arnam tidak menyalakan Safira,karena Arnam tahu jika ialah orang yang paling bersalah dalam situasi ini.Itu semua terjadi karena keegoisannya yang ingin memiliki Safira.


__ADS_2