AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Akhirnya ikut pentas


__ADS_3

Dan di sini lah Safira,Arnam,serta anaknya berada.Mereka terlihat berjalan ke arah sebuah panggung dengan banyaknya penonton yang tak lain dan tak bukan adalah para orangtua serta kerabat yang anak-anaknya bersekolah di taman kanak-kanak itu.


“Hati-hati ya sayang,jangan gugup dan takut,papa dan mama ada di sini”ucap Safira menguatkan begitu Sabrina turun dari gendongan Arnam.


Terlihat jelas beberapa peluh Sabrina karena mereka datang terburu-buru.


“Mah,Ina takut jika pentas nya telah selesai,dan nama Ina telah lewat”ucap Sabrina mengungkapkan kegugupan dan rasa takut nya itu.Ia gugup karena ini pengalamannya ikut pentas,tapi ia juga takut karena jika giliran dirinya telah terlewat hingga ia tidak bis tampil di pentas.


Baru saja Safira ingin menjelaskan,tapi panggilan suara yang di tunjukkan untuk anaknya membuat nya kembali bungkam.


“Ayo semangat!!,ada mama yang selalu dukung kamu”ucap Safira yang membuat Sabrina mengangguk yakin.


Sabrina sedikit mendongak untuk melihat ayahnya.Dan Arnam hanya memberikan semangat melalui tatapan nya,dan itu menambah kepercayaan diri anaknya.


“Jangan kira aku telah memaafkan kamu sepenuhnya”ucap Safira yang seolah membahas kejadian tadi.


“Meskipun aku senang anakku ternyata telah memiliki banyak penggemar,tetap saja aku khawatir.Di dunia ini bisa saja jika kita saat di kagumi dan di puja,dan entah besok apakah masih di puja,kekaguman bisa saja luntur hanya dengan sebuah rumor dan fitnah,dan aku nggak ingin itu terjadi,apalagi sampai Sabrina harus merasakan pedasnya komentar buruk ”lanjut Safira panjang lebar dan mengungkapkan keluhan,alasan penyebab dirinya marah sebesar itu.


Arnam yang mendengar itu seolah paham,ia sudah berfikir jauh ke depan untuk mencegah hal-hal buruk terjadi pada anaknya.Sebenarnya Arnam yang selama ini memposting foto anaknya,dan ia sedikit mengajarkan anaknya tentang cara menggunakan aplikasi itu,tapi ia tidak memberitahu atau mengizinkan anaknya untuk membuka komentar.Semua yang Sabrina lihat melalui ponselnya akan Arnam pantau,atau lebih tepatnya Arnam telah menyadap ponsel Sabrina,dan Sabrina tahu itu,jadi dengan patuh Sabrina akan menurut dengan perintah Arnam,lagipula Sabrina ingin terlihat patuh di depan papa gratis' nya.


Tidak mungkin Sabrina menyia-nyiakan hal luar biasa demi ego nya,ponsel itu terlalu luar biasa untuk Sabrina hingga ia merasa harus patuh karena hal itu baik untuknya,di tambah lagi dia tidak ingin jika Arnam mengambil ponsel itu kembali.


“Semua sudah aku pikirkan”jawab Arnam tanpa berniat menjelaskan,tapi melalui tatapan matanya yang dalam seakan membuat orang tidak berani membantah hingga hanya bisa patuh.


“Dasar!!”maki Safira kesal karena Arnam tidak menjelaskan secara detail padanya.Dan karena ia tahu memang seperti itu sifat Arnam yang tidak banyak berkata tapi lebih banyak bertindak,hingga Safira harus menelan kekesalan nya itu dan memendam rasa penasarannya itu.

__ADS_1


“Maaf”Tiba-tiba ada seseorang yang menubruk tubuh Safira dengan keras,hingga tanpa sadar safira terhuyung dan hampir terjatuh, beruntungnya Arnam menahan tubuhnya dan melingkarkan sebelah tangan nya di perut Safira.


Posisi yang telihat intim itu,terlihat seperti seseorang yang sedang bermain drama film.Tatapan Safira dan Arnam saling terkunci satu sama lain,dan dunia seolah berhenti berputar.


“Ceroboh”meski kata-kata itu teredam di balik penutup wajah yang menutupi sebagian besar wajahnya,hingga yang terlihat hanya mata dan alis,karena seperti biasa Arnam berpakaian layaknya mata-mata,hanya saja ia tidak memakai kacamata yang biasa ia pakai.


“Sialan!”Kesal Safira tak terima di sebut ceroboh,kata-kata itu seakan hinaan bagi dirinya yang telah dewasa.


Arnam sedikit terkekeh saat melihat itu,sedangkan Safira semakin mendengklik tajam karena kesal.


“Berhenti terkekeh! Tidak ada yang lucu”marah Safira tapi tidak berhasil membuat Arnam berhenti terkekeh dan hal itu semakin membuat Safira meradang.Dengan kesal Safira meninggalkan Arnam dan berjalan menuju sebuah kursi yang di sediakan khusus orang tua murid.


Arnam yang melihat itu langsung mengikuti Safira dan duduk bersebelahan dengannya.


Safira menoleh dan hendak bersuara,tapi saat Sabrina muncul di panggung bersama beberapa temannya yang hendak tampil pentas,Safira pun memilih bungkam dan melihat ke arah anaknya.


“Cari orang yang tadi menabrak Safira,kirim informasi secepatnya”ucap Arnam yang langsung memutus telepon.


Tadi sesudah menabrak Safira,orang itu buru-buru berlari dan menghindar,Arnam yang melihat itu sedikit curiga,apalagi ia tidak sempat melihat wajahnya dengan jelas.


Tapi apapun bisa Arnam dapatkan asalkan ia ingin,dan Arnam yakin anak buahnya akan mengirim informasi sesuai yang ia minta.


“Kalau sibuk nggak usah memaksakan datang,percuma juga kalau kamu tidak ikhlas dan hal itu menjadi beban”ucap Safira terdengar menyindir.


“Ini permintaan anakku,mana mungkin aku tega menolak nya”jawab Arnam memasukan ponsel dan menatap ke arah anaknya.

__ADS_1


Melihat itu mereka berdua diam dan menyaksikan penampilan anaknya.


...********************...


“jeng,anak ibu hebat ya”ucap seorang ibu yang berdiri di samping Safira.


“Iya jeng,selain lucu dan pintar,ternyata anak ibu juga berbakat”ucap ibu-ibu lain yang mengenakan gaun biru.


“Hihihi,gitu aja di sebut hebat,lagian anak kalian berdua juga ikut menari bersama tapi kenapa anak kalian tak juga kalian puji”ucap wanita bergaun Hitam,ia juga menyekolahkan anaknya di Tk itu,TK merupakan TK terbaik di kota itu,bahkan biaya perbulan saja bisa mematok harga jutaan hingga puluhan juta,memiliki fasilitas yang lengkap dan mendukung tumbuh kembang anak,hingga membuat tempat itu menjadi ajang adu ketenaran bagi ibu-ibu yang merupakan kalangan atas.


“Jangan seperti itu jeng,bagaimana pun anak jeng Safira itu yang memimpin,kalau saja tadi Sabrina tidak berinsiatif mungkin bakal terlihat sedikit berantakan”ucap wanita bergaun biru tadi terdengar membela.


“Walau begitu itu bukan hal yang luar biasa,jadi tidak perlu memujii secara berlebihan”ucap wanita bergaun Hitam itu lagi, terdengar jelas nada iri nya.


“Lagipula kita nggak tahu siapa ayah anak itu?, jangan-jangan dia hanya seorang anak yang hidup tanpa ayah,atau ayahnya tidak menginginkan anak itu”lanjutnya lagi terdengar jelas nada iritnya.


Safira yang mendengar itu jelas marah dan tidak terima,jika ia yang di hina mungkin ia akan diam,tapi ini anaknya yang justru sedang di hina dan di fitnah.


“Jeng sarah hati-hati kalau ngomong,itu bisa membuat orang sakit hati”terdengar kembali ucapan ibu berbaju biru yang bernama Mila.


Mereka berdua terus saja berdebat,entah karena memang membela atau karena mereka punya masalah pribadi,yang jelas hal itu membuat Safira pusing sendiri.


Memang salah jika di usianya yang hampir menginjak 26 tahun ia masih terlihat muda layaknya gadis remaja?.


“Pusing aku”ucap Safira terdengar lemas,Arnam yang mendengar itu sontak langsung sigap dan tak lama Safira pingsan,tapi untungnya Arnam langsung menahan tubuh safira dengan sebelah tangan nya.

__ADS_1


Arnam mencoba menepuk-nepuk pipi Safira pelan untuk menyadarkan Safira,dan karena tak kunjung sadar juga Arnam langsung bangkit dan membopong Safira.


__ADS_2