AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Rencana Arnam.


__ADS_3

Masih dalam suasana pengantin baru.


Arnam terlihat tertidur pulas di sampingnya karena kelelahan begadang,dan kini mereka berdua sudah berada di kamar Safira.


Berbeda dengan Arnam yang tertidur,Safira justru tak bisa tertidur karena masih mengingat kejadian di hotel kemarin,tubuhnya pun rasanya kini remuk dan tak enak di bagian bawahnya.


Flashback On


Setelah lama hanya diam dengan suasana canggung yang terasa berdebar


Dengan langkah yang sedikit ragu tapi pasti,Arnam pun berjalan mendekat ke arah Safira.


Deg...


Jantung Safira terasa berdetak begitu cepat,tapi sebisa mungkin dia berusaha untuk menetralkan jantungnya.


‘Aku harus tenang,bukankah Arnam sudah resmi menjadi suamiku,jadi tak ada salahnya jika ia membantu aku untuk membuka gaun pengantin ini’pikir Safira berusaha menghilangkan rasa gugupnya.


Dan tak lama Arnam pun sampai di hadapan Safira,ia meminta Safira untuk berbalik agar dirinya bisa membuka resleting yang berada di belakang punggungnya Safira dengan mudah.


Tanpa menunggu lama,Safira pun berbalik.Lalu setelah itu Arnam mengulurkan tangannya,ia membuka gaun Safira dengan hati-hati,sangat hati-hati hingga Safira yang merasakan sentuhan tangan Arnam secara tidak langsung itu,ia pun ikut berdebar.


Dan pada saat resleting itu berhasil di turunkan,Arnam berusaha menahan napas saat melihat punggung Safira yang putih bersih,itu terlihat sangat indah di matanya,dan entah mengapa sesuatu yang selama ini ia tahan rasanya mendadak bangkit.


Arnam sesak,ia tak tahu karena apa,tapi yang jelas sesuatu dari dirinya minta di keluarkan.


Safira yang merasakan jika Arnam telah menjauhkan tangannya setelah membuka resleting gaunnya itu.Ia pun berbalik.


“Aku akan...”ucap Safira terhenti saat tiba-tiba Arnam mencium bibirnya tanpa aba-aba.


Safira yang melihat hal itu,ia terlihat sangat syok dan kaget.Safira benar-benar tak tahu harus merespon seperti apa,ini adalah ciuman pertamanya,jadi mana mungkin ia bisa langsung mahir dalam berciuman.


Meskipun Arnam juga tahu ini adalah pertama kalinya ia mencium seseorang,tapi ia terlihat sedikit lebih mahir dari Safira karena ia mengikuti instingnya sebagai pria.


Instingnya itulah yang membuatnya berani mencium Safira tanpa aba-aba.Ciuman yang awalnya Arnam berikan itu tidak menuntut,karena Arnam hanya bergerak lembut sedangkan Safira diam tak tahu harus bagaimana merespon,tapi lama kelamaan ciuman itu semakin dalam dan menuntut,seakan memaksa agar Safira membalas nya,dan dengan ragu Safira pun ikut membalas ciuman Arnam dengan kaku.


Mereka terus saja berciuman,hingga tanpa sadar Arnam bergerak maju sedangkan kaki Safira terus bergerak mundur.


Bruk...


Tiba-tiba Safira terduduk di kasur dengan keadaan tidak siap,hingga ia hampir terjatuh.Tapi untunglah Arnam langsung menahannya dengan gerakan refleks.


Wajah mereka terlihat sangat dekat saat ini.Dengan posisi wajah Arnam yang berada di atas kepalanya,


seolah Arnam bisa saja menindih Safira jika ia tidak menggunakan salah satu tangannya untuk menahan tubuhnya.


“A..ku akan memperlakukan mu dengan sangat baik.Dan itu pun jika kamu mengizinkan”ucap Arnam tiba-tiba dengan nada yang sedikit terbata-bata.Entah kenapa Arnam merasa gugup,padahal dulu ia tidak pernah merasa gugup sama sekali.

__ADS_1


“Ba-baik”jawab Safira yang juga terkesima dengan tatapan sayu Arnam.Selain itu,Safira kini sadar akan statusnya saat ini.


Arnam yang mendengar itu,ia pun langsung mencium Safira kembali dengan lebih lembut,ia juga tak tega saat melihat bibir Safira bengkak karenanya,berharap dengan ciuman itu Safira bisa lebih rileks.


Dan akhirnya terjadilah malam panjang yang di sebut malam pertama.


Flashback End.


******


Beberapa hari kemudian.


Cahaya matahari mulai menampakkan sinarnya dengan sangat terang,hingga menembus ke cela-cela jendela.


Di tempat tidur,terdapat seorang wanita yang tengah tertidur pulas,ia seolah enggan untuk bangun,meski ia merasa hari sudah sangat siang.


“Bangun!”ucap sebuah suara yang terdengar sangay lembut.


Orang yang menyuruh sang wanita untuk bangun itu,dia adalah Arnam.Hampir setiap hari Arnam dan Safira melakukan rutinitas nya sebagai pengantin baru.


Melihat Sang wanita yang masih nyaman dalam tidurnya itu,Arnam mulai merasa gemas karena hal itu,ia tersenyum begitu memiliki ide di kepalanya.


Cup..


Cup...


Cup...


Arnam tahu jika Safira saat ini masih merasa lelah setelah apa yang mereka lakukan semalam.Tapi Arnam tetap berniat untuk membangunkan Safira,karena Safira belum sarapan.Apalagi hari sudah sangat siang,dan mungkin sebentar lagi sore.Arnam hanya khawatir jika Safira akan sakit jika terlambat makan.Karena Arnam tahu jika Safira memiliki riwayat sakit maag.


Sementara Safira yang mulai merasa terusik saat merasakan wajahnya di cium terus menerus.Dengan malas Safira pun berbicara.


“Siapa?”tanya Safira dengan mata tertutup.Safira benar-benar merasa enggan bahkan hanya untuk membuka matanya.


“Ayo bangun!.Sarapan yang sudah di siapkan


sudah dingin”ucap Arnam lagi dengan sedikit mengguncangkan badan Safira.


Dengan malas Safira pun membuka matanya,ia diam sejenak saat melihat wajah Arnam dari jarak yang cukup dekat.Ada tetesan air di rambutnya yang indah,seolah itu menambah pesona Arnam di matanya.


“Ayo cepat mandi,kamu nggak berniat kan untuk melewatkan mandi hari ini”ucap Arnam yang entah kenapa terdengar seperti ancaman di teling Safira.Tidak cukup kah Arnam membuatnya begadang setiap malam hari?,apakah ia masih belum puas.Padahal jelas-jelas Safira ketiduran lebih dulu karena kelelahan,ia bahkan baru bangun dari tidurnya saat ini,tapi Arnam ia justru bangun lebih dulu,dengan cerah dan tidak terlihat lelah atau pun lesu sama sekali.


Stamina Arnam benar-benar tak ada habis-habisnya.


‘Haruskah aku beli obat stamina lagi?,padahal kemarin baru beli jamu’pikir Safira.Ia pikir jamu penguat stamina yang ia minum tidak berguna,karena ia tidak bisa menyeimbangi sang suami.


Padahal bukan jamu itu yang tidak berguna dengan baik,melainkan karena stamina Arnam yang memang terlalu kuat!!!

__ADS_1


“Di luar ada siapa aja?,apakah yang ayah dan yang lainnya telah memakan sarapan mereka?”tanya Safira dengan suara sedikit serak karena baru bangun tidur.


“Katanya ayah dan ibu beserta yang lainnya akan pergi ke terminal.Mereka akan menjemput kedatangan orang tua Tika yang tidak bisa hadir di acara pernikahan kita”ucap Arnam menjelaskan.


Safira yang mendengar itu,ia hanya menjawab dengan anggukan tanda mengerti.


“Kalau begitu aku akan mandi dulu”ucap Safira memberitahu.


“Ya sudah kalau begitu aku juga akan menghangatkan makanan yang sudah dingin untuk kamu makan”ucap Arnam yang ikut bangkit dari duduknya.


Beberapa saat kemudian.


Saat ini Safira yang sedang mengeringkan rambutnya menggunakan handuk itu,ia pun langsung berjalan ke arah Arnam yang sudah menghangatkan sarapan untuknya.


“Kamu bisa menyalakan kompor?”tanya Safira sedikit terkejut.


Safira tak menyangka jika Arnam bisa mengerti tentang urusan dapur.


“Ya sedikit.Ya sudah cepat kamu makan sarapannya agar tidak dingin!”ucap Arnam mengalihkan topik,ia berkata di sertai nada perintah dalam nada bicaranya.


“Hmm”jawab Safira hanya dengan deheman singkat.Kebetulan ia memang benar-benar sudah merasa lapar.


Dan tanpa menunggu waktu lama,Safira langsung berjalan ke arah meja makan.Di sana sudah ada nasi goreng beserta telur yang telah dihangatkan oleh Arnam.Setelah duduk,Safira memakan sarapan dengan sangat lahap.


“Pelan-pelan saja,nanti kamu bisa tersedak”ucap Arnam sambil mengusap lembut rambut Safira.


Arnam sedikit merasa bersalah karena setiap malam Safira dibuatnya begadang,dan hampir setiap hari Safira bangun kesiangan,sarapan pun saat yang lain telah sibuk dengan urusan masing-masing,contoh Rara yang sudah sekolah,Hadi kerja,ibu nya belanja, dan nenek,kakek beserta Tika yang sedang jalan-jalan di sekitar rumah.


Safira pun melambatkan acara makannya itu.


“Ada sesuatu yang ingin aku katakan”ucap Arnam yang mendapat kan tatapan dari Safira.


“Aku ingin agar kita tinggal di rumah yang telah aku beli dari hasil tabunganku sendiri”ucap Arnam sedikit berbohong.


Tentu saja tanpa menabung Arnam bisa membeli rumah yang ia inginkan.


“Maksud kamu?,kamu ingin kita tinggal di rumah milik kita bersama tanpa harus merepotkan orang tua kita,begitu kan?”ucap Safira diakhiri sebuah pertanyaan,atau lebih tepatnya pernyataan.


“Iya bisa dikatakan seperti itu”jawab Arnam langsung.


“Aku sih terserah kamu saja.Tapi kita harus minta ijin pada orang tuaku dulu”ucap Safira terdengar seperti sebuah permintaan.


“Iya aku setuju”jawab Arnam langsung.Lagipula Arnam merasa aktivitas sebagai suami istri akan lebih leluasa jika kita memiliki rumah sendiri,dan itu yang ada di pikiran Arnam saat ini.


Arnam kini bukan orang yang gila kerja ataupun kekuasaan,tapi ia kini berubah jadi gila istri!!!.Ya karena pikirannya penuh dengan sang istri.


*****

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya semua 😘


__ADS_2