AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Hari pernikahan


__ADS_3

Tak terasa waktu berlalu begitu cepat.


Hari ini adalah hari dimana pernikahan Safira dan Arnam dilaksanakan.Pesta pernikahan diadakan secara sederhana,tapi terkesan indah dan anggun.


Menurut Safira ini masih terlihat mewah,tapi bagi Arnam itu justru sangat sederhana untuknya.Acara tersebut di adakan di sebuah gedung hotel yang luas,dan pesta pernikahan di biayai oleh Arnam sepenuhnya.


Saat di tanya tentang harga tentu itu benar-benar fantastis,bahkan dekorasi itu meski terlihat sederhana namun terkesan luar biasa dan cantik,juga dengan kualitas keamanan dan kenyamanan yang baik,hanya saja orang tidak akan bisa menebak pasti harga dekorasi itu.


Arnam ingin memberikan yang terbaik untuk Safira,tapi jika terlalu bagus dan mewah,Safira dan keluarganya pasti akan curiga,alhasil ia hanya memesan dekorasi yang menurutnya sangat sangat sederhana dengan harga yang bisa di katakan tidak sedikit.


Arnam dan Safira,merekalah tokoh utama di malam ini.Tak henti-hentinya para tamu melihat ke arah mereka berdua,lebih tepatnya kebanyakan perempuan yang menatap Arnam dengan tatapan tak biasa.


Arnam yang di samping Safira,ia bahkan tak berhenti berkedip menatap ke arah Safira yang telah resmi menjadi istrinya itu.


“Kamu kenapa dari tadi tatap aku terus sih?,ada masalah?.Atau aku jelek ya..?”tanya Safira dengan sedikit menunduk karena merasa malu.Di tatap sedekat itu siapa yang gak merasa malu sih,apalagi para tamu yang kebanyakan teman Safira saat sekolah tengah menatap ke arah mereka berdua.


Sorak-sorai terdengar ramai,bahkan para sahabatnya ikut menyoraki nya,dan paling parah itu si Rey.


“Cie-cie!,pengantin baru.ada yang malam pertama nih,nanti aku mau intip kalian berdua lah”teriak Rey tak peduli di tatap banyak orang di sana.


‘Lihatin aja ya Rey,nanti pas kamu yang nikah kamu yang malu!’kesal Safira,ia berniat membuat rencana yang bisa membuat manusia seperti Rey yang tidak mempunyai urat malu itu menjadi punya malu.


“Aku menyesal”ucap Arnam tiba-tiba,hal itu berhasil membuat Safira yang sempat melamun langsung menoleh ke arahnya.


“Menyesal?,menyesal kenapa?,kamu menyesal karena sudah nikah sama aku?”tanya Safira dengan nada yang terdengar tak suka dan kesal,ia merasa tersinggung saat mendengar itu.

__ADS_1


“Bukan!,aku menyesal karena mengizinkan kamu dirias,padahal hanya aku yang boleh lihat ini semua!!”ungkap Arnam dengan wajah yang terlihat bersungguh-sungguh.


Safira yang mendengar itu dibuat malu dengan wajah yang sedikit memerah.


“Apaan sih”jawab Safira seacuh dan sebiasa mungkin.


“Bukannya para tamu sedang menatap ke arah kamu,terutama para perempuan yang kini menatap ke arah kamu tanpa berkedip,”ucap Safira dengan sedikit kesal.


Arnam yang tak peduli akan perhatian para tamu, khususnya wanita,ia justru merasa marah karena cemburu dengan para tamu laki-laki yang juga sedang menatap ke arah Safira,dengan tatapan yang membuat Arnam rasanya ingin mencokel mata mereka satu persatu.


Arnam merasa tak suka akan hal itu.Jelas-jelas ia telah meminta perias agar meriasan Safira dengan riasan yang cukup tebal,berharap keimutan dan kecantikan Safira tertutupi sepenuhnya,


membayangkan jika riasan di wajah Safira itu tipis,pasti sudah menambah kecantikan dan keimutan Safira berkali-kali lipat,memikirkan itu saja sudah membuat ia posesif dan tidak akan mengizinkan Safira keluar rumah sedikit pun.


Di saat Safira dan Arnam sedang mengobrol,Salma berjalan menghampiri tempat Safira dan Arnam berada.


“Fi aku pulang dulu ya.Maaf banget aku nggak bisa lama-lama disini,padahal aku ingin banget tetap di sini temani kamu.Tapi aku nggak bisa,karena ada beberapa hal yang benar-benar tidak bisa di tunda,kamu tahu kan kesibukan aku,sekali lagi aku minta maaf ya”jelas Salma panjang lebar dengan nada tidak enaknya.


“Ya nggak masalah.Lagipula sekarang sudah lumayan larut malam,kamu pulangnya juga hati-hati ya”jawab Safira mencoba menenangkan Salma,ia juga khawatir jika sahabat nya itu pulang sendiri.


“Maaf banget ya fi,ma-”ucap Salma hendak meminta maaf lagi,tapi Safira langsung menyela ucapannya.


“Nggak apa-apa,santai aja kali kayak sama siapa aja.Aku juga sebenarnya khawatir,tapi nggak bisa antar kamu,kalau nggak kamu pulang diantar sama Rey aja,aku khawatir kamu kenapa-kenapa di jalan”jawab Safira yang tak ingin di bantah


Sebelum Salma protes,Safira sudah lebih dulu memberi aba-aba pada Rey,dan Rey yang tumben-tumbenan peka itu,ia langsung menarik Salma untuk ikut pulang dengannya.

__ADS_1


“Aku pamit ya fi”ucap mereka berdua kompak.


Sementara orang tua,beserta kakek dan nenek Safira yang ikut menyambut tamu itu,mereka terlihat ramah saat menyambut tamu,dan beda halnya dengan Rima yang duduk menjauh dari mereka.Ia enggan untuk menyambut tamu lebih lama lagi,bahkan hanya sekedar untuk duduk berdekatan dengan keluarga Safira,ia seakan tidak Sudi.


“Malas banget harus capek-capek berdiri dan ikut menyambut tamu.Mendingan juga aku duduk di sini”ucap Rima dengan nada malasnya,ia terlihat asyik dengan ponselnya itu.


Dan kebetulan keluarga Safira tidak ada yang menyadari akan ketidakhadiran Rima di sana,karena mereka sibuk menyambut para tamu.


...*****...


Di tempat Safira berada,ia kini terlihat malas untuk meladeni adiknya yang terus mengeluh padanya.


Padahal dari tadi Safira sudah cukup lelah menyambut para tamu yang pamit pulang,walau sebenarnya masih banyak para tamu yang belum pulang juga.


“Kak,Rara capek banget tau harus ikut bantu-bantu ambil piring dan gelas kotor bekas para tamu.Awas aja kalau setelah acara ini selesai kakak nggak kasih Rara hadiah”ucap Rara,sebenarnya ia yang hendak membantu tapi di larangan oleh beberapa orang yang berpakaian pelayan,alhasil ia sebenarnya hanya diam dan jalan-jalan sendiri.


“Iya,nanti kakak kasih kamu hadiah yang besar,kalau perlu yang mahal sekalian.Sudah sana bantuin yang lain lagi!,atau kalau nggak kamu di sini aja,sebentar lagi ada acara foto bersama”jawa Safira,ia tak terlalu memperhatikan Rara karena sangat sibuk.


“Ya sudahlah Rara di sini aja,lagipula sayangkan jika Rara sudah di dandan secantik ini tapi gak di abadikan,buang-buang uang itu namanya”ucap Rara dengan menyombongkan diri di depan kakaknya.


“Dasar!”Safira rasanya ingin mengumpat lebih banyak,tapi karena terlalu malas meladeni itu ia pun abai.


“Kakak kenapa di foto malam hari?,bukannya harusnya pagi atau siang ya”tanya Rara tiba-tiba.


“Mungkin mereka baru bisa sekarang,dan lagi katanya foto malam hari lebih bagus”jawab Safira yang tidak tahu alasan yang pasti kenapa acara foto dilakukan di malam hari.

__ADS_1


Sesi foto keluarga pun di mulai,tapi Rima masih terlihat santai di tempatnya,ia merasa enggan untuk mengikuti acara foto bersama.Tapi begitu melihat tatapan Arnam yang seakan memintanya untuk ikut,ia pun terpaksa ikut dalam acara foto bersama itu.


Dan tak lama acara foto keluarga itu selesai.Tapi untuk acara foto pasangan masih di lanjut.


__ADS_2