AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Safira menghilang??


__ADS_3

Keesokan harinya.


Saat ini Safira yang berhasil pergi secara diam-diam,ia terlihat tersenyum cerah.Safira membayangkan bisa jalan-jalan bebas tanpa terus di buntuti,seolah ia akan merasa memiliki buntut karena si dokter pribadi itu selalu mengikuti dan berjalan di belakangnya.


“Bodo amat jika Arnam nanti akan marah, setidaknya aku memiliki waktu sendiri.Memangnya nggak sumpek apa kalau selalu di ikutin setiap hari?!”gerutu Safira kesal.


“Hallo”Safira yang tiba-tiba menelepon seseorang.


“Safira apa kabar?,sudah lama banget aku gak ketemu kamu,dan kenapa tiba-tiba kamu telepon aku?”ucap sebuah suara dengan nada yang terdengar senang.Ia berkata dengan cepat sehingga Safira sedikit sulit untuk menjawab itu semua.


“Tenang dulu sal!,tanyanya satu-satu dong.Dan kabar ku sekarang baik-baik aja,kebetulan tujuan aku menelepon kamu karena ingin bertemu dengan kamu secara langsung”ungkap Safira menjelaskan pada sahabat baiknya yaitu Salma.


“Untunglah jika kamu baik-baik saja..,padahal aku sudah sangat khawatir karena tidak bisa ketemu kamu.Tapi memangnya kamu ingin bertemu denganku di mana?”tanya Salma dengan disertai helaan nafas tenangnya saat mengetahui sahabat baiknya itu baik-baik saja.


“Di tempat biasa kita sering bertemu,ingat hanya kamu aja,yang lain nggak usah lah,karena yang ada bukannya aku bisa cerita,tapi malah mereka yang akan heboh sendiri”Safira bisa membayangkan bagaimana jadinya jika ketiga sahabat laki-laki nya juga ikut,yang ada bakal terjadi keributan,padahal Safira kini hanya ingin bercerita kepada Salma saja.


“Oke”jawab Salma langsung.


Selesai mengatakan itu,sambungan telepon pun berakhir.Safira pun mulai melangkahkan kakinya ke arah jalan raya.Saat melihat kendaraan lewat,ia langsung memberhentikan nya dan naik ke dalam kendaraan tersebut.


...*****...


Sedangkan di tempat lain.


Sang dokter pribadi Safira yang bernama Amara itu,ia kini sedang mondar-mandir mencari Safira.


“Dimana nyonya berada saat ini?,bisa kena marah kalau tuan tahu jika nyonya menghilang”ucap Amara yang merasa khawatir sekaligus cemas.


Amara sempat izin kepada Safira jika ia akan keluar sebentar,ia melakukan itu karena ada beberapa keperluan Safira yang harus ia urus.Tapi saat ia kembali,ia tidak bertemu dengan Safira.

__ADS_1


“Non Rara,apakah anda melihat Bu Safira?”tanya Amara cepat saat ia melihat Rara hendak melewati nya.


“Loh?,bukannya seharusnya kakak sama kamu ya?”ucap Rara yang malah balik bertanya.


“Ehm,iya sih...,tapi saya sempat izin untuk keluar,dan pada saat saya datang ibu Safira sudah tidak ada di sini”ungkap Amara menjelaskan secara detail.


“Lah kok bisa kakak tiba-tiba nggak ada?,apa jangan-jangan kakak di culik orang ya?”ucap Rara yang membuat sang dokter itu bertambah gugup dan cemas.


“Nggak mungkin,Bu Safira kan wanita dewasa.Lagipula bukankah dia pandai bela diri”jawab Amara berusaha menepis pikiran buruknya itu.


“Ya kan bisa saja.Muka kak Safira kan sangat imut,belum lagi postur tubuhnya yang kecil tapi berisi itu.Mungkin saja jika orang lain yang hanya melihat wajahnya saja bakal mengira ia masih remaja”


“Tapi...”sang dokter masih ingin menepis pikiran buruk Rara,tapi belum sempat ia menyelesaikan ucapannya itu,Rara sudah lebih dulu menyelanya.


“Kamu harus ingat jika kak Safira itu lagi hamil,jadi dia nggak mungkin bisa menggunakan jurus bela dirinya secara maksimal.Apa kamu nggak berfikir?,jika penculik itu berjumlah banyak,bisa-bisa kak Safira kewalahan”lanjut Rara lagi dengan wajah yang terlihat serius.


Tanpa berbicara lagi pada Rara,ia pun langsung pergi dengan pikiran yang terasa kacau karena khawatir pada Safira.


Rara yang melihat itu,bukannya khawatir dan mencari Safira,ia malah duduk di kursi sambil tertawa cekikikan.


“Siapa suruh dia lalai jaga kakak,anggap aja ini pelajaran jika dia nggak bisa percaya pada kakak sepenuhnya.Memang dia nggak tahu apa kalau kakak itu orangnya nekat”


Harus di ingat,jika Rara itu sering usil pada Safira,dan bukan hanya Safira saja yang menjadi target usil Rara,karena ada beberapa orang yang sering Rara usilin.Contohnya Amara,ia melakukan itu karena sedikit kesal dengan sifat kaku Amara.


“Seharusnya jika dia ingin pergi,dia harus bilang padaku,kan dengan begitu aku bisa jaga kakak dan tidak akan membiarkan kakak pergi meski dia beralasan apapun!”ucap Rara lagi,ia tidak khawatir pada kakaknya karena ia tahu jika Safira sekarang sedang berada di tempat yang sering ia kunjungi.


Safira memang tidak berpamitan atau mengatakan jika ia akan pergi pada Rara,tapi sebagai adiknya Rara juga sedikit paham dan tahu tentang hobi dan tempat yang sering Safira kunjungi.Satu hal kenapa Rara tidak memberi tahu Amara,ia ingin agar Arnam berusaha untuk mencari keberadaan Safira secara langsung.


...*****...

__ADS_1


Sedangkan di sisi lain.


Amara yang saat ini terlihat sangat bingung antara mengabari atau tidak.Di satu sisi jika ia mengabarkan Arnam,ia takut kena marah,tapi di sisi lain ia juga harus menghubungi Arnam,karena jika tidak ia lakukan ia takut Safira kenapa-napa.


Dengan jantung berdegup kencang karena takut sekaligus khawatir,Amara pun memilih untuk menelepon Arnam.


“Tuan..”Amara memulai pembicaraan dengan nada yang terdengar ketakutan.


“Iya”jawab Arnam datar.


“Nyo..nyo..nyonya hilang”Amara terbata-bata,ia gugup dan berkata dengan pelan karena takut.


“Kenapa bisa?!”tanya Arnam dingin.


“Maafkan saya tuan,saya...”Belum selesai Amara berbicara,Arnam sudah lebih dulu memutus sambungan telepon.


...*****...


Dan di tempat Arnam saat ini.


Arnam yang mendengar kabar dari Amara,ia dengan cepat langsung bangkit dari duduknya.


“Kita akhiri rapat sampai di sini.Biar nanti sekertaris saya yang akan membuat ulang pertemuan rapat selanjutnya”ucap Arnam yang sebenarnya sedang mengadakan rapat perusahaan.Tanpa menunggu jawaban yang lain,Arnam pun keluar dari ruangan itu.


Arnam tidak peduli jika kesannya terlihat tidak profesional di depan para karyawan nya,karena yang ia pedulikan saat ini adalah keadaan Safira.


Bagaimana Arnam bisa fokus pada pekerjaan nya jika pikirannya saja khawatir akan keadaan Safira?.


Walau pun sedang rapat Arnam memang sengaja tidak mematikan ponsel miliknya karena berfikir jika Safira akan meneleponnya,dan Sebenarnya Arnam itu adalah tipe orang yang gila kerja,tapi entah kenapa kegilaannya itu hilang saat mendengar kabar Safira.

__ADS_1


__ADS_2