AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Arnam kembali


__ADS_3

Saat ini Arnam yang telah turun dari jet pribadi miliknya.Ia pun langsung berjalan menuju tempat di mana mobil miliknya berada.


Arnam merasa sedikit gusar,ia takut terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan.


‘Kumohon Tuhan,jangan biarkan dia melakukan hal bodoh.Aku akan melakukan apa pun agar kamu bisa memaafkan aku kembali’pikir Arnam penuh harap.


Arnam benar-benar khawatir dan takut terjadi sesuatu pada Safira,karena ia belum mendapatkan kabar lagi tentang keadaan Safira saat ini.


Biasanya Arnam tidak pernah menggantung sebuah harapan,karena selama ini ia akan bekerja keras untuk mendapatkan apa yang diinginkannya itu.Tapi kali ini,berkat Safira ia berharap pada Tuhan,yang entah sudah berapa lama ia tidak pernah berharap lagi.


Mungkin itu salah satu cara Tuhan untuk membuat hambanya kembali bergantung padanya.


“Tuan,biarkan saya yang mengemudikan mobilnya,saya yang akan mengantar anda ke tempat yang anda inginkan”ucap Toni sambil membungkuk hormat di hadapan Arnam.


Sepertinya Toni merasa khawatir dengan keselamatan Arnam,karena ia tahu jika suasana hati Arnam saat ini sedang kacau.Meski rasa gelisah itu tidak terlihat jelas di wajah Arnam,tapi Toni sudah mengenal Arnam dengan baik dan cukup lama.


Arnam yang mendengar itu,ia akhirnya setuju.Walau sebenarnya Arnam masih belum bisa menerima kesalahan Toni sepenuhnya,tapi ia tidak bodoh hingga mempermasalahkan hal sepele ini.


“Kalau begitu anda bisa menunggu sebentar tuan,saya akan kembali dengan membawa mobil anda” ucap Toni yang berjalan pergi meninggalkan Arnam.


Tanpa membuat Arnam menunggu terlalu lama,Toni langsung mempersilahkan Arnam untuk masuk ke dalam mobil yang telah ia siapkan.


...*****...

__ADS_1


* Di dalam mobil.


Terlihat jelas wajah Toni yang hanya diam dengan menatap lurus ke depan,ia kini sedang fokus mengendarai mobilnya itu.


“Lebih cepat lagi!”perintah Arnam mutlak.


Arnam ingin segera menemui Safira,ia benar-benar tidak bisa lagi menahan keinginannya itu.


“Baik tuan”jawab Toni langsung.


Toni pun semakin menambah kecepatan mobilnya dengan pandangan mata yang semakin fokus menatap ke depan.


Saat telah berada dari jarak yang lumayan dekat dengan rumah milik Arnam,Toni pun langsung menghentikan mobilnya di tepi jalan.Karena mobil tidak bisa masuk ke dalam jalanan yang cukup kecil,maka Arnam harus berjalan sedikit.


“Kamu bisa langsung pergi!.Langsung saja kerjakan urusan yang perlu kamu urus,sekalian kamu urus pekerjaan milik saya,karena sepertinya saya akan menyerahkan pekerjaan saya pada kamu untuk beberapa hari ini”ungkap Arnam menjelaskan tanpa menatap Toni.


Toni yang ada di belakang Arnam itu pun langsung membungkuk hormat tanda mengerti.


“Baik tuan,kalau begitu saya permisi”jawab Toni yang langsung masuk ke dalam mobil saat melihat aba-aba dari Arnam yang seakan menyuruhnya untuk pergi.


Arnam pun langsung berjalan menyusuri jalanan.Seandainya bukan demi Safira Arnam bahkan tidak mungkin rela untuk menyusuri jalanan seperti ini.Arnam awalnya berniat membeli rumah di pinggir jalan yang cukup baik,tapi karena lokasi yang strategis dan bisa membuat harga semakin mahal,hal itu juga bisa membuat Safira curiga.Selain itu Safira sangat menyukai banyak pepohonan dan bunga,


alhasil rumah dengan halaman yang di penuhi pepohonan dan bunga itu yang Arnam beli.

__ADS_1


Saat melihat pagar rumahnya tidak terkunci,ia langsung masuk ke dalam dengan langkah tegap nya,Arnam khawatir jika Safira sedang dalam bahaya.


“Sial!,kenapa pagar rumahnya tidak terkunci dengan benar.Bagaiman jika ada penjahat yang berniat masuk ke dalam rumah?!”ucap Arnam sedikit kesal.Saking khawatir dan paniknya dia,ia sampai lupa jika ia telah mengirim penjaga untuk menjaga Safira dari jarak jauh.


Arnam terus merutuki dirinya sendiri karena merasa tidak bisa menjaga Safira dengan benar,dan jika sampai terjadi sesuatu hal yang tidak di inginkan pada Safira,pasti ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


“Kenapa pintunya tidak juga di buka?!”ucap Arnam lagi.Ia padahal sudah mengetuk pintu terus-menerus tapi belum juga ada yang membuka pintu.


Saat ini Arnam terlihat seperti orang yang tidak sabaran,padahal biasanya ia akan terlihat tenang jika menghadapi masalah.


Tak lama setelah Arnam mengatakan itu,pintu terbuka hingga menampilkan sosok wanita yang sangat di rindukannya.


Arnam sedikit tertegun saat melihat penampilan wanita yang ada di hadapannya itu.Penampilan Safira saat ini benar-benar kacau dengan mata sembab seperti mengatakan jika ia telah banyak menangis.Belum lagi wajah dan bibir Safira terlihat sangat pucat seolah memperlihatkan jika selama ini Safira tidak makan dengan teratur.


“Sayang”panggil Arnam pelan,ia berjalan semakin mendekat ke arah Safira.Pandangannya tidak lepas dari wajah Safira,membuat ia yang melihat itu merasa hatinya sakit dan tidak bisa ia ungkapkan dengan kata-kata.


Arnam hendak mengusap rambut Safira yang terlihat kusut dan berantakan,tapi sebelum itu Safira menghindar dan masuk ke dalam rumah tanpa mengatakan sepatah kata pun.


Arnam yang melihat itu,ia hanya menghela nafas pasrah,Arnam pun langsung masuk ke dalam rumahnya untuk menyusul Safira.


*****


Meski terdengar membosankan,tapi author tetap mau bilang jangan lupa like dan vote nya🙏😘

__ADS_1


__ADS_2