AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Makan berdua di sebuah restoran


__ADS_3

Di dalam restoran.


Safira dan Arnam kini sedang duduk di sebuah ruangan pribadi yang ada di restoran itu.Arnam sengaja menyewa sebuah ruangan dengan kualitas terbaik agar Safira merasa nyaman.


Ruangan itu memiliki dekorasi yang unik dan indah dengan cukup banyak nya lilin yang menjadi penerang.Mungkin bisa di katakan jika ruangan itu seperti ruangan santai karena sangat luas.


Alasan restoran itu cepat terkenal adalah karena harga sewa untuk tempat biasa yang sudah mahal,belum lagi jika itu ruangan khusus pasti jauh lebih mahal.Dan tentu juga karena makanan dan pelayanannya sesuai dengan harganya.


Arnam sengaja melakukan hal itu agar Safira senang.Dan seharusnya jika menyewa sebuah ruangan itu pasti butuh waktu,karena banyak yang ingin menyewanya,apalagi jika ruangan itu adalah ruangan terbaik.Tapi berkat koneksinya hal itu tidak masalah bagi Arnam.


“Selamat datang,apa ada yang ingin di pesan?”tanya seorang pelayan berpakaian dengan sangat rapi.Ia berkata dengan nada yang terdengar hormat dan sopan.


Safira hanya diam sambil melihat buku menu yang di taruh di atas meja.Saat melihat daftar harga menu makan,Safira sampai terkejut karena menu makan paling murah saja setara dengan gajinya sebulan.


“Gila!!”gumam Safira tanpa sadar.


‘Gila?!,siapa yang gila?’pikir pelayan itu yang terlihat polos.


Arnam yang mengerti itu,ia pun hanya tersenyum kecil ke arah Safira,ia bisa tahu jika Safira mungkin merasa sedikit tidak enak padanya karena belum terbiasa.


“Biar aku saja yang pesankan”ucap Arnam yang langsung menyebutkan menu makanan yang menurut informasi sangat terkenal dan menjadi menu favorit restoran ini.


Selesai menyebutkan pesanannya itu,pelayan pun pamit untuk mengambil pesanan Arnam.


“Kamu yakin ingin pesan makanan sebanyak itu?,apalagi makanan itu paling mahal”tanya Safira sedikit syok karena belum bisa terbiasa.Baru beberapa detik berikutnya ia sadar akan siapa Arnam,dan tentu hal itu bukan masalah baginya.


“Jangan khawatir,kita pasti bisa menghabiskan makanan itu”jawab Arnam yang tidak ingin membahas tentang harga,ia takut jika nanti Safira akan merasa tersinggung.


Tak menunggu lama datanglah pelayan yang membawa banyak menu makan sesuai pesanan Arnam.


“Jika ada yang anda perlukan lagi,anda bisa panggil kami,karena kami akan menunggu di luar”ucap pelayan itu dengan nada yang terdengar sopan.


Setelah itu ruangan pun menjadi hening saat pintu telah di tutup,tapi Safira yakin jika pelayan tadi melakukan seperti apa yang dikatakan.


Di ruangan Arnam dan Safira berada,mereka dapat melihat pemandangan dari atas,di bawah sana banyak sekali orang-orang yang sedang makan di restoran,hal itu dapat terlihat jelas melalui dinding yang terbuat dari kaca transparan.

__ADS_1


“Kenapa kita makan di sini?”tanya Safira memecahkan keheningan.


Walau sebenarnya Safira setuju dengan ajakan Arnam,tapi ia tidak menyangka akan di bawa ke tempat seperti ini.


“Ini tempat yang bagus”jawab Arnam singkat,ia berkata jika ia seakan ingin memberikan yang terbaik untuk Safira.


“Tidak perlu khawatir,kamu bisa coba untuk membiasakan diri”lanjut Arnam menenangkan.


“Tapi sampai kapanpun aku nggak akan terbiasa dengan semua ini”ucap Safira yang terdengar mengeluh.


“Kalau begitu lakukan senyaman kamu,karena aku pasti akan dukung itu.Dan jangan pernah berfikir jika aku akan malu karena kamu',karena apapun yang kamu lakukan itulah diri kamu sebenarnya yang ku kenal sejak lama”jelas Arnam.Safira bisa melakukan apapun senyaman dia,meski akan ada orang yang mencela nya maka Arnam orang pertama yang membelanya.


Arnam ingin Safira bersikap seperti biasa,meski mungkin Safira akan berfikir jika orang lain akan menganggap ia norak atau apalah itu,khususnya Rima yang akan menganggap Safira itu kampungan.


“Baik”jawab Safira yang tidak tahu harus menjawab apa.


Dan karena Safira sedang berusaha untuk berdamai dan menerima keadaan,jadi apa salahnya ia meminta bantuan pada Arnam tentang cara dan kebiasaan hidup Arnam selama ini.


...*****...


Selesai acara makan,Arnam pun mengajak Safira untuk berkeliling sebentar.


“Kenapa ke sini?,ini pasti mahal.Lebih baik kita beli topi di tempat lain”ucap Safira saat Arnam mengajaknya ke sebuah toko yang khusus menjual topi.


“Bukankah kamu sangat menyukai topi,jadi aku sengaja untuk membeli topi di tempat ini”ucap Arnam yang terus menggenggam tangan Safira dan mengajaknya berkeliling di sekitar toko topi.


Kebetulan toko itu cukup sepi,jadi dengan leluasa mereka berdua bisa memilih topi yang di suka.Saat melihat sebuah topi hitam,Arnam pun berhenti dan langsung mengambilnya.


“Ini bagus,apa kah cocok?”tanya Arnam sambil memakai topi hitam itu.


“Itu bagus,tapi lebih bagus lagi kalau aku yang pakai”jawab Safira sedikit percaya diri.


Tanpa menjawab Arnam pun langsung memakaikan topi itu di kepala Safira.Arnam tahu jika Safira sangat menyukai topi,karena pakaian sehari-hari Safira saat keluar pasti akan di lengkapi dengan topi,walau tidak setiap hari.


“Iya,itu bagus”puji Arnam,harus Arnam akui jika Safira terlihat cocok pakai apapun di matanya.

__ADS_1


“Benarkan,lalu bagaimana kalau yang ini juga,ini juga nggak kalah bagus,warna hitam dan putih perpaduan yang sempurna”ucap Safira sambil mengambil topi pilihannya.Lagi-lagi Safira terkejut saat melihat harganya.


“Ini sangat mahal,padahal kalau beli di tempat topi biasa bisa dapat banyak”keluh Safira sedikit menghela nafas.


“Tidak masalah,akan aku beli”jawab Arnam yang tidak ingin mengatakan jika menurutnya itu sangat murah,ia takut jika Safira akan tersinggung dan akhirnya merasa tidak percaya diri.


“Ta..,ya sudahlah”akhirnya Safira setuju saat melihat tatapan tidak ingin di bantah milik Arnam.


Mereka akhirnya membeli beberapa buah topi.Selesai membeli topi mereka pun keluar.


...*****...


“Gimana?,aku cantik kan?”tanya Safira saat berada di sekitar parkiran,ia mulai mencoba beberapa topi yang baru Arnam belikan untuknya.


“Cantik”puji Arnam langsung.Walau Sebenarnya ia juga merasa sedikit aneh karena tidak biasanya Safira meminta untuk di puji olehnya,karena biasanya dia sendiri yang akan memuji Safira tanpa harus di minta.


“Kenapa nada ngomongnya kayak nggak rela gitu sih,yang benar dong,aku cantik atau nggak?”ucap Safira kini sedikit menggerutu.


“Iya,sangat cantik”akhirnya Arnam kembali memuji Safira.Rasanya masih saja aneh jika ia memuji Safira karena permintaan Safira,tapi meski begitu Safira memang benar-benar cantik dan imut.


Mendengar pujian Arnam itu,tiba-tiba Safira langsung tersenyum.Arnam yang melihat itu,ia pun ikut tersenyum.


‘Kalau tahu dia bakal tersenyum karena sebuah pujian,sudah pasti aku akan memujinya sejak awal’pikir Arnam yang entah kenapa merasa lega saat melihat Safira tersenyum.


“Ya sudah,ayo kita masuk!,di sini udaranya nggak enak”ajak Safira sambil menarik Arnam menuju mobilnya.


...*****...


Dan di tempat yang sama,dengan jarak yang sedikit jauh.Rena dan ibunya yang kebetulan baru selesai berbelanja di toko yang berbeda.Mereka yang dari tadi memperhatikan interaksi antara Arnam dan Safira,mereka hanya bisa diam dengan tangan terkepal.


“Kamu nggak boleh kalah dari perempuan jelek itu”ucap Susan yang merasa tidak terima jika anaknya kalah dari Safira.


“Iya Bu,akan aku buktikan kalau aku lebih baik dari segi apapun”yakin Rena.Ia tidak terima jika harus mengakui kekalahannya.


...*****...

__ADS_1


Sedangkan Safira yang memang sadar akan kehadiran mereka berdua,ia hanya diam sambil tersenyum saat Arnam telah menyalakan mobilnya.


‘Bukankah sudah aku perlihatkan apa yang namanya tidak tahu malu itu’pikir Safira,ia tahu jika Rena dan Susan bisa mendengar percakapan dirinya dengan Arnam,walaupun terdengar pelan.


__ADS_2