AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Arnam benci di sentuh wanita selain Safira.


__ADS_3

Sekarang Arnam dan Rena hanya diam dengan pandangan Arnam yang datar dan acuh.Arnam pun memilih mengambil ponsel miliknya dan memainkannya.


Sedangkan Rena hanya bisa diam sambil menatap kearah Arnam yang jelas terlihat tak suka berada di dekatnya.


‘Tampan sekali,kalau tau dia setampan ini,tanpa iming-imingi harta aku juga rela jadi istrinya’. batin Rena saat menatap kearah Arnam yang terlihat cuek.


“Sudah puas kamu menatap ke arah saya?”ucap Arnam tapi masih fokus kearah ponsel miliknya tanpa berniat menatap Rena sama sekali,meski begitu Arnam tau jika Rena dari tadi menatap kearahnya.


Rena yang mendengar hal itu,ia pun langsung menunduk dengan wajahnya yang terlihat merona saat tahu Arnam menyadari tatapan nya itu.


“Oke sekarang kamu ingin bicara apa?”


“Keluarga kita kan berniat untuk menjodohkan kita.Bagaiman kalau kita berusaha untuk mendekatkan diri kita masing-masing,agar lebih akrab”ucap Rena memberi usul,meski ucapan Arnam tadi terdengar seakan menjaga jarak darinya,tapi Rena tetap gigih untuk mendekati Arnam.


Rena tiba-tiba bangkit dan berjalan melangkah ke arah Arnam.


“Jika kamu berani berjalan mendekati saya,kamu pasti akan tahu akibatnya!”ucap Arnam dengan nada mengancam saat ia sadar jika Rena sedang berjalan ke arahnya


Rena yang mendengar itu,ia pun merasa sedikit takut akan ancaman Arnam.Tapi meski begitu ia tetap berjalan mendekati Arnam.


‘Tidak ada satu pun lelaki yang menolak pesonaku’ batin Rena percaya diri sambil terus melangkah mendekat ke tempat duduk Arnam.


Tak lama setelah itu,Rena pun sampai di hadapan Arnam dan ia langsung duduk tepat di samping Arnam.“Kenapa aku gak bisa duduk di dekat kamu?,lagipula nggak ada yang melarang juga,kita kan sebentar lagi akan menikah”ucap Rena dengan nada manja.


Rena pun berniat untuk menyenderkan kepalanya di pundak Arnam,tapi Arnam langsung bangkit hingga kepalanya terjatuh di sofa.“Saya bilang jangan dekati saya!,apa kamu tuli?!”ucap Arnam marah,wajahnya terlihat semakin datar dan dingin


“Arnam,apa yang kamu lakukan?!.Aku cuman ingin dekat dengan kamu,kenapa kamu perlakukan aku seperti ini?!”ucap Rena dengan marah,ia tak terima atas perlakuan Arnam.Apalagi tatapan Arnam kini berubah sinis dan tak bersahabat.


Sesulit apapun Arnam untuk di dapatkan.Tapi Rena yakin ia bisa mendapatkan Arnam!!.Dan kini ia semakin terobsesi karena penolakan dari Arnam.


Arnam hanya diam dan tidak memandang Rena lagi.“Toni”panggil Arnam.

__ADS_1


Segera Toni pun datang dan menghampiri Arnam. “Ya tuan,apa ada yang anda butuhkan?”tanya Toni tanpa berekspresi.


“Ikuti saya!”perintah Arnam mutlak.Arnam berjalan melewati Toni,dan Toni yang melihat hal itu,ia pun ikut melangkah dan berjalan di belakang Arnam.


Sesampainya mereka di kamar pribadi milik Arnam.


Arnam langsung melepaskan jas yang tadi sempat tersentuh oleh Rena.“Bakar jas itu,saya tidak ingin melihat jas itu lagi!”terdengar jelas Arnam sangat tak suka saat mengatakan hal itu,hingga Toni hanya mengangguk sebagai jawaban.


“Baik tuan”Toni membawa jas itu di tangannya dengan hati-hati,takut jika jas itu jatuh di kasur Arnam.Bisa-bisa Arnam akan meminta kasur itu di bakar pula,meski itu bukan masalah,hanya saja bukankah hal itu hanya membuang-buang uang?.


“Dan jangan lupa!,belikan saya jas baru untuk saya pakai besok,ingat! harus sama seperti jas yang akan kamu bakar ini”lanjut Arnam datar.


Toni mengangguk lalu berjalan keluar dari kamar Arnam.Sedangkan Arnam ia langsung berjalan ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Tak lama setelah itu,Toni pun datang dengan membawa sebuah jas,ia menunggu tuannya keluar dari kamar mandi.


“Tuan ini jas yang anda inginkan”ucap Toni begitu melihat sang tuan keluar dari kamar mandi.


Setelahnya,Arnam pun duduk di kasur miliknya,ia meletakan handuk yang ia gunakan untuk mengeringkan rambutnya dan mulai menatap ke arah Toni


“Katakan padanya bahwa saya tidak ingin bertemu dengannya,dan antar dia pulang!”


“Baik tuan”jawab Toni patuh.


Toni keluar dari kamar Arnam.Ia berjalan menuju ruang tamu di mana Rena berada.


Tak lama setelah itu,Toni pun akhirnya sampai di ruang tamu.Dan saat kedatangannya,ia melihat Rena bangkit dari duduknya dan berjalan kearahnya.


“Dimana Arnam?”tanya Rena setelah sampai di hadapan Toni.Nada bicaranya terdengar seolah ia telah dekat dengan Arnam.


“Tuan tidak ingin bertemu dengan anda untuk saat ini”ucap Toni tanpa ekspresi,ia berkata dengan nada tenang miliknya.

__ADS_1


“Kenapa?,saya calon istrinya,jadi saya berhak dong untuk bertemu dengannya!”ucap Rena langsung menatap tak suka ke arah Toni.


“Maaf nona,saya cukup menghormati anda karena anda calon istri majikan saya.Tapi tolong jaga batasan anda”Hal ini sudah menjadi hal biasa bagi Toni.Tapi bedanya,biasanya laki-laki yang berkepentingan dalam hal bisnis yang ingin bertemu dengan Arnam.


“Tapi saya ingin bertemu dengan calon suami saya!”ucap Rena tetap pada pendiriannya,ia masih tak menyerah untuk menemui Arnam.


“Tuan sedang istirahat,kalau begitu biar saya yang antar anda pulang”ucap Toni.Masih dengan wajah yang tidak menunjukkan ekspresi apapun,hingga membuat Rena merasa kesal karena hal itu.


“Ya sudahlah kalau begitu saya pulang naik mobil saya saja”ucap Rena sambil menahan amarah.


‘Aku harus tenang,dan tidak usah marah karena hal ini’pikir Rena berusaha menenangkan dirinya


‘Cepat atau lambat aku juga bisa mendapatkan hati kamu Arnam,jadi tunggu pembalasan ku nanti atas penghinaan hari ini yang aku terima!! ’.batin Rena yakin.


Akhirnya,Rena pun berjalan pergi meninggalkan mansion dengan obsesi dan rasa dendam yang ia rasakan.


...*****...


Sementara itu ditempat lain.


Safira tiba-tiba terbangun dari tidurnya,ia merasa sangat kehausan.Walaupun ia masih sangat mengantuk,tapi karena benar-benar merasa haus,akhirnya Safira pun keluar untuk mengambil air minum.Sepanjang perjalanan menuju dapur,ia menyadari jika suasana rumah terlihat sepi, melihat jam di dinding,ternyata sudah pukul dua belas malam lebih,pantas saja jika rumah begitu sepi.Rupanya para penghuni rumah kini tengah istirahat.


Safira lupa,biasanya ia akan menyediakan air karena memang jika malam hari ia akan merasa kehausan.


“Tau gitu aku sediakan dulu air sebelum tidur”gumam Safira begitu selesai menuangkan air ke gelas yang cukup besar dan membawanya ke kamar,ia pun langsung menutup pintu kamar dan menguncinya dari dalam.


Gluk gluk gluk...


Hampir setengah gelas air yang Safira minum, merasa rasa hausnya telah hilang,Safira pun meletakan gelas tersebut di atas nakas dan kembali merebahkan tubuhnya.


Entah mengapa perasaan Safira sedikit tak enak,ia tiba-tiba teringat dengan Arnam.“Kenapa Arnam nggak hubungin aku sama sekali ya?”gumam Safira tiba-tiba merasa khawatir pada Arnam.Ia ingin menghubungi Arnam untuk menanyakan kabarnya,tapi ia takut jika hal itu akan menggangu Arnam yang mungkin saja sedang istirahat.

__ADS_1


“Mungkin aja saat ini Arnam juga sedang tidur,biar besok pagi aku telepon saja lah”ucap Safira lagi,ia berbicara pada dirinya sendiri.Dan mengurungkan niatnya yang hendak meraih ponselnya.


__ADS_2