AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Rena


__ADS_3

Setelah pesta ulangtahun nya telah usai.


Kini Rena yang berada di dalam kamarnya itu,ia terlihat marah.Gagal sudah rencananya.


Rencana yang awalnya sudah ia susun dengan matang.Padahal jelas-jelas ia yakin jika rencana itu akan berhasil.


Flashback.


Jelas sekali jika Rena mengirim gaun dan mengatakan jika acara di percepatan,karena ia berfikir Safira belum memiliki persiapan sama sekali,dan tidak mungkin kan hanya dalam waktu sehari sudah siap??.Karena perlu waktu untuk mencari gaun yang pas dan cocok!


“Bu,menurut ibu bagaimana dengan rencana ku ini”ucap Rena setelah selesai menceritakan rencananya pada ibunya.


“Apa kamu memang berniat agar dia tidak datang?”tanya Susan yang seolah tahu keinginan anaknya itu.


“Bukankah sudah jelas,jika dia tidak datang,maka itu akan menegaskan jika dia itu sudah kalah dari aku”ucap Rena terdengar bangga.


“Tidak,ibu tidak setuju.Rencana kamu itu mudah di tebak.Gini saja,kamu kirim baju ke dia,dan beritahu dengan benar hari ulangtahun kamu”ucap Rena yang langsung memilih sebuah gaun yang ada di lemari Rena.


“Yang ini!,ini gaun yang bagus.Lagipula ini gaun baru”lanjut Susan.


“Jangan Bu,itu gaun kesukaan aku”Rena tidak rela jika gaun paling mewah di antar gaunnya harus jadi milik Safira.Apalagi ia belum memakai nya sama sekali,karena ia berniat memakai gaun itu di pesta nanti.


“Dasar bodoh!.Rela kan saja,ini hanya sebuah gaun.Kamu kan bisa membelinya lagi nanti”ucap Susan terdengar memarahi anaknya.


“Tapi kan bu-”belum sempat Rena mengucapkan ke-engganannya itu.Susan lebih dulu memotongnya.


“Kamu nggak terima karena belum tahu rencananya kan?,oke kalau begitu biar ibu ceritakan”ucap Susan sempat tersenyum sejenak.


“Coba bayangkan apa yang akan orang pikirkan jika ada seorang tamu dalam acara pesta memakai pakaian yang lebih mewah dari sang tuan rumah??”Susan menjeda dan menatap anaknya yang hanya diam mendengarkan


“Mungkin ada beberapa yang menganggap itu biasa,tapi kita nggak bisa mengelak kalau pasti kebanyakan orang akan berfikir jika itu tidak sopan kan?”lanjut Susan berusaha menjelaskan pada anaknya.


Rena yang mendengar itu lagi-lagi hanya diam,ia masih menunggu lanjutan dari cerita ibunya itu.


“Tapi bagaiman jika status Safira si anak sialan! itu terbongkar?”tanya Susan terdengar meminta respon anaknya,ia terlihat marah saat menyebut nama Safira.


Rena tetap diam,ia tidak mengerti apa yang di pikirkan ibunya.


“Bukan kah dengan begitu,orang yang awalnya berfikir jika hal itu adalah hal biasa,kini berubah pikiran dan berfikir jika Safira tak tahu malu.Apalagi jika orang yang memang sudah menganggap Safira tidak tahu malu itu,ia pasti akan semakin menganggap buruk Safira”ucap Susan menjelaskan dengan detail.Meski Rena setuju dengan rencananya ibunya itu,tapi ada sesuatu hal yang ia tidak sukai dengan rencana ibunya itu.


“Tapi kan Bu,kenapa harus nanti.Bukankah akan lebih menyenangkan saat melihat wajah malu dan kesal Safira saat di pesta?”tanya Rena tak mengerti.


“Kamu ini!,benar-benar bodoh.Bukankah nanti kamu juga akan melihat wajah malu dia di pesta saat memakai baju yang lebih mewah dari kamu',karena pasti kebanyakan orang akan menganggap dia tidak tahu malu hingga akhirnya menghina si Safira.Tapi itu belum seberapa,karena kita harus tunggu saat di mana status si Safira itu terbongkar”ucap Susan yang langsung di jawab anggukan oleh Rena.


Mereka ingin Safira terlihat tidak tahu malu,karena dengan pakaian mewah itu Safira seolah terlihat ingin menjadi tokoh utama di acara Rena,dengan begitu orang-orang akan berfikir buruk dan menganggap nya tidak sopan.

__ADS_1


Dan rasa malu di pesta hanya dianggap sebagai permulaan,dan puncaknya saat status Safira terungkap.Di mana akan semakin banyak orang yang menganggap nya buruk.


Rena dan Susan menjadi tak sabar menunggu waktu itu tiba.Mereka berdua pun tersenyum dengan di sertai tawa puas.Seolah mereka sangat menantikan hari itu tiba.


Flashback end.


“Sial! sial! sial!”marah Rena saat tersadar dari lamunannya itu.


Karena saking marahnya,ia sampai mengambil gunting di lemari kecil.Rena berniat untuk merusak gaun yang tadi menjadi kado pemberian dari Safira.


Tidak peduli seberapa bagusnya gaun itu,tidak peduli seberapa suka dan inginnya ia untuk memiliki gaun itu.Tapi karena gaun itu pemberian Safira ia seakan ingin langsung menghancurkan gaun itu.


“Aku tidak Sudi memakai pakaian murahan seperti ini!,ini namanya penghinaan!!”ucap Rena yang langsung mengambil gaun yang tadi ia letakan di atas kasur.


Pada saat Rena hendak memotongnya,tapi tiba-tiba tangannya di cekal oleh seseorang.“Kamu apa-apaan sih Rena!,kenapa gaun sebagus itu ingin kamu rusak”


tanya Susan yang tiba-tiba datang menghampiri Rena.Tentu ia langsung menemui Rena setelah mendengar teriakkan dari kamar Rena.


“Lepasin Bu!,aku nggak butuh gaun ini!”marah Rena pada ibunya.Ia benar-benar sudah merasa sangat marah saat ibunya menghentikan aktivitasnya itu.


“Kalau kamu nggak mau,biarkan untuk ibu.Lagipula gaun itu sangat bagus dan susah untuk di dapat”ucap Susan dengan nada sedikit tinggi.


Bukan hal mudah untuk mendapatkan gaun itu,meski status perusahaannya sangat tinggi setelah perusahaan Arnam.Tapi tidak semudah itu ia bisa mendapatkan gaun itu,karena Salma hanya akan menjual gaun itu pada beberapa orang yang di kehendaki nya.


Mendapat perlakuan seperti itu tentu Susan kesal,ia ingin menghancurkan butik Rena.Tapi tidak semudah itu ia bisa menghancurkan butik yang memiliki penjualan terlaris di negara itu.Karena di belakang Salma ada orang-orang hebat yang mendukungnya.Oleh karena itu Susan ingin Rena menikahi Arnam,dengan begitu status mereka akan kuat dan orang-orang akan semakin takut pada mereka.


Mendengar nama itu,Susan diam sejenak.Rasa gengsinya seakan tidak rela untuk menerima itu.Tapi karena keserakahan dirinya lebih besar,ia jadi tetap ingin memiliki gaun itu.


“Tapi nggak ada untungnya kamu marah ke gaun itu,apalagi hingga merusaknya.Sudah berikan pada ibu!,ini pasti akan pas di tubuh ibu”mungkin sikap suka bermewah-mewah Rena turun dari ibunya.


Karena meskipun sudah tidak muda lagi,tapi Susan memiliki tubuh dan wajah yang terawat.


“Bu!!”Rena tidak tahu harus mengatakan apa.Tapi karena saking kesalnya itu,ia pun sampai memberikan gaun itu dengan kasar pada ibunya.Sedangkan Susan menerima itu dengan senang.


“Sekarang ceritakan!,apa yang membuat kamu bisa semarah ini!.Bukankah kamu tadi sudah berhasil mempermalukan Safira??”tanya Susan yang sebenarnya tidak hadir karena sebuah alasan.


“Gagal,semuanya gagal!.Dia tidak memakai gaun pemberianku,malahan yang ada dia mencuri perhatian semua orang”kesal Rena mengepal kan tangan nya.


“Harusnya kan yang jadi pusat perhatian itu aku,tapi karena dia pusat perhatian berpindah padanya!!.


Bahkan yang lebih mengesalkan lagi adalah!,banyak laki-laki yang bertanya tentang dia padaku,dan itu terjadi dia acara pesta ulangtahun ku sendiri”lanjut Rena dengan emosi dan mengungkapkan kekesalannya itu.Ia tidak terima saat mengingat banyak dari kalangan lelaki yang meminta di perkenalkan pada Safira,rasanya ia ingin langsung memaki di tempat saat itu juga.


“Jadi bagaimana bu?,apa yang harus kita lakukan?”tanya Rena dan Susan hanya diam.


“Awalnya juga aku tadi berfikir jika dia tidak akan membawa kado bagus,terlebih saat dia tidak membawa kado sama sekali tadi.Tapi pada akhirnya justru kadonya yang menjadi yang terbaik di antara yang lain,bahkan menjadi pusat perhatian!!”ungkap Rena marah dengan nada yang terdengar sedang menceritakan.

__ADS_1


“Apa yang harus aku lakukan???!”ulang Rena dengan penuh emosi dan Susan terlihat hanya diam seolah sedang berfikir.


“Seharusnya tadi aku langsung mengungkapkan status nya saja,kalau perlu memakinya!!.Andai tidak ada temannya itu,mungkin aku akan melakukan hal itu”ucap Rena yang terus-menerus mengungkapkan kekesalannya itu.


“Kamu tenang!”ucap Susan setelah hanya diam karena sedang berfikir.


“Bukankah masih ada lain waktu,jadi tidak perlu khawatir”ucap Susan dengan di sertai senyum licik yang tiba-tiba muncul.


“Kenapa sih Bu?,waktu itu kan ada video aku saat melabrak Safira,tapi kenapa itu nggak ada?”tanya Rena yang ingin dunia tahu tentang status Safira.


“Dasar bodoh!,ayah kamu yang telah memerintahkan seseorang untuk menghapus itu.Lagipula sikap kamu di video itu nggak bagus,itu hanya akan menghancurkan Citra mu saja”ucap Susan yang tidak habis-habisnya memaki anaknya sendiri.


Rena yang mendengar itu pun hanya diam.


...****...


Sedangkan di tempat Safira kini.


Safira dan Arnam kini sedang sama-sama berada di dalam mobil,dengan Arnam yang mengemudikan secara langsung dan Safira yang duduk di sampingnya.


Safira tidak tahu saja jika saat mendapat kabar kalau dirinya hadir di pesta,dengan cepat Arnam menuju ke acara pesta dan mengemudikannya langsung secara terbaru-buru,meski pada akhirnya datang terlambat.


“Tunggu dulu!,biar aku kabari Salma dulu”ucap Safira pelan,ia sedikit takut saat melihat wajah Arnam yang terlihat sedikit dingin padanya.Padahal selama ini,jangan kan bersikap dingin,cuek saja Safira belum pernah lihat,kecuali sekali,itu pun saat cemburu.


“Tidak perlu,biarkan saja”jawab Arnam cuek.


Mendengar jawaban seperti itu,entah kenapa Safira langsung berubah menjadi kesal.


“Kamu ini apa-apaan sih!,Salma itu sedang nungguin aku dari tadi!”Safira mengungkapkan ketidak-enakannya,khawatir Salma akan terus menunggu nya.


“Dia sudah pulang lebih dulu!”jawab Arnam masih dengan nada cueknya.


Meskipun Arnam langsung menjemput Safira pulang,ia sempat memerintahkan Toni untuk mengantar Salma pulang.


Andai Safira bisa sedikit peka,Arnam kini sedang sangat cembur.Saat melihat orang memperhatikan istrinya yang tidak mengenakan make-up saja ia langsung kesal dan merasa cemburu.Apalagi kini ia membayangkan jika istrinya yang memakai make-up menjadi pusat perhatian.


Rasanya Arnam benar-benar tidak bisa mengungkapkan rasa cemburunya karena saking besar rasa cemburunya itu.


“Sekali lagi kamu berdandan seperti ini di depan umum,akan aku bakar semua gaun dan alat rias kamu itu saat ini juga!!”dingin Arnam.


Lagi-lagi saat mendengar itu,Safira yang awalnya mulai tenang kembali berubah menjadi kesal.


“Nggak sekalian sama orangnya?!”kesal Safira terdengar menantang.


“Nggak,hanya alat rias dan gaunnya saja!.Kalau perlu,meja riasnya juga sekalian!”balas Arnam masih dengan nada cuek dan dingin nya.

__ADS_1


Kini Safira pun hanya diam saat mendengar itu,percuma melawan Arnam,karena Arnam seakan ingin mendominasi dirinya.Seolah hanya Arnam yang berhak segalanya atas Safira.Mungkin karena rasa bersalahnya itu juga,Safira pun hanya diam dan menghela nafas pasrah.


*****


__ADS_2