
Hari ini Safira yang sedang memakan sarapannya itu,ia pun langsung menatap kesal ke arah Arnam.
“Kita sudah cuti lebih dari seminggu,aku hari ini harus kerja”ucap Safira terdengar sedikit kesal.Ia memperhatikan Arnam yang masih memakai pakaian santainya,apakah ia tidak kerja?
“Lalu?”tanya Arnam santai seolah tak melihat ekspresi kesal Safira.
“Mas.Bukannya kamu juga harus kerja hari ini,tapi kenapa kamu belum mengganti pakaian kamu dengan pakaian formal”ucap Safira sambil menekan sebutan 'Mas'yang merupakan panggilan Safira untuk Arnam.Ia tidak setuju jika Arnam mengambil cuti sebulan,memang nya itu masuk akal,bisa saja yang ada Arnam akan di pecat,itu yang Safira pikirkan saat ini.
Kalau saja bukan ayahnya yang menyuruhnya memanggil Arnam dengan sebutan 'Mas'.Mungkin ia sudah memanggil Arnam dengan nama langsung.
Meskipun Safira tahu jika Arnam sedikit lebih tua darinya,dan Arnam juga suaminya,tapi tetap saja ia sudah merasa terbiasa dengan menyebut nama Arnam secara langsung.
“Oke,mas akan mengganti baju mas.Tapi itu nanti setelah sarapan”ucap Arnam dengan tenang melanjutkan sarapan nya.
Saat Safira hendak angkat suara,tapi terhenti karena suara bel berbunyi.
Ting Nong Ting Nong
Tiba-tiba Safira yang mendengar bel tanda ada tamu berbunyi itu,ia pun langsung menatap ke arah Arnam.
“Biar aku saja yang buka pintu,lagipula aku telah menyelesaikan acara makanannya”ucap Safira yang langsung berjalan menuju pagar yang terkunci.
Arnam yang kebetulan sudah selesai makannya itu,ia pun langsung berjalan menuju kamarnya untuk mengganti pakaian.
Bisa-bisa jika ia tak kunjung mengganti pakaian,yang ada Safira akan marah padanya.
Saat ini Safira yang sedang menyambut tamu itu,ia pun langsung membawa tamu menuju ruang tamu.
“Salma kamu mau minum apa?”tanya Safira menawarkan minuman saat Salma telah duduk.
“Nggak usah,aku hanya sebentar di sini”ucap Salma menolak halus tawaran Safira.
“Kenapa kamu datang ke sini?,atau jangan-jangan kamu mau menanyai masalah ketidakhadiran aku di acara reuni waktu itu ya”ucap Safira yang terlihat menebak-nebak.
“Iya,kenapa kamu nggak hadir”tanya Salma yang terdengar penasaran.
“Aku lupa ngabarin kamu kalau pada saat acara reuni waktu itu,ponsel aku sempat hilang”ucap Safira memberitahu.
__ADS_1
Saat Salma hendak berbicara,Arnam datang dan menghampiri Safira.Salma pun menjadi bungkam akan kedatangan Arnam.
“Sayang aku berangkat dulu”ucap Arnam sambil menatap Safira.
“Ya”jawab Safira singkat yang juga menatap Arnam yang ada di hadapannya.
Seperti biasa,Arnam akan selalu tampan memakai apapun,apalagi dengan pakaian formal,itu bahkan meningkatkan aura dan kharisma Arnam,serta ketampanan Arnam berkali-kali lipat.
Melihat penampilan Arnam itu,Safira tiba-tiba merasa sedikit cemburu,entah berapa wanita yang akan menjerit tak tertahan saat melihat penampilan Arnam saat ini.
“Ciuman selamat kerjanya mana?”ucap Arnam
dengan tangan yang menepuk-nepuk pipinya.
Arnam seolah dapat menebak jika Safira saat ini merasa cemburu padanya,terlihat jelas dari tatapan matanya.Walau hanya Arnam yang tahu itu.
“Apa?”tanya Safira refleks.
Mengerti dengan permintaan Arnam,ia pun langsung mendengus karena kesal sekaligus malu jika harus menuruti permintaan Arnam di depan sahabatnya.
“Sudah cepat pergi sana!,takutnya nanti kamu terlambat”ucap Safira yang terdengar seperti mengusir
Cup...Arnam mengecup bibir ranum Safira yang berwarna pink alami.
Safira yang mendapatkan perlakuan seperti itu,ia pun langsung melotot kan matanya karena terkejut sekaligus malu.Dan pada saat Safira hendak berteriak kesal,tapi Arnam lebih dulu keluar dari rumah.
“He..he...”Tiba-tiba Salma yang awalnya diam saja dan hanya memperhatikan interaksi antara Arnam dan Safira itu.Ia pun langsung terkekeh lucu saat melihat mata Safira melotot karena malu.
Sontak Safira yang mendengar itu,ia pun langsung menatap ke arah Salma.
“Maaf ya Sal,kalau aku sudah buat kamu nggak nyaman”ucap Safira menatap Salma yang telah selesai dengan kekehannya.
“Nggak masalah Fi.Tapi aku juga sebenarnya merasa heran deh sama Arnam,bisa-bisanya dia terlihat seperti seorang yang berbeda saat bersama kamu.Atau jangan-jangan dia memiliki kepribadian ganda ya”ucap Salma dengan sedikit bercanda diakhir kalimat.
“Tanpa aku beritahu,kamu juga pasti sudah tahu jawabannya”ucap Safira sambil mengela nafas.
Salma yang mendengar itu,ia pun hanya diam.Salma tahu jika Arnam berlaku berbeda seperti itu,tentu saja karena Safira yang membuat Arnam menjadi seperti itu.Tapi sayangnya sifat ramah dan perhatian yang Arnam miliki hanya diberikan pada Safira.
__ADS_1
“Oh iya tadi kamu bilang jika handphone kamu hilang,terus gimana?,apa sudah ketemu?”tanya Salma mengalihkan topik.
“Iya waktu itu aku taruh handphone aku di atas nakas pada saat aku akan mandi,tapi saat aku selesai mandi aku lihat jika handphone aku udah nggak ada di tempatnya.Lalu karena kelelahan setelah seharian mencari handphone itu karena nggak ketemu-ketemu juga,akhirnya aku tidur.Dan kamu tahu apa yang terjadi selanjutnya?”ucap Safira panjang lebar dengan diakhiri pertanyaan untuk Salma.Ia terlihat heboh saat mengucapkan kalimat terakhirnya itu.
Salma yang ditanya seperti itu,ia pun langsung menggeleng.Sebagai tanda jika ia tak tahu apa kelanjutan cerita Safira.
“Masa pas aku bangun tidur,aku lihat handphone aku ada di atas nakas,aneh banget kan”ucap Safira dengan nada heran dan ekspresi yang terlihat jelas jika ia merasa curiga pada Arnam.
“He...he...,mungkin Arnam yang sembunyikan handphone kamu kali”ucap Salma disertai kekehan nya.
“Iya aku juga berfikir seperti itu,tapi katanya dia yang menemukan handphone aku dan meletakkannya di atas nakas”ucap Safira yang menceritakan jawaban Arnam saat dirinya bertanya curiga waktu itu.
“Ya sudah mau gimana lagi,dia juga sudah jawabnya begitu.Tapi setidaknya aku juga merasa lega karena kamu baik-baik saja,aku awalnya khawatir banget waktu gak ada kabar dari kamu”ucap Salma dengan nafas lega nya.
“Maaf banget,aku lupa kabarin kamu”ucap Safira yang tak perlu menjelaskan secara detail kepada Salma,karena Salma pasti akan langsung mengerti.
“Sepertinya ini sudah waktunya kita berangkat kerja.Kalau begitu,biar aku yang antar kamu kerja”tawar Salma saat melihat jam tangannya.
“Nggak usah takut merepotkan kamu”ucap Safira menolak halus ajakan Salma.
“Nggak masalah,lagipula jarak antara butik aku dengan tempat kamu kerja itu lumayan dekat”ucap Salma lagi terdengar sedikit memaksa.Dan Safira yang mendengar itu,ia pun akhirnya setuju untuk diantar menuju tempat kerja oleh Salma.
Tanpa menunggu lama,mereka pun langsung keluar dari rumah.Safira pun berangkat menuju kantor nya dengan diantar menggunakan mobil Salma.
...*****...
*Sesampainya di perusahaan.
Safira pun langsung berjalan menuju tempat kerja miliknya.
“Cie cie pengantin baru udah mulai kerja nih”ledek Raisa saat Safira telah duduk.
Safira yang mendengar itu,ia hanya diam dan mengabaikan ledekan Raisa,karena Safira memilih fokus untuk mengerjakan pekerjaan nya yang sangat menumpuk setelah seminggu lebih ia kerjakan hanya sebagian.
Raisa yang melihat itu,akhirnya memilih untuk diam dan mengerjakan pekerjaan nya.Karena Raisa tahu sepertinya saat ini Safira sedang tak ingin di ganggu.
Dan di perusahaan hanya Raisa dan Reno saja yang tahu tentang pernikahan Safira,lagipula di perusahaan Reno ia tidak memiliki teman akrab selain Raisa,jadi selain Reno yang ia undang Safira pun mengundang Reno
__ADS_1
****
Mohon dukungannya.