AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Undangan


__ADS_3

“Lusa?,bukankah itu terlalu mendadak”ucap Safira setelah hanya diam,ia tadi seolah sedang berfikir dengan ucapan Rena yang mengundang nya dengan sangat mendadak.


Jika Rena memang benar-benar berniat untuk mengundang dirinya,bukankah harusnya di lakukan beberapa hari sebelum acara ulangtahun di laksanakan??.Tapi sepertinya Rena memang tidak berniat untuk mengundang dirinya secara baik-baik.


“Oh,waktu itu aku sangat sibuk untuk mempersiapkan acara ulang tahun.Kebetulan hari ini aku baru ingat jika aku berniat untuk mengundang kamu,jadi tolong usahakan untuk hadir.Karena aku pasti akan merasa sangat senang jika kamu hadir di acara ulang tahunku nanti”ucap Rena dengan nada yang terdengar seolah-olah ia sangat mengharapkan kehadiran Safira.


“Tapi bukankah ini terlalu mendadak?,


maksud aku itu,aku kan perlu waktu untuk mempersiapkan diri,lebih lagi aku harus tampil dengan baik dan sopan”jelas Safira yang langsung mengungkapkan keberatannya itu.


“Soal itu kamu gak perlu khawatir,biar aku yang siapin baju untuk kamu.Kebetulan aku baru beli baju,dan ada satu baju yang cocok untuk kamu”Rena yang sepertinya benar-benar ingin Safira hadir di acara ulangtahun nya itu,ia sampai rela untuk membelikan Safira gaun.Entah apa yang sedang ia rencanakan,yang jelas hanya ia yang tahu.


“Tapi...”Safira masih hendak protes,namun langsung di sela oleh Rena.


“Tolonglah,aku benar-benar minta maaf atas kejadian waktu itu.Bisakah kita mencoba untuk memperbaiki hubungan kita ini,mungkin ke depannya kita akan sering bertemu.Bukankah suami kita orang yang sama,mungkin ada baiknya kita akrab agar suami kita merasa senang”bujuk Rena


Mendengar hal itu,entah kenapa Safira mulai merasa marah.Ia tidak terima jika harus berbagi suami,tapi di sini dia lah istri kedua,dan otomatis orang akan berfikir jika dia lah yang patut untuk di salahkan dalam hubungan ini.Jujur saja jika Safira tahu Arnam sudah menikah dengan Rena,ia lebih rela untuk melepaskan Arnam.Walau secintai dan sesayang apapun dia pada Arnam,ia tetap akan memilih untuk melepaskan Arnam,itu semua ia lakukan karena ia memiliki prinsip.


Jika bisa melepaskan,kenapa harus berbagi!!


Melihat Safira yang mulai merasa tersinggung,Rena diam-diam tersenyum.“Kenapa hanya diam?”tanya Rena sambil memegang tangan Safira.


Sontak tangan Safira yang awalnya mengepal itu,kepalan itu pun langsung terlepas dan terbuka saat Safira telah sadar dari lamunannya itu.


“Tapi saya gak bisa janji”Safira berkata dengan sedikit formal,ia menyadari jika dirinya tidak sedekat itu dengan Rena.


Mendengar ucapan Safira yang seolah sedang memberi jarak padanya.Rena pun hanya terdiam sejenak seolah berfikir.


“Bolehkah aku meminta nomor ponsel kamu?,mungkin nanti akan berguna”ungkap Rena sambil mengambil ponsel dari tasnya.Ia seolah bersiap untuk mengetik nomor yang akan Safira sebutkan.


Sedangkan Safira yang mendengar itu hanya diam,ia seolah enggan untuk memberikan nomor ponselnya itu.Meski bukan artis atau orang penting,tapi ia hanya menyimpan kontak beberapa teman yang ingin ia simpan saja.


Rena yang tahu jika Safira merasa keberatan,ia pun memilih cara lain.“Kalau kamu keberatan,gimana kalau kamu yang simpen kontak aku.Aku sebutin ya ...”


“Nggak usah,biar kamu yang simpen nomor saya”potong Safira yang langsung menyela ucapan Rena.


“Oke”jawab Rena yang langsung setuju.Akhirnya Safira pun menyebutkan nomor ponsel miliknya itu.


Selesai menyebutkan nomor ponselnya,Rena pun langsung tersenyum.“Ya,aku sudah simpen nomor kamu”Setelahnya,Rena langsung menyimpan ponselnya kembali.“Nanti kalau ada apa-apa bolehkan aku telepon kamu?”tanya Rena yang hanya di jawab oleh senyuman pasrah dari Safira.

__ADS_1


“Oh iya,nanti untuk kapan waktu kamu harus datang,akan aku kirim lewat pesan saja”ungkap Rena sambil tersenyum.


Setelah itu Rena pun langsung berpamitan pada Safira.


...*****...


Kini Safira yang telah kembali ke kedai tempat ia makan tadi.Ia yang melihat Salma dari jarak yang cukup jauh itu,ia dapat melihat Salma yang seolah sedang mencari dirinya,terbukti dari gerak geriknya yang terlihat mondar-mandir.


“Kamu nyariin aku?”tanya Safira saat berada di hadapan Salma.


Salma yang awalnya hendak bertanya pada seseorang langsung menoleh.“Kamu ke mana aja sih,aku dari tadi nyariin kamu ke mana-mana.Kamu gak tahu apa kalau aku itu khawatir banget sama kamu.Aku takut kamu hilang,yang ada nanti Arnam salahin aku lagi”gerutu Salma,tapi meski begitu ia merasa lega saat melihat Safira,walau tidak bisa menghilangkan nada suaranya yang masih terdengar khawatir.


“Maaf,tadi aku ada urusan”jawab Safira yang merasa sedikit bersalah.


“Kamu kan bisa minta izin dulu sama aku”keluh Salma.


“Nggak bisa,aku buru-buru soalnya”


“Seenggaknya kamu kirim pesan kek,ini mah nggak kirim pesan,nggak izin juga.Buat orang khawatir aja!”gerutu Salma lagi yang masih dengan nada mengeluhnya.


“Oh iya,maaf aku lupa”jawab Safira sedikit cengengesan.


“Hehehe,maaf.Nggak usah pakai kata-kata kasar juga,gak enak di dengernya”jawab Safira disertai tawanya yang sedikit hambar.


“Memangnya kamu habis dari mana sih?,sampai lupa untuk kabarin sahabat kamu ini”tanya Salma sambil menatap ke arah Safira.


Safira pun langsung menarik tangan Salma dan mengajaknya sedikit menjauh dari kerumunan.


“Aku tadi sempat bicara dengan Rena,dia itu merupakan istri pertama Arnam”jelas Safira yang membuat Salma sedikit kaget.


“Apa?,istri pertama!!”kaget Salma yang tanpa sadar berteriak.Hingga orang-orang yang mendengar itu langsung menoleh ke arah mereka.


“Issh”kesal Safira yang langsung mencubit tangan Salma.“Bisa nggak sih jangan berisik,malu tahu di lihat orang”keluh Safira dengan nada kesalnya.


“Eh iya maaf maaf.Ya udah yuk kita cari tempat yang agak sepi untuk ngobrol”ajak Salma.


...*****...


Mereka pun langsung berjalan ke sebuah tempat yang cukup nyaman.

__ADS_1


“Tapi dia nggak sakitin kamu kan?”tanya Salma,ia sempat lupa untuk mengkhawatirkan Safira karena terlalu syok.


“Nggak lah,kamu gak tahu apa kalau aku ini wanita kuat”jawab Safira dengan nada percaya dirinya.


“Iya iya kamu itu wanita kuat”jawab Salma terdengar meledek.


“Nggak percaya?,mau aku buktikan?”entah kenapa Safira merasa kesal dengan ucapan Salma tadi.


“Nggak perlu.Eh tapi dia datang temui kamu untuk apa?”tanya Salma mengalihkan topik.


“Dia ingin aku datang ke acara ulangtahun nya,tapi aku nggak tahu akan datang atau gak”jawab Safira dengan nada sedikit rendah.


Salma pun diam sejenak saat mendengar itu.


“Kamu harus datang!!”perintah Salma tiba-tiba dengan nada yakin.


“Hmm?,kenapa?,tanya Safira penasaran.


“Ya karena kalau kamu nggak datang,otomatis dia akan berfikir kalau kamu itu takut padanya.


Sedangkan kamu tahu kan kalau kita itu nggak akan takut selagi kita gak salah”jelas Salma mengutarakan maksudnya itu.


“Lalu kapan acara itu di adakan?”lanjut Salma dengan nada bertanya.


“Lusa”jawab Safira singkat.


“Kenapa mendadak sih”gerutu Salma dengan nada sedikit kaget.


“Iya,aku juga tadi sempat bilang begitu.Tapi katanya dia sudah siapkan baju untuk aku”jawab Safira sedikit acuh dengan nada yang terdengar menjelaskan.


“Tapi kenapa aku merasa curiga dengan maksudnya ya?.Bukannya aku berfikir buruk,cuman aku ingin kamu waspada aja!.Lebih baik kita beli baju sendiri aja,karena itu pasti akan membuat kita tenang.


Lagipula jika kita beli baju sendiri,itu lebih terjamin,belum lagi kita bisa beli baju sesuai selera kita”ucap Salma terdengar memberi usul.


“Kapan?”tanya Safira langsung,ia sepertinya setuju dengan usulan itu.


“Sekarang”jawab Salma yakin.


“Tapi ini kan sudah sore”ucap Safira terdengar mengeluh.

__ADS_1


“Tenang aja,aku tahu tempat yang bagus.Kebetulan Arnam kan sudah kasih kamu kartu kredit,aku yakin jika kamu bisa belanja sepuasnya dengan kartu itu”ucap Salma saat ingat Safira sempat cerita di telepon jika Arnam memberikannya kartu kredit dengan warna yang belum pernah Safira lihat selama ini.


__ADS_2