
Seminggu berlalu.
Arnam yang kini sedang berada di dalam mobil,ia terlihat tenang dengan pandangan lurus ke depan.
“Tuan,apakah anda tidak memberitahu nyonya Safira tentang ini?”tanya Toni.
Toni berkata seperti itu,karena Arnam belum mengatakan tentang statusnya pada Safira,tentu saja jika berita itu muncul,mungkin saja Safira yang mengetahui status Arnam melalui berita dan bukan dari mulut Arnam secara langsung,bukankah Safira akan marah?.
“Nanti aku akan membujuknya”ucap Arnam dengan yakin,seolah mengatakan jika Safira pasti bisa mengerti dan luluh hanya dengan perkataannya.
Padahal Arnam tahu jika Safira saat ini masih belum bisa memaafkan kebohongan nya,atau lebih tepatnya memaafkan atas penghinaan yang diberikan oleh ibunya,dan pengkhianatan atas kebohongan dirinya.
“Tapi tuan,saya khawatir jika anda tidak memberitahunya terlebih dahulu,maka masalah ini akan menjadi semakin rumit”ucap Toni berusaha memberi saran.
Arnam yang mendengar itu,ia sempat diam sejenak dan berfikir.Setelah beberapa saat,akhirnya ia mengambil keputusan
“Baiklah,saya akan coba menghubunginya”ucap Arnam yang mengerti kekhawatiran Toni.Arnam juga memiliki alasan tersendiri kenapa sampai sekarang ia belum memberitahu Safira tentang statusnya.
Saat Arnam berusaha untuk menghubungi Safira,tapi sayang ponsel Safira tidak aktif.Rupanya Safira sengaja mematikan sambungan telepon itu,karena ia menebak jika Arnam akan sering-sering meneleponnya.
“Tidak aktif”ucap Arnam datar.Seolah ia memberi tahu langsung pada Toni.
“Kalau begitu,lebih baik kita langsung berangkat saja,karena sebentar lagi acaranya akan di mulai”ucap Toni terdengar meminta izin.
__ADS_1
Arnam yang mendengar itu hanya menjawab dengan anggukan.Dan akhirnya mobil pun berjalan menuju tempat acara.
...*****...
Sedangkan di tempat acara.
Saat ini suasana di pesta perayaan ulang tahun perusahaan milik Arnam terlihat ramai,sudah banyak para tamu undangan yang hadir.Padahal ini belum beberapa menit berlalu,rupanya memang pengaruh perubahan Arnam sangat besar di negaranya hingga banyak orang yang berlomba-lomba untuk melihat pemimpin resmi perusahaan.
Seperti halnya keempat sahabat Safira itu,mereka yang juga di undang tentu karena reputasi yang baik serta status sosial yang lumayan,terutama Reno yang memiliki status yang paling tinggi diantara yang lainnya setelah perusahaan milik Arnam dan Rena.
Perusahaan Reno merupakan perusahaan terbesar ketiga di negara itu,setelah perusahaan Arnam dan perusahaan milik orang tua Rena,Kekayaan dan kekuasaan itu sudah bertahan turun menurun,hanya saja mengalami pergeseran posisi yang tadinya di urutan pertama menjadi kedua,dan lalu menjadi ketiga.
Sedangkan Roni adalah dokter bedah terbaik yang terkenal saat ini,belum lagi Rey yang merupakan anak seorang pengusaha yang cukup berpengaruh walau tidak sebesar Reno.Dan Salma,ia memiliki butik yang terkenal dengan desain yang unik dan menarik di kalangan menengah ke atas.
Perayaan itu diadakan di salah satu hotel terbaik milik Arnam,dengan nuansa emas yang terkesan mewah dan galmor.Dekorasi di desain dengan desain yang kekinian dan modern,dengan banyaknya hiasan yang bernilai fantastis.Jangan salah,karena harga sewa satu kamar hotel itu bernilai sangat fantastis,jadi hanya para pengusaha kaya dan para bangsawan yang menyewa hotel itu.Tapi meski begitu banyak kalangan atas yang menyewa hotel itu,tentu karena pelayanan nya sesuai dengan harganya yang fantastis.Selain itu,hotel itu sangat nyaman dan membuat siapa saja betah untuk tinggal berlama-lama di sana.
“Kalau aku sih sudah yakin bakal di undang,kan perusahaan ayah aku cukup besar dan terkenal”jawab Rey dengan nada terkesan sombong.
“Dasar!,gitu aja bangga.Yang seharusnya patut di banggain itu kalau harta yang kamu dapatkan adalah hasil dari jerih payah kamu,bukan dari orang tua kamu”ucap Salma dengan nada menyindir,ia kesal dengan sikap sombong Rey.
“Ya nggak apa-apa dong,harta-harta orang tuaku,kenapa kamu yang pusing?,panas ya?”ucap Rey yang semakin gencar memanas-manasi Salma.
“Nggak tuh,biasa aja”jawab Salma cuek.
__ADS_1
“Sudah-sudah,kalian ini,lama-lama kalian bisa saling suka kalau berantem terus”ucap Roni menengahi.
“Ogah”jawab Salma dan Rey kompak.
“Jangan ikut-ikutan dong”ucap Salma dan Rey yang lagi-lagi terdengar kompak.
Mereka berdua terlihat saling menatap dengan tatapan tak suka,lalu mendengus dan menatap kearah lain.
Dan di saat suasana ribut itu,tiba-tiba keempat sahabat itu merasa aneh saat melihat suasana ramai yang terasa sangat sepi,tiba-tiba terdengar sedikit riuh.Mereka pun sontak mengikuti orang-orang yang menatap ke arah luar.
“Arnam”kaget mereka berempat saat melihat Arnam di kawal oleh banyak bodyguard berjas hitam.
Hampir semua orang terpaku saat melihat Arnam berjalan dengan langkah lebar dan terlihat gagah menuju podium yang telah disediakan untuknya.
Belum lagi ada laki-laki berjas yang putih yang menemani Arnam yang merupakan orang kepercayaan Arnam,tak ketinggalan sang asisten Toni yang senantiasa berada di samping Arnam.
“Hallo semuanya”ucap Arnam datar saat telah berada di depan podium.
Sontak para tamu yang hadir,mereka yang awalnya melamun itu,akhirnya mereka mulai sadar dari lamunannya itu.
Salma dan sahabat-sahabatnya yang juga tersadar langsung saling bertatapan satu sama lain
*****
__ADS_1
Jangan lupa like dan vote nya ya semua😘