AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Jalan-jalan


__ADS_3

Keesokan harinya.


Safira yang merasa bosan dan jenuh,ia mengajak dokter pribadinya untuk keluar.


“Nyonya,apa tidak sebaiknya kita tunggu tuan pulang saja,anda belum izin padanya”


“Tidak tidak,aku ingin sekarang,lagipula Arnam dari kemarin malam tidak pulang”ucap Safira kekeh dan tidak ingin di bantah.Memang benar jika sejak kejadian Arnam pergi karena mendapatkan telepon dari seseorang,ia belum kembali hingga sekarang.


“Tapi nyonya,saya takut tuan akan marah”ucapnya lirih.


“Sudahlah,tidak perlu khawatir,biar aku yang tanggung jawab”jawab Safira meyakinkan.Memamg ya Safira ini,tipe perempuan yang tidak ada takut-takut nya,setidaknya Arnam masih baik dan belum menunjukkan taring marahnya.Tapi sekalinya marah,jangan harap punya keberanian untuk membantah.


“Nyo-”


“Sudahlah,jangan takut,Arnam tidak akan membunuh kamu,atau kamu ingin aku adukan pada Arnam agar di pecat”ucap Safira berusaha meyakinkan dengan sedikit mengancam.


‘Setidaknya kematian lebih baik dibandingkan harus hidup dengan keadaan mati segan hidup pun tak mau’batin Amel masih dengan rasa takutnya.Ia sempat mendengar jika para bawahan Arnam yang berkhianatan tidak memiliki keadaan yang lebih baik,meski tidak mati tapi kehidupan mereka berakhir dengan benar-benar mengenaskan.


Melihat dokter pribadi nya hanya diam melamun,Safira pun langsung menariknya keluar.


“Nyonya,hati-hati,baiklah saya akan ikut”setelah mengatakan itu,tarikan Safira pun perlahan mengendur,dan mereka berjalan dengan perlahan.


*****


Sesampainya di sebuah Mall yang berada di pusat kota.


Safira pun langsung mengajak Amel untuk berbelanja,dari mulai baju untuk Sabrina yang Safira pilih,gaun tidur untuknya,tidak lupa Safira membeli setelan jas untuk Arnam.Safira anggap itu sebagai sogokan agar Arnam tidak marah padanya.


Sang dokter pribadi hanya bisa menurut kemanapun Safira pergi,tak lupa ia juga membantu Safira membawa paper bag belanjaan Safira yang lumayan banyak.


“Sepertinya ini sudah cukup”ucap Safira saat dirasa mulai letih,ia sempat lupa jika kondisi tubuhnya tidak seperti dulu yang tidak mudah lelah,dan mungkin karena saking semangatnya ia berbelanja ia sempat lupa jika ia tengah hamil.


“Kalau begitu kita beristirahat di sebuah cafe saja nyonya”usul sang dokter.


“Baiklah”jawab Safira.


Mereka pun berjalan menuju sebuah meja saat telah memasuki cafe.


“Biar saya pesankan langsung”ucap Amel yang hanya di angguki oleh Safira sebagai jawaban.


Saat Safira sedang sendiri,ia merasa bosan dan memilih menyalakan ponselnya itu.

__ADS_1


Sebenarnya itu ponsel yang merupakan pemberian dari Arnam beberapa hari lalu.Ponsel yang sama percis dengan milik Sabrina,bedanya ponsel Safira berwarna gold,sedangkan Sabrina berwarna putih,dan ponsel Arnam berwarna hitam.


Ponsel itu telah lulus uji coba,dari awal yang hanya memproduksi tiga,bertambah 2,jadi totalnya 5.Satu milik Arnam berwarna hitam,putih milik Sabrina, abu-abu milik Toni,dan 2 nya lagi berwarna gold,satu telah diserahkan pada Safira,sedangkan warna gold yang satunya lagi entah kemana Arnam berikan.


Dan di saat Safira fokus memainkan ponselnya, tiba-tiba terdengar keributan.


“Sumpah sayang,aku sudah nggak ada hubungan lagi sama dia.Sumpah,percaya sama aku”ucap sang laki-laki terdengar memelas.


“Gimana aku mau percaya sama kamu,toh kamu memang sudah playboy dari dulu”jawab sang wanita terdengar dingin.


“Bukan kayak gitu,aku sudah benar-benar nggak lakuin itu lagi semenjak berhubungan sama kamu,please percaya sama aku”si laki-laki semakin memelas.


“Kamu ini gimana sih sayang,katanya kamu cinta sama aku,tapi kenapa masih pertahankan wanita jelek ini sih”ucap wanita yang menjadi alasan pertengkaran terjadi.


“Tuh dengar,kamu cinta kan sama dia,terus kenapa masih pura-pura nggak kenal sama orang yang kamu cintai ini”ucap wanita yang berkata dingin tadi.


Safira yang mendengar keributan itu langsung mendekat ke arah tempat keributan,begitu tahu siapa yang kini sedang adu mulut.Safira terlihat tercengang.


“Salma”ucap Safira refleks tanpa sadar,dan hal itu sontak membuat Salma menoleh.


“Safira”Salma pun tak kalah kaget dengan Safira,di tambah dengan sikap Safira yang hendak pergi tanpa menghampiri nya,membuat Salma cepat-cepat berjalan menuju Safira dan melupakan pertengkarannya dengan Rey dan mantan pacar Rey yang tidak ingin putus dari Rey.


“Kenapa lari?”tanya Salma menghadap ke arah Safira yang hanya menatap ke arah lain.


“Aku belum siap ketemu sama kamu”jawab Safira tanpa melihat ke arah Salma.


“Terus kapan siapnya ketemu sama aku?,kamu nggak kangen ya sama kami Roni,Reno,Rey,dan aku Fi,aku kangen banget sama kamu,aku cari kamu kemana-mana,kita berempat sudah berusaha untuk cari kamu,tapi kemana kamu?.Sampai keberadaan pun sulit untuk di temukan ”ucap Salma sedikit emosional.


“Karena ini!,aku takut kamu marah,dan terbuktikan kamu marah saat kita ketemu lagi”ucapan Safira sontak membuat Salma menghela nafas untuk meredakan emosi nya itu.


“Oke,aku minta maaf karena terlalu emosional,aku kayak gini karena aku khawatir sama kamu fi”Seperti biasa panggilan Fi' adalah panggilan kesayangan dari sahabat-sahabatnya untuk Safira.


“Iya aku tahu,maka nya itu,aku juga merasa bersalah karena pergi tanpa pamit pada kalian semua.Aku tahu aku salah,dan mungkin kalian akan berfikir jika aku egois karena tidak mementingkan perasaan kalian,dan aku terima itu”jawab Safira yang kini mulia memberikan diri menatap Salma.


“Meski kami kecewa,tapi rasa khawatir dan peduli kami lebih besar dari rasa kecewa ini,jadi kami pasti akan dengerin penjelasan kamu”ucap Salma yakin.


“Sal,dengerin aku tadi perempuan itu cuman salah satu mantan aku,kami sudah nggak ada hubungan apa-apa”Tiba-tiba Rey datang,ia tidak sadar jika yang ada di hadapan Salma itu adalah Safira,karena perhatian nya kini hanya tertuju pada Salma.


Sedangkan Salma seolah tidak memperhatikan Rey,karena ia hanya fokus menatap Safira yang hanya diam sambil menatap ke arah lain.


“Jawab fi,jangan hanya diam,kami butuh penjelasan kamu”ucap Salma lagi.

__ADS_1


“Besok,aku akan jelasin ke kamu besok,karena seperti nya untuk saat ini aku belum bisa”jawab Safira begitu ia melihat dokter pribadinya datang dengan seorang bodyguard yang Arnam tugaskan untuk menjaga dirinya.


Begitu mendengar suara yang familiar di telinganya,Rey pun menoleh dan menatap ke arah Safira.


“Safira”ucap Rey terlihat kaget,ia tadi sempat bingung kenapa Salma lari saat masih dalam suasana bertengkar,rupanya Salma sedang mengejar Safira.Karena tadi dirinya terlalu fokus dengan perdebatan bersama sang mantan,hingga ia tidak mendengar suara Safira saat memanggil Salma.


“Kalau begitu aku pergi,jaga diri kalian baik-baik”ucap Safira hendak pergi tapi di cegah oleh Salma.


“Di mana rumah kamu?,biar nanti kita bisa datang ke rumah kamu langsung”ucap Salma seolah takut Safira hilang lagi.


“Aku tinggal bersama Arnam,untuk cerita lengkapnya aku kasih tahu besok ya”ucap Safira seakan tahu jika Arnam telah memerintahkan bodyguard nya untuk menjemputnya pulang.


“Baiklah,tapi bisakah aku minta nomor kontak kamu?”tanya Salma yang langsung diangguki jawaban tanda setuju,mereka pun berbagi kontak dengan Rey yang hanya diam mematung seolah masih syok dan tak menyangka.


“Hei,mati ya kamu”ucap Salma ketus.


Sontak hal itu membuat Rey sadar dari keterkejutannya itu.


“Tadi itu Safira kan?”tanya Rey tak yakin.


“Iya,kenapa?”ucao Salma Masih dengan nada ketusnya.


“Gila beda bgt”ucap Rey,meski wajah Safira masih terlihat imut dan manis,tapi dengan penampilan sekarang jauh lebih fresh dan dewasa.


“Cantik kan?,tapi ingat nggak bisa kamu gebet,saingannya berat,dan kamu nggak akan mampu”jawab Salma asal dengan nada semakin ketus.


Mendengar itu,Rey rasanya mati kutu,mau mengelak,takut panjang karena sekali ia berkata maka Salma akan terus memojokkan nya,tapi kalau diam ia seakan membenarkan itu,padahal nyatanya ia tidak berani berfikir untuk mengejar Safira,selain saingannya yang berat karena Arnam seolah seperti titisan Malaikat dengan rupa nya yang tampan itu.Rey juga sadar diri,dan ia tidak mungkin menyukai Safira,walau sifat Salma dan Safira tak beda jauh,tapi tetap saja Rey takut jika harus jadi tinju samsak jika Safira marah.


“Dasar cowok,lihat cewek cantik sudah langsung kepincut aja ”jawab Salma sambil meninggalkan Rey yang kelimpungan karena ucapan Salma.


“Sal,kamu salah paham itu nggak bener”jawab Rey yang langsung mengejar Salma.


“Alasan terus di gedein,dasar tukang bohong”jawab Salma tanpa menghentikan langkahnya itu.


******


Sedangkan Safira yang kini sudah memasuki rumah nya bersama Arnam,atau bisa dikatakan jika itu bukan rumah melainkan mansion layaknya istana.


“Ku lihat kamu terlihat puas ya pergi tanpa izin suami”ucap Arnam yang langsung membuat langkah Safira terhenti.


“Karena kamu berfikir aku begitu baik hingga tidak mungkin menghukum kamu,kalau begitu bagaimana jika sekarang aku akan menghukum kamu karena kurang patuh”lanjut Arnam datar dan langsung membuat Safira gugup saat mendengar itu.

__ADS_1


__ADS_2