AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Pertemuan Tidak Terduga


__ADS_3

Mereka berdua terlihat sama-sama terkejut dan dengan pandangan tidak menyangka.Tapi tidak di pungkiri jika terlihat jelas raut wajah yang menggambarkan kerinduan pada mata si lelaki.


Lelaki itu pun langsung mendekat dan menatap Safira dengan pandangan lurus.


“Kamu ke mana saja Fi,kita semua cariin kamu ke mana-mana”ucap si lelaki yang ternyata adalah sahabat Safira yaitu Roni,lelaki yang merupakan orang yang paling dewasa di antara sahabat Safira.Juga orang yang notabenya seorang dokter,yang masih muda dan tampan.


“Ya ceritanya panjang”jawab Safira santai,tapi meski begitu Safira tidak bisa menyembunyikan perasaannya yang juga merindukan Roni,terlebih lagi dengan Salma.Ia akan selalu teringat dengan sahabat baiknya itu.


Mendengar itu,Roni hanya diam dengan pandangan yang menatap Safira lama,bahkan dalam kurung waktu beberapa menit.Merasa Roni yang hanya diam tanpa mengatakan apa-apa,ia pun langsung berkata.


“Gimana dengan keadaan anakku?”tanya Safira langsung.


“Jadi,yang di dalam itu anak kamu?”tanya Roni pada Safira saat tersadar dari lamunannya itu.


“Iya”jawab Safira singkat.


“Anak kamu bersama Arnam?”tanya Roni lagi memastikan.


“Ya terus anak siapa lagi kalau bukan anak kami”kesal Safira menjawab pertanyaan Toni yang tak berbobot menurutnya.Mana mungkin ia bersikap rendahan hingga mengandung anak orang lain.Walau ia tahu kalau Arnam berbohong padanya,dan ia hanya istri kedua dari Arnam.Tapi ya jelas itu anak Arnam,bukankah sudah dapat di hitung jelas berdasarkan umur anaknya saat ini??.


“Ya maksud aku nggak berfikir begitu”ucap Roni hendak menjelaskan.Ia tidak pernah berfikir buruk tentang Safira,ia hanya terlalu kaget dengan kenyataan jika waktu telah berlalu begitu cepat.Apalagi mereka berdua belum pernah bertemu selama 5 tahun.


“Aku tahu,nggak perlu di jelaskan.Gimana dengan keadaan anak aku”Safira bertanya dengan nada sedikit mengeluh.


Tahukah Roni jika dirinya saat ini sedang merasa khawatir dengan keadaan anaknya?!,ia ingin segera tahu keadaan anaknya saat ini juga!.


“Anak kamu baik-baik saja saat ini,dan ia kini sedang istirahat karena kelelahan,nanti akan aku resepkan obat dan vitamin untuk anak kamu”ucap Roni menjawab dengan tenang.

__ADS_1


“Syukurlah...”ucap Safira terlihat lega dan senang.


“Memang kenapa anak aku bisa sakit seperti itu?”tanya Safira lagi dengan pandangan mata yang melihat ke arah ruangan anaknya di rawat.


“Sepertinya anak kamu salah makan”jawab Roni menerangkan.


Sontak mereka berdua yang mendengar itu terkejut,Safira tanpa sadar melihat ke arah Mirna.Setahu Safira ia dan Mirna telah menjaga menu makan Sabrina dengan baik,tapi kenapa bisa hal itu terjadi?.


“Maaf Bu,sepertinya ini terjadi karena keteledoran saya”ucap Mirna lemah dengan wajah yang terlihat semakin menunduk karena merasa bersalah.


Tanpa bicara Safira memilih masuk untuk melihat anaknya.Mirna yang melihat itu ikut melangkah masuk di ikuti oleh Roni.


Saat Safira melihat wajah anaknya yang tertidur dengan damai,ia pun sedikit tersenyum karena lega saat Roni mengatakan jika Sabrina sudah baik-baik saja.Ia mengelus pipi anaknya yang terlihat tembem dan menggemaskan itu dengan menggunakan ibu jarinya secara perlahan.


“Maaf kan mamah,ini mungkin juga kesalahan mamah yang nggak bisa jaga kamu dengan baik”ucap Safira bergumam pelan.


Menyadari anaknya tersadar,Safira pun merubah raut wajahnya menjadi terlihat tegas dan berwibawa.


Dan Sabrina yang melihat raut wajah ibunya itu,ia pun terlihat gugup.Sabrina pun di bantu ibunya untuk duduk.


“Ina sayang tahu apa kesalahan Ina?”tanya Safira dengan suara yang tenang.Tapi raut wajahnya terlihat tegas tanpa adanya emosi yang terlihat.


“Maafin Ina mah”sabrina langsung menunduk dan mengakui kesalahannya itu.Menurutnya,wajah ibunya terlihat menakutkan saat marah.Padahal bagi Roni dan Mirna raut wajah Safira tidak terlihat menakutkan sama sekali.


“Sekarang coba jelasin,kenapa bisa Ina seperti ini?”tanya Safira yang langsung dapat menebak ada sesuatu yang di sembunyikan.


Dalam satu tatapan mata,Safira dapat melihat jika anaknya telah berbuat kesalahan.

__ADS_1


“Ina janji nggak akan ulangi lagi”ucap Sabrina masih dengan wajah tertunduk.Seolah merasa takut untuk jujur.


“Mamah tanya jelasin!,bukan hanya minta maaf!”ucap Safira masih dengan suara yang tenang.Tapi bagi Sabrina yang memang sangat takut dengan kemarahan ibunya,ia berfikir jika ibunya semakin marah padanya.


“Ina...Ina...Ina jajan diam-diam.Ina pelgi beli makanan di tempat yang Ina mau,padahal Ina tahu jika bibi Milna tidak izinkan Ina untuk jajan di tempat itu”jawab Sabrina terbata-bata.Ia semakin menundukkan kepalanya karena takut pada ibunya.


Melihat itu,Safira yang tidak ingin anaknya menangis langsung memeluknya.


“Jangan di ulangi lagi ya Ina”ucap Safira terdengar lembut dan dengan raut wajah yang sedikit melunak.Ia mengusap punggung anaknya,seolah berusaha menenangkan anaknya itu.


Safira tahu jika ini bukan kesalahan Ina atau bahkan si pedagang makanan yang Ina beli,karena memang kondisi Ina sedikit sensitif.Mungkin untuk orang lain makanan itu terlihat baik-baik saja saat di makan,tapi tidak dengan Ina yang memang sensitif dalam pencernaan.


“Iya mah”suara lembut Sabrina kembali terdengar.


“Ya sudah ayo kita pulang”ajak Safira yang langsung menggendong Sabrina.


“Kalau bisa nanti aku kabarin kamu agar kita bisa ngobrol.Dan aku yakin kamu pasti memiliki banyak pertanyaan yang ingin di tanyakan langsung padaku”ucap Safira yang langsung di jawab anggukan setuju dari Roni.Memang benar ia memiliki banyak pertanyaan untuk Safira,dan karena Safira menawarkan itu secara langsung,ia pun tidak menolak ajakan Safira itu.


“Kalau begitu kami pamit”ucap Safira yang langsung keluar diikuti oleh Mirna.


Sesampainya di luar,Safira terlihat terkejut saat seseorang yang di hindarinya ada di depan matanya.Apalagi laki-laki itu,kini sedang berjalan ke arahnya.



Note: Ini Roni Permana,si dokter tampan yang paling dewasa


*****

__ADS_1


Jangan lupa like nya😘


__ADS_2