AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Kejadian yang Sebenarnya 2


__ADS_3

Saat Arnam melihat Farrel hendak melenggang keluar,ia pun hendak bangkit dan mengikuti.Tapi sayangnya,langkahnya sempat terhenti saat seseorang berdiri tepat di hadapannya.


“Hai Arnam,apa kabar?”tanya Rena berbasa-basi.


“Minggir!!”Seolah enggan dan jijik pada Rena,ia bahkan tidak berniat untuk menatap Rena.


“Hi...hi...hi..,ternyata kamu nggak berubah ya,masih terlihat dingin dan datar”ucap Rena disertai kekehan nya itu.


“Tapi nggak apa-apa,justru itu yang aku suka dari kamu.Semakin susah di dapatin semakin aku tertarik”lanjut Rena yang sontak membuat Arnam semakin mengeras kan rahangnya.


Arnam tidak suka berbasa-basi,ataupun bertele-tele,lagipula ia memang dingin kepada semua orang,kecuali Safira!.Hanya Safira seorang yang bisa membuatnya bersikap lembut.


“Minggir!!!”ulang Arnam dengan nada sedikit di tekan.


“Nggak akan,aku sengaja datang ke sini karena mau ngomong sama kamu”kukuh Rena,ia tahu jika Arnam sering datang ke bar itu,alasan nya sebenarnya karena membahas urusan pekerjaan,dan lagi alasan utamanya karena,Bar itu lumayan dekat dengan tempat tinggal Safira.Memikirkan alasan itu,Rena tiba-tiba merasa kesal.


‘Mungkin saja Arnam datang ke sini karena bar ini paling bagus di pusat kota’batin Rena menepis pikiran yang akan membuatnya kesal.


Sedangkan Arnam kini langsung menelpon seseorang untuk mencari tahu keberadaan Farrel,ia pergi begitu saja melewati Rena yang kala itu sedikit melamun.


“Tetap di sana,aku akan segera ke sana”ucap Arnam saat mendengar kabar dari anak buahnya,yang mengatakan jika Farrel sedang membawa seorang wanita ke sebuah kamar.


Dan hal itu yang membuatnya geram,hingga rasanya ia ingin membunuh orang.Karena, wanita yang di bawa Farrel adalah istrinya sendiri.


“Sialan!!,cari mati”umpat Arnam datar.


Beruntung nya,pada saat Arnam memasuki kamar itu,Farrel belum melakukan apapun pada Safira.


Flashback End


...*****...


Cukup lama melamun,akhirnya mereka berdua tersadar saat ponsel Farrel berdering.


Sambil bangkit dari duduknya Farrel pun mengangkat sambungan telepon,ia berjalan menjauh dari Rena.Selepas mengakhiri sambungan telepon Farrel kembali mendekati Rena.

__ADS_1


“Aku harus pergi!,ada beberapa hal yang harus aku urus”ucapnya tanpa menunggu jawaban dari Rena.Farrel pergi begitu saja dengan Rena yang mendengus tak suka saat melihat itu.


Rena akui jika ia sudah tidak memiliki perasaan lagi pada lelaki yang bernama Farrel itu,karena kini hatinya seolah hanya terikat dan merasa terpikat dengan sosok Arnam yang baginya sangat sempurna.


Tapi jujur saja,Rena merasa tak terima saat Farrel mengabaikan nya,sikap nya yang memang merasa diri paling tinggi itu,membuatnya tidak menerima jika ada yang mengabaikannya.


“Huh!,sehebat apa memangnya Safira itu!?,paling juga tipikal cewek manja yang suka jadi parasit!!”sinis Rena.Ia benar-benar merasa terhina dan tidak menyangka jika Farrel bisa berubah sedemikian ini hanya karena bersama Safira selama beberapa tahun,sedangkan dengan dirinya yang notabenenya sudah mengenal Farrel sedari kecil,ia sampai Farrel abaikan seperti ini.


Bahkan saat Farrel mengetahui jika Rena lebih memilih Arnam,Farrel tetap bersikap baik dan seolah masih mengejar dirinya.Tapi mengapa kini bisa berubah??


... ******...


Sementara kini,Safira yang sedang mengajak anak nya untuk bermain permainan yang ada di pasar malam,sekalian,ia juga ingin menikmati wahana seru yang ada di sana.


Safira terlihat senang saat melihat anaknya terlihat begitu ceria,senyumnya tak henti-hentinya mengembang kala anaknya itu terus tertawa dengan riang.


Akhir-akhir ini memang Safira sangat sibuk karena Farrel seolah terus memberinya pekerjaan yang tidak ada habis-habisnya,tapi entah kenapa Bram justru memberi Safira libur mendadak.


Entah sampai kapan ia diberikan waktu libur,yang jelas Bram hanya mengatakan jika Safira tidak boleh bekerja sebelum Bram memanggil nya.


“Pak saya mau main ini”pinta Sabrina dengan nada polosnya,ia langsung berbicara pada sang pemilik wahana permainan itu.


“Mah ayo!,bantuin Ina buat lempal gelang ke botol itu,ini!”seru Sabrina lagi dan memberikan beberapa gelang pada ibunya.


Safira yang baru saja turun dari wahana yang membuatnya senam jantung itu,ia terlihat pusing dan sedikit mual.


Padahal baru saja mereka berdua menaiki wahana itu,tapi seolah Sabrina memang tidak memiliki rasa lelah,dan ia justru masih terlihat ceria dan bersemangat untuk terus bermain.


“Sayang,apa kamu tidak lelah atau merasa pusing?”tanya Safira yang langsung di jawab gelengan dengan penuh semangat,seolah Sabrina berusaha menunjukkan kalau dirinya belum puas dan tidak merasa lelah sama sekali.


“Ayo mah lempal gelangnya ke sana!!”Sabrina dengan semangat berseru,sesekali ia akan melompat karena senang.


“Oke oke,mamah akan coba ya,tapi mamah nggak ahli dalam permainan ini”Safira memberitahu agar anaknya tidak kecewa nantinya.Dengan hanya mengangguk sebagai jawab,Sabrina pun langsung menunjuk pada sebuah boneka panda 🐼 yang berukuran sedang.


Boneka itu akan Sabrina dapatkan,jika sang mamah berhasil memasukan lima gelang ke dalam botol.

__ADS_1


“Mah,bonekanya cantik,Ina mau itu!!”Sabrina seolah mengabaikan ucapan Safira tadi,ia yakin jika ibunya bisa memasukan kelima gelang itu dengan mudah.


Mendengar hal itu,Safira hanya bisa menghela nafas pasrah.


“Oke akan mamah coba”Safira berbicara dengan nada pasrah,tapi hal itu berhasil membuat Sabrina berteriak kegirangan.Seakan Sabrina tidak percaya jika mamah nya akan kalah.


Klak... klak...klak


Di percobaan pertama,kedua dan ketiga Safira berhasil memasukan gelang itu ke dalam botol.Hingga saking senangnya Sabrina terus berteriak riang.


“Mamah hebat!!”puji Sabrina terus menerus hingga membuat Safira sedikit tidak fokus karena takut gagal dan mengecewakan anaknya


Klak...


Safira bernafas lega di percobaan ke empat karena berhasil,padahal sedikit saja gelang itu tergeser maka akan gagal.


Dan....prangggg


Di percobaan kelima.. itu gagal,karena gelang itu bukannya masuk malah botol nya,tapi malah jatuh,itu karena Safira memberikan sedikit tenaga saat melempar gelang,belum lagi gelangnya bukan masuk dari atas,dan malah menabrak botol dari samping.


“Yahhh”terdengar keluhan Sabrina yang merasa kecewa,baru saja angan-angan nya melambung tinggi,tiba-tiba terhempas begitu saja.


“Kalau begitu nanti mamah belikan boneka yang seperti itu,kalau perlu yang lebih besar dari itu.Asal, Ina jangan sedih”Safira tidak tega melihat wajah lesu anaknya.


Sabrina yang mendengar itu hanya mengangguk pasrah,meski sebenarnya Safira memang mampu membeli boneka itu,jangankan satu bahkan untuk beli berpuluh-puluh boneka seperti itu Safira sanggup,hanya saja Sabrina rasa jika boneka yang dibeli akan terasa berbeda dengan boneka yang di dapat dari hadiah permainan.


Bukan tanpa alasan Safira memilih untuk menawarkan Sabrina boneka yang akan ia beli,karena mau di coba berapa kalipun Safira sadar itu tidak akan berhasil.Uang bukan masalah untuknya,hanya saja itu akan membuang-buang waktu karena ini sudah malam.


“Perlu bantuan?”tanya sebuah suara dengan ciri khasnya yang bersuara berat dan terdengar seksi.


Mendengar itu Safira dan Sabrina langsung menoleh ke arah sumber suara


*****


Ini padahal 2 bab di draf author,tapi emang sedikit,dan karena author janji masih ada 1 bab lagi yang akan author up

__ADS_1


__ADS_2