AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Sabrina menghilang


__ADS_3

“Tenangkan diri kamu Safira,aku benar-benar nggak berniat membuat kamu tersinggung apalagi sampai membuat mu sedih”ucap Roni terlihat kalap.”Aku hanya ingin agar kamu dewasa.Cobalah untuk lebih dewasa sedikit!,dan jangan bersikap kekanak-


kanakan”lanjut Roni yang bermaksud baik.Tapi nadanya terdengar seolah Safira itu terlalu kekanak-kanakan.


Dan hal itu sontak membuat Safira yang mendengar nya merasa sedikit tersinggung


Dewasa?!


Kekanak-kanakan?!!.


Apakah Roni saat ini sedang memojokannya?,atau justru sedang menyalahkannya,dan menganggap dirinya terlalu kekanak-kanakan?!.


Meski Safira menikah di usia yang masih sangat muda.Justru seharusnya Roni tahu jika Safira berusaha untuk bersikap dewasa!,hingga ia rela melakukan itu,karena ia tidak ingin orang lain menanggung penderita yang di sebabkan oleh dirinya.


Safira hanya berfikir jika ia terus bertahan,justru hal itu akan membahayakan orang-orang yang ia sayang.


“Kamu nggak tahu!,karena kamu bukan aku!!.Dan kamu nggak akan mengerti!!,karena kamu nggak merasakan itu secara langsung!”ucap Safira di sertai dengan penekanan,tangisnya langsung berhenti saat mendengar ucapan Roni yang seakan menyinggung dirinya.Entah ia harus marah atau berterima kasih karena berkat ucapan Roni itu,rasa sedihnya tadi langsung hilang seketika itu juga.


“Aku berterima kasih pada nasehat kamu,tapi tolong jangan berbicara seolah-olah aku belum dewasa,


apalagi saat kamu menyebut aku kekanak-kanakan,itu terlalu menyakitkan!”ucap Safira yang merasa tidak terima dengan ucapan Roni.


Mendengar itu,Roni langsung bungkam dengan perasaan menyesal yang mengerubungi hatinya.


Roni benar-benar menyesal telah mengucapkan kata-kata yang berhasil menyinggung perasaan Safira.Padahal ia juga tidak bermaksud seperti itu,ia hanya mengatakan apa yang ia pikirkan secara spontan.


“Maaf”akhirnya Roni sadar akan kesalahannya.


Roni juga sadar jika seharusnya ia tidak berkata seperti itu,ia seharusnya bisa berfikir lebih terbuka,karena mungkin saja ada alasannya di balik itu semua.


Safira hanya diam saat mendengar permintaan maaf dari Roni,dan tanpa sadar ia menoleh ke arah samping seolah enggan menatap Roni.


Deg'pada saat itu pandangan matanya tanpa sadar menoleh ke arah tempat Sabrina berada,tapi sayangnya kini tempat itu kosong,ia tidak menemukan Sabrina sama sekali,bahkan saat pandangan matanya mengitari ruangan yang ia sewa,ia tetap tidak bisa menemukan Sabrina.


“Sabrina!”panggil Safira yang langsung bangkit dari duduknya.Raut wajahnya terlihat langsung panik saat sadar anaknya tidak ada di sana.

__ADS_1


Rasa takut dan cemas langsung melingkupi hatinya seketika itu juga.


Melihat Safira yang panik,Roni pun ikut bangkit dan melihat sekeliling.Dalam beberapa detik,akhirnya Roni pun sadar jika Sabrina tidak ada di sana.


“Lebih baik kita langsung cari anak kamu”ajak Roni yang langsung di angguki oleh Safira.


Dengan langkah cepat Safira berjalan keluar mendahului Roni.


...*****...


Sementara itu,di tempat Sabrina berada saat ini.


Sabrina benar-benar pergi keluar tanpa izin dari ibunya,itu ia lakukan karena ia tidak ingin mengganggu pembicaraan ibunya dengan temannya.


Karena Sabrina merasa jika pembicaraan itu terlihat serius,hingga ia merasa tidak berani untuk mengganggu pembicaraan itu.


“Ina sudah besar,jadi Ina nggak ingin mengganggu mamah yang lagi senang bisa beltemu dan ngoblol dengan om doktel”Sabrina berbicara sendiri dengan nada cadel yang terlihat lucu bagi-bagi orang-orang yang tanpa sengaja mendengar perkataan Sabrina.


Kebetulan saat ini Sabrina sedang berada di luar restoran,dan banyaknya para pengunjung yang mendengar suara Ina saat hendak masuk,membuat para pengunjung itu diam-diam berbisik dan mengatakan jika Ina terlihat lucu dan menggemaskan.Apalagi dengan gaunnya dan manik-manik imut di gaunnya itu,tak lupa bando pink yang terlihat lucu saat di kenakan oleh sabrina.


Mendengar itu,Sabrina langsung menatap ke arah wanita itu,wajahnya yang cantik,di tambah dengan pakaian yang modis,dan indah melekat sempurna di tubuhnya.Hal itu seolah menambah pesona kecantikannya yang bak seorang model.


Tapi bukannya terpesona dengan kecantikan wanita di hadapannya,Sabrina malah terlihat mundur beberapa langkah seolah berusaha menjauh dari wanita itu.


“Kenapa?”tanya wanita itu bingung.


‘Apa aku terlihat seperti penjahat'pikir wanita itu.


“Jangan dekat-dekat Tante cantik!.Mamah bilang ina nggak boleh dekat dengan olang nggak kenal,apalagi sampai bicala dengan Olang itu”ucap Sabrina polos,tidak terlihat ketakutan di wajah anak kecil itu,yang ada hanya sikap patuh,yang seolah berusaha mematuhi perkataan yang pernah Safira ucapkan padanya.


“Loh,kan belum kenalan jadi nggak kenal,coba kalau kenalan kita pasti kenal.Lagipula adik manis sekarang kan lagi ngobrol sama Tante cantik”ucap wanita itu lagi,ia mengenakan baju berwarna merah maron yang terlihat cocok dengan bentuk tubuhnya.Dengan memakai riasan yang sedikit tebal dengan lipstik yang berwarna merah merona.Menjadikan ekspresi nya saat memasang wajah datar atau acuh terlihat seperti antagonis yang cantik.


“Kamu sama siapa ngobrolnya?”tiba-tiba seorang laki-laki tampan menghampiri wanita itu,dengan muka sedikit kesal,wanita itu pun berbalik dan menatap ke arah laki-laki yang memanggilnya itu.


“Kamu kemana aja sih,aku nungguin kamu dari tadi”ucap wanita itu yang ternyata adalah Salma sahabat Safira,yang selama ini merasa sangat kehilangan Safira,hingga ia mencari keberadaan Safira kemana-mana.

__ADS_1


“Maaf,aku tadi dapat telepon dari kantor”jawab laki-laki tadi yang ternyata adalah Rey,ia berkata dengan nada sedikit gugup dan wajah yang sedikit cengengesan.


“Maka nya kalau mau ke mana-mana tuh bilang dulu,kamu nggak tahu apa aku sampai lumutan gara-gara nungguin kamu”ucap Salma lagi masih dengan nada kesalnya,wajah cantik yang awalnya tersenyum itu,kini di tekuk karena merasa kesal pada Rey.


“Iya maaf maaf,aku salah”akui Rey yang tak ingin berdebat.Ia sedikit gugup dan takut jika masalah ini akan panjang,karena itu ia memilih untuk mengalah.


“Oh iya tadi kamu ngobrol sama siapa?”tanya Rey mengalihkan topik.Ia menoleh ke arah belakang Salma yang tidak ada siapa-siapa.


“Oh anak kecil tadi”jawab Salma yang langsung menoleh ke belakang,melihat tempat itu kosong,ia pun langsung berbalik seolah memastika jika anak yang sempat ia temui itu masih ada,dan ternyata Sabrina memang telah lari saat tadi Salma berbalik dan mengobrol dengan Rey.


“Ini gara-gara kamu!,anak itu jadi hilang kan!.Padahal aku belum tahu namanya!!”gerutu Salma lagi dengan nada yang bertambah kesal.


“Maaf aku kan nggak bermaksud untuk membuat anak itu pergi”ucap Rey sambil menggaruk lehernya yang tidak gatal,ia merasa bingung saat menghadapi kemarahan Salma,yang jika telah marah maka akan lama reda nya.


Akhirnya pasangan itu pun berdebat dengan Rey yang hanya diam sedangkan Salma terus menggerutu dan menyalahkan Rey.


...*****...


“Gimana ini Ron,Sabrina nggak ada”keluh Safira dengan cemas.Ia tadi sengaja keluar bersama Roni dari arah pintu yang berbeda dengan pintu yang biasanya ia masuk ke dalam restoran,karena itu lebih cepat.


Dan sekarang mereka sedang mencari di sekitar taman yang sangat luas,karena restoran itu memiliki halaman berupa taman dan tempat hiburan untuk anak-anak,yang benar-benar sangat luas,


sampai-sampai Safira dan Roni kesulitan mencari Sabrina.


“Kamu tenang Safira,kita pasti bisa menemukan anak kamu secepatnya”Roni berusaha menenangkan Safira.


Safira hanya diam dan memilih terus berjalan menjauhi Roni,Safira terus menyusuri taman berusaha untuk menemukan keberadaan Sabrina.


Roni yang melihat itu langsung mengikuti Safira dari belakang.



Gemoyyy bgt nggak sih🙈🙈


*****

__ADS_1


Emm...Kira-kira Sabrina ke mana??


__ADS_2