
Setelah selesai di periksa,Safira dan Sabrina pun langsung pulang ke rumah dengan di antar oleh Roni.
“Sayang,kamu tahu siapa orang yang memakai pakaian serta topi hitam tadi?”tanya Safira pada anaknya,yang kini sedang berada di pangkuannya.Ia berusaha untuk menanyakan secara langsung siapa laki-laki yang tadi menjadi penyelamat bagi Sabrina.
“Mah,ina nggak tahu siapa olang itu,tapi Ina masih ingat wajah olang itu”jelas Sabrina kadang menggeleng dan mengangguk,sangat kontras dengan kalimat yang ia ucapkan.
“Bagaimana ciri-ciri orang itu?”tanya Safira lagi,ia tadi memang tidak berhasil melihat wajah laki-laki asing tadi,karena posisi laki-laki itu tepat membelakanginya,hingga yang Safira lihat hanya bahu kokoh dengan punggung lebar yang terlihat indah saat ia melihat dari jarak yang jauh.
“Olang tadi?,mamah ingin tahu tentang cili-cili nya ya?”tanya Sabrina memastikan.Apakah benar Safira penasaran dengan ciri-ciri orang yang Sabrina temui tadi.Dan meski ucapan Sabrina cadel,tapi Safira seolah mengerti apa yang anaknya katakan.
Safira pun langsung mengangguk cepat.Seakan ia merasa sedikit familiar dengan orang itu,tapi saat ia berfikir kembali,ia langsung menepis pikirannya yang menurutnya tidak mungkin.
“Mendingan mamah nggak usah tahu cili-cilinya deh,nanti mamah suka”jawab Sabrina yang langsung di respon Safira dengan alis mengernyit karena tidak mengerti.
“Olang tadi sangat tampan mah...,tampan sekali”ucap Sabrina terdengar seperti seorang pengagum pria tampan.
“Du du duh,dasar anak kecil!.Memang tampan menurut Ina yang kayak gimana sih,paling juga lelaki itu nggak setampan Arnold,artis dan aktor favorit mamah”ucap Safira sambil mencubit hidung mungil anaknya.Ia memang sedikit mengagumi seorang selebritis,sekaligus artis yang terkenal di negara A yang merupakan negara tempat tinggalnya sekarang.
Artis tersebut sering di sebut-sebut sebagai laki-laki tertampan selama lima tahun berturut-turut di negara itu,dan juga berkat kerja keras artis itu,namanya pun meroket pesat,hingga Safira sering melihat artis itu di berbagai film,majalah,iklan,dan berita.
“Ih mamah,olang itu nggak ada apa-apa nya jika di bandingkan olang yang Ina lihat.Ina yakin mamah akan telpesona saat melihatnya!!”ucap Sabrina terdengar serius dan yakin disertai nada cadelnya yang terasa lucu,hingga Safira menganggap ucapan anaknya itu,adalah sebuah ucapan rasa kagum seorang anak pada penyelamatnya.
“Iya deh mamah percaya”jawab Safira langsung,ia tidak ingin memperpanjang hal itu.
Mendengar nada mamahnya yang terdengar tidak yakin dan pasrah.Sabrina pun merasa kesal,ia langsung mengembungkan pipinya dan melengos kan kepalanya ke arah samping.
“Lihat aja,nanti juga mamah akan tahu betapa tampan dan kelen nya olang itu”ucap Sabrina lagi dengan nada yakin yang terdengar sebal karena merasa tidak dipercaya.
__ADS_1
“Iya deh,mamah percaya.Orang itu pasti keren seperti yang Ina katakan.Sudah dong..,jangan marah,nanti kita kan bakal liburan bareng dengan kak Anne,jadi nggak usah ngambek gitu ya?”ucap Safira berusaha membujuk anaknya.
Sabrina yang merasa di bujuk,ia langsung berhenti ngambek saat ia ingat jika ibu nya akan mengajak ia berlibur dengan teman main nya.
“Iya,Ina nggak akan ngambek lagi deh kalau gitu,tapi mamah janji kan kita akan libulan baleng?.Awas kalau mamah bohong,Ina nggak akan mau ngomong sama mamah sehalian”ucap Sabrina yang langsung di jawab anggukan oleh Safira.
Mana mungkin Safira berani mengingkari janjinya itu!,apalagi jika sampai diabaikan oleh anaknya karena ia tidak bisa menepati janjinya itu.Tentu Safira akan berusaha memenuhi janjinya itu.
“Iya,mamah janji.Lagipula mamah nggak mau sampai didiemin sama Ina seharian”jawab Safira yakin,kebetulan ia akan meminta cuti agar bisa berlibur dengan anaknya.
...*****...
Keesokan harinya.
Di sebuah sofa panjang berwarna putih,Safira kini sedang duduk dengan nyaman di sofa lembut itu.Ia terlihat sedang menyaksikan sebuah film yang di perankan oleh artis favoritnya,yang memerankan tokoh utama laki-laki dalam film tersebut.
“Ya ampun,kenapa bisa sih ada lelaki setampan itu”ucap Safira terdengar lebay,maklum saja,ia tidak pernah menganggumi laki-laki lain selain Arnam.
“Oh ya?,tapi menulut Ina,laki-laki itu nggak setampan laki-laki yang waktu itu Ina temui.Dia masih kalah jauh dengan om tampan”ucap Sabrina yang berada tepat di samping Safira,Sabrina sedang menemani Safira menonton televisi.
“Ya ampun sayang,kamu ini”Safira hanya bisa menggelengkan kepalanya dengan gigi yang sedikit digertak karena merasa gemas dengan tingkah anaknya ini.
Bagaimana bisa ia percaya dengan perkataan anaknya semudah itu?,dan Safira selalu menganggap jika ucapan yang Sabrina katakan itu,tak ayal hanya rasa kagum Sabrina pada penyelamat yang sudah menyelamatkan nya.Tapi karena ia tidak ingin berdebat dengan anaknya karena hal sepele.Ia pun akhirnya mengalihkan pandangannya dan kembali fokus pada televisi di hadapannya.
“Mamah!,mamah sehalusnya pelcaya pada Ina,Ina nggak suka mamah belsikap sepelti itu”ucap Sabrina yang merasa tidak terima saat ucapannya seolah di sepelekan ibunya,padahal Sabrina yakin jika om tampan yang ia temui jauh lebih tampan dibandingkan dengan artis itu,bahkan berkali-kali lipat lebih tampan.
“Iya sayang,mamah percaya.Sudah dong,jangan sebut-sebut terus om itu.Kamu malah tambah bikin mamah penasaran.Lagian kenapa juga kamu nggak mau sebutkan ciri-ciri orang itu sih?”ucap Safira masih dengan pandangan fokus menatap televisi.
__ADS_1
“Sepelti yang Ina sebutkan waktu itu,Ina takut mamah bakal suka om tampan.Nanti kalau mamah suka om tampan bagaiman nasib papah yang kelja,dia pasti melasa malah dan cembulu saat tahu mamah suka sama olang lain”jelas Sabrina yang langsung membuat Safira menatapnya.
“Ina,kamu yakin kamu masih anak kecil?,mamah pikir kamu itu orang dewasa.Kenapa bisa kamu berfikir sejauh itu hingga tahu kata'cemburu'dan marah.Tapi,nggak mungkin juga kamu orang dewasa,karena mamah sendirilah yang melahirkan dan membesarkan kamu”ucap Safira sambil menatap anaknya dengan tatapan tak percaya sekaligus kagum.
Bagaiman bisa anaknya sedewasa dan sepintar itu??,ia bahkan belum bisa berfikir sejauh itu saat berusia sekecil anaknya.
“Mungkin Ina menuluni kepintalan dali papah”jawab Sabrina yang langsung membuat Safira tersadar.
Benar sekali jika memang Sabrina menuruni kepintaran dari Arnam,karena jelas Safira tahu betapa pintar dan cerdiknya Arnam.Ia yang bahkan hanya tahu sedikit dari kepintaran Arnam sering merasa kagum,sampai-sampai ia yang juga termasuk murid terpandai di kelasnya merasa tidak ada apa-apanya di bandingkan Arnam.
“Kamu sudah makan?”tanya Safira memilih mengalihkan topik,ia langsung mengambil cemilan di atas meja yang berada tepat di hadapannya.
Safira langsung menyodorkan cemilan manis itu pada anaknya yang sedang asyik memainkan ponselnya di bandingkan menonton acara televisi di depannya.
“Sudah,Ina sudah makan”jawab Sabrina dan langsung memakan cemilan yang di sodorkan ibu nya.
Sabrina tetap fokus memainkan ponsel yang lebih tepatnya adalah sebuah tablet,ia sedang fokus memainkan permainan di tablet tersebut.Tapi tangannya tak henti-hentinya mencomot cemilan dari kaleng yang di sodorkan oleh ibunya.
“Lima belas menit lagi waktu kamu main iPad habis sayang,setelah ini kita langsung tidur siang ya”ucap Safira yang memang mengatur jadwal anaknya yang hanya boleh bermain tablet sebentar dan sejarang mungkin.Karena ia tidak ingin anaknya menjadi kecanduan gadget.
“Iya mah”ucap Sabrina langsung karena masih fokus dengan gamenya itu.
Safira yang mendengar itu,ia pun langsung mengusap rambut anaknya dengan lembut.
“Pintar”puji Safira sedikit mencubit pipi anaknya dengan gemas,lalu ia pun kembali fokus menatap televisi yang menayangkan film favoritnya itu.
*****
__ADS_1
Ada yang tahu siapa laki-laki penyelamat sabrina??
Kalau ada yang tahu author kasih nilai 💯