
Di sebuah ruangan yang terlihat klasik dan modern,dengan ruangan bercat hitam yang terlihat mendominasi di bandingkan warna emas yang membawa kesan mewah.
Kini di tempat itu sedang duduk seorang laki-laki dengan tubuhnya yang terlihat indah di saat ia sedang duduk dengan tegak,ia terlihat menawan dan berwibawa.
“Tuan”Panggil Toni sopan,ia melihat Arnam hanya diam setelah bertemu dengan seseorang yang sangat penting untuknya.
Ya!,seseorang yang penting untuknya adalah istri dan anaknya sendiri,yaitu Safira dan Sabrina.
Seseorang yang tadi menyelamatkan Sabrina adalah Arnam.Laki-laki dengan wajahnya yang masih sama tampan seperti dulu,hanya saja kini fitur wajahnya terlihat dewasa dan berwibawa.Dan hal itu justru membuat Arnam terlihat semakin menawan dan karismatik.
“Bagaimana informasi yang aku inginkan?”tanya Arnam langsung pada Toni.Tanpa berkata Toni pun langsung menyerahkan sebuah map berisi informasi penting yang Arnam inginkan.
Begitu membaca informasi tersebut,ia hanya tersenyum datar,entah itu senyum puas atau sinis,yang jelas hanya ia yang tahu akan hal itu.
“Kerja bagus”puji Arnam dengan nada datarnya,Toni yang mendengar itu hanya mengangguk seolah berterima kasih atas pujian Arnam.
“Kita pulang sekarang!”ucap Arnam dengan nada perintah,ia mulai bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari ruangannya itu dengan Toni yang mengikutinya dari arah belakang.
...*****...
Sesampainya di sebuah Villa yang ia beli dengan harga fantastis.Arnam pun langsung memasuki kamar dan duduk di sofa hitam yang berada di kamar miliknya.
Villa itu adalah villa yang baru Arnam beli beberapa bulan yang lalu,ia sengaja membeli villa dengan lokasi yang strategis dan mewah,rencana nya villa itu akan Arnam berikan untuk Safira,anggap saja sebagai rasa terima kasih Arnam karena Safira telah melahirkan dan membesarkan anaknya.Yaitu Sabrina.
“Sebentar lagi kita pasti akan bertemu”ucap Arnam dengan pandangan mata yang terlihat dalam,dan nada suara yang tidak bisa di tebak.Arnam hanya diam dengan pandangan yang melihat lurus ke arah sebuah bingkai foto yang sangat besar,hampir memenuhi dinding kamarnya.
Foto itu adalah foto Safira yang sedang tersenyum di sebuah pantai,dengan fose Safira yang sedang berlari dan sedikit menoleh saat pengambilan foto tersebut,Arnam mengambil foto Safira secara diam-diam tanpa Safira ketahui kala mereka tengah berlibur.
“Kulihat hidupmu baik-baik saja meski aku tak berada di samping mu”ucap Arnam sambil melihat foto Safira seolah sedang berbicara dengan Safira.
__ADS_1
“Berbeda sekali dengan diriku yang seolah sangat membutuhkan mu,padahal nyatanya kamu justru lebih bahagia tanpa diriku”ucap Arnam sedikit tersenyum dingin,seolah senyum itu sebuah ejekan untuk dirinya sendiri.
Jika saja Safira tahu Arnam berada di sini,ia pasti akan cemas dan gelisah karena tak menyangka jika Arnam bisa begitu cepat menemukannya.
Padahal Safira yakin butuh bertahun-tahun agar Arnam bisa menemukannya,atau bahkan mungkin Safira sempat berfikir jika Arnam tidak akan menemukannya sama sekali.Tapi faktanya Arnam berhasil menemukannya kurang dari lima tahun.
Lantas mengapa Arnam tidak langsung menemui Safira?
Bukankah seharusnya ia langsung menemui Safira dan bertanya secara langsung mengapa Safira pergi?
Karena Arnam memang belum tahu alasan pasti kenapa Safira pergi meninggalkannya,karena Safira tidak mengatakan apa-apa padanya.
Dan dibalik itu semua,ada alasan yang kuat mengapa saat ini Arnam belum juga menemui Safira.
Flashback.
Di minggu-minggu pertama kepergian Safira,Arnam layaknya orang gila.
Arnam bahkan tidur kurang dari tiga jam dalam sehari.Itu pun harus berdasarkan bujukan dari Toni atau ibu nya yang menyuruhnya beristirahat.
Arnam gila bekerja karena ia berfikir jika Perusahaan dirinya semakin maju dan berkembang,maka dengan itu ia akan menemukan Safira lebih cepat.
Dan memang itu kenyataannya!.Karena kekuasaan dan uang seakan bisa membeli segalanya,walau tidak bisa membeli kebahagiaan.
Setidaknya semua orang butuh uang dan haus akan kekayaan dan kekuasaan,agar bisa dihargai!!.
Tapi Arnam berbeda!,ia tidak butuh rasa hormat dari semua orang,ia juga tidak haus akan kekuasaan,yang Arnam lakukan kini hanya agar bisa menemukan Safira,mungkin nanti orang akan berpikir jika ia gila kekuasaan atau apapun itu,Arnam tidak peduli,yang terpenting ia harus menemukan istrinya dan calon anaknya.
“Bisakah saya membantu anda tuan?”Tanya toni yang hanya di tatap Arnam secara sekilas.
__ADS_1
“Lakukan lah!,bukankah kamu tahu apa yang perlu kamu lakukan tanpa saya perintah!”jawab Arnam tanpa menghentikan aktivitasnya itu yang sibuk mendatangani dokumen.
Seperti yang terlihat,meski Toni khawatir dengan keadaan Arnam,ia tidak melarang atau menasehati Arnam untuk berhenti bekerja.Justru ia malah ikut bekerja dengan lebih giat.Hingga mereka berdua terlihat sama-sama seperti orang gila kerja.
Toni melakukan hal itu semata-mata bukan karena ia tidak peduli dengan Arnam,tapi karena ia ingin membantu dan mengurangi beban Arnam.Karena ia jelas tahu betul bagaimana sifat Arnam,ia tidak akan menyerah sebelum mendapatkan apa yang di inginkannya.Oleh karena itu Toni hanya melakukan sesuatu hal yang memang di perlukan.
Dan dalam waktu kurang lebih tiga tahun, perusahaan itu benar-benar maju dengan pesat secara gila-gilaan.
Tidak ada usaha tanpa kerja keras!,tiada hasil tanpa usaha!!.Mungkin hal itu cocok dengan apa yang Arnam lakukan kini,ia bahkan merelakan banyak waktunya demi bekerja! bekerja! dan bekerja!,seolah tiada hari esok tanpa bekerja.
Atas usahanya itu,akhirnya koneksi yang Arnam miliki semakin luas.Bahkan hingga ke negara-negara besar.Sampai suatu hari Arnam tahu jika Safira berada di sebuah negara dengan tingkat keamanan yang paling tinggi,dan paling sulit untuk di masuki,hanya beberapa orang-orang hebat saja lah yang mampu masuk ke dalam negara tersebut.
Negara tempat Safira tinggal itu merupakan negara yang termasuk ke dalam tiga negara terkaya dunia,jadi wajar jika keamanannya sangat sulit untuk di masuki,bahkan seorang buronan sangat mudah di tangkap di negara itu.
Tapi yang jadi masalah bukan karena Arnam tidak bisa masuk ke dalam negara itu,melainkan karena Arnam terlalu menonjolkan kehebatannya dalam bisnisnya,sehingga orang-orang yang berusaha Arnam hindari kini mulai memperhatikannya.Ia bukan seorang mafia,ia juga bukan seorang penjahat ataupun buronan,tapi karena masalalu seseorang ia harus terlibat ke dalam dunia yang sama sekali tidak Arnam inginkan.
Mungkin memang perusahaan Arnam merupakan perusahaan pertama di negaranya.Tapi bukankah di atas langit masih ada langit?,itu kata-kata yang cocok untuk Arnam saat ini.Jika dibilang mungkin negara nya hanya termasuk ke dalam 10 besar negara terkaya,jadi wajar jika Arnam berusaha menguatkan taring agar orang-orang tidak akan meremehkannya.
Beberapa tahun yang lalu mungkin perusahaannya hanya menonjol di negaranya,tapi dalam 3 tahun berikutnya,kini perusahaannya sangat menonjol di negara tetangga,bahkan hingga ke negara-negara maju,hingga tak bisa di elak jika pasti akan muncul beberapa musuh yang iri karena keberhasilan nya itu.
Maka dari itu,Arnam berniat untuk memperkuat kedudukannya dalam dunia bisnis,ia juga ikut berpolitik dalam politik dunia karena beberapa alasan,dan yang utama karena ia ingin menggunakan kepintaran demi melindungi orang-orang yang ia sayangi.Seperti Safira dan anaknya,ibunya,atau bahkan keluarga maupun kerabat dekat dari Safira,hingga sahabat-sahabat Safira akan Arnam lindungi bila perlu.
*****
Note:Maaf jika banyak sekali penjelasan dan sedikit percakapan,karena ini masih tahap penjelasan juga.
Note: Ini visual mas Arnam ya,nggak apa-apa kan,soalnya asli nya mas Arnam itu manis,semanis janji mantan🤣🤣
__ADS_1
Kalau nggak,kalian bisa bayangin visual yang kalian suka aja,btw author lagi tergila-gila dengan visual ini🙈🙈