AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Kepedulian Arnam dan sikap cuek Safira


__ADS_3

Saat ini Safira yang sedang duduk di kasurnya itu,ia terlihat sedang bermalas-malasan,sesekali ia akan tengkurap,atau terlentang,tapi yang jelas wajahnya terlihat sangat bosan.


“Hufff”tiba-tiba Safira menghela nafas karena saking bosannya.


“Bosan sekali,rasanya ingin keluar untuk menghirup udara segar.Apa lebih baik aku keluar untuk berjalan-jalan sebentar ya?”tanya Safira pada dirinya sendiri.


Sebenarnya Arnam sudah memerintahkan Safira untuk berdiam diri di rumah untuk beberapa hari ke depan.Ya tentu saja Safira dengan keras menolak itu,karena ia masih marah kepada Arnam dan belum bisa melupakan kejadian itu.Tapi anehnya beberapa hari ini Safira hanya diam di rumah saja,alasannya bukan karena perintah Arnam,tapi justru karena ia malas keluar rumah.


Tapi sekarang sepertinya Safira mulai bosan dan ingin berjalan-jalan sebentar.Dan selama beberapa hari ini,Safira kembali pada sikap cuek dan abainya,ia hanya bersikap manja pada Arnam sekali saja.


Arnam yang di perlakuan seperti itu,awalnya ia bingung,tapi setelah itu ia sadar akan sikap Safira.


Arnam juga tahu jika Safira masih belum bisa memaafkan nya,dan hal itu juga yang membuatnya semakin merasa bersalah.Ia bahkan sudah berusaha mencoba berbagai cara agar Safira memaafkannya,


tapi tidak semudah itu Safira memaafkan Arnam.


Meski begitu Arnam tidak menyerah,karena ia sudah bertekad untuk melakukan berbagai cara agar Safira memaafkannya,ia juga tidak akan mungkin mau melepaskan Safira,apalagi menceraikannya!!.


Triling triling triling...


Bunyi ponsel Safira,sontak Safira pun langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa yang meneleponnya.


Ternyata itu Arnam.


Safira memilih mengabaikan itu.“Sudahlah,malas aku dengar suaranya”ucap Safira kembali meletakkan ponselnya di atas nakas.


Triling triling triling...


Arnam kembali meneleponnya,tapi tetap Safira abaikan,bahkan beberapa kali Safira mematikan sambungan teleponnya itu saat Arnam menelepon

__ADS_1


nya.Hingga puluhan kali Arnam terus menelepon Safira tanpa henti seolah memerintahkan Safira untuk mengangkat sambungan telepon itu.


“Sialan!,kenapa sih terus menelepon!!?”gerutu Safira yang terpaksa mengangkat sambungan teleponnya itu.


“Kenapa!?”tanya Safira cuek.


“Kamu di mana?”tanya Arnam dengan nada penasaran yang terdengar lembut di telinga Safira,tapi Safira tidak luluh hanya karena hal itu.


“Di rumah”jawab Safira singkat.


“Ingat ya,kamu jangan kemana-mana,tetap di rumah dengan tenang,kalau ada apa-apa kamu bisa kabarin aku”ucap Arnam setelah menghela nafas panjang,ia masih berusaha untuk tetap sabar dalam menghadapi sikap Safira.


Bukan tanpa alasan Arnam memerintahkan Safira untuk terus di rumah,karena ia takut Safira kenapa-napa.Belum lagi masalah tentang Safira itu belum selesai sepenuhnya,karena saat ini Arnam sedang berusaha untuk menghilangkan masalah itu.


Lebih tepatnya Arnam sedang menghilangkan rumor buruk tentang istrinya!!.


Arnam khawatir jika rumor itu tidak hilang,istrinya akan terus merasa tidak nyaman dengan tatapan buruk dari orang-orang.


Arnam yang mendengar itu,ia pun hendak bicara,tapi sebelum itu Safira sudah lebih dulu mematikan ponselnya.


“Memangnya kenapa jika aku keluar sebentar?,toh kalau pun di rumah terus pasti akan merasa sumpek.Lagipula kenapa dia seperti sangat sibuk dengan pekerjaannya sih,harusnya kalau dia peduli,dia sendiri yang datang ke sini”ucap Safira dengan nada kesalnya.


Selesai mengatakan itu,Safira bangkit dari duduknya,ia berjalan menuju lemari pakaian miliknya dan memilih baju yang akan ia pakai.


Seperti biasa,rata-rata semua baju dan celana Safira itu panjang-panjang,alasannya karena Arnam hanya membeli beberapa baju dan celana pendek hanya untuk di pakai di rumah.


Safira pun mengambil baju dan celana panjang warna hitam.Lalu ia pun membawa baju itu menuju kamar mandi.


Tak berapa lama Safira keluar dengan keadaan fresh karena habis selesai mandi.

__ADS_1


.....


Sementara itu di tempat Arnam saat ini,ia terlihat pusing sekaligus kesal,hingga beberapa kali Arnam menjabak rambutnya dengan kasar.Dan akhirnya rambutnya itu pun menjadi acak-acakan,tapi meski begitu wajahnya tetap terlihat tampan,hanya saja pandangan matanya berubah menakut karena sedang marah.


“Toni”panggil Arnam dengan nada datar yang terdengar cukup keras.


Toni yang berada di ruangan yang bersebelahan dengan Arnam itu,ia pun langsung bangkit dari duduknya saat mendengar panggilan dari tuannya.


“Ya tuan”jawab Toni di saat berada di hadapan Arnam.


“Apa sudah selesai semua persiapan untuk perayaan ulang tahun nanti?”tanya Arnam langsung,ia berkata dengan nada beratnya.


“Iya,hampir sembilan puluh sembilan persen siap tuan,hanya menunggu acara itu tiba disertai kehadiran anda nanti”jawab Toni,ia menjawab secara langsung.


Arnam yang mendengar itu,ia hanya menjawab dengan anggukan tanda mengerti.Kemudian Arnam pun diam untuk sejenak,matanya terpejam untuk sekejap,tapi setelah itu,kelopak matanya pun terbuka kembali.


“Apa kamu juga sudah memanggil orang itu ke sini?”tanya Arnam lagi tanpa menyebutkan nama orangnya,karena tanpa Arnam sebutkan Toni pasti sudah tahu siapa orang itu.


“Sudah,sepertinya dia juga sedang berada di luar”ucap Toni memberitahu.


“Suruh dia masuk!”perintah Arnam mutlak,nada suaranya terdengar semakin datar saat mengatakan itu.


“Baik”jawab Toni singkat dan langsung keluar dari ruangan Arnam.


Tak lama Toni pun masuk bersama seseorang yang ingin Arnam temui.


Arnam yang melihat orang itu,ia langsung menatapnya tajam dan dingin.“Kamu tahu apa kesalahan kamu?”ucap Arnam dengan nada bertanya yang terdengar dingin.


*****

__ADS_1


Jangan lupa dukungan nya😉


__ADS_2