
Saat ini Arnam telah berjalan memasuki mansion milik nya.
Saat Arnam hendak melewati ruang tamu,ia melihat Rena dan kedua orang tua Rena yang sedang duduk bersama dengan ibunya.Mereka berempat terlihat sedang mengobrol dan sesekali mereka tertawa,entah apa yang mereka tertawa kan.
Arnam pun hanya terus berjalan dan melangkah dan hendak melewati ruang tamu,tapi ternyata ibu nya sadar akan kehadirannya.
“Arnam mau kemana kamu?”ucap Rima saat sadar jika Arnam hendak melewati ruang tamu.
Arnam yang mendengar itu,ia menghentikan sejenak langkah nya.“Kamar”jawab Arnam tanpa berbalik,lalu ia kembali melangkah.
Sesampainya di kamar,Arnam pun masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya setelah lelah seharian bekerja.
Arnam yang telah menyelesaikan acara mandinya,ia keluar dengan mengenakan pakaian lengkap yang telah melekat indah di tubuhnya.Pakaian yang selalu di sediakan oleh pelayan pribadi nya,yang sangat tahu selera pakaian nya.
Arnam keluar dari kamar miliknya dan berjalan menuju ruang tamu.Dimana kini ibunya, Rena,beserta kedua orang tua Rena berada.
Setelah sampai di ruang tamu,Arnam langsung duduk di salah satu sofa yang cukup dekat dengan ibunya.
“Arnam kenalkan itu mereka berdua adalah kedua orang tua dari Rena,yang laki-laki walau sudah berumur tua tetapi masih terlihat muda,namanya pak Handoko suryana dia ayah dari Rena.Dan yang perempuan yang masih terlihat awet muda,namanya Bu Susan Suryana ibu dari Rena”ucap Rima dengan nada menyanjung.Suryana adalah nama besar atau marga keluarga mereka.
“Kenalkan nak,saya Handoko ayah dari Rena”ucap Handoko mengulurkan tangannya dan berniat berjabat tangan dengan Arnam.
“Saya Arnam,bukan kah anda sudah tahu nama saya,jadi tak usah basa-basi lagi”ucap Arnam cuek,tanpa menerima uluran tangan dari Handoko.Arnam hanya menatap tangan yang Handoko ulurkan itu dengan tatapan acuh dan datar.
“Arnam”ucap Rima sambil menatap ke arah Arnam dengan tatapan tak suka.
Tapi Arnam hanya abai dan tetap pada pendiriannya,ia tidak ingin memiliki hubungan baik dengan keluarga mereka
“Ha..ha..., tidak apa-apa nyonya”ucap Susan berusaha mengambil hati Rima.
‘Tidak bisa kah anda melihat wajah penjilat mereka ibu? ’.batin Arnam menatap tak suka kearah Susan dengan pandangan mata yang datar,ia sedikit melirik ke arah ibu nya yang seolah tidak memiliki rasa curiga sama sekali
“Jangan panggil saya dengan sebutan nyonya,panggil saja nama saya langsung,kan kita sebentar lagi bakal jadi keluarga”ucap Rima sambil tersenyum.
“Oh iya kita hampir lupa dengan tujuan kita berkumpul di sini”lanjut Rima saat sadar tentang tujuan mereka berkumpul.
“Memangnya ada apa?,kenapa kalian berkumpul di sini?”tanya Arnam langsung.
__ADS_1
“Kita di sini akan membahas masalah tentang pernikahan kalian berdua,dan itu akan di lakukanlah satu Minggu lagi”ucap Handoko menjelaskan.
“Kenapa bisa secepat ini?”ucap Arnam sinis dan tak suka,ia tak terima akan keputusan yang terlalu mendadak baginya.Tidak bisakah ibunya melihat betapa tak sabaran nya mereka demi bisa masuk ke dalam keluarga nya?,keluarga Wirawan!!.
“Bagus dong nak,kan kalau lebih cepat itu akan lebih baik lagi”ucap Rima setuju dengan usulan Handoko.
“???”Arnam heran sejak kapan hubungan nya dengan sang ibu seakrab itu hingga di sebut nak'.Tapi itu bukan masalah utamanya,karena ia ingin protes untuk mengulur waktu dan jika ada kesempatan Arnam akan mencari jalan keluar untuk membatalkan pernikahannya itu.
“Itu juga merupakan keuntungan buat kamu kan,karena dengan begitu kamu dapat menikahi Safira dengan lebih cepat.Tapi itu nanti,setelah kamu sudah menikah dengan Rena”ucap Rima pelan tepat di telinga Arnam.Terdengar lemah seolah memohon,apalagi saat ia sadar jika syarat menikahi Safira adalah menikahi Rena lebih dulu.Arnam pun hanya diam dan tak berkomentar.
“Baik terserah kalian akan pilih yang seperti apa,saya tidak akan ikut campur”ucap Arnam dengan nada tak peduli.
“Duh senang banget ibu dengarnya,berarti kamu sebentar lagi bakal menjadi menantu ibu,ya kan Ren”ucap Rima sambil memeluk Rena dengan senang.
“Iya Tante,Rena juga senang banget”ucap Rena saat telah melepaskan pelukannya.Wajahnya tak kalah senang dari Rima.
“Kok Tante sih!,panggil ibu kalau nggak kamu bisa panggil mamah juga boleh”ucap Rima sambil tersenyum senang.
Sedangkan Rena hanya mengangguk dan sesekali ia melirik kearah Arnam yang hanya diam.
“Iya biar kami para orang tua yang akan urus itu,dan kalian tinggal tahu beres saja”ucap Handoko dengan semangat.
“Benar tuh,kalian berdua hanya perlu untuk mendekat kan diri kalian masing-masing,agar lebih akrab”ucap Rima memberi saran.
“Benar banget,kalian berdua kan belum saling kenal,gimana kalau kalian berdua mengobrol berdua untuk lebih akrab,dan biar kami para orang tua yang di sini untuk membahas acara pernikahan kalian”usul Susan setuju dengan saran Rima.
“Iya,saya setuju dengan usulan jeng Susan,
Arnam sekarang kamu bawa Rena jalan-jalan”ucap Rima dengan nada sedikit memerintah.
“Tidak!,Saya masih memiliki urusan yang harus di urus”tolak Arnam langsung.
“Arnam ibu mohon,ini demi kalian agar bisa lebih akrab lagi.Dan untuk itu ibu ingin agar kalian jalan-jalan dan berusaha akrab”ucap Rima lagi-lagi dengan nada yang berubah lembut dan lemah yang mana membuat Arnam tak tega.
“Baik kalau begitu”ucap Arnam yang pada akhirnya menyetujui permintaan ibunya,karena ia masih saja merasa tak tega saat melihat wajah lemah Rima.
Rena yang melihat Arnam setuju untuk mengajaknya jalan-jalan,ia pun tersenyum senang secara diam-diam.
__ADS_1
“Ayo sana ikutin Arnam!”ucap Rima kepada Rena yang duduk di sampingnya.
“Maaf ya jeng,anak saya memang begitu,dia pemalu orangnya”ucap Susan sambil tersenyum.
“Ya udah Rena pamit dulu ya semuanya”ucap Rena dengan wajah yang terlihat malu-malu.
Setelah mengatakan itu,Rena pun langsung bangkit dari duduknya,dan ia pun ikut berjalan keluar dari mansion menyusul Arnam yang berjalan lebih dulu darinya.
Saat berada di luar mansion,ia melihat Arnam yang telah duduk di kursi depan,tepat di samping Toni yang duduk di kursi kemudi.
Biasanya Arnam akan merasa enggan jika harus duduk di samping kemudi,tapi ia akan lebih enggan lagi jika harus duduk di samping Rena.
“Dih,gagalkan rencana aku,padahal aku ingin bisa duduk berduaan dengan Arnam,tapi ini semua gagal gara-gara si muka rata!!.Kenapa juga sih dia harus ikut!”gerutu Rena pelan,ia menyebut nama Toni dengan muka rata,di karena kan Toni yang memiliki wajah tanpa ekspresi,mungkin dikarena kan masa lalu atau beban hidupnya yang terlalu berat.
“Ayo cepat masuk,saya tidak memiliki banyak waktu”ucap Arnam tanpa menatap ke arah Rena yang sedang berdiri di samping mobil.
“Iya”jawab Rena berusaha untuk tersenyum,padahal di dalam hatinya ia sangat marah karena Arnam berkata tanpa menatap ke arahnya sama sekali.
Rena pun langsung membuka pintu mobil dan duduk di kursi belakang dengan sedikit kasar.
Mobil pun berjalan dengan kecepatan rata-rata.
“Kita kemana tuan?”tanya Toni sambil mengemudi.
“Terserah”jawab Arnam cuek dan tak peduli.Jika yang di belakangnya itu Safira,mungkin Arnam akan sangat antusias,melebihi antusias Safira sendiri.Tapi nyatanya itu bukan Safira,hingga membuat Arnam tidak peduli dan acuh akan hal itu
“Gimana kalau kita ke restoran Seafood saja,aku tahu di mana tempatnya”usul Rena berusaha akrab.
“Bagaiman tuan?”tanya Toni meminta persetujuan dari Arnam lebih.
“Terserah”ucap Arnam masih dengan nada yang sama.
*****
Hay guys jangan lupa like nya😘
Untuk Nama ayah dari Rena author ubah jadi Handoko ya
__ADS_1