
Sedangkan Sabrina yang kini sedang berada di sebuah pohon rindang yang ada di ujung taman,ia terlihat duduk sambil berteduh.
Sabrina terlihat ngos-ngosan karena tadi ia langsung berlari saat Salma sedang mengobrol dengan Rey,ia berusaha menghindar dari Salma yang merupakan orang asing baginya.
“Untung Ina bisa kabul,kalau nggak Ina takut nanti di culik sama Tante tadi”ucap Sabrina terdengar polos.
“Tapi kayaknya Ina sudah main jauh banget deh”sabrina akhirnya sadar dan melihat sekeliling,ia kini berada di ujung taman yang ada air mancur di tengah-tengahnya,ada pula jalan raya yang berada di samping taman,juga terdapat beberapa mobil yang lewat berlalu lalang dengan berbagai kecepatan,ada yang di kecepatan pelan,sedang,bahkan tinggi.
“Ina harus ke mana?,Ina nggak tahu jalan menuju lestolan tadi,Ina kan tadi langsung lali tanpa lihat jalan”ucap Sabrina khawatir,ia akhirnya sadar jika tadi ia tidak terlalu memperhatikan jalan dan hanya berlari tanpa mengetahui arah jalan.
“Mah...”tiba-tiba Sabrina merasa takut,ia takut tidak bisa pulang.Sabrina tidak ingin membuat ibu nya khawatir dan cemas.Padahal awalnya ia hanya ingin berjalan di depan restoran lalu masuk kembali ke dalam restoran.
“Ina takut”nada suara Sabrina kini bertambah pelan karena panik dan takut.
Tanpa di duga Sabrina langsung bangkit,ia berjalan menuju jalan raya berharap bertemu ibu nya yang mungkin saja sudah berada di dalam mobil dan sedang mencarinya.
Saat hendak menyeberang,Sabrina yang tidak sempat melihat ke arah kanan dan kiri,ia tidak sadar jika dari samping ada motor yang berjalan secara ugal-ugalan.
Sretttt.
Beberapa detik sebelum motor itu berhasil menyentuh tangan Sabrina.Tiba-tiba ada sebuah tangan besar yang mengangkat tubuhnya ke atas,hingga tanpa sadar tangan Sabrina langsung melingkarkan sempurna di leher orang tersebut.
Sabrina pun langsung bersandar di dada orang itu karena merasa ketakutan,ia sadar jika ia hampir tertabrak.
Satu detik....dua detik...hingga hampir satu menit lebih telah berlalu.
Tapi Sabrina tak kunjung melepaskan pelukannya itu,ia tetap dengan posisinya yang bersandar di dada bidang orang yang menyelamatkan nya,bisa di pastikan jika dada bidang itu adalah milik seorang laki-laki.
Sabrina yang sudah tidak merasa takut dan mulai merasa tenang,entah kenapa saat Sabrina bersandar di dada bidang orang itu,ia merasa sangat nyaman saat kepalanya bertumpu pada dada bidang orang itu.Hingga Sabrina merasa enggan untuk melepaskan pelukannya itu.
“Semua sudah baik-baik saja”ucap orang yang menyelamatkan Sabrina,ia berkata dengan nada datar nan lembut,tapi juga memenangkan.
Sepertinya laki-laki itu benar-benar tidak pandai dalam menghibur dan menenangkan anak kecil.Karena ia selama ini memang tidak pernah suka dengan anak kecil.
Sabrina hanya mengangguk pelan dan masih dalam posisi yang sama.Laki-laki itu berfikir jika Sabrina masih merasa ketakutan,hingga akhirnya ia hanya diam sambil menepuk-nepuk pundak Sabrina dengan pelan,seolah sedang berusaha untuk menenangkan dan menghibur Sabrina.
“Makasih om”ucap Sabrina saat sudah merasa tenang.
Mendengar itu,laki-laki tersebut hanya diam.Saat hendak menurunkan Sabrina dari gendongan nya,Sabrina malah semakin mengeratkan pelukannya itu dari leher si laki-laki,seakan ia mengatakan jika ia tidak ingin turun apalagi sampai melepaskan pelukannya itu.
Mendapat respon seperti itu,sang laki-laki hanya diam dengan alis bertaut karena bingung.
__ADS_1
“Jangan turunin om,Ina masih ingin kayak gini,sebenta...l aja”ucap Sabrina pelan.
Entah kenapa Sabrina merasa nyaman saat berada di dekat orang yang tidak di kenalnya itu,padahal ia tahu jika ibunya sudah memberitahukan dirinya agar menjauhi orang asing.
Tapi untuk saat ini Sabrina benar-benar hanya ingin memeluk laki-laki asing itu,entah kenapa perasaannya seakan merasa jika ia tidak ingin jauh dari lelaki asing itu.
Rasa takut yang awal sempat ia rasakan,seketika langsung lenyap saat laki-laki asing itu memeluknya .
“Apakah kamu sering memeluk orang asing seperti ini?”tanya orang itu lagi dengan nada yang sulit di tebak.Entah itu marah,kesal,atau cemburu,itu tidak terdengar pasti.
“Nggak”jawab Sabrina cepat.Ia berkata dengan nada tegas seakan menegaskan jika ia berkata jujur akan hal itu.
“Biasanya Ina akan langsung lali jika ada olang asing yang berusaha untuk mendekati Ina,kalena Ina takut jika olang itu adalah olang jahat”lanjut Sabrina menjelaskan.
Memang benar,Sabrina sering sekali jadi incaran orang-orang yang ingin sekali mendekatinya,itu semua tak luput karena orang-orang sangat gemas dan lucu akan tingkah dan sikap alami Sabrina yang memang menggemaskan.
Meski terdengar cadel dan sedikit tidak jelas,tapi laki-laki itu langsung paham apa yang di katakan oleh Sabrina.
“Lalu kenapa sekarang tidak lari seperti yang biasa kamu lakukan?”tanya laki-laki itu lagi,ia langsung menatap ke arah Sabrina yang juga menatapnya.
Beberapa detik berlalu Sabrina hanya diam,seakan terpaku dengan paras laki-laki yang ada di hadapannya.Sabrina mengagumi ketampanan laki-laki yang ada di hadapannya itu,ketampanannya benar-benar bukan main.Layaknya anak kecil yang melihat pemandangan menakjubkan,Sabrina terlihat terpesona dan kagum.
“Kenapa hanya diam?”tanya si laki-laki itu lagi.
Sebagai anak kecil,ucapan Sabrina terdengar polos dan tulus,tentunya bukan perasaan suka antara wanita dan pria.Karena itu hanya rasa kagum anak-anak yang memang benar-benar polos dan tak mengerti apa-apa.Sabrina hanya merasa kagum dengan lelaki yang menurutnya lebih tampan dibandingkan dengan artis favorit ibu nya.
“Om memang keren”jawab laki-laki itu dengan percaya diri.
“Semoga nanti kak Azkal akan sekelen om jika besal nanti”ucap Sabrina polos dengan mata yang sedikit berbinar-binar.
“Azkar?,siapa itu?”tanya laki-laki itu lagi terkesan penasaran.Ia bisa tahu jika yang di maksud Sabrina adalah azkar bukan Azkal,karena ia paham jika Sabrina tidak bisa mengucapkan huruf r dengan fasih.
Tanpa berkata Sabrina hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seolah merasa malu.
Sebenarnya Sabrina tidak mengerti dengan arti suka,jadi ia hanya menyebut dengan malu-malu karena sering di ledek oleh Anne,yang merupakan tetangga sekaligus teman bermainnya.
“Jangan pacaran!,itu nggak baik”ucap laki-laki itu tegas dan langsung di angguki oleh Sabrina.
“Lain kali jangan seperti ini”ucap laki-laki itu lagi,ia tetap membiarkan Sabrina yang sedang memeluknya,
dan sesekali ia akan menatap ke arah Sabrina.
__ADS_1
Sabrina yang merasa di tatap,ia pun ikut menatap laki-laki itu yang seolah terasa akrab dengannya,
selain itu,Sabrina juga merasa nyaman saat memeluk laki-laki itu,seakan-akan ia merasa terlindungi.
Beberapa menit kemudian Sabrina baru bersedia untuk turun dari gendongan laki-laki itu.
Dan tiba-tiba dari jarak jauh terdengar suara teriakan yang memanggil nama Sabrina
...*****...
“Ina sayang”teriak Safira saat melihat sosok anaknya yang terlihat sangat kecil dari jarak jauh.
Deg'Safira langsung khawatir saat melihat seseorang yang bertubuh tinggi tegap sedang berjongkok di hadapan Sabrina.Jika saja Sabrina tidak sedang duduk di tempat yang sedikit lebih tinggi,bisa di pastikan tubuh kecilnya tidak akan terlihat karena terhalang oleh tubuh kekar seorang laki-laki.
Mengetahui itu Safira langsung berlari menuju anaknya,tapi belum sempat Safira sampai di sana,laki-laki itu langsung pergi meninggalkan Sabrina dengan berjalan membelakanginya.
“Sabrina,kamu nggak apa-apa nak?”tanya Safira cemas saat ia telah berada di hadapan anaknya.
“Mamah”Sabrina langsung memeluk Safira dengan erat.
“Kamu nggak di sakitin kan sama orang tadi?”tanya Safira lagi masih dengan nada khawatirnya,ia melihat sekujur tubuh anaknya yang ia takutkan kenapa-napa.
“Olang tadi siapa mah?”tanya Sabrina tidak mengerti.
“Orang tadi yang ada di hadapan kamu,yang tadi pakai celana hitam,baju dan jaketnya pun hitam,sampai topi yang ia pakai pun hitam”jelas Safira menyebut ciri-ciri orang yang menyelamatkan Sabrina tadi.
“Oh...om tampan,dia itu baik mah.Om itu yang tadi nolongin Ina,Ina hampir di tabrak motor”jawab Sabrina polos,ia hanya menjelaskan seadanya.
“Ha?,kok bisa?.Kalau gitu kita kerumah sakit aja,mamah takut kamu ada luka serius”ucap Safira yang langsung memasuki mobil Roni yang berhenti di sampingnya,ia membawa anaknya untuk duduk di pangkuan nya.
“Mamah,Ina baik-baik aja.Mamah nggak usah khawatil!”ucap Sabrina berusaha menjelaskan.
“Tapi kan Ina,mamah benar-benar khawatir sama kamu,mamah takut kamu kenapa-napa,jadi kamu harus nurut ya.Biar dokter pastikan kalau kamu baik-baik saja.Lagipula kenapa kamu keluar tanpa izin dulu?,itu kan bahaya sayang”ucap Safira mengungkapkan kekhawatirannya itu.
Hampir putus asa Safira mencari-cari Sabrina,ia bahkan rela mengelilingi restoran yang sangat luas itu,di tambah dengan taman dan tempat lainnya hanya untuk mencari anaknya,tapi saat Sabrina belum juga di temukan,Safira sempat hampir menangis tanpa mempedulikan tempat ia berada.
Sedangkan Sabrina yang tahu ibu nya sangat khawatir padanya,akhirnya ia setuju dengan keinginan ibu nya itu karena tidak ingin menambah beban kekhawatiran yang dirasakan ibu nya itu.
*****
Emm...Siapa ya tadi??
__ADS_1
Jangan lupa dukungan nya😘