AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Kedatangan Sahabat Safira


__ADS_3

Sesampainya di rumah Safira.


Salma dan yang lainnya langsung turun dari mobil,mereka hanya diam sejenak sambil memandang ke arah rumah Safira yang di kelilingi oleh pagar besi.


“Ingat ya,kalian semua harus tenang,dan jangan emosian,karena malu sama tetangga jika kita sampai membuat keributan di sekitar sini”ucap Salma dengan nada penuh peringatan,ia menatap ke arah ketiga laki-laki itu secara bergantian.


“Dan kamu Reno,kamu harus bisa jaga emosi kamu dengan baik,karena kalau gak bisa jaga emosi dengan baik,kamu bisa langsung pergi dari sini!”ucap Salma sambil menatap ke arah Reno untuk waktu yang cukup lama.


“Baiklah”ucap Reno setelah ia menghela nafas beratnya,menghilangkan emosinya yang menggebu-gebu yang ingin menghajar Arnam.


“Sudahlah Salma,ayo cepat kita masuk!.Coba lihat pagar ini sudah terbuka,aku khawatir Safira sedang dalam masalah”ucap Rey dengan nada tidak sabaran.


Salma yang mendengar itu,ia langsung menatap ke arah Rey dengan tatapan sedikit tajam“Kamu juga Rey!,jangan berlagak sok berani kalau penakut”ucap Salma yang seolah mengingatkan Rey akan ucapannya tadi pas di mobil.


Selesai mengatakan itu,Salma pun langsung berjalan terlebih dahulu.Rey yang mendapat kan sindiran dari Salma itu,ia pun mencoba untuk sabar dan tidak merasa kesal karena hal itu


‘Sabar Rey! dia itu perempuan,dan lebih penting lagi dia itu sahabat kamu'batin Rey berusaha memendam kekesalannya sekaligus rasa malunya itu.


Mereka pun langsung memasuki pagar yang telah terbuka cukup lebar.


Tok tok tok...


Salma pun mengetuk pintu saat telah berada di depan pintu.Ia sudah mengetuk hingga beberapa kali,tapi belum juga ada yang buka.

__ADS_1


“Ya elah sal,kamu ngetuk kayak gak pernah makan sebulan aja,nggak ada tenaga sama sekali”ucap Rey dengan nada menyindir.


Sontak Salma yang mendengar itu langsung menatap tajam ke arah Rey.“Maksud kamu gak punya tenaga itu,berarti menurut kamu aku itu kurus?”tanya Salma dengan nada yang mulai kesal.


“Bu..bukan begitu”jawab Rey yang kebingungan untuk berkata-kata,ia pun hanya bisa menggaruk tengkuk lehernya yang tidak gatal.Rey lupa,selain Safira yang mudah sekali marah karena sensi,Salma juga begitu,ia mudah sekali tersinggung.


“Masa kamu mengaitkan kata-kata aku tadi dengan kamu yang kurus sih,itu kan gak ada hubungannya”


gumam Rey yang masih bisa terdengar oleh Salma.


“Jadi benar jika aku itu kurus”ucap Salma bertambah kesal saat mendengar gumaman Rey tadi.


“Sudah sudah,kalian ini,kita kan sedang berkunjung ke rumah Safira karena khawatir dengan keadaannya,tapi kenapa kalian malah ribut sih”ucap Roni menengahi pertengkaran itu.


jangan seenaknya aja bicara”ucap Salma dengan nada sensi dan sedikit jutek.


Rey yang mendengar itu,ia hendak membela dirinya sendiri,tapi Roni lebih dulu menyelanya.“Sudahlah Rey,kamu itu laki-laki,jadi ngalah aja”ucap Roni yang terdengar seperti membela Salma.


Salma yang merasa di bela,ia langsung tersenyum sinis ke arah Rey.


Sementara Rey hanya bisa memutar matanya jengah dengan bibir yang sedikit mencebik.Salma pun berbalik dan kembali mengetuk pintu.


Tok tok tok...

__ADS_1


“Safira kami datang”ucap Salma sedikit berteriak.


“Kami datang untuk berkunjung dan mengibur kamu”ucap Rey terdengar alay,ia berkata dengan nada keras hingga lagi-lagi mendapatkan tatapan tajam dari Salma.


‘Apalagi sih salah ku,kenapa aku merasa jika aku selalu salah di mata Salma?!’pikir Rey seakan ingin berteriak kesal,tapi ia tahan.


“Jangan lebay kamu”sinis Salma pada Rey.Sepertinya Salma masih dendam pada Rey, hingga apa yang dilakukan Rey akan selalu salah di matanya.


Tak lama setelah Salma mengatakan itu,tiba-tiba pintu terbuka.Dan terlihatlah sosok manusia yang membuat mereka semua terkejut hingga mematung.


“Arnam”ucap Rey refleks karena kaget.


Rey tak menyangka jika Arnam telah kembali,karena selama ini,ia telah berusaha mendapat kabar tentang Arnam,tapi tidak ada satu pun yang tahu tentang keberadaan Arnam.


Beda halnya dengan Rey,ketiga sahabat Safira yang lain hanya diam dengan memandang sinis ke arah Arnam,mereka seakan tidak sudi untuk menyebutkan nama Arnam secara langsung,seolah itu adalah kata yang sangat mereka hindari,meski mereka sadar jika Arnam juga sahabat mereka.Tapi yang jelas mereka kini sedang marah pada Arnam,karena telah membohongi mereka sekaligus sahabat terbaik mereka Safira.


“Kenapa kamu ada di sini?”ucap sebuah suara dengan nada yang terdengar keras karena marah.Suara itu berasal dari Reno yang dari tadi hanya diam.


Reno terus saja menatap ke arah Arnam dengan tatapan tajam yang menusuk,seakan tatapan itu ingin membunuh Arnam secara langsung.


“Kenapa?,bukankah saya suami Safira,jadi sudah jelas jika saya bisa datang ke sini kapan saja”ucap Arnam datar dengan nada dinginnya.Pandangan mata Arnam itu tak kalah sengit saat menatap Reno seolah ia menganggap Reno seperti saingan cinta baginya.


*****

__ADS_1


__ADS_2