AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Liburan


__ADS_3

Melihat siapa laki-laki itu,Safira terlihat hanya menatapnya sekilas.


“Saya bisa pergi sendiri”ucap Safira sedikit acuh,tanpa menghilangkan nada sopan dalam ucapannya itu.


Melihat sikap acuh Safira,laki-laki itu bisa mengerti akan sikap Safira itu.


“Saya mohon,izinkan saya untuk mengantar kamu pulang”ucap laki-laki yang bernama Farrel.Ia adalah laki-laki yang pada saat pesta ulangtahun Rena bersikap sok akrab pada Safira dan Salma.


Farrel jugalah yang merupakan atasan Safira,ia yang membantu Safira hingga tahap seperti ini.Statusnya sekarang,Farrel adalah CEO di perusahaan tempat Safira bekerja,sekaligus penyelamatan bagi Safira saat itu.


Entah apa yang terjadi hingga mereka bisa berteman cukup dekat,yang jelas kepergian Safira waktu itu,membuat mereka bertemu dengan tanpa sengaja.


Dan selama beberapa tahun,Safira memperlakukan Farrel seperti orang asing,tapi karena rasa hutang Budi,ia berusaha bersikap baik pada Farrel,dan menganggap kedekatan itu sebagai pertemanan.


Tapi entah kenapa Safira akhir-akhir ini merasa jika Farrel seolah berusaha untuk lebih dekat dengannya,dan firasatnya seolah menjadi kuat saat ia mendapat teguran dari ayah Farrel langsung.Dan karena rasa tidak nyaman itu,maka Safira berusaha untuk menjaga jarak dengan Farrel.


“Sa-”sebelum selesai Safira menyelesaikan ucapannya,tiba-tiba Sabrina yang sedang berada di gendongan Safira terbangun dari tidurnya.


“Sayang,maaf ya om sudah buat kamu terbangun”Farrel dengan lembut menatap ke arah Sabrina yang mengucek matanya karena sedikit mengantuk.


Mendengar nada suara yang terasa familiar,Sabrina memaksa kan membuka matanya sedikit lebih lebar,ia merentangkan kedua tangannya berharap agar Farrel menggendongnya.


Farrel pun langsung meraih Sabrina dengan gerakan cepat tapi lembut.Ia tidak ingin suara Safira langsung menyelanya.


Melihat itu,Safira yang awalnya hendak berbicara pun menjadi bungkam.


“Om falel,kenapa balu ke sini?.Padahal sablina kangen sama om falel”ucap Sabrina sambil melingkarkan kedua tangannya di leher Farrel.


Terlihat jelas jika Sabrina sangat akrab dengan Farrel,bahkan mungkin jika orang lain melihat,mereka pasti akan mengira jika Farrel adalah ayah dari Sabrina dikarenakan kedekatan nya itu.


“Maafin om Farrel karena baru bisa jenguk Sabrina.Akhir-akhir ini om Farrel sangat sibuk,jadi baru bisa jenguk Sabrina sekarang”ucap Farrel dengan nada lembutnya.


Sabrina yang mendengar itu hanya mengangguk cepat tanda mengerti.


“Iya,sablina tahu.Om falel pasti sibuk kelja,kan tempat om falel kelja itu besar banget”ucap Sabrina entah kenapa terdengar lucu di telinga Farrel.


“Anak pintar,ternyata Sabrina anak yang pengertian dan lucu ya”Farrel pun mengusap kepala Sabrina dengan lembut,salah satu tangannya ia gunakan untuk menahan tubuh Sabrina agar tidak terjatuh..


“Sabrina”panggil Safira yang langsung mengalihkan pandangan keduanya,hingga mereka pun menatap ke arah Safira dengan tatapan penasaran.


“Kita pulang,sekarang sudah siang.Kamu juga pasti capek dan ingin istirahat”ucap Safira lembut.Tapi entah kenapa menurut Sabrina jika ibunya itu sedang marah padanya,karena biasanya saat Safira menyebut nama Sabrina secara lengkap,itu biasanya karena Safira sedang marah akan tingkah nakal anaknya.


Tapi apa salah Sabrina?,perasaan dari tadi ia selalu berusaha untuk menurut pada ibunya.


“Mamah malah?”tanya Sabrina dengan nada lucunya.


Mendengar itu,Safira pun menghela nafas panjang.Karena rasa tidak nyaman dengan kedekatan antara Farrel dan anaknya,Safira secara tidak sadar merasa kesal karena tidak suka.

__ADS_1


Dulu saat melihat kedekatan mereka berdua,ia memang merasa biasa saja,tapi itu berbeda saat ia tahu jika Farrel seolah memiliki perasaan padanya.


****Flashback****.


Pada hari itu,Safira yang sedang berada di ruang kerjanya itu.Ia pun langsung bangkit dari duduknya saat pekerjaan nya telah selesai.


Safira merapikan dokumennya,ia mengambil tas kerjanya lalu keluar.


Saat melewati pintu,ia melihat atasannya berjalan ke arahnya.Itu adalah Bram,laki-laki paruh baya yang merupakan direktur utama di perusahaan tempatnya kerja.Tapi karena ia telah pensiun,jabatannya itu telah ia berikan pada anaknya yaitu Farrel.


Sejak lima tahun lalu,saat Farrel menjabat menjadi CEO di perusahaan ayahnya.Farrel bekerja dengan gigih,hingga perusahaan ayahnya yang sudah maju menjadi semakin maju.


“Pak Bram”sapa Safira sedikit menunduk sopan.


“Ada yang ingin saya bicarakan dengan kamu”ucap Bram tanpa basa-basi dan terdengar berwibawa.


Tanpa berkata lagi,Bram pun langsung berjalan meninggalkan Safira.


Melihat hal itu Safira merasa bingung dan tidak mengerti,tapi meski begitu ia langsung mengikuti Bram dari belakang.


...****...


Di sebuah restoran.


Saat ini Bram dan Safira sedang berada di sebuah restoran yang ada di perusahaan.Mereka terlihat sedang duduk di meja yang sama dan saling berhadapan.


“Ada apa Bapak memanggil saya?”tanya Safira langsung dengan nada sopannya.Ia memang orang yang tidak ingin basa basi.


Dan Safira yang mendengar itu hanya mengangguk.Meski merasa aneh dan curiga pada sikap Bram,tapi ia tetap mematuhi perintah Bram.


Selesai makan,Safira pun kembali bertanya.


“Bisakah anda langsung bicara pada intinya,saya sedikit terburu-buru.Maaf jika ini tidak sopan”ucap Safira sedikit melirik ke arah jam tangannya.Nada bicaranya masih tetap sopan dan tenang.


Bram hanya diam untuk sejenak,wajah tegasnya terlihat tenang seolah sedang berfikir.


“Saya tahu jika perkataan saya ini akan menyinggung kamu,dan bagaimanapun juga kamu sudah bekerja keras dan ikut andil dalam memajukan perusahaan saya.Tapi saya tetap akan mengatakan ini langsung”


ucap Bram memulai pembicaraan dengan nada yang terdengar serius.Ia cukup menghargai kerja keras serta kemampuan Safira dalam bekerja.


Dan berkat otaknya yang memang pintar dan memadai,Safira cukup banyak menguntungkan perusahaan.Jika dulu Safira tidak menerima tugas dari Reno,karena Safira selalu merasa kurang percaya diri.


Tapi akhirnya,karena Safira sudah berusaha untuk berani dan yakin pada kemampuannya itu,ia akhirnya berhasil menunjukkan kemampuannya itu,yang menurut Safira sendiri tidak terlalu hebat.


“Jika kamu memiliki hubungan dengan anak saya,tolong langsung putuskan!.Karena saya berniat menjodohkan anak saya dengan anak dari sahabat saya”ucap Bram langsung pada intinya,ia berkata dengan nada tenang dan tegasnya.


Mendengar itu,entah kenapa Safira merasa tersinggung.Apa maksud ny itu?,bukankah selama ini Bram tahu jika Safira dan Farrel berteman,bahkan Safira sudah menganggap Farrel sebagai sahabat nya sendiri.Lantas mengapa Bram berkata seperti itu?

__ADS_1


“Maaf Pak Bram,saya akui memang saya merasa tersinggung dengan ucapan bapak.Tapi sungguh!,saya benar-benar tidak memiliki hubungan apa-apa dengan anak anda.Kami berdua hanya dekat sebagai teman”jelas Safira dengan tegas tapi masih mempertahankan nada sopannya.


Setelah beberapa tahun berlalu,sifat Safira berubah menjadi tegas dan mandiri.Wanita yang dulunya terlihat sangat manja pada ayahnya,kini telah dewasa dengan berani dan percaya diri.


“Mungkin hanya anak saya yang menganggap kamu penting.Tapi bisakah kamu menjaga jarak dengan anak saya!?”tanya Bram pada Safira.Meski kalimat terakhir nya berupa permintaan tolong,tapi jelas terdengar nada mengancam dalam ucapannya itu.


Dan hal itu membuat Safira sedikit sadar,pantas saja selama beberapa minggu terakhir Farrel seolah bersikap sedikit aneh menurutnya,karena Farrel berperilaku seakan ingin dekat dengan Safira melebihi pertemanan.


“Saya pasti akan melakukan itu.Kalau begitu saya permisi”pamit Safira yang langsung berdiri dari duduknya.


“Sekali lagi saya minta maaf karena tidak bisa berbicara lama dengan anda”ucap Safira lagi sebelum melangkah pergi,dan Bram hanya menjawab dengan anggukan kecil disertai raut wajah tegasnya.


Flashback End.


“Mamah”panggil Sabrina yang berhasil menyadarkan Safira dari lamunannya itu.


Mendengar itu,Safira langsung menatap ke arah anaknya.


“Iya”jawab Safira lembut.


“Ina ingin libulan,bisakah kita belibur belsama”ucap Sabrina yang lagi-lagi terdengar lucu saat berbicara dengan cadel hingga kadang terdengar tak jelas.


“Tapi Ina kan harus istirahat sayang,kamu belum tidur siang”ucap Safira dengan nada selembut mungkin,berusaha untuk membujuk Sabrina.


“Tapi Ina ingin belenang!,bisa kah kita belenang mamah?”ungkap Sabrina lagi,masih dengan nada kekeh nya.


“Kita bisa berenang di rumah sayang,bukankah dirumah kita ada kolam renang kecil”bujuk Safira lagi masih dengan kesabaran extra nya.


“Bukan itu,Ina ingin kita belenang di tempat umum,


yang besal dan banyak olangnya”terang Sabrina dengan kedua mata yang membesar dan tangan yang ia rentangan seolah sedang memperagakan apa yang ia katakan tadi.


“Please mamah”lanjut Sabrina lagi dengan nada memohon.Tak lupa matanya yang lebar semakin membesar saat Sabrina memasang tampang memohon.Hal itu benar-benar tampak sangat lucu saat Sabrina memasang tampang layaknya anak kucing.


Mendengar itu,Safira pun diam sejenak,ia menghela nafas panjang sebelum mengambil keputusan.


“Baiklah”akhirnya Safira setuju karena tidak bisa menolak keinginan Sabrina.Ia tidak merasa heran saat anaknya bisa sedikit berbahasa Inggris.Itu karena Sabrina memiliki seorang guru les Inggris pribadi.


Kebetulan sambil belajar membaca Sabrina meminta ibunya agar ia memiliki guru les pribadi,meski sedikit bingung Safira tetap menuruti itu,karena Sabrina mengatakan jika ia ingin saat besar nanti sudah fasih dalam berbahasa Inggris.Padahal umurnya baru 4 tahun,tapi ia sudah merasa tertarik untuk belajar bahasa asing meski belum fasih dalam mengatakan huruf '



Note:Visual Safira.


Sebenarnya ada yang lain,tapi ini sih yang menurut author paling imut dan gemoyyy sesuai karakter Safira


*****

__ADS_1


Jangan lupa like dan vote nya,kirim hadiah juga boleh.


Kalau nggak ada halangan author akan up 2 bab sehari


__ADS_2