AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Berenang


__ADS_3

Di dalam mobil.


Safira yang awalnya memang berniat menjaga jarak dengan Farrel,tapi karena kedekatan anaknya dengan Farrel,sepertinya ia harus menjaga jarak secara perlahan.Safira takut jika ia tergesa-gesa menjauhi Farrel,maka anaknya akan terus bertanya padanya tentang alasannya menjauhi Farrel.


Maka di saat itu,ia benar-benar tidak tahu harus menjelaskan seperti apa pada anaknya yang pandai itu.


“Ina”panggil Farrel yang sepertinya ingin memanggil Sabrina sama dengan panggilan Safira untuk anaknya.


“Sabrina!”koreksi Safira terdengar tegas.Ia merasa tidak suka jika panggilan sayangnya untuk anaknya di sebut juga oleh orang lain,apalagi jika orang itu adalah Farrel.


Mendengar ucapan Safira,Farrel hanya diam untuk sejenak.Ia berusaha bersikap biasa saja dan menghilangkan kecanggungan di antara mereka karena ucapan Safira tadi,yang seakan menegaskan jika Farrel tidak bisa menembus dinding tak terlihat,yang seolah telah Safira pasang untuk membatasi kedekatan antara dirinya dan Sabrina.


Setelah hening cukup lama,Farrel pun kembali berbicara.


“Sabrina”panggil Farrel lagi,kini ia menuruti saran dari Safira.


“Hm?,kenapa?.Bukan nya bagus ya mah kalau om falel panggil Ina,itukan sama dengan panggilan mamah untuk Ina”Sabrina terdengar polos saat mengatakan itu.Ia menatap ke arah ibunya dengan tatapan heran.


“Itu beda sayang.Mamah ingin panggilan itu hanya mamah yang berhak untuk menyebutnya”jelas Safira sambil menatap ke mata anaknya langsung,dengan mata yang terlihat lembut disertai nada tegas dalam ucapannya itu.


“Jadi kalau nanti papa pulang,telus ikut-ikutan panggil Ina sepelti yang mamah lakukan bagaimana?.Mamah akan malah juga?”tanya Sabrina lagi-lagi dengan nada polosnya.


Apa kah Safira akan marah jika nanti Arnam juga ikut memanggil Sabrina dengan sebutan Ina?


Entahlah Safira hanya diam tanpa bisa menjawab pertanyaan Sabrina.


Selama ini,saat Sabrina menanyakan tentang keberadaan ayahnya,Safira selalu diam seolah enggan untuk menjawab.Safira tidak berkata jika Arnam mati ataupun memberitahukan keberadaan Arnam.Tapi yang jelas,kebungkaman Safira itu hanya diartikan Sabrina jika ayahnya sedang bekerja jauh,sangat jauh,seakan butuh waktu lama untuk kembali.


Benar-benar pemikiran yang polos,ia bahkan tidak pernah berfikir jika kedua orang tuanya sudah bercerai atau sedang bertengkar.Memang benar-


benar pemikiran anak kecil yang lugu.Karena sepintar apapun Sabrina dia tetap anak yang polos.


“Maksud Ina,jika nanti papa pulang,papa pasti akan merasa ili jika hanya mamah yang bisa memanggil sebutan ina”jelas Sabrina saat melihat Safira hanya diam.


“Papa nggak akan iri”jawab Safira sambil menatap ke arah Sabrina yang kini semakin mendetinya,dan tak lama Sabrina pun sudah berada di pangkuannya Safira.‘Karena ia telah hidup bahagia dengan istri pertamanya’lanjut Safira yang hanya bisa berkata dalam hati.


Iya!,Safira selalu berfikir jika Arnam dan Rena sedang menjalani kehidupan bahagia setelah kepergiannya itu.Nyatanya pemikiran itu hanya beralaskan pemikiran nya sepihak,tanpa tahu kebenaran apapun dibalik pernikahan Rena dan Arnam.


‘Buktinya sampai saat ini Arnam belum menemukan aku,apalagi menjemput kami berdua.Itu adalah sesuatu hal yang tidak mungkin,lebih tepatnya mustahil’pikir Safira.Ia tersenyum dengan perasaan sedikit hambar.


Dan di sisi lain Safira juga sadar,jika itu semua karena dirinya yang berusaha untuk bersembunyi dari Arnam,ia bahkan meminta agar Farrel menutup semua koneksi yang bisa memungkinkan Arnam menemukan nya.

__ADS_1


Karena keluarga Farrel memang bukan orang sembarangan.Entah sehebat apa keluarga itu,Safira tidak tahu,yang jelas keluarga itu sedikit misterius bagi Safira.Karena jarang sekali media memberitakan keluarga itu,dan hanya sedikit yang diberitakan,itu pun tentang perkembangan perusahaan dan kemajuan perusahaan.


Entah kenapa,Safira sempat berpikir jika Arnam akan mudah menemukan nya,bahkan sekeras apapun ia bersembunyi.Karena ia percaya akan ambisi serta kepintaran Arnam yang benar-benar jauh lebih pintar dari dari orang-orang yang selama ini Safira kenal sebagai orang pintar dan hebat.


‘Mana mungkin ia bisa menemukanku?,


sedangkan aku saja telah meminta bantuan pada Farrel agar Arnam tidak bisa menemukan keberadaan aku dan Ina,bahkan hanya sebuah jejak sekalipun tidak akan pernah ia temukan!!’pikir Safira berusaha menghilangkan pikiran dan perasaan yang yakin akan kemampuan dan kehebatan Arnam.


‘Lagipula,sampai sepuluh tahun,atau bahkan selamanya mungkin Arnam tidak akan pernah bisa menemukan aku’pikir Safira lagi berusaha meyakinkan dirinya,dan menghilangkan keyakinannya akan Arnam.


‘Tenangkan dirimu Safira.Hidupmu akan lebih baik tanpa Arnam’yakin Safira dalam hati dengan sedikit menghembuskan nafasnya.


Melihat ibunya yang hanya diam,Sabrina pun menjadi bungkam.


“Sabrina sayang”panggil Farrel,ia berusaha menghilangkan kesunyian dan aura suram yang ada karena keterdiaman Safira.


“Iya om?”tanya Sabrina sedikit pelan karena merasa lesu dengan keterdiaman Safira.


“Kamu mau berenang di tempat yang mana?”tanya Farrel yang melihat ke arah Sabrina melalui kaca.Ia berusaha mencairkan suasana.


Kebetulan Safira kini sedang duduk di kursi belakang bersama Sabrina,sedangkan Farrel duduk di kursi kemudi sendirian.Meski ia sempat berfikir jika ia seolah adalah supir yang sedang mengantar majikan nya,tapi Farrel merasa tidak masalah karena hal itu.


“Om ingin sablina yang tentuin tempatnya?”tanya Sabrina yang tiba-tiba merasa semangat.Dan Farrel langsung menjawab dengan anggukan sambil tersenyum.


“Tapi kayaknya om gak yakin dengan tempat itu,lagian baru buka pasti banyak banget pengunjung.Ah! om tahu,ada kolam renang di pusat kota,tempatnya besar walau banyak pengunjung tapi tempat itu bisa menampung banyak sekali orang.Kita ke sana aja ya?,om yakin kamu pasti suka.Lagipula tempat yang tadi Sabrina sebut tidak sebesar kolam renang yang om maksud.Nggak apa-apa kan?”ucap Farrel meminta persetujuan dari Sabrina.


“Kalau begitu,kita ke sana aja”Sabrina menjawab dengan wajah sedikit lesu karena tidak bisa mengunjungi tempat yang ia maksud.


“Tapi om yakin kan jika tempat itu bagus?”tanya Sabrina yang kembali angkat suara,kini ia berbicara dengan nada sedikit semangat dan penuh harap.Karena Sabrina sudah sangat dekat dan tahu jika apa yang Farrel bicarakan selalu sesuai dengan perkataannya itu.


“Ya!,om yakin kamu pasti suka”jawab Farrel yakin diakhiri senyum cerah saat melihat Sabrina mulai semangat lagi.


...*****...


Dan sesampainya mereka di tempat yang Farrel maksud.Sabrina langsung mengganti baju biasa dengan baju renang yang sempat Farrel beli untuknya.


“Mamah benal nggak mau belenang?,


padahal om falel udah beli baju lenang bagus untuk mamah”ucap Sabrina yang langsung melihat ke arah kantung yang berisikan baju renang.Kantung itu berada tak jauh dari tempat mereka berdiri.


Mereka berdua kini sedang berada di ruang ganti,dan Safira sedang membantu anaknya berganti pakaian.

__ADS_1


“Nggak,kamu aja.Mamah cuman mau lihat kamu berenang”jawab Safira mengusap rambut anaknya yang tergerai,yang terlihat hitam pekat sehitam rambut Arnam.


“Yah..,tapi ya udah,aku sama om falel aja lenangnya”Sabrina sedikit kecewa akan jawaban ibunya,tapi meski begitu,dalam sekejap ia langsung merubah wajah nya menjadi ceria saat teringat jika masih ada Farrel yang akan menemaninya berenang.


“Ya udah,ayo kita keluar,mungkin om Farrel sudah menunggu lama”Safira pun langsung menuntun anaknya keluar.


...*****...


Dan benar saja,di sana sudah ada seorang laki-laki yang mengenakan pakaian renang.


Farrel sudah menunggu cukup lama di luar ruang ganti,ia yang kini telah mengenakan baju renang.


Baju itu terlihat pas dan cocok saat di pakai olehnya,hingga sedikit memperlihat kan bentuk tubuhnya yang sehat dan bugar karena rajin berolahraga.


“Kamu nggak ganti pakaian?”tanya Farrel heran saat Safira masih memakai baju yang sama.


“Aku nggak ikut berenang,kalian berdua saja yang berenang”ungkap Safira.


Mendengar itu,Farrel merasa sedikit kecewa,padahal jelas-jelas ia sengaja berganti pakaian lebih cepat karena berfikir jika Safira juga akan ikut berenang,tapi ternyata dugaannya salah.


Meski begitu,Farrel tidak memperlihatkan kekecewaan nya itu.


“Ayo om!,kita belenang!!”ajak Sabrina dengan nada semangat.


Melihat betapa senang dan semangatnya Sabrina,Farrel pun tersenyum.


“Ayo!”ajak Farrel tak kalah semangat.


Farrel pun mengajak ke sebuah kolam renang yang tidak terlalu dalam.Ia meletakan Sabrina di atas pelampung.Sesekali ia akan mengangkat tubuh Sabrina untuk berenang bareng dengannya.Dengan kedua tangan Farrel yang tetap mengangkat tubuh Sabrina lembut dan sedikit erat,ia juga sedikit mengajari Sabrina cara berenang.


“Mamah”panggil Sabrina disertai tawa riangnya pada Safira.Sabrina terlihat senang saat Farrel mengangkat tubuhnya dan mengajarinya berenang.


Safira yang berada tidak jauh dari kolam renang itu,ia hanya duduk sambil tersenyum memperhatikan anaknya yang terlihat ceria saat belajar berenang dengan Farrel.


“Seandainya...”Safira tidak berani melanjutkan gumamannya itu saat pikirannya teringat dengan Arnam.


Safira pun memilih fokus ke arah anaknya yang terlihat bahagia dengan sebuah tawa yang terdengar lucu dan menggemaskan di telinganya.


*****


Jangan khawatir Arnam nanti muncul kok.

__ADS_1


Jangan lupa ya dukungan nya😘😘


Love you All 😘😘


__ADS_2