AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Awal pertemuan Arnam dan Safira


__ADS_3

Kini Arnam yang hanya diam dengan mata yang terus menatap ke arah Safira.


Tiba-tiba Arnam teringat akan pertemuan pertamanya dengan Safira dan yang lainnnya.


Flashback


Saat itu,terlihat Arnam yang berusia sekitar 10 tahun sedang memukul Reno dengan kasar.


“Minta maaf tidak?!!”ucap Arnam dengan arogan pada Reno yang juga berusia sama sepertinya.


“Roni bantuin aku”ucap Reno meminta tolong pada Roni yang sedikit lebih tua darinya.


Roni yang awalnya hanya diam saja,ia pun akhirnya membantu melawan Arnam,ia berniat membela Reno,tapi pada akhirnya ia juga kalah oleh Arnam.


Rey yang berumur sedikit lebih muda diantara mereka bertiga,ia yang melihat itu mulai ketakutan saat Arnam memukul kedua temannya.Tapi di saat Rey ingin lari,Arnam malah memukul Rey hingga Rey berteriak.


“Tolong!,tolong aku siapa saja,Safira Salma tolong aku”ucap Rey ketakutan,ia tahu jika ia pengecut karena meminta tolong pada perempuan,tapi jangan salah,bagi Rey Safira dan Salma akan menolongnya,karena mereka berdua pemberani.


...*****...


Di tempat lain.


Safira dan Salma yang kala itu sedang bermain tebak-tebakan tidak jauh dari tempat Rey dan yang lainnya,mereka berdua yang mendengar teriakan itu,langsung menatap satu sama lain.


“Kenapa lagi tuh si Rey?”tanya Salma pada Safira,nada suaranya terdengar tak suka pada Rey.


Sepertinya memang dari kecil Salma dan Rey tidak pernah akrab,tapi mereka cukup dekat.“Nggak tahu,kita samperin aja”ajak Safira pada Salma.


“Nggak usah lah,dia itu laki-laki,kebiasaan selalu minta tolong pada kita yang perempuan.Memang kita bisa apa?”ucap Salma terdengar mengeluh.


“Apa salahnya,kita lihat dulu saja,memangnya kamu nggak penasaran ya?”ucap Safira yang merasa penasaran dengan keadaan Rey saat ini.


“Ya sudah ayo kita samperin”akhirnya Salma setuju dengan usul Safira.


Mereka berdua pun langsung berjalan menuju suara Rey berasal.Saat sampai,Safira dan Salma terlihat terkejut melihat pemandangan di depannya.


Arnam yang kini terlihat seperti bocah nakal,ia terus saja memukul Rey yang sedang menangis,sedangkan Roni dan Reno hanya diam dengan ekspresi yang terlihat kesakitan,mereka berdua terlihat lebam dan sedikit berdarah di wajahnya.


“Hiks..Salma Safira tolong aku”ucap Rey dengan ekspresi terlihat sangat kasihan,ia terus memelas ke arah Safira dan Salma yang sedang mematung.


Dan justru karena hal itu lah yang membuat Arnam tambah marah dan terus memukul Rey.Arnam tidak suka melihat laki-laki cengeng,apalagi penakut seperti Rey,maka itu ia lebih lama memukul Rey di bandingkan yang lain.


“Hey berhenti,dasar anak nakal!”teriak Safira yang langsung membuat Arnam berhenti memukul Rey.


Salma yang ada di samping Safira itu,ia pun langsung menatap ke arah Safira.“Safira,lebih baik kita pergi saja yuk,biarkan saja mereka bertiga seperti itu,


lagipula ini urusan mereka”ajak Salma yang takut Safira ikut di pukul.


Kala itu Arnam cukup mahir bertarung,dan pukulan itu pasti terasa sakit jika mengenai wajah,melihat itu Safira merasa kasih pada Rey,ia sebenarnya sedikit takut melihat tingkah brutal Arnam,tapi bagaimana pun Rey itu temannya.


“Jangan!,kamu nggak ingat saat kita di ganggu oleh teman-teman kita,mereka bertigalah yang tolongin kita,masa sekarang kita tega biarin mereka di pukulin begini”cegah Safira saat Salma hendak menariknya pergi,ia terdengar mengingatkan.


Entah karena apa Salma dan Safira tidak memiliki teman perempuan di sekolahnya.Mungkin karena Safira dan Salma merupakan murid yang pintar dan rajin,hingga selalu jadi pusar perhatian.Itulah alasan kenapa Salma dan Safira hanya berteman dekat dengan Rey yang sekelas,dan Roni dan Reno yang berbeda sekolah dari mereka juga ikut berteman karena pertolongan tak sengaja itu.


“Tapi kamu nggak takut di pukul?,kan di pukul itu sakit”ucap Salma terdengar khawatir.


“Nggak!,aku yakin jika dia laki-laki sejati harusnya dia nggak akan pernah memukul perempuan”ucap Safira yang terdengar menyindir.Sikap dan nada suaranya terdengar dewasa,walau sebenarnya ia masih kecil.

__ADS_1


Meski Safira berkata tidak takut pada Arnam,tapi Arnam tahu jika Safira merasa ketakutan,terbukti dari tangannya yang berkeringat dan sedikit gemetaran.


Arnam pun hanya diam sambil menatap ke arah Safira yang kala itu masih berusia delapan tahun.Ia terlihat tenang saat menatap ke arah Safira.


“Hey,kenapa kamu diam!,kamu nggak mau meminta maaf pada teman-teman yang sudah kamu pukul itu”ucap Safira sedikit berteriak marah.


“Untuk apa aku meminta maaf padanya,dia saja tidak meminta maaf padaku!”jawab Arnam datar.


“Memang apa yang sudah mereka lakukan hingga kamu memukul mereka?”tanya Safira langsung.


“Kamu lihat ini”ucap Arnam sambil menunjukkan mainan robot yang di bawanya.


Terlihat mainan robot itu sedikit rusak karena bagian kakinya patah.Meski Sebenarnya Arnam tidak peduli dengan mainan robot itu,karena dari kecil ia di larangan oleh ibunya untuk bersikap selayaknya anak-anak pada umumnya.Arnam telah di latih untuk bersikap dewasa pada usia dini,tapi tetap saja ia sangat menghargai mainan itu,karena itu pemberian dari teman pertama nya.


“Ya aku lihat itu,terus kenapa?”tanya Safira tak mengerti.


“Teman kamu itu yang telah merusak mainan ini!.Dia juga tidak ingin meminta maaf karena telah bersalah”ucap Arnam menjelaskan dengan nada yang terdengar datar dan tak suka saat mengatakan itu.


“Hanya karena ini kamu memukul mereka?!”tanya Safira tak percaya.


“Benar Safira,dia itu kekanak-kanakan!,masa hanya gara-gara mainannya rusak,ia harus sampai memukul aku.Kalau rusak kamu tinggal bilang berapa harga barang itu,biar nanti aku ganti!”ucap Reno terdengar angkuh sambil menahan rasa sakit di tangannya.


“Bukan hanya karena itu,bagiku jika dia merusak barang ini secara tidak sengaja akan aku maafkan.


Tapi dia malah menghina mainan ini,memangnya dia siapa?!,dia tidak tahu seberapa sulit orang lain mencari uang hanya demi memberikan mainan ini padaku”ucap Arnam tegas dan datar.


Karena Reno tidak mau di salahkan,ia sampai menghina mainan itu.Mungkin mainan itu tidak berarti bagi Arnam,tapi niat baik dari orang yang memberikan mainan itulah yang Arnam sangat hargai.


Safira yang mendengar cerita itu,ia tahu betul bagaimana menghargai pemberian orang lain.Karena ia adalah tipe orang yang langsung menerima pemberian orang lain,sekalipun ia tak suka dengan itu,yang terpenting bagi Safira adalah niatnya,sekalipun barang itu tidak ia sukai,jika niatnya tulus maka akan Safira terima.


“Iya aku yang salah”ucap Reno yang akhirnya mengakui kesalahannya itu.


“Kalau begitu kamu harus minta maaf”ucap Safira terdengar layaknya perintah.


“Tapi dia juga salah...”jawab Reno yang enggan meminta maaf.


“Dasar Reno!,kamu gak tahu apa kalau mengakui kesalahan itu tindakan terpuji,dan kalau kamu sudah mengakui kesalahan kamu dan meminta maaf itu adalah tindakan bijak!”tegas Safira yang berkata layaknya orang tua.


“Iya,aku minta maaf”ucap Reno sedikit terpaksa.


“Kalau dari tadi kamu bilang seperti itu,mungkin nggak akan aku pukul”ucap Arnam dengan wajah datarnya.


“Kamu juga harus meminta maaf,kan kamu juga salah”ucap Safira yang kini menatap ke arah Arnam.


Arnam yang mendengar itu,ia terlihat hanya diam seolah enggan untuk meminta maaf,karena selama ini Arnam belum pernah meminta maaf pada siapapun.


“Ayolah,kamu juga salahkan,apa salahnya meminta maaf”ucap Safira terdengar membujuk.


Biasanya Arnam akan menolak itu,tapi entah kenapa saat melihat tatapan Safira yang terlihat tegas dan berani,ia pun seolah mendapat dorongan untuk meminta maaf.


“Ya aku salah,jadi maaf”ucap Arnam datar terdengar tidak biasa meminta maaf.


Arnam melakukan itu bukan karena ia takut pada tatapan Safira,tapi ia hanya ingin melakukan itu karena dorongan dari hatinya yang seakan mengatakan agar ia menuruti kemauan gadis di depannya ini.


“Nah sekarang kan masalahnya sudah selesai,jadi kita sudah bisa damai kan?”ucap Safira yang kini tersenyum cerah.


Semenjak kejadian itu,Arnam mulai berteman dengan Safira dan yang lainnya.Dan itu pertemuan pertama bagi Safira dengan Arnam.

__ADS_1


Di suatu hari.


Pada saat itu,di sela latihannya,Arnam pun menemui Safira dan yang lainnya.


“Kamu kenapa?,kok kayak nggak ceria gitu?”tanya Safira polos pada Arnam di samping nya.


Mereka berdua kini sedang duduk di ayunan besi,dengan Safira yang terlihat asyik mengayunkan ayunan nya dengan santai,sedangkan Arnam hanya duduk tanpa menggerakan ayunannya itu sama sekali.Mereka berdua terlihat sedang memperhatikan Rey dan yang lainnya yang sedang bermain perosotan.


Arnam yang mendengar pertanyaan dari Safira,ia pun langsung menoleh dan menatap ke arah Safira dengan tatapan heran.Bukankah memang seperti itu ekspresi nya,dari awal mereka bertemu memang sudah seperti itu ekspresi nya,yaitu datar dan acuh.


“Memang kenapa dengan ekspresi wajahku?”tanya Arnam tak mengerti.


“Kamu nggak pernah tertawa saat kita sedang bercanda,bahkan tersenyum saja tidak pernah.Nggak capek ya muka nya kayak gitu terus?”ucap Safira polos di sertai pertanyaan.


“Bukankah dari awal memang seperti ini ekspresi ku.Jadi apa masalahnya?”tanya Arnam tetap dengan wajah datarnya.


Menurutnya tertawa,marah,sedih,atau tersenyum itu seakan buang-buang tenaga baginya.Jadi selama ini,ia hanya bersikap acuh dan datar.


Semarah dan sesedih apapun dirinya,maka ekspresi wajahnya tetap datar dan acuh.Bahkan Arnam belum pernah merasa sedih dan marah selama ini,jadi ia tidak tahu bagaimana mengekspresikan itu semua.


“Kamu tanya apa masalahnya?.Ya aku cuman heran aja,ingin tahu gimana ekspresi kamu saat tertawa atau tersenyum,itu aja kok”jawab Safira polos.


“Nggak penting!,itu hanya buang-buang tenaga!”jawab Arnam acuh mengungkapkan apa yang ia pikirkan saat ini.


“Hah?,nggak penting?.Justru kalau kita bisa mengekspresikan ekspresi kita dengan baik,itu lebih baik.Karena dengan begitu kita bisa meluapkan emosi yang kita rasakan,seperti ini...”ucap Safira sambil menunjuk kan ekspresi marah yang terlihat imut,sedih,kesal,hingga tersenyum.


“Gimana?,hebat kan aku dalam menunjukkan eksepsi?,cocok nggak jadi artis?,hi..hi..”ucap Safira diakhiri dengan tertawa yang terkikik seolah lucu dengan perkataannya itu.


Pada saat itulah,Arnam yang melihat Safira tertawa lepas karena senang,ia seolah melihat tawa Safira seperti sinar matahari yang bersinar terang,sangat terang.Seolah kehidupannya yang gelap bisa menjadi terang hanya dengan melihat Safira tertawa.


“Ajarin aku!”ucap Arnam tiba-tiba dengan nada yang terdengar tegas.


Safira yang mendengar itu,sontak ia langsung menghentikan tawanya.


“Ha?,apa?”tanya Safira tak mengerti.


“Iya,ajarin aku agar bisa menunjukkan ekspresi seperti yang kamu katakan dan tunjukkan tadi!”ucap Arnam yakin,seolah kata-katanya terdengar mengandung keyakinan yang menggebu-gebu.


Safira pun hanya diam sejenak karena melamun,tapi pada akhirnya ia pun menjawab.“Baiklah kalau begitu”ucap Safira yang bingung harus menjawab apa.Ia tidak yakin akan bisa mengajari Arnam,karena ekspresi itu biasanya di tunjukkan secara alami,tanpa harus di pelajari kan?.


Dan semenjak itu,Safira dan Arnam pun menjadi sangat dekat.Hingga akhirnya Arnam bisa menunjukkan ekspresi wajahnya,tapi sayangnya semua ekspresi wajahnya itu hanya bisa di tunjukkan pada Safira.Karena itu termasuk keinginan Arnam yang hanya ingin dan akan menunjukkan semua ekspresi wajahnya di depan Safira saja.Entah itu tertawa,tersenyum,sedih,bahagia,merasa bersalah dan yang lainnya.Kecuali untuk marah,itu ekspresi yang akan Arnam tunjukkan pada orang yang melukai Safira nya.


Flashback End.


Saat sadar dari lamunannya itu,Arnam pun langsung menatap Safira dengang ekspresi yakin dan percaya diri.


“Aku akan berusaha mencari cara agar kamu mau mendengar penjelasan ku,karena dengan begitu kamu pasti akan sedikit mengerti”ucap Arnam yakin.Ia akan melakukan segala cara agar Safira tetap bersamanya,dan tentu dengan cara Arnam sendiri.


*****


Nggak ngerti lagi sama Arnam yang bucin akut🤧


Kalau Rey dan Salma di jodohin cocok ya kayaknya🤣


Jangan lupa like nya dan vote.


Boleh minta Bantuan nya nggak,tolong ya buat share cerita ini ke teman kalian agar banyak yang baca,biar author semangat buat ceritanya🤧

__ADS_1


__ADS_2