AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Cemilan Sehat


__ADS_3

Beberapa hari telah berlalu.


Saat ini Safira yang sedang duduk di ruang tamu itu,ia terlihat santai sambil memakan cemilan kering sehat yang di buat oleh Amara langsung.


“Enak tuh camilannya,bagi dong kak”pinta Rara yang kala itu sedang berjalan ke arah Safira.Ia merasa jika camilan yang terlihat di depannya sangat enak.


“Ambil saja,yang banyak juga nggak apa-apa”jawab Safira dengan nada cueknya.Ia masih fokus menonton TV di depannya.


Rara yang mendengar itu sedikit mengangkat alisnya,ini benar kakaknya kan?,bukan titisan setan yang lagi nyamar jadi baik?.Kok bisa kakak nya yang super pelit bin medit bisa baik,mana langsung setuju saja pas dia minta.


Tapi karena suasana hatinya yang sedang baik,dan karena ia benar-benar ingin mencicipi cemilan sang kakak yang menurut matanya terlihat enak itu.Tanpa basa-basi Rara pun mengambil cemilan itu dan langsung memakannya.


“Gimana rasanya?”kini Safira menoleh saat melihat adiknya telah memasukan cemilan ke mulutnya,di sertai nada ledekan nya dan senyum puas saat melihat ekspresi adiknya itu.


“Ih,nggak enak”gerutu Rara yang ingin memuntahkan cemilannya itu.“Eit,jangan di lepehin di sini,udah makan aja sedikit ini”ucap Safira yang langsung membuat Rara mendengus tak suka,dan karena sadar ada ibu nya di sekitar mereka,Rara dengan terpaksa menelan nya dengan susah payah.Ia lantas menatap tidak suka ke arah cemilan di depannya itu.Setelahnya,Rara langsung meneguk habis minuman milik Safira tanpa meminta izin terlebih dahulu.


“Nggak sopan!”Safira mengomentari sikap Rara itu.


“Kak,kenapa nggak enak banget sih cemilan itu?”tanya Rara tanpa menjawab komentar Safira.


“Ini kan cemilan sehat,dan tentu sesuai namanya,


cemilan ini mengandung sayuran yang menyehatkan”.jawab Safira santai.


“Dih,tapi kok bisa sih rasanya nggak enak banget,terus kenapa kakak bisa suka sih?”gerutu Rara,ia merasa tertipu dengan ekspresi Safira yang sangat menikmati cemilannya itu.


“Itu menurut kamu aja yang nggak suka,tapi menurut kakak ini enak kok,terlebih lagi ini menyehatkan”ucap Safira sedikit melirik ke arah Amara yang sedang berada cukup jauh dari mereka.


Amara seolah sedang memperhatikan sikap dan perilaku Safira,dan tentu Safira juga sadar jika Amara sedang memperhatikan nya,oleh karena itu Safira berpura-pura menyukai cemilan itu,walau sebenarnya ia tidak suka dengan cemilan itu.


Sama seperti Rara yang tidak menyukai sayuran,Safira juga tidak menyukai sayuran.


Apalagi cemilan itu terasa seperti sedang memakan sayuran,hanya saja Safira terpaksa bersikap layaknya menyukai camilan itu.


“Dih pokoknya Rara nggak suka dan nggak mau lagi makan cemilan itu”kekeh Rara dengan nada tidak sukanya.


“Ya siapa juga yang nyuruh kamu makan cemilan ini”Sarkas Safira membuat Rara mematung,ia serasa kalah telak dengan ucapan sang kakak.

__ADS_1


“Tapi sebenarnya cemilan ini baik untuk tubuh,apalagi kalau nanti kamu sudah menikah lalu hamil,ini pasti akan sangat cocok untuk menjadi cemilan kamu nanti”ledek Safira seolah mengatakan jika Rara telah menikah dan hamil ia juga akan merasakan seperti dirinya.


“Nggak akan!”dengus Rara menatap ke arah lain.


Tiba-tiba Rina yang sempat memasuki kamar di tengah perdebatan Safira dan Rara,ia kini menghampiri Safira dan Rara dengan pakaian yang terlihat rapi.


“Ibu mau kemana?”tanya Safira melihat penampilan ibu nya dari atas hingga bawah.


“Ibu ada urusan sebentar,kalian jaga rumah baik-baik,terutama kamu Safira!.Jangan sering-sering keluar rumah!”Rina dengan nada peringatannya pada Safira yang hanya di jawab anggukan pasrah.


“Tapi Safira kalau keluar rumah selalu di temani dokter Amara,lagipula Safira juga jarang keluar,dan sekalinya keluar rumah kami hanya jalan-jalan sebentar”ungkap Safira sedikit protes.


“Iya ibu tahu,tapi kan ibu hanya ingin mengingatkan kamu barang kali kamu lupa”jelas Rina


“Iya,kakak kan sering ngeyel kalau nggak di ingetin sama ibu”timpal Rara yang membuat Safira langsung kesal.


“Sudah sudah! nggak usah berdebat,kalau begitu ibu dan ayah berangkat dulu”pamit Rina yang langsung berjalan ke arah Hadi yang baru datang.


“Jadi ayah juga ikut?”tanya Safira memastikan.


“Kalau tahu begitu Safira juga ingin ikut”ucap Safira terdengar sedikit merengek.


“Nggak bisa kamu harus banyak istirahat!”tegas Rina masih dengan nada perintahnya.


“Ayah?”rengek Safira yang beralih meminta persetujuan dari ayahnya,tapi yang ada Hadi hanya diam seolah mengatakan jika keputusan Rina juga merupakan keputusan nya.


“Kalau kakak nggak ikut,tapi Rara boleh ikutkan?”kini giliran Rara yang ingin ikut.Ia yakin dirinya pasti di bolehkan ikut,hingga saat kakaknya menatap kearahnya,ia hanya tersenyum meledek seolah ingin memanas-manasi sang kakak.


Dan biasanya jika Rara ikut dengan orang tuanya,mungkin ia bisa meminta sedikit jajanan,sekalian ia ingin jalan-jalan,memikirkan itu senyum Rara semakin lebar


“Nggak,kamu di sini saja,sekalian jaga kakak kamu”jawab Rina masih dengan nada tegasnya,ia tahu apa yang di pikirkan anak kedua nya itu.


Rara yang mendengar itu hanya bisa menghela nafas pasrah,ingin rasanya menggerutu saat itu juga.


Sementara Safira yang sebenarnya juga merasa kesal karena ibunya memperlakukan dirinya seperti anak kecil,tapi meski begitu ia hanya tersenyum balas meledek ke arah adiknya


Setidaknya ini adil!,karena bukan hanya dirinya yang tidak ikut,tapi Rara juga.Mungkin seperti itu yang ada di pikirannya

__ADS_1


“Ishh,kakak itu kan udah gede,kenapa harus di jagain sih.Kakak juga maka nya jangan kayak anak kecil!,biar nggak ngerepotin orang mulu”akhirnya Rara menggerutu kesal sambil menatap tak suka ke arah Safira yang sedang meledeknya.


“Tenang aja,nanti akan ibu belikan jajanan untuk kamu”ucap Rina lagi yang berhasil membuat Rara tenang.Dan akhirnya Rara pun setuju untuk tidak ikut.


“Kalau begitu kami berangkat”pamit Rina yang benar-benar pergi keluar rumah bersama dengan Hadi yang telah mengganti pakaiannya itu.


...*****...


Saat ini di tempat Arnam.


Seperti biasa,Arnam terlihat sangat sibuk dengan dokumen di hadapannya,banyak berkas-berkas yang harus ia baca dengan teliti,baru setelah itu akan ia bubuhkan tanda tangan miliknya.


“Tuan”Panggil Toni saat memasuki ruangan.


“Sudah kamu lakukan apa yang saya perintahkan?”tanya Arnam tanpa menoleh sama sekali.


“Sudah tuan,saya sudah melakukan sesuai yang anda minta,tapi..”ucap Toni terdengar ragu untuk mengatakan kalimat selanjutnya.


“Tapi kenapa?”tanya Arnam yang langsung menatap ke arah Toni dengan tajam.


“Apakah ini benar-benar tidak masalah?,saya hanya khawatir dengan citra anda saja,mungkin hal ini juga akan menyebabkan citra anda sedikit buruk di masyarakat.Bahkan mungkin masyarakat akan berfikir buruk tentang anda”Toni menjelaskan pemikiran nya itu.


“Kamu tidak perlu memikirkan hal itu,biar urusan selanjutnya akan aku yang putuskan”jawab Arnam tenang.


“Baik,saya mengerti”jawab Toni patuh.Ia tidak ingin mempermasalahkan hal yang sudah Arnam putuskan.


“Tuan,apa saya perlu menghukum Dodo atas tindakan tidak sopan nya waktu itu?”tanya Toni lagi,ia teringat tentang Dodo yang telah memasuki ruangan Arnam tanpa permisi,dan hal itu sangat tidak sopan,karena mau sepenting apapun itu,sopan santun adalah hal utama bagi Arnam dan Toni.


“Hukum secukupnya saja,tapi jangan terlalu berat,lagipula informasi yang di berikan nya sangat berguna”jawab Arnam santai dan hanya di jawab anggukan kepala oleh Toni.


Suasana pun hening untuk sejenak.


Beberapa saat kemudian...


Arnam yang telah menyelesaikan pekerjaan nya itu,ia pun langsung bangkit dari duduknya.


“Saya akan pulang lebih dulu,sisa pekerjaan biar kamu yang urus”ucap Arnam yang lagi-lagi hanya di jawab dengan anggukan.

__ADS_1


__ADS_2