AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!

AKU ATAU KAMU ORANG KETIGA!!
Safira alergi bunga mawar.


__ADS_3

Sedangkan saat ini Arnam yang melihat Safira terlihat menangis.Posisi yang awalnya masih memeluk Safira dari belakang ia rubah dan mengarahkan Safira agar menghadapnya.Melihat itu Salma yang tadi berada dekat dengan Safira,ia pun mundur beberapa langkah,dan membiarkan Arnam yang sedang berusaha menenangkan Safira


“Jangan nangis!,aku sedih liatnya”ucap Arnam pelan.Mengusap air mata yang menetes di pipi Safira.


Arnam berusaha untuk menenangkan,menghibur sekaligus menguatkan Safira.


“iya baiklah”ucap Safira sedikit tersenyum pada Arnam walau sedikit di paksakan.


Safira tiba-tiba berbalik dan menatap ke arah Cindy.


“Aku sebagai sahabat Rey meminta maaf ke kamu”ucap Safira dengan tulus.


Sedangkan Cindy hanya diam sambil menatap ke arah Safira.


“Kenapa hanya diam?,apakah kamu masih merasa sakit hati sama perilaku Rey sampai-sampai kamu hanya diam saja?”tanya Safira sambil menatap ke arah wajah Cindy.


“Bukan kak,aku hanya merasa bersalah sama kakak”jawab Cindy cepat.


“Jadi maksudnya apa?,kamu sudah maafin Rey gitu?”tanya Safira langsung.


“Kalau aku sih sudah maafin Rey.Dan sekarang buat aku nggak masalah jika Rey putusin aku”ucap Cindy dengan wajah bersungguh-sungguh.


“Loh tadi katanya kamu nggak terima di putusin oleh Rey.Tapi kenapa sekarang kamu langsung berubah pikiran?”tanya Safira heran.


“Sebenarnya aku gak terima saat Rey putusin aku karena aku masih merasa penasaran sama dia.Saat itu rasanya Rey terlihat keren di mataku,sifat cool dan cuek nya buat aku penasaran dan ingin terus sama dia,tapi saat aku tahu bagaimana hebatnya kakak saat memukul Rey hingga ia tak berkutik,aku mulai mengagumi kakak!!”ucap Cindy dengan polosnya.


Sedangkan Safira hanya diam saat mendengar hal itu.Cindy terlihat seperti orang polos di hadapan Safira.Sekarang Safira tahu jika Cindy suka pada Rey hanya karena rasa penasaran dan kagum saja.Walau begitu ia tak menyesal sempat ada drama panjang tadi,setidaknya ia tahu sedikit tentang masa lalu Rey.


‘Apa sedangkal itu cintanya sama Rey.Tapi meski begitu aku merasa senang setidaknya dia tidak merasa sakit hati terlalu dalam.Lagipula dia terlihat masih muda dan polos,semoga saja dia mendapatkan pengganti yang lebih baik lagi’. Batin Safira.


“Ini kak,aku ada hadiah buat kakak.Awalnya aku ingin memberikannya pada Rey,tapi karena mulai sekarang aku sudah mengidolakan kakak.Jadi bunga ini buat kakak saja,dan tolong kakak terima bunga ini,anggap saja bunga ini sebagai tanda pertemanan kita”ucap Cindy sambil menyerahkan setangkai bunga mawar yang ia bawa tadi.

__ADS_1


Arnam yang melihat itu,ia pun langsung mengambil bunga itu,dan hendak membuangnya sembarangan.Tapi sebelum itu Safira telah mencegahnya.


Safira mengambil bunga itu dari tangan Arnam,dan menatap wanita yang masih remaja di hadapannya.


“Makasih ya,aku suka bunganya”ucap Safira berusaha untuk tersenyum.Walau sebenarnya ia memiliki alergi terhadap bunga mawar,tapi ia tak ingin mengecewakan orang yang berniat baik padanya.


“Iya kak,terima kasih juga karena sudah mau menerima bunga pemberian aku.Kalau begitu Cindy pulang dulu”ucap Cindy yang di balas anggukan oleh Safira.


Arnam yang melihat Safira masih memegang bunga mawar yang di berikan oleh Cindy tadi,ia pun langsung menarik tangan Safira untuk keluar.Karena Arnam tahu akan seperti apa selanjutnya.


“Kami duluan”ucap Arnam datar dan berjalan dengan sedikit lebih cepat hingga membuat Safira agak kesulitan dalam menyeimbangkan langkah nya dengan langkah Arnam


Setelah keluar dari restoran,Arnam masih saja menarik Safira dengan langkah nya yang seolah sedang terburu-buru


“Ayo masuk!”perintah Arnam tegas.Ia merampas bunga dari tangan Safira secepat kilat dan membuangnya secara kasar


Safira yang melihat itu,ia pun tidak berani berkomentar karena Arnam terlihat sedang marah.


Arnam terlihat sangat fokus mengemudi,tapi sekali-kali ia akan melirik ke arah Safira yang sedang menutup mulutnya dengan menggunakan kedua tangannya.Sudah 10 menit berlalu,tapi Arnam belum juga menemukan barang yang ia cari.


Tapi tak lama mobil itu pun berhenti,Arnam akhirnya menemukan tempat yang menjual barang yang ia cari.Arnam langsung membuka pintu mobilnya,dan menutupnya sedikit kasar hingga Safira sedikit terkejut karena hal itu.


Safira hanya diam karena tidak tahu apa yang sedang di lakukan Arnam.


Tak lebih dari 10 menit Arnam pun masuk kembali ke dalam mobil,dan ia duduk di kursi kemudi dan langsung membuka kantung yang berisi barang yang ia beli dengan cepat.


Arnam mengambil es batu dan sebuah kain bersih yang ia keluarkan dari kantung.Membungkus es batu itu menggunakan kain tadi dan mendekatkan nya ke arah Safira


“Singkirkan tangan kamu!”ucap Arnam masih dengan tegasnya,tatapan nya pun tajam seakan mengatakan jika kini ia sedang marah.


“Maaf”cicit Safira pelan,hingga Arnam hanya bisa menghela nafas untuk mengurangi emosi sekaligus kekhawatiran nya itu.

__ADS_1


“Buka!”paksa Arnam dengan sedikit lebih lembut.


“Nggak,aku malu”jawab Safira masih membekap mulutnya.


“Kenapa harus malu?,aku bukan orang lain Safira”ucap Arnam kini mulai kesal karena Safira tak segera membuka mulutnya.


Arnam saat ini benar-benar khawatir dengan Safira!!


“Kamu waktu itu sudah pernah lihat bibir aku yang bengkak karena alergi bunga,terus sekarang kamu ingin lihat lagi kah bibir aku yang bengkak.Apa kamu gak merasa jijik karena hal itu?”tanya Safira.


“Kenapa harus jijik?,aku cinta kamu apa adanya,dan aku terima kekurangan dan kelebihan kamu.Jadi jangan merasa malu sama aku karena hal itu”ucap Arnam tegas sedikit meninggi karena khawatir.


Rasanya Safira benar-benar sedang menguji kesabaran nya saat ini.


Melihat Safira hanya diam dengan posisi tangan masih sama,akhirnya Arnam pun langsung menyingkirkan tangan Safira yang menutupi mulutnya itu.


Dan sekarang Arnam dapat melihat bibir Safira yang biasanya terlihat imut dan menggemaskan itu.Kini terlihat bengkak,hingga bibir milik Safira saat ini sudah menjadi dua kali lipat besarnya dari bibir aslinya.Bisa di pastikan jika di diamkan maka akan terus membengkak semakin besar.


Tanpa membuang waktu lagi,Arnam langsung meletakan kain yang berisi es batu itu di bibir Safira,ia mengompres bibir Safira agar bisa kembali dengan normal lagi.


“Kamu tahu kalau kamu itu memiliki alergi terhadap bunga mawar.Tapi kenapa masih saja kamu terima bunga itu?”ucap Arnam dengan nada yang seolah sedang menggerutu.


“Kamu juga tahu kan,kalau aku paling nggak suka menolak pemberian orang lain,karena aku takut jika aku menolak pemberian wanita tadi,dia bakal sakit hati dan sedih”jawab Safira pelan.


“Sudah diam!,tidak perlu bicara lagi!!”ucap Arnam dengan nada tegas dan masih terdengar menggerutu.


‘Tadi siapa yang nanya coba,terus giliran di jawab malah suruh nggak usah di jawab.Dasar!!’. batin Safira merasa gemas akan ucapan Arnam itu.


“Aku tadi khawatir sama kamu saat masih di restoran.Aku takut kamu akan merasa malu saat orang-orang melihat bibir kamu yang seperti ini” ucap Arnam sambil menatap Safira dengan tatapan teduhnya.


“Jadi kamu merasa malu jika bersama aku dengan orang-orang yang melihat keadaan ku seperti ini?”ucap Safira menyimpulkan sendiri akan ucapan Arnam tadi.

__ADS_1


“Aku tidak akan merasa malu dengan penampilan kamu yang sekarang.Tapi aku hanya khawatir kamu akan merasa malu saat orang-orang melihat keadaanmu yang seperti ini.Karena aku tidak akan terima jika ada orang yang merendahkan apalagi menganggap kamu remeh”ucap Arnam tegas, ia berkata dengan jujur dan apa adanya.


__ADS_2